Agar Aman dan Nyaman, Inilah Tips yang Bisa Dilakukan Ketika Bunda Harus Menitipkan Buah Hati

2/5 (1)

Sebaik-baiknya pengasuhan anak adalah pengasuhan orangtua di rumah.

Terutama dalam hal ini dilakukan oleh ibunya sendiri. Dengan pengasuhan yang langsung dilakukan oleh ibu, semua kebutuhan dan segala perawatan yang diinginkan akan bisa dilakukan dengan baik.

Akan tetapi, bagaimana jika keadaannya tidak memungkinkan seorang ibu untuk bisa menjaga si buah hati dirumah dengan sepenuhnya? Hal ini umumnya banyak dialami oleh ibu yang bekerja, wanita karir atau dalam keadaan dimana seorang ibu rumah tangga terdesak harus pergi keluar rumah yang dengan alasan tertentu tidak bisa membawa serta buah hatinya.

Inilah salah satu dilema yang banyak dialami beberapa wanita yang memiliki kesibukan diluar rumah. Meski rasa cintanya begitu besar kepada si buah hati, akan tetapi apa daya ketika kewajiban dan kebutuhan menuntut mereka untuk berada jauh dari rumah dan meninggalkan buah cintanya. Alhasil, menitipkan anak banyak dipilih sebagai solusi untuk menjaga keselamatan si buah hati.

menitipkan anak

Ibu yang memiliki kesibukan diluar rumah dan terpaksa harus meninggalkan buah hati tercintanya yang masih kecil akan cenderung memilih menitipkan anaknya. Baik itu pada pengasu, orangtua, saudara, tempat penitipan anak atau bahkan pada adik anda sendiri. Hal ini semata-mata membuat anda menyerahkan tanggung jawab pengawasan anak pada orang-orang yang anda pilih.

Akan tetapi, seberapa besar kepercayaan anda terhadap orang yang anda mintai tolong untuk menjaga dan mengasuh anak, tentu saja hal ini memiliki resiko. Hal ini dikarenakan, setiap orang memiliki pola asuh dan latar belakang asuhan sendiri-sendiri yang tentunya berbeda. Pengasuhan yang kita berikan terhadap buah hati kita jelas tidak akan sama persis dengan pengasuhan kakek-nenek, saudara, tetangga atau bahkan adik kandung kita sendiri.

Untuk itulah, sebelum kita sebagai orangtua memutuskan untuk memberikan tanggung jawab pengasuhan pada oranglain dengan menitipkan si buah hati, maka sebaiknya orangtua perlu memberikan penjelasan secara rinci mengenai detail pengasuhan anda terhadap si kecil ketika berada dirumah. Hal ini penting sekali dalam rangka menjalankan kewajiban dan tanggung jawab seutuhnya seperti sebagaimana anda jalankan sehari-hari pada si kecil.

Selain itu, menjaga ke konsistenan pola pengasuhan yang diberikan kepada si kecil, meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda untuk menghindari kebingungan pola asuhan pada si kecil. Untuk itulah, hal ini penting anda jelaskan pada oranglain yang anda beirkan tanggung jawab untuk menjaga dan mengawasi buah hati anda.

Orang yang diberikan kewenangan dan tanggung jawab untuk mengawasi buah hati anda perlu tahu jadwal keseharian yang biasa anda berikan pada buah hati, seperti kapan anak anda makan, kapan anak anda berangkat ke sekolah, kapan waktunya mandi dan di jam berapa ia tidur. Dengan begini, selepas tanggung jawab pengasuh dan anda kembali mengambil alih tanggung jawab mengasuh si buah hati, maka anak anda akan berjalan dengan aturan yang sama.

Nah, selain beberapa hal diatas berikut ini juga ada poin-poin penting lain yang perlu anda pertimbangkan saat hendak menitipkan buah hati anda pada oranglain.

1. Carilah Orang yang Tepat

Mencari seseorang yang akan anda titipi buah hati perlu dipertimbangkan banyak hal. Bukan hanya asal melihat orang tersebut siap diberikan tanggung jawab ini. Anda juga perlu melihat situasi lain, seperti kekosongan waktunya, tanggung jawabnya terhadap pekerjaannya yang lain dan lain sebagainya. Hal ini penting sekali, untuk menjaga kenyamanan dan keamanan buah hati anda. Jangan sampai saat tetangga anda menyatakan siap untuk menjaga buah hati anda, namun ternyata ia pun memiliki banyak anak dirumahnya, atau mungkin tetangga anda adalah tipikal orang yang senang mengalihkan sebagian besar waktunya pada hobinya. Jika hal ini terjadi, bisa dibayangkan bagaimana keselamatan buah hati anda, jika tetangga anda yang diberikan tanggung jawab menjaga anak asik mengurus tanaman rumahnya.

Untuk itulah, pertimbangkan banyak hal dan carilah orang yang tepat yang memiliki waktu luang, senang dengan anak-anak dan sebisa mungkin adalah orang yang bisa anda percaya. Ingatlah mengasuh anak adalah tanggung jawab yang besar, untuk itu berikan tanggung jawab ini pada orang yang anda anggap bisa melakukannya.

2. Berikan Penjelasan Aturan yang Jelas dan Terperinci

Saat anda hendak menitipkan buah hati anda, maka berikan peraturan dan kebiasaan yang biasa anda lakukan bersama dengan si kecil setiap harinya. Hal ini perlu dijelaskan dengan jelas dan terperinci. Jika perlu, anda bisa menuliskan jadwal penting kegiatan si kecil. Misalkan jelaskan pada pengasuh kapan waktu anak anda makan, kapan waktunya mandi, sampai berapa waktu bermain dan kapan waktunya mengaji.

Meski anda berpikir bahwa hal ini akan sedikit berlebihan, namun pertimbangkan kembali semua peraturan yang sudah anda terapkan pada si kecil. Jangan sampai aturan-aturan penting ini hancur dan dilupakan oleh si buah hati, karena pola pengasuhan berbeda yang diberikan oleh orang yang mengasuh anak anda. Namun tentunya, anda bisa melakukan hal ini dengan perlahan agar orang yang dititipi anak anda bisa menyimak dan mendengarkan dengan seksama.

3. Berikan Alasan Mengapa Aturan Tersebut Harus Dijalankan

Hal ini penting sekali diberikan baik pada si pengaush maupun pada anak. Gunanya adalah untuk keseragaman aturan yang sudah dibuat terdahulu. Pada pengasuh gunanya adalah agar meskipun anda berada jauh dari anak, namun tanggung jawab dan peraturan yang sama yang anda buat bisa tetap disampaikan dan diterapkan. Sementara itu pada anak gunanya adalah agar anak perlahan mengerti dan paham hal apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan.

Misalkan, anda bisa memberitahu pada pengasuh agar membatasi waktu bermain si kecil, hal ini dikarenakan jika si anak terlalu banyak bermain, di malam hari ia malah akan malas untuk belajar, atau mungkin meminta si pengasuh untuk memastikan agar anak anda menggosok giginya sebelum tidur karena si anak memiliki keluhan sakit gigi. Sementara itu pada anak, buat si anak makan 3 kali sehari, karena jika tidak ia akan sakit atau bahkan kelaparan di malam hari.

4. Etika dalam Menitipkan

Meskipun anda menitipkan anak pada tetangga yang tak lain adalah teman anda sejak dulu atau mungkin anda menitipkan anak pada orangtua anda. Namun ingat, segala hal harus dilakukan dengan etika untuk menghindari pembicaraan negatif atau keluhan yang bisa membuat hubungan anda dengan orang tersebut menjadi buruk.

Ketika anda sudah selesai dengan pekerjaan anda dan melihat si anak anteng bermain atau bahkan merasa nyaman berada di tempat orang yang anda titipi, maka sebaiknya anda tidak lantas membiarkannya begitu saja dan merasa senang karena anda bisa bersantai dan beristirahat.

Hampiri anak anda dan ucapkan terimakasih pada tetangga atau orangtua anda. Jika kepergian anda memungkinkan anda membeli oleh-oleh, maka tidak ada salahnya memberikan mereka oleh-oleh sebagai bentuk rasa terimakasih anda atas kebaikan yang mereka lakukan. Atau jika anda membawa pengasuh, maka pastikan sedikitnya anda memperlakukan mereka dengan baik. Jika hubungan yang anda bina baik, maka kemungkinan dilain waktu ketika anda terpaksa harus menitipkan anak pada orang yang sama akan terasa aman.

Kesibukan memang seringkali membuat kita terpaksa untuk jauh dari buah hati dan membuat mereka harus diasuh oleh oranglain. Akan tetapi, poin penting dari hal ini adalah luangkan sebisa mungkin untuk tetap bertemu dan bercengkrama dengan buah hati anda agar hubungan erat anda bersama buah hati tetap terjaga.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply