Anak Fobia Sosial? Berikut Langkah Bijak Menghadapinya

5/5 (1)

Anak Fobia Sosial – Memiliki anak yang pintar, termasuk pintar bergaul menjadi dambaan setiap orangtua. Jika anak pintar bergaul atau bersosialisasi, anak akan memiliki banyak teman dan tentunya disukai oleh banyak orang. Anda tentu tidak akan khawatir ketika anak berada dalam lingkungannya.

Hanya saja, terkadang ada beberapa anak yang memiliki sifat pemalu atau bahkan anak memiliki ketakutan ketika akan menjalin hubungan dengan dunia sosialnya. Hal ini membuat anak sulit bergaul dan memiliki teman. Dimana kondisi ini disebut dengan fobia sosial. Fobia sosial biasanya akan muncul pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kekerasan, sehingga trauma yang dirasakan anak masih dialaminya.

Jika anak anda sulit bergaul, tentunya anda harus waspada anak mengalami fobia sosial. Menghadapi anak yang mengalami fobia sosial bukanlah hal yang mudah. Namun, agar anak dapat keluar dari kondisi ini, maka sebagai orangtua anda harus membantunya.

Anak Fobia Sosial

Apa Itu Fobia Sosial ?

Bagi beberapa orang, mungkin masih merasa asing dengan fobia sosial. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fobia sosial, anda bisa simak di bawah ini.

Perasaan takut dan cemas bisa dialami siapa saja saat ia melakukan interaksi dengan orang di sekitarnya. Hanya saja, pada seseorang yang mengalami fobia sosial, rasa takut yang dialaminya berlebihan, serta menetap. Dimana hal ini tentunya akan mempengaruhi hubungan dirinya dengan orang lain, prestasi di sekolahnya atau produktivitasnya dalam bekerja.

Fobia sosial atau disebut dengan social anxiety disorder merupakan rasa takut ketika dalam situasi sosial, terlebih lagi situasi yang asing atau situasi dimana anda seperti akan diawasi. Dasar dari keadaan fobia sosial itu sendiri yaitu takut akan dinilai, diamati oleh publik atau membuat diri sendiri malu di hadapan umum. Orang yang mengalami fobia sosial akan merasa takut orang-orang yang ada di sekitarnya akan memiliki pikiran buruk tentang dirinya.

Fobia sosialnya ini merupakan salah satu jenis fobia kompleks. Dimana jenis fobia ini akan memberikan dampak yang merusak bahkan hingga melumpuhkan kehidupan seseorang yang menderitanya. Karena kondisinya maka harga diri dan kepercayaan diri seseorang yang memilikinya akan terpengaruh, bahkan dapat mengganggu hubungan di sekolah ataupun tempat kerja.

Penyebab Fobia Sosial

Tidak diketahui dengan pasti penyebab dari fobia sosial itu sendiri. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa masalah fobia sosial bukan ditentukan oleh faktor genetik saja, namun dipicu dari gabungan faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman buruk seperti misalkan bullying, pelecehan seksual, serta kekerasan dalam keluarga.

Fobia sosial juga mungkin saja dapat dialami oleh anak karena meniru sikap orangtuanya yang mengalami fobia sosial. Selain itu, anak bisa saja mengalami fobia sosial karena disebabkan oleh lingkungan keluarga. Dimana keluarga memperlakukan anak dengan protektif.

Fobia sosial juga bisa jadi berkaitan dengan keadaan fisik seseorang. Terdapat zat kimia tertentu pada otak yang berperan untuk mengatur suasana hati. Dimana zat tersebut disebut dengan serotonin. Nah, masalah terhadap kecemasan ini bisa jadi disebabkan akibat kekurangan serotonin.

Kemungkinan lainnya yang menyebabkan fobia sosial yaitu memiliki hubungan dengan amigdala.  Dimana amigdala merupakan struktur yang terdapat pada otak, yang berperan untuk mengendalikan perasaan atau pikiran akan rasa cemas, dan mengatur respon ketakutan. Fobia sosial itu sendiri dapat terjadi pada saat amigdala kerjanya terlalu aktif.

Ciri-Ciri Anak Fobia Sosial

Anak Fobia Sosial

Perlu diketahui, fobia sosial dengan pemalu adalah dua kondisi yang berbeda. Jika seorang anak memiliki sifat pemalu, maka ketika berinteraksi sosial ia tidak akan mengalami masalah. Anak-anak yang memiliki sifat pemalu tetap akan memiliki teman, serta lingkungan yang untuknya menyenangkan.

Anak yang pemalu dapat berinteraksi seperti anak pada umumnya, hanya saja untuk beradaptasi waktu yang dibutuhkan lebih lama. Namun meskipun begitu ia tetap bisa membangun interaksi sosial. Berbeda dengan anak yang mengalami fobia sosial, anak akan merasa takut melakukan interaksi sosial.

Anak-anak yang mengalami fobia sosial sama seperti mengalami fobia yang lainnya. Ia memiliki rasa takut yang berlebihan ketika menghadapi situasi sosial, terlebih lagi saat dirinya menjadi pusat perhatian. Nah, untuk mengetahui apakah anak anda mengalami fobia sosial atau tidak, maka sangat penting mengetahui beberapa ciri fobia sosial pada anak. Beberapa ciri anak mengalami fobia sosial di antaranya seperti berikut ini.

Ciri Anak Fobia Sosial

  • Anak merasa gelisah saat berada di tempat ramai.  Jika si kecil gelisah saat dirinya berada di tempat ramai, maka anda patut curiga. Kondisi ini disebabkan karena anak merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman saat menjadi perhatian.
  • Anak mengalami kesulitan masuk kelompok atau saat menghadapi pertemuan dengan teman-teman yang lainnya.
  • Anak menarik dirinya dari pergaulan.
  • Teman yang dimiliki anak jumlahnya terbatas.
  • Rasa cemas yang diakibatkan karena situasi sosial ini terkadang anak menunjukannya dengan tantrum atau menangis, mengamuk, membeku dan tidak mau berbicara.
  • Anak menghindari situasi sosial, terlebih lagi situasi yang menjadikan anak sebagai pusat perhatian seperti menjawab telepon, berbicara di hadapan umum atau menjawab soal di kelasnya.
  • Anak terkadang menunjukan atau memiliki gejala fisik ketika ia dihadapkan pada situasi sosial seperti sakit perut, mual, menangis, pipi berubah warna menjadi merah, gemetar dan keluar keringat dingin.
  • Anak akan takut ketika bertemu dengan orang asing. Mereka akan menjadi cemas ketika di sekitarnya ada orang baru.
  • Anak takut terhadap penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri, karena anak akan merasa malu ketika gagal di hadapan umum.
  • Anak memiliki perasaan khawatir berlebihan jika hal yang dilakukannya dapat membuat dirinya malu.

Mengetahui ciri-ciri anak fobia sosial sangat penting. Jika benar anak memiliki kondisi seperti ini, maka segera bantu ia agar bisa keluar dari kondisinya tersebut agar tidak akan berdampak buruk untuk masa depannya kelak.

Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Mengalami Fobia Sosial

Anak Fobia Sosial

Tidak menutup kemungkinan fobia sosial yang dialami oleh anak akan mendatangkan dampak negatif pada dirinya sendiri. Fobia sosial yang dialaminya dapat menyebabkan si kecil stres sehingga hal ini akan berdampak buruk terhadap hubungan sosial, akademis dan rasa percaya dirinya. Untuk mengatasi masalah ini tentu anda harus membawanya kepada ahli psikologis. Namun, di samping itu anda dapat membantu si kecil terbebas dari kondisi yang dialami dengan beberapa cara di bawah ini.

Memberikan Penjelasan

Anak biasanya akan tahu situasi atau keadaan apa yang menyebabkan dirinya merasa takut dan cemas. Namun, ia tidak akan paham mengapa dirinya mengalami kecemasan berlebihan terhadap situasi tersebut. Sebagai orangtua anda tentu harus menjadi tempat berbagai untuk anak. Anda dapat memberitahu pada anak bahwa ia dapat menceritakan rasa cemas yang dialaminya pada anda.

Kemudian anda dapat menjelaskan pada anak bahwa merasakan cemas adalah hal wajar dan setiap orang tentu pernah mengalami kondisi ini. Anda dapat memberikan penjelasan padanya bahwa yang harus dilakukan yaitu menghadapi rasa cemas yang dialaminya tersebut. Jelaskan padanya bahwa ia dapat melakukan dengan perlahan dan bersama-sama dengan anda. Agar ia merasa aman dan nyaman, anda dapat memberitahunya bahwa anda akan selalu berada di sisinya dan mendampinginya, jadi ia tidak akan merasa khawatir lagi.

Jangan Berikan Label Negatif Pada Anak

Dalam menghadapi anak yang mengalami fobia sosial tentunya anda harus lebih bijak dan sabar. Perlahan-lahan anda juga harus belajar bagaimana cara menghadapinya agar ia dapat keluar dari kondisi yang dialami. Hindari memberikannya label negatif seperti menyebutnya penakut atau pemalu. Anak yang mengalami fobia sosial justru akan merasa semakin tertekan jika dikatakan negatif oleh orang yang ada di sekitarnya. Anak akan percaya label negatif yang diberikan padanya. Pada akhirnya rasa takut yang dimiliki anak tidak akan dihilangkannya karena ia merasa bahwa dirinya benar-benar seorang penakut.

Apabila ada seseorang yang menyebut anak sebagai penakut dan pemalu, maka anda jangan membenarkan hal tersebut. Yang harus anda lakukan padanya justru membangun rasa percaya dirinya. Anda dapat mengatakan pada anak bahwa sebenarnya ia tidak seperti itu dan mudah bergaul apabila sudah kenal dengan seseorang. Sehingga dengan begitu anak akan merasa percaya diri saat berada di hadapan orang lain. (Baca Juga : Tips Mendidik Anak Agar Percaya Diri )

Tanamkan Pikiran Positif Pada Anak

Anak-anak yang mengalami fobia sosial biasanya akan memiliki pikiran yang berlebihan. Ia berpikir bahwa dirinya akan dicemooh, ditertawakan dan dihina oleh orang lain. Oleh karena itu, ia lebih memilih untuk tidak berinteraksi dengan orang lain.

Nah, untuk menghadapinya anda dapat menanamkan pikiran positif pada anak. Katakan padanya bahwa apa yang dipikirkannya tidak benar. Jika memang anak takut teman-temannya menertawakan dirinya, berikan penjelasan bahwa teman-temannya tersebut tidak memiliki maksud untuk menghina atau mencemoohnya, namun apa yang dilakukan teman-temannya tersebut bisa jadi karena mereka menyukai apa yang dibicarakannya tersebut.

Apabila anda menanamkan pikiran positif pada anak, maka tidak menutup kemungkinan anak akan berpikir positif. Dengan begitu, lambat laun ia mulai berani melakukan interaksi dengan orang lain.

Ajarkan Bagaimana Caranya Menenangkan Diri

Apabila anda langsung memaksa anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, rasanya akan sedikit sulit. Anda dapat mengajarkan anak bagaimana caranya untuk menenangkan diri saat rasa cemas tersebut dialaminya. Si kecil perlu mengetahui berbagai cara yang dapat dilakukannya agar ia tidak lagi merasakan cemas yang berlebihan.

Cara terbaik yang dapat dilakukan untuk menenangkan cepatnya detak jantung, napas cepat dan pendek serta pusing, yaitu dengan menarik napas dengan dalam. Anda dapat mengajarkan pada buah hati untuk bernapas layaknya seperti ia sedang meniup balon. Anda dapat memintanya untuk menarik napas 4 hitungan, menahannya 4 hitungan dan melepaskannya 4 hitungan.

Ketika sedang berada di keramaian, anak yang mengalami fobia sosial seringkali mengalami ketegangan pada ototnya. Nah, ketika rasa cemas dialaminya anda bisa mengajarkan pada anak untuk merelaksasikan otot. Cara yang bisa dilakukan yaitu membentuk kepalan tangan dengan sekuat tenaga dalam waktu 5 detik, lalu bisa dilepaskan dengan perlahan-lahan. Kemudian bisa melakukan hal yang sama dengan mengencangkan bagian otot lengan, kaki dan bahu.

Ajarkan Anak Untuk Bergaul

Anda dapat mengajarkan anak bergaul agar ia terbiasa saat ada di hadapan umum. Anda dapat memberikannya contoh bagaimana menyapa, memulai pembicaraan dengan temannya, bagaimana caranya untuk bergabung dalam kelompok maupun keluar dari kelompok, mendengarkan saat orang lain bercerita, merespon cerita tersebut maupun bertanya. Anda bisa membiarkan anak untuk mempraktikannya kepada keluarganya sendiri. Misalkan pada sepupu yang usianya sebaya dengan anak anda.

Jangan Paksa Anak

Jangan pernah memaksa anak untuk berinteraksi atau berbicara dengan orang lain. Jika anda memaksakannya anak justru akan merasa tertekan dan semakin takut. Anda sebaiknya menggunakan cara yang lebih baik yaitu dengan mengajaknya berdiskusi apakah si kecil ingin ikut terlibat dengan temannya. Apabila anak mau dan setuju untuk melakukannya, maka anda bisa meyakinkan si kecil bahwa ia bisa bergaul dengan teman-temannya. Minta si kecil untuk menerapkan cara yang sudah anda ajarkan.

Berbicara dengan Guru Sekolah

Atas situasi yang dialami oleh anak anda, maka sebaiknya memberitahu guru di sekolahnya. Anda dapat mendiskusikan dengan gurunya mengenal hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi fobia sosial yang dialami oleh buah hati anda. Sehingga dengan begitu anak akan mendapatkan dukungan dari lingkungan di sekitarnya selain keluarga.

Ikutkan Anak dalam Kegiatan Sosial

Agar anak memiliki rasa percaya diri dan sebagai cara untuk membangun rasa percaya dirinya, anda dapat mencoba ikutkan anak dengan kegiatan sosial. Anak mungkin takut dan tidak mau, namun anda bisa memberikan pengertian kepadanya.

Dengan mengikutsertakan anak pada kegiatan sosial, maka hal ini akan melatihnya untuk  beradaptasi. Anak akan belajar dari orang lain. Anda dapat mengasah kemampuan si kecil, serta hal-hal yang disenanginya supaya anak merasa nyaman dan membuatnya berpikir postif bahwa ia mampu melakukannya. Dengan begitu hal ini akan dapat membantu memupuk rasa percaya diri anak, serta meminimalisir ketakutan anak akan kegagalan.

Biasakan Anak Pada Lingkungan Sosial

Jika dengan perlahan si kecil sudah mulai merasa percaya diri, maka anda dapat membiasakan si kecil berinteraksi dengan lingkungannya. Ini dapat menjadi terapi dari fobia sosial yang membuatnya tidak nyaman dan tertekan.

Sabar

Menghadapi anak yang mengalami fobia sosial tentunya dibutuhkan kesabaran. Mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah, termasuk dalam mengatasi kecemasan sosial.

Dengan demikian, pemalu dan fobia sosial adalah dua kondisi yang berbeda. Mereka yang memiliki sifat pemalu biasanya akan lebih pemilih. Namun, dalam kegiatan sosial mereka tetap ingin ikut serta. Sedangkan mereka yang mengalami fobia sosial biasanya akan menghindari apapun kegiatan yang melibatkan banyak orang. Maka dari itu, penting mengenali seseorang atau anak apakah ia hanya memiliki sifat pemalu atau justru mengalami fobia sosial.

Bukanlah hal yang mudah menghadapi anak yang mengalami fobia sosial. Jika anda merasa tidak bisa menghadapi anak sendirian dan merasa butuh bantuan, maka anda dapat melakukan konsultasi pada dokter atau atau psikolog.

Semoga informasi yang kami berikan untuk anda mengenai cara menghadapi fobia sosial yang dialami oleh anak dapat membantu. Semoga bermanfaat.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply