data-ad-format="auto"

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan merupakan salah satu sistem pada tubuh manusia yang sangat penting, dimana sistem ini memiliki peranan sebagai pencerna makanan. Banyak gangguan atau penyakit yang dapat menyerang sistem pencernaan. Dimana pada kategori ini kami uraikan berbagai macam penyakit sistem pencernaan, penyebab dan cara mengatasinya.

Nyeri Ulu Hati, Penyebab dan Pengobatan

Salah satu gangguan pencernaan yang banyak dikeluhkan yaitu nyeri ulu hati. Biasanya keluhan ini dikaitkan dengan sakit maag, atau gangguan lainnya yang menyerang lambung.

Ulu hati atau epigastrium merupakan salah satu bagian dari sembilan pembagian lokasi perut. Dimana ulu hati ini terletak di antara ujung tulang dada bawah dan di bawah lengkungan tulang iga. Di area ulu hati ini terdapat organ-organ lainnya seperti, lambung, usus 12 jari, pankreas, otot, bagian atas ujung hati, fasia, dan peritoneum. Gangguan atau rasa sakit yang ditimbulkan di daerah ini kemudian disebut dengan nyeri ulu hati.

Penyebab dan Gejala Nyeri Ulu Hati

Penyakit Kantong Empedu

Kantong empedu merupakan kantong berukuran kecil yang terletak di bawah hati. Kantong yang satu ini menyimpan cairan yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam mencerna lemak. Cairan yang dimaksud yaitu cairan empedu.

Ketika kantong empedu bermasalah, maka rasa sakit yang luar biasa akan dirasakan oleh penderitanya. Rasa sakit ini bisa saja diiringi dengan gejala lainnya seperti mual, demam, muntah, adanya perubahan warna pada tinja, tubuh gemetar, dan terasa nyeri di bagian dada.

Tukak Peptik

Tukak peptik merupakan luka yang terdapat pada lapisan dinding lambung dan usus kecil. Luka tersebut bisa terjadi karena zat asam yang terdapat di dalam saluran pencernaan merusak permukaan lambung dan usus kecil bagian dalam. Selain itu, zat asam tersebut mampu menyebabkan luka terbuka yang akan sangat menyakitkan, bahkan akan membuatnya mengeluarkan darah.

Luka yang ditimbulkan tersebut bisa disebabkan karena adanya bakteri yang menginfeksi atau penggunaan dari obat-obatan. Tukak lambung ini tidak disebabkan oleh stres ataupun makanan bercita rasa pedas.

Ketika penderita mengalami tukak peptik, maka rasa nyeri bisa dirasakan. Rasa nyeri akan dirasakan pada ulu hati. Namun selain itu, rasa nyeri pun bisa dirasakan pada area pusar sampai dada. Ketika perut dalam keadaan kosong pada malam hari, penderitanya akan merasakan sakit yang teramat sakit. Nyeri yang dirasa bisa datang ataupun pergi dalam hitungan hari atau minggu.

Meskipun gejala yang ditimbulkan jarang terjadi, tetapi biasanya gejala yang timbul akibat tukak peptik yaitu terdapat darah pada tinja, muntah darah, mual, adanya perubahan pada nafsu makan, serta berat badan menurun.

Gastritis

Gastritis merupakan peradangan pada lambung yang menimbulkan berbagai macam gejala. Gejala yang paling dominan ditimbulkan yaitu nyeri pada ulu hati. Peradangan ini terjadi pada lapisan lambung. Bahkan peradangan yang terjadi bisa mencapai pada lapisan yang terdalam. Selain nyeri pada ulu hati, gangguan ini juga bisa menyebabkan turunnya berat badan.

Penyakit Hati

Hepatitis merupakan penyakit hati, dimana rasa sakit bisa dirasakan di daerah ulu hati. Penyebab peradangan ulu hati paling sering yaitu disebabkan karena adanya infeksi oleh virus. Selain nyeri ulu hati, gejala lainnya yang muncul yaitu adanya perubahan warna pada kulit yang mana kulit menjadi kuning dan sklera mata, serta demam dan badan lemas.

Refluks Asam Lambung

Penyakit GERD atau gastroesophageal reflux  merupakan suatu keadaan dimana penderitanya merasakan sensasi terbakar di bagian belakang tulang dada. Sensasi ini juga biasanya dirasakan di sekitar ulu hati. Keadaan ini terjadi disebabkan karena regurgitasi atau keadaan dimana naiknya asam lambung dan makanan dari lambung ke esofagus(kerongkongan). Gejala yang timbul yaitu adanya rasa mual dan perasaan dimana ada makanan di belakang dada.

Kanker Lambung

Penyakit yang satu ini terjadi ketika ada sel kanker ganas terbentuk di lambung. Pria perokok berusia 55 tahun ke atas, selalu mengkonsumsi makanan mengandung garam tinggi, serta orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini merupakan kalangan yang memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker lambung. 

Kanker lambung akan menyebabkan sakit di bagian ulu hati. Namun selain itu, penderita juga akan mengalami muntah darah serta berat badan menurun.

Preeklamsia

Preeklamsia merupakan keadaan komplikasi dari penyakit darah tinggi yang diderita oleh ibu hamil, yang mana tidak mendapatkan penanganan dengan benar. Penyakit yang satu ini bisa merusak organ dalam tubuh, salah satunya yaitu ginjal.

Apabila kondisi ini sudah parah, maka sakit yang dirasa di ulu hati akan terasa signifikan. Selain itu, penderitanya akan diiringi dengan muntah.

Sindrom Iritasi Usus

Sindrom iritasi usus bisa menjadi penyebab sakit ulu hati. Penyakit ini biasanya ditandai dengan kram perut, sering buang gas, perut kembung, serta adanya perubahan frekuensi buang air besar. Penyakit ini terjadi karena otot pada dinding usus bergerak lebih kuat dan lama ketika membawa makanan.

Penyebab pasti dari penyakit ini belum pasti. Namun berdasarkan penelitian, wanita, orang yang berusia 45 tahun ke bawah, orang yang memiliki gangguan kesehatan mental, sering mengalami depresi dan cemas, serta memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Pankreatitis

Pankreas merupakan organ penghasil enzim, yang mana enzim tersebut berfungsi untuk membantu proses pencernaan serta hormon untuk mengatur tubuh dalam memproses gula. Pankreatitis merupakan gangguan dimana ketika pankreas meradang.

Gejala penyakit ini yaitu terdapat rasa sakit hinggga menjalar ke punggung, yang mana rasa sakit ini seringkali diiringi dengan muntah. Selain itu, gejala lain yang ditunjukan yaitu adanya perubahan wana di sekitar pusar atau panggul, sesudah makan rasa sakit pada perut semakin parah, serta perut menjadi kaku. Sedangkan pada pankreatitis kronis, penderitanya akan mengalami penurunan berat badan, serta mengeluarkan tinja yang berbau tidak biasa.

Heartburn

Gangguan ini hampir sama dengan GERD. Namun, dalam kondisi ini sensasi terbakar serta nyeri pada ulu hati terjadi dikarenakan sekresi asam lambung tinggi. Asam ini disekresikan oleh lambung, dimana asam tersebut bisa juga kembali ke esofagus atau kerongkongan, mirip dengan GERD.

Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan penyakit inflamasi yang terjadi pada lambung dan usus. Dimana keadaan ini disebabkan karena infeksi oleh bakteri maupun virus. Gejala utama yang timbul yaitu sakit pada perut, mual, mencret dan demam.

Cara Mengobati Nyeri Ulu Hati

Pengobatan nyeri ulu hati akan dilakukan tergantung pada penyebabnya. Terkadang nyeri ulu hati hanya akan terjadi dalam waktu beberapa jam saja. Dimana nyeri ulu hati seperti ini pada umumya tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi apabila sakit menetap dan terkait dengan penyakit lainnya, maka pengobatan pun harus dilakukan.

Anda bisa mengatasi nyeri ulu hati sendiri di rumah dengan mudah seperti:

  • Ketika merasa sakit pada ulu hati, maka sebisa mungkin konsumsi makanan yang ringan.
  • Hindari minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
  • Jangan mengkonsumsi makanan yang dapat mengiritasi perut.

Sakit ulu hati ringan tidak akan mengancam nyawa dan akan hilang dengan melakukan perubahan gaya hidup serta melakukan hal-hal di atas. Akan tetapi, jika nyeri ulu hati menetap dan parah, bahkan disertai dengan gejala lainnya, maka dari itu diperlukan penanganan medis dengan segara. Dan penanganan yang terbaik yaitu dengan membawa penderitanya langsung ke dokter.

Muntah Darah Pertanda Adanya Penyakit Serius, Kenali Penyebab Sampai Pengobatan

Muntah merupakan suatu kondisi dimana semua isi perut keluar dengan terpaksa, baik itu melalui mulut atau melalui hidung.

Namun, dalam beberapa kasus terkadang muntahan yang dikeluarkan bercampur dengan darah atau hanya berisi darah saja. Apapun keadaannya, muntah darah tidak bisa diabaikan. Pasalnya, muntah darah bisa menjadi masalah atau gejala adanya penyakit yang serius. Sehingga dengan begitu, banyak orang yang merasa takut setelah mengalami muntah darah. Bahkan terkadang berbagai macam pertanyaan terlintas di kepala, akan penyebab, bahaya serta cara mengatasinya.

Muntah dari itu sendiri dalam bahasa kedokteran disebut dengan hematemesis, yakni adanya darah dalam jumlah yang besar keluar dari mulut melalui muntah.

Warna darah yang keluar itu sendiri berbeda-beda, ada darah yang berwarna merah cerah, kehitaman atau muntah darah dengan disertai buang air besar berdarah.

Darah Merah Segar

Volume darah berwarna merah segar ini biasanya akan keluar cukup banyak. Dimana keadaan ini merupakan suatu indikasi bahwa lambung dalam keadaan yang cukup parah.

Darah Kehitaman

Darah yang keluar dan berwarna kehitaman bisa menjadi indikasi bahwa ada luka, dimana luka tersebut mengeluarkan darah di dalam lambung. Darah ini sudah ada di dalam tubuh dalam waktu yang lama, kemudian bercampur dengan asam lambung, sehingga dengan begitu reaksi di antara keduanya menjadi kehitaman. Keadaan ini menjadi indikasi bahwa penyakit yang diderita masih belum parah. Namun, meskipun begitu kita harus lebih waspada dan jangan mengabaikannya. Karena dalam waktu yang lama penyakit ini juga akan menjadi parah.

Darah yang Disertai dengan Buag Air Besar

Ini merupakan jenis yang dikenal dengan hematemesis dan melena. Keadaan ini menunjukan bahwa pendarahan sudah parah. Gangguan yang terjadi biasanya bukan hanya terdapat di lambung, melainkan juga di usus. Melena itu sendiri yaitu buang air besar dengan tinja atau feses bercampur darah yang sudah berwarna kehitaman atau gelap.

Penyebab Muntah Darah

Penyebab muntah darah itu sendiri berbeda-beda. Di bawah ini beberapa penyebab muntah darah yang bisa anda simak.

Gastritis Parah

Gastritis yang sudah dalam keadaan parah sering menyebabkan penderitanya muntah darah. Pendarahan pada radang lambung ini terjadi karena adanya proses peradangan yang hebat, sehingga dengan begitu akan membuat pembuluh darah menjadi rusak atau pecah.

Tukak Lambung

Tukak lambung adalah penyebab muntah darah yang sering dialami oleh penderita. Dalam kondisi ini pendarahan terjadi karena luka pada lambung cukup dalam, sehingga akibatnya akan merusak pembuluh darah yang terdapat di dalam lapisan lambung itu sendiri.

Varises Esofagus

Adanya varises di esofagus biasanya tidak akan menimbulkan sakit. Namun, pada saat pembuluh darah vena pecah, maka darah yang keluar akan sangat banyak dan kondisi ini sangat berbahaya. Varises esofagus itu sendiri disebabkan paling sering oleh penyakit liver kronis serta sirosis hepatis.

Darah Tertelan

Seseorang bisa saja menelan darah. Keadaan-keadaan yang menyebabkan darah tertelan misalkan, setelah mengalami mimisan parah. Ketika darah terlalu banyak ditelan, maka darah tersebut akan kembali dimuntahkan.

Penyakit Refluks Gastroesofagus atau GERD

Penyakit ini terjadi ketika asam lambung naik. Dimana asam lambung tersebut naik dari lambung menuju ke kerongkongan atau esofagus, sehingga dengan begitu asam lambung yang naik tersebut akan mengiritasi lapisan esofagus. Jika keadaan ini terjadi secara terus menerus, maka bisa saja menyebabkan muntah darah.

Selain itu, ada hal-hal lainnya yang menyebabkan muntah darah. Namun, penyebab ini jarang terjadi dibandingkan dengan penyebab di atas.

  • Penyakit darah(trombositopenia, anemia, hemofilia, atau leukeumia)
  • Menelan racun tertentu
  • Kanker lambung atau kanker kerongkongan
  • Gejala Muntah Darah

Gejala muntah darah yang muncul disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa gejala yang biasanya sering muncul bersama dengan muntah darah yaitu, mual, adanya perasaan tidak nyaman pada perut, dan sakit perut. Bahkan gejala lainnya bisa terjadi pada saat yang sama seperti demam, rasa nyeri, dan gejala lainnya.

Langkah Pengobatan Muntah Darah

Tindakan Awal

Tindakan awal untuk mengobati muntah darah mungkin memerlukan infus ke pembuluh darah. Hal ini bertujuan untuk memberikan cairan maupaun tranfusi darah apabila pendarahan terjadi begitu hebat dan parah. Sedangkan jika pendarahan kecil, maka infus tidak terlalu diperlukan.

Tindakan Lainnya

Pengobatan ini tergantung pada hal-hal yang menyebabkan muntah darah itu sendiri. Akan tetapi, pengobatan awal yang bisa dilakukan untuk menghentikan pendarahan yaitu dengan menggunakan alat khusus yang disebut dengan endoskopi. Bahkan, dalam beberapa kasus diperlukan operasi untuk mengontrol pendarahan. Jika pendarahan sudah bisa dihentikan atau tidak ada lagi darah yang keluar, maka perawatan selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan penyebab muntah darah itu sendiri.

Muntah Darah Pada Anak

Selain orang dewasa, anak atau bahkan bayi juga bisa mengalami muntah darah. Bayi yang baru lahir sampai seminggu pertama bisa mengalami muntah darah. Namun, apabila bayi terlihat baik-baik saja, maka anda jangan merasa khawatir. Darah yang dimuntahkan oleh bayi tersebut biasanya adalah darah ibu yang tidak sengaja tertelan oleh bayi ketika proses persalinan. Untuk memeriksa keadaan lebih lanjut atau memastikan apakah darah tersebut darah sang ibu atau bukan, biasanya dokter akan memeriksanya di laboratorium.

Selain itu, bayi yang mengalami sakit berat karena infeksi bisa juga mengalami muntah darah. Keadaan ini disebabkan karena pada mukosa lambung terjadi erosi, yang terjadi akibat kadar hormon kortisol tinggi. Meningkatnya kadar hormon kortisol pada bayi disebabkan karena bayi mengalami infeksi berat.

Muntah darah bisa juga terjadi karena mimisan. Darah yang keluar dari hidung karena pembuluh darah pada lapisan hidung pecah bisa saja tertelan dan masuk ke dalam lambung anak, yang kemudian akan dimuntahkan kembali.

Batu yang keras bisa menyebabkan muntah darah. Karena kerasnya batuk, maka pembuluh darah yang terdapat di pangkal mulut bisa pecah, sehingga dengan begitu darah akan ditelan dan dikeluarkan kembali.

Muntah darah pada anak-anak juga bisa saja tejadi karena adanya kelainan pada darah, seperti kelainan pembekuan darah atau perdarahan. Selain itu, biasanya akan tampak gejala lainnya seperti gusi mudah berdarah, pendarahan pada kulit.

Terkadang, gumoh pada bayi bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan yaitu muntah darah. Pasalnya, asam lambung yang naik lama kelamaan akan menyebabkan mukosa esofagus atau kerongkongan terluka, sehingga dengan begitu terjadi radang kerongkongan. Dalam keadaan ini, biasanya sebelum mengalami muntah darah bayi akan rewel, berat badan sulit naik, dan menolak ketika hendak diberi minum.

Penyebab kerongkongan lainnya yang menyebabkan muntah darah yaitu pembuluh darah yang terdapat di kerongkongan pecah. Ini merupakan penyakit yang serius. Kelainan yang terdapat pada hati dan pembuluh darah akan menyebabkan pembuluh darah melebar pada pembuluh darah vena yang terdapat di kerongkongan. Jika varises semakin melebar, maka dindingnya akan semakin menipis, gesekan yang terjadi dengan makanan akan membuatnya pecah, sehingga dengan begitu darah akan keluar dan dimuntahkan kembali.

Kesimpulannya, ketika muntah darah terjadi, baik itu pada orang dewasa atau pada bayi, segerlah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut, terlebih lagi jika disertai dengan gejala-gejala lainnya yang membahayakan.

Itulah penjelasan mengenai muntah darah, penyebab dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.

Kenali Penyakit Tukak Lambung! Gejala, Bahaya dan Pengobatan

Sistem pencernaan merupakan saluran yang berfungsi untuk mencerna makanan, memecah makanan tersebut dan merubahnya menjadi bagian yang lebih kecil serta menyerap bagian-bagian tersebut menuju pembuluh darah.

Sistem pencernaan terdiri dari organ-organ tertentu, dimana salah satunya yakni lambung. Lambung merupakan sebuah kantong yang terletak di bagian bawah sekat rongga badan. Yang mana lambung memiliki fungsi untuk mencerna makanan, serta menyerap sari-sari makanan.

Lambung rentan akan penyakit, dimana salah satu penyakit yang biasanya mempengaruhi lambung yaitu tukak lambung.

Tukak lambung itu sendiri merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat, dimana penyakit yang satu ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia. Namun meskipun begitu, biasanya orang yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami tukak lambung yaitu pria dan berusia lebih dari 60 tahun.

Dalam bahasa medis, tukak lambung disebut dengan ulkus peptikum, yakni keadaan dimana mukosa atau dinding dalam lambung mengalami luka yang disebabkan karena lapisan tersebut terkikis oleh asam lambung. Selain itu, asam lambung juga akan menyebabkan luka pada kerongkongan atau bagian utama usus kecil.

Penyebab Tukak Lambung

Bakteri dan Penggunaan Obat Anti Inflamasi

Lambung dilapisi dengan dinding yang melindungi dari asam lambung. Meningkatnya asam lambung atau adanya penipisan pada selaput pelindung asam lambung bisa menyebabkan munculnya tukak lambung.

Perlindungan dinding lambung akan turun terhadap asam lambung disebabkan karena infeksi bakteri Helicobacter pylori sera penggunaan obat anti inflamasi non-steroid.

Infeksi karena bakteri Helicobacter pylori merupakan suatu kondisi umum yang biasanya tidak disadari oleh penderitanya. Konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang berkepanjangan akan menyebabkan tukak lambung, terlebih lagi bagi para lansia.

Rokok

Rokok bisa memicu penyakit tukak lambung, hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari tembakau sebagai bahan dasar rokok serta zat yang terdapat pada rokok. Seseorang yang aktif merokok bisa saja memiliki tukak lambung, sehingga dengan begitu jumlah penderita tukak lambung dari perokok aktif cukup banyak.

Alkohol

Apabila mengkonsumsi minuman mengandung alkohol terlalu sering dan dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan tukak lambung.

Stress

Stress sebenarnya bukan menjadi penyebab tukak lambung, namun stress bisa memicu kambuhnya tukak lambung. Ketika pikiran sedang stress atau pusing karena masalah tertentu, biasanya sakit pada perut akan terasa diakibatkan karena tukak lambung parah.

Ciri dan Gejala Tukak Lambung

Sakit perut merupakan gejala yang paling menonjol ketika seseorang mengalami tukak lambung. Dimana sakit perut itu sendiri merupakan tanda bahwa mukosa mengalami pengikisan oleh asam lambung. Sakit perut sebagai gejala tukak lambung memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:

  • Ketika perut sedang dalam keadaan kosong, sakit akan semakin parah
  • Sakit akan muncul ketika malam hari
  • Sakit akan berkurang sementara jika mengkonsumsi obat penurun asam lambung
  • Sakit akan hilang dalam waktu beberapa hari, namun akan kambuh kembali

Selain sakit perut, tukak lambung juga akan disertai gejala lainnya seperti:

  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah, dimana muntahan berwarna hitam
  • Warna tinja berubah warna menjadi hitam

Bahaya atau Komplikasi Tukak Lambung

Apabila tidak ditangani dengan segera dan cepat, tukak lambung akan menyebabkan komplikasi atau bahaya lainnya. Bahaya atau komplikasi tukak lambung yang memiliki potensi serius yaitu:

Peritonitis

Meskipun pada umumnya jarang terjadi, tetapi tukak lambung memiliki potensi melubangi dinding lambung atau usus, sehingga akan menyebabkan infeksi yang cukup serius di dalam rongga perut. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus di rumah sakit, pasalnya jika dibiarkan akan berakibat fatal.

Pendarahan di Dalam Perut

Keadaan ini merupakan komplikasi yang paling umum terjadi akibat tukak lambung. Pendarahan yang terjadi bisa saja ringan maupun parah, sampai membutuhkan transfusi darah.

Pergerakan Dalam Sistem Pencernaan Terhalang

Tukak lambung bisa saja membengkak atau bahkan membentuk jaringan di dalam perut, sehingga akibatnya akan menyumbat atau menghalangi saluran pencernaan sehingga makanan yang masuk ke dalamnya tidak bisa lewat. Keadaan ini akan memicu seseorang cepat kenyang, berat badan menurun, dan muntah-muntah.

Usia pasien bisa mempengaruhi resiko seseorang mengalami komplikasi akibat tukak lambung. Dimana lansia berusia di atas 60 tahun merupakan orang yang memiliki resiko tertinggi.

Selain itu, konsumsi obat anti inflamasi non-steroid juga bisa meningkatkan resiko komplikasi. Komplikasi jenis ini biasanya tidak menunjukan gejala, sehingga dengan begitu sering tidak disadari atau tidak bisa diobati.

Pengobatan Tukak Lambung

Beberapa langkah pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah agar tukak lambung tidak bertambah parah seperti:

  • Makan dengan teratur, makan dengan porsi kecil namun teratur.
  • Menghindari beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, makanan yang dimaksud yaitu makanan bercita rasa pedas, minuman yang mengandung kafein, dan hindari rokok.
  • Istirahat dengan cukup.
  • Makan dengan santai atau tenang, kunyah makanan sampai benar-benar halus dengan tujuan untuk meringankan lambung ketika bekerja.
  • Minum susu karena susu dapat menetralkan asam lambung. Selain susu, produk berbahan dasar susu yang bisa dikonsumsi yaitu keju.

Selain melakukan langkah sederhana itu, tukak lambung juga bisa diatasi dengan konsumsi obat tertentu disesuaikan dengan penyebab tukak lambung yang dialami. Dimana konsumsi obat tersebut disesuaikan dengan resep dari dokter. Untuk mendapatkannya anda bisa pergi dan berkonsultasi dengan dokter.

Cara Mencegah Tukak Lambung

Menghindari Makanan Pedas

Anda harus lebih memperhatikan asupan makanan agar terhindar dari tukak lambung. Anda bisa mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu asam atau tidak terlalu pedas.

Tidak Telat Makan

Telat makan akan menyebabkan tukak lambung kambuh, sehingga dengan begitu akan membuat anda sakit. Untuk mengatasinya, anda bisa membawa makanan ringan kemana pun anda hendak pergi, sehingga ketika sudah waktunya makan dan tidak bisa keluar membeli makanan, anda bisa mengkonsumsi makanan yang di bawa sebagai pengganjal perut untuk sementara waktu. Hal ini penting untuk dilakukan, guna menghindari aktivitas yang terbengkalai.

Hindari Stress

Menjaga kesehatan bukan hanya dari fisik saja karena dari segi psikologi pun perlu dijaga. Ketika pikiran anda tenang dan emosi stabil, anda bisa sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, jika sebaliknya penyakit bisa datang termasuk tukak lambung. Untuk itu, guna mencegah tukak lambung kambuh, sebaiknya hindari stress.

Perhatikan Kebersihan

Menjaga kebersihan bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan tukak lambung. Sering-seringlah mencuci tangan dan pastikan makanan yang dikonsumsi sudah diolah dengan baik dan benar atau sampai benar-benar matang. Langkah ini dilakukan guna menghindari infeksi bakteri.

Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid harus diperhatikan, jangan sampai penggunaan obat tersebut berlebihan. Selain itu, hindari rokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Itulah penjelasan penyakit tukak lambung, gejala, bahaya dan pengobatan. Jika gejala yang ditimbulkan semakin parah, maka segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Hati Hati Kanker Lambung! Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Tubuh kita rentan akan penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai parah.

Penyakit yang dianggap paling parah yaitu kanker, pasalnya sampai saat ini kanker telah banyak memakan jiwa. Kanker bisa menyerang setiap organ dalam tubuh kita, seperti paru-paru, hati, otak, termasuk lambung. Dibandingkan dengan kanker lainnya, kanker lambung cukup jarang terjadi. Bahkan dalam saluran pencernaan, kanker lambung menempati peringkat kedua setelah kanker usus besar. Meskipun begitu, penyakit kanker harus kita waspadai karena resiko seseorang terkena penyakit ini tetap ada.

Kanker lambung atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan gastric cancer merupakan suatu keganasan yang tumbuh dan berkembang pada lapisan lambung. Kanker lambung itu sendiri digolongkan berdasarkan lapisan lambung. Yang mana jenis kanker lambung paling banyak yaitu adenocarcinoma atau kanker lapisan mukosa dan lapisan penghasil asam lambung. Selanjutnya yaitu, limfoma atau kanker sistem limfatik lambung. Dan terakhir, sarcoma atau kanker jaringan ikat seperti otot, lemak, dan pembuluh darah.

Kanker lambung itu sendiri bisa diidap oleh siapa saja, namun sebagian besar kanker ini diderita oleh mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Apa Penyebab Kanker Lambung?

Masih belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker lambung. Secara umum, kanker terjadi ketika sel-sel pada lambung berkembang dengan tidak terkendali. Karena sel-sel tersebut tumbuh tidak terkendali, mengakibatkan sel yang semula memiliki sifat normal untuk menjalankan fungsi dalam membantu tubuh agar berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi dan berubah menjadi tumor. Dimana tumor tersebut memiliki sifat merusak serta bisa menjalar ke bagian tubuh yang lainnya.

Seseorang memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker lambung dengan dipengaruhi faktor-faktor di bawah ini.

  • Makanan. Makanan yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit kanker lambung yaitu garam, daging asap, acar, ikan asin, serta makanan yang mengandung aflatoksin. Bahkan akan lebih diperburuk apabila kurang mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Merokok. Rokok mengandung zat-zat berbahaya tertentu. Zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok bisa merusak dinding lambung. Sehingga dengan begitu, perokok memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker lambung.
  • Infeksi bakteri pylori. Bakteri yang satu ini merupakan penyebab sakit lambung, radang pada lapisan lambung, dan tukak lambung.
  • Orang yang menderita infeksi lambung dalam waktu yang lama.
  • Mereka yang barusia 55 tahun ke atas serta berjenis kelamin laki-laki.
  • Orang yang menderita anemia pernisiosa, dimana kondisi ini terjadi pada orang yang kekurangan vitamin B12.
  • Kerabat dekat memiliki riwayat penyakit lambung.
  • Menderita penyakit kanker lainnya.

Bagaimana Gejala Kanker Lambung?

Pada tahapan awal, gejala yang muncul karena kanker lambung hampir mirip dengan gejala sakit maag. Berikut ini gejala yang biasanya muncul:

  • Adanya gangguan pada pencernaan serta tidak nyaman pada perut
  • Merasa mual
  • Setelah makan perut terasa kembung
  • Nafsu makan hilang
  • Merasa mulas

Sedangkan untuk tahapan yang lebih lanjut, gejala kanker yang ditunjukan lebih parah lagi seperti berikut ini:

  • Muntah-muntah, bahkan muntah darah
  • Adanya rasa yang tidak nyaman pada ulu hati
  • Buang air besar berdarah, dimana darah yang dikeluarkan berwarna hitam
  • Berat badan menurun
  • Setelah makan perut terasa nyeri dan kembung
  • Penderita merasa lemah dan lelah yang disebabkan karena anemia akibat pendarahan

Gejala kanker lambung pada penderitanya berbeda-beda. Biasanya gejala kanker lambung tahap awal akan lebih sulit dikenali. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter. Jika anda merasakan gejala di atas, maka segera mungkin periksakan diri anda.

Bagaimana Cara Mengobati Kanker Lambung?

Metode yang dilakukan untuk pengobatan kanker lambung biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit serta kondisi dari penderita. Sedangkan untuk kasus kanker lambung yang tidak bisa disembuhkan, tujuan dilakukan pengobatan yaitu untuk mengurangi gejala yang dirasa oleh penderita serta membuat penderita merasa lebih nyaman. Berikut ini metode pengobatan kanker lambung.

Radioterapi

Radioterapi dilakukan dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi itu sendiri dilakukan dengan memanfaatkan pancaran energi radiasi. Metode ini diterapkan pada kasus kanker lambung stadium tinggi dan menunjukan gejala pendarahan.

Sebelum melakukan operasi, radioterapi ini dilakukan untuk memperkecil tumor lambung, sehingga dengan begitu akan lebih mudah diangkat. Sedangkan jika radioterapi dilakukan setelahnya, bertujuan untuk membunuh sel kanker yang kemungkinan besar masih tersisa, serta mencegah agar sel kanker tidak berkembang lagi.

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan kanker dengan memberikan sejumlah obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang diberikan bisa berbentuk tablet, infus, maupun kombinasi di antara keduanya.

Pada kasus kanker lambung, kemoterapi yang dilakukan yaitu bertujuan untuk menyusutkan tumor, memperlambat perkembangan kanker, dan meredakan gejala pada penderita. Sedangkan kemoterapi yang dilakukan setelah operasi bertujuan untuk mencegah agar kanker tidak datang kembali.

Operasi

Operasi yang dilakukan sebagai langkah untuk menangani kanker lambung sesuai dengan tingkat keparahan kanker itu sendiri. Apabila kanker baru berkembang pada dinding lambung atau dalam tahap awal, maka akan dilakukan reseksi endoskopi.

Dengan prosedur ini, dokter tidak akan membedah penderitanya. Melainkan memasukan alat endoskop ke lambung melalui mulut kerongkongan. Dengan alat ini, kanker dari lapisan lambung bisa terangkat, serta menyisakan jaringan yang masih dalam keadaan sehat.

Operasi yang dilakukan untuk penanganan kanker stadium rendah yaitu, gastrektomi parsial. Pada prosedur operasi ini akan dilakukan pembedahan dengan tujuan untuk mengangkat bagian lambung yang terinfeksi oleh kanker. Prosedur ini dilakukan apabila kanker masih berada pada bagian bawah lambung, serta belum menyebar ke bagian tengah maupun atas.

Jika kanker sudah menyebar ke bagian lambung tengah dan atas, maka prosedur operasi yang dilakukan yaitu gastrektomi total. Prosedur ini mengharuskan untuk mengangkat seluruh lambung penderitanya, serta langsung menghubungkan usus halus dengan ujung saluran kerongkongan. Selain itu, akan dilakukan pengangkatan kelenjar getah bening. Yang mana prosedur ini dilakukan untuk mencegah kanker berkembang lagi.

Cara Mencegah Kanker Lambung

Mengatur pola makan

Agar terhindar dari kanker lambung yaitu dengan mengatur pola makan. Beberapa cara mengatur pola makan  agar terhindar dari kanker lambung diantaranya yaitu :

Pola makan tinggi sayuran dan buah

Meningkatkan asupan sayur dan buah bisa menurunkan resiko seseorang terkena kanker lambung. Hal ini disebabkan karena buah dan sayur mengandung antioksidan yang tinggi sehingga akan mengurangi pembentukan nitrosamin.

Hindari makanan yang asin

Natrium mampu mengiritasi lambung. Tingginya konsumsi garam akan meningkatkan resiko kanker lambung.

Mengganti biji olahan dengan biji utuh

Menghindari konsumsi biji olahan dan mengganti dengan biji utuh bisa dilakukan sebagai langkah mencegah kanker lambung, karena mengkonsumsi karbohidrat olahan justru akan meningkatkan resiko kanker lambung, ditambah lagi kurangnya konsumsi buah dan sayur.

Pertahankan berat badan ideal

Orang dengan berat badan berlebih atau gemuk memiliki resiko lebih tinggi mengidap kanker lambung, dibandingkan dengan orang dengan berat badan ideal. Untuk itu, agar terhindar dari kanker lambung usahakan untuk mempertahankan berat badan ideal. 

Hindari Merokok

Itulah penjelasan tentang kanker lambung, gejala dan cara mengobati. Semoga bermanfaat.

Bahaya Kram Perut, Kenali Penyebab dan Pengobatannya

Kita semua mungkin pernah merasa sakit di bagian perut, sakit yang dirasa pun mungkin berbeda-beda, mulai dari sakit perut ringan atau bahkan sakit perut parah dengan rasa sakit yang tidak tertahankan, seolah-olah perut diremas dan sakitnya tersebut datang dan pergi.

Sakit perut parah seperti itu mungkin saja disebabkan karena kram perut. Dalam istilah medis, kram perut itu sendiri disebut dengan colic abdomen. Colic abdomen menggambarkan rasa sakit yang teramat sakit yang diakibatkan karena adanya kontraksi otot polos atau abdomen yang mana meliputi banyak organ seperti usus, lambung, kendung empedu, esofagus, pankreas, ureter, ginjal, organ reproduksi wanita atau bahkan rahim. Selain menyebabkan rasa sakit, kram perut juga membuat penderitanya tidak nyaman, bahkan sampai menghambat aktivitas.

Nah,bagi anda  yang pernah mengalami keadaan seperti ini tentu ingin tahu apa penyebabnya? Apakah berbahaya? dan lebih lanjut bagaimana cara mengobatinya? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Penyebab Kram Perut

Kondisi Pencernaan

Kram perut pada kebanyakan kasus disebabkan oleh gangguan pencernaan, seperti keracunan makanan, diare, sembelit, atau adanya gas yang berlebihan. Masalah lainnya yang lebih serius pada sistem pencernaan yaitu Irritable Bowel Syndrome ( IBS ), sembelit, ulkus, penyakit divertikulas, atau hernia dapat menyebabkan kram perut. Selain itu, penyakit Crohn dan penyakit kolitis ulserativa juga seringkali membuat perut tidak nyaman.

Gangguan Khusus Pada Wanita

Apabila wanita mengalami kram pada perutnya, maka mungkin saja itu disebabkan karena kondisi yang mempengaruhi uterus atau ovarium. Selain itu, kram karena sedang menstruasi bisa menjadi penyebab umum kram perut yang diderita oleh wanita. Gangguan lain pun bisa menyebabkan sensasi yang serupa, seperti endometriosis. Endometriosis merupakan keadaan dimana sel-sel rahim tumbuh pada bagian lain di tubuh, serta fibroid rahim, yaitu tumor jinak yang terdapat pada rahim. Selain itu, rasa sakit juga bisa dialami oleh wanita karena kista ovarium. Kista ovarium merupakan kantung kecil yang mana pada umumnya jinak. Namun, jika kantong tersebut bertambah besar, maka akan menyebabkan rasa sakit.

Wanita hamil biasanya akan lebih rentan terhadap sembelit dan gas, sehingga mengakibatkan mereka mengalami kram pada perutnya. Rasa sakit yang begitu tajam dengan disertai pendarahan bisa menjadi tanda keguguran, kontraksi atau ektopik.  Selain itu, preklamsia dan solusi plasenta juga bisa menjadi penyebab sakit perut. Ketika seorang wanita mengalami sakit perut atau kram perut parah yang berkepanjangan, bahkan disertai dengan gejala lainnya seperti pendarahan, mual, dan sakit kepala, maka harus segara mendapatkan penanganan medis.

Sakit Rujukan

Sakit rujukan bisa menjadi penyebab seseorang mengalami kram perut. Terkadang banyak orang yang mengalmi kram perut karena adanya masalah pada organ yang berada di rongga perut. Dimana keadaan ini dikenal sebagai sakit rujukan, pasalnya rasa tidak nyaman akibat masalah tersebut akan ditransfer ke perut. Penyebab umum rasa sakit ini yaitu karena penyakit kandung empedu, penyakit batu ginjal, dan infeksi saluran kemih. Bahkan beberapa orang bisa merasakan sakit karena adanya masalah tertentu di dada, seperti jantung atau pneumonia.

Penyebab Jarang

Jenis kanker tertentu bisa menyebabkan kram perut, terlebih lagi pada tahap lanjutan. Umumnya yaitu, kanker hati, organ reproduksi, dan perut. Penyebab lainnya yang kurang umum yaitu, adanya gangguan somatisasi, kondisi emosional yang biasanya sering ditemukan pada anak-anak, dimana gejala yang muncul yaitu sakit perut serta radang tenggorokan.

Penyebab Lain Kram Perut

Penyabab lain yang dapat menyebabkan kram perut yaitu karena efek samping obat-batan tertentu, melakukan olahraga terlalu berlebihan, stres atau merasa cemas dan ketakutan yang berlebihan, serta eksposur zat beracun, baik itu konsumsi bahan kimia beracun, tanaman beracun atau digigit oleh serangga beracun.
Pada kasus yang memang jarang terjadi, kram perut bisa  terjadi karena indikasi darurat medis, seperti adanya organ yang pecah.

Bahaya Kram Perut

Bahaya atau komplikasi yang ditimbulkan karena kram perut bisa bervariasi, sesuai dengan penyabab apa yang mendasarinya. Kram perut bisa disebabkan karena penyakit serius, oleh sebab itu kegagalan karena pengobatan akan menyebabkan komplikasi serta kerusakan yang permanen. Karena itu, jika mengalami kram perut berkelanjutan atau timbul gejala yag tidak biasa, maka  segeralah pergi ke dokter. Ikuti prosedur pengobatan yang dianjurkan dokter untuk menghindari bahaya atau komplikasi yang ditimbulkan seperti:

  • Gagal ginjal
  • Keguguran
  • Gagal Hati
  • KankerPenyebaran infeksi
  • Dehidrasi yang disebabkan karena keinginan minum menurun serta hilangnya cairan yang disebabkan karena diare dan muntah
  • Hepatic encephalopathy
  • Kemandulan atau infertilitas

Bagaimana Cara Mengobati Kram Perut?

Cara mengobati kram perut disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan mudah untuk mengobati atau mengatasi kram perut.

Obat

Kram perut bisa diobati dengan menggunakan obat pereda rasa sakit. Sebelum mengkonsumsi obat ini, alangkah lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar nantinya tidak menyebabkan komplikasi yang lain.
Kram perut yang disebabkan oleh gangguan pencernaan atau gas bisa dikurangi dengan konsumsi obat maag.

Minum Air Putih

Minum air putih ketika perut kram bisa dilakukan untuk mengatasinya. Air putih yang dikonsumsi bisa mengurangi kadar asam di dalam lambung. Selain itu, hindari konsumsi minuman tertentu seperti teh, kopi, dan minuman mengandung alkohol, karena minuman-minuman tersebut akan menambah rasa sakit.

Botol atau Handuk Hangat

Suhu hangat dari air botol bisa membantu mengendurkan otot serta membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan karena kram pada perut. Anda bisa mengisi air hangat pada botol, lalu simpan di perut. Selain itu, anda juga bisa menggunakan handuk yang sudah direndam dengan menggunakan air hangat.

Ubah Kebiasaan Makan

Mengubah kebiasaan makan merupakan cara efektif yang bisa dilakukan agar terhindar dari kram perut. Sebisa mungkin anda harus bisa menghindari konsumsi makanan bercita rasa pedas, makanan yang mengandung tinggi lemak, serta minuman berkarbonasi. Ketika anda makan, maka dianjurkan untuk makan dengan benar, kunyah makanan secara perlahan agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan sempurna.

Konsumsi Makanan Hambar

Kram perut bisa saja muncul setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Untuk mengatasinya, cobalah konsumsi makanan hambar. Beberapa makanan hambar yang dimaksud yaitu, nasi, pisang atau roti tawar, dan crackers sampai kram perut hilang dan perut kembali normal seperti sediakala.

Apabila kram perut yang dirasa disebabkan karena penyakit yang tidak diketahui obatnya, biasanya dokter akan meresepkan obat antidiare atau obat antispasmodic  dengan tujuan untuk meringankan gejala yang ada.

Apabila sakit perut semakin parah, bahkan disertai dengan gejala lainnya yang menandakan penyakit parah, maka dianjurkan untuk segera menemui dokter agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Itulah bahaya kram perut, penyebab dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat.

 

Bahaya Penyakit Batu Empedu, Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatan

Batu empedu merupakan persediaan cairan empedu yang membatu atau mengeras dan terbentuk di dalam kantong empedu.

Kantong empedu itu sendiri yaitu organ kecil yang terletak di perut bagian kanan, tepatnya di bawah hati dan memiliki bentuk seperti buah pir.

Kantong empedu tersebut memiliki cairan pencernaan untuk dilepaskan ke usus halus. Cairan pencernaan tersebut disebut empedu. Pada saat cairan empedu ini membatu atau mengeras, maka akan mengakibatkan terganggunya proses normal sehingga akan muncul gejala atau penyakit batu empedu.

Batu empedu itu sendiri memiliki berbagai macam ukuran dan warna. Mulai dari yang kecil seperti sebutir pasir atau bahkan berukuran besar sebesar bola golf. Warnanya pun bermacam, batu dari pigmen bilirubin berwarna hitam serta teksturnya keras, atau cokelat tua dan rapuh. Batu dari kolestelor berwarna kuning dan mengkilat seperti halnya minyak.

Penyebab Batu Empedu

Penyebab terbentuknya batu empedu itu sendiri masih belum jelas. Namun, diketahui penyebab terbentuknya batu empedu yaitu karena hal-hal seperti berikut ini:

Cairan Empedu Kolesterol Tinggi

Dalam keadaan normal, cairan empedu mengandung bahan kimia yang cukup untuk melarutkan kolesterol yang akan disekresikan oleh hati. Namun, apabila jumlah kolesterol lebih banyak dibandingkan dengan kemampuan untuk melarutkannya, kolesterol yang berlebih tersebut akan mengeras dan akhirnya akan menjadi batu. Yang mana jenis batu empedu ini merupakan jenis batu empedu terbanyak.

Cairan Empedu Mengandung Banyak Bilirubin

Bilirubin merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh sel darah merah yang rusak. Kondisi tertentu yang terjadi pada hati akan membuat produksi bilirubin menjadi lebih banyak, termasuk infeksi saluran empedu, sirosis hati serta kelainan darah tertentu. Kelebihan bilirubin ini memiliki kontribusi dalam pembentukan batu empedu, yang disebut dengan batu empedu pigmen.

Gangguan Pengosongan Batu Empedu

Apabila kantong empedu tidak mengosongkan diri dengan sepenuhnya dan rutin, akan menyebabkan cairan empedu mengendap, sehingga terbentuknya batu empedu akan lebih mudah.

Munculnya batu empedu pada tiap orang berbeda-beda. Dibandingkan pria, wanita memiliki resiko lebih tinggi. Terlebih lagi untuk wanita yang pernah hamil, menjalani terapi hormon yang memiliki dosis tinggi, dan wanita yang mengkonsumsi pil KB.

Berikut ini faktor lain yang akan meningkatkan pembentukan batu empedu:

  • Tengah mengandung atau hamil.
  • Usia di atas 40 tahun.
  • Anggota keluarga memiliki penyakit yang sama.
  • Pola makan yang tidak sehat.
  • Kurangnya serat dalam pola makan.
  • Sering mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi atau berlemak.
  • Menderita diabetes.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Menderita sirosis.
  • Menderita gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus.
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Gejala Penyakit Batu Empedu

Pada umumnya batu empedu tidak akan menyebabkan penyakit. Gejala pun hanya akan muncul apabila batu ini menyumbat kantong empedu atau saluran pencernaan lainnya. Gejala umum yang biasanya akan dialami yaitu terasa sakit pada perut, yang mana sakitnya tersebut akan datang dengan tiba-tiba atau yang disebut dengan kolik biler.

Beberapa bagian perut lainnya akan merasakan sakit. Seperti, bagian atas atau tengah perut, dan bagian kana perut. Selain itu, rasa sakit juga bisa menyebar ke daerah-daerah lainnya seperti sisi tubuh atau tulang belikat. Gejala sakit perut yang muncul pun bervariasi, seperi di bawah ini:

  • Berlangsung selama beberapa hari.
  • Muncul kapan saja.
  • Rasa sakit tidak akan berkurang meskipun sudah pergi ke toilet atau muntah.
  • Jarang terjadi, namun akan dipicu dengan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

Apabila batu empedu yang terbentuk menyumbat saluran pencernaan, maka gejala yang akan muncul yaitu seperti berikut:

  • Demam dengan suhu tubuh tinggi.
  • Sakit perut terus menerus dan kembali.
  • Detak jantung menjadi lebih cepat.
  • Penyakit kuning.
  • Merasa mual dan muntah.
  • Nafsu makan hilang.

Jika gejala yang muncul seperti penyakit kuning, demam dengan suhu tinggi, sakit perut yang berlangsung selama lebih dari delapan jam dan tidak reda dengan posisi apapun, maka penderitanya harus segera menemui dokter.

Pengobatan Batu Empedu

Batu empedu ada yang tidak menimbulkan gejala dan ada juga yang menampakan gejalanya secara nyata. Oleh karena itu, pengobatan batu empedu dibedakan berdasarkan kedua kondisi tersebut.

Pengobatan Batu Empedu Tanpa Gejala

Batu empedu yang tidak menimbulkan gejala, namun terdeteksi saat melakukan USG ketika cek up penyakit lainnya biasanya tidak memerlukan pengobatan.

Namun, ketika timbul rasa sakit pada bagian perut kanan atas anda harus bisa lebih waspada. Apabila gejala-gejala lainnya muncul dikemudian hari, maka segeralah untuk periksa diri ke dokter.

Pengobatan Batu Empedu dengan Gejala yang Jelas

Obat Penghancur Batu Empedu

Obat yang digunakan untuk menghancurkan batu empedu berupa obat yang diminum. Obat ini mampu melarutkan batu empedu. Namun, untuk benar-benar menghancurkan atau melarutkan batu empedu itu sendiri diperlukan waktu yang cukup lama, baik itu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus tertentu, obat ini tidak bekerja dengan efektif. Obat yang dikhususkan untuk menghancurkan batu empedu ini tidak umum digunakan. Biasanya akan diberikan pada mereka yang tidak bisa melakukan operasi.

Operasi

Selain mengkonsumsi obat penghancur batu empedu, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pembedahan atau operasi untuk mengangkat kandung empedu, terlebih lagi jika batu empedu sering kambuh. Setelah kantong empedu berhasil diangkat, maka empedu secara langsung mengalir dari hati ke dalam usus kecil. Meskipun kantong empedu sudah diangkat, tetapi pasien masih bisa hidup dengan normal. Karena kehilangan kantong empedu tidak akan mempengaruhi kemampuan dalam mencerna makanan. Namun meskipun begitu, akan menyebabkan diare yang bersifat hanya sementara.

Bahaya Batu Empedu Apabila Tidak Ditangani Segera

Batu empedu yang menimbulkan gejala, bahkan gejala tersebut akan muncul dikemudian hari akan menimbulkan bahaya apabila tidak ditangani dengan segera.

Penyumbatan Saluran Empedu

Jika tidak ditangani dengan segera, maka batu empedu akan menyebabkan penyumbatan pada bagian tuba atau saluran empedu yang mengalir dari kantong serta dari hati ke usus kecil. Selain itu, infeksi saluran empedu atau penyakit kuning bisa saja terjadi.

Radang Kandung Empedu

Batu empedu yang terdapat di leher kandung empedu akan menyebabkan terjadinya peradangan pada kantung empedu. Gejala yang muncul yaitu adanya rasa sakit yang parah serta demam.

Kanker Kantong Empedu

Penderita batu empedu memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker empedu. Meskipun begitu, kemungkinannya sangat jarang. Untuk mencegah kanker kantong empedu biasanya dianjurkan untuk melakukan operasi pengangkatan. Terlebih lagi jika penderitanya memiliki tingkat kalsium yang tinggi.

Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut merupakan bahaya yang dapat terjadi apabila batu empedu keluar serta menyumbat saluran pankreas. Rasa sakit yang teramat sakit akan dirasakan pada bagian tengah perut akibat peradangan pankreas ini. Bahkan rasa sakit ini akan bertambah parah apabila sampai menjalar ke punggung, terlebih lagi setelah makan.

Peritonitis

Peritonitis merupakan inflamasi yang terjadi pada lapisan perut dalam, yang lebih sering dikenal dengan peritoneum. Penyebab komplikasi ini terjadi yaitu karena kantong empedu pecah yang mengalami peradangan parah.

Demikian penjelasan mengenai bahaya penyakit batu empedu, penyebab, gejala dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.    

Penyakit Asam Lambung Dapat Menyerang Anak-Anak dan Bayi, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Seperti yang kita ketahui, sistem pencernaan merupakan saluran yang berfungsi untuk mencerna atau memproses makanan yang kita konsumsi

Sistem pencernaan dalam tubuh kita selalu bekerja secara terus menerus dalam mengolah asupan makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang dikonsumsi akan masuk ke dalam lambung untuk dicerna, dengan bantuan asam dan pepsin. Namun, sebelum masuk ke dalam lambung makanan akan melalui bagian-bagian lainnya seperti kerongkongan.

Karena tidak ada hentinya bekerja, maka sistem pencernaan sangat rentan dari gangguan atau penyakit. Terkadang sebagian besar orang selalu mengabaikan beberapa gejala atau tanda karena adanya kerusakan pada sistem pencernaan. Beberapa gejala yang sering dirasa sebagai tanda adanya kerusakan sistem pencernaan yaitu adanya rasa terbakar di bagian dada. Yang mana gejala ini pada umumnya disebabkan karena refluks asam lambung pada kerongkongan. Penyakit ini dinamakan Gastro-Esophageal Reflux Disease atau GERD. Selain adanya rasa terbakar di daerah dada, ada gejala lainnya yang ditimbulkan seperti rasa pahit di dalam mulut, suara serak, batuk dan lain sebagainya.

Refluks asam lambung ini bisa terjadi dan menimpa setiap orang dari segala usia, termasuk anak-anak dan bayi. Biasanya pada bayi seiring dengan berjalannya waktu gangguan ini akan sembuh dengan sendirinya. Sedangkan pada anak dan remaja, gangguan ini bisa menetap sampai dewasa.

Refluks asam lambung pada anak yaitu terjadi ketika makanan atau isi perut kembali ke kerongkongan. Sedangkan pada bayi terjadi setelah minum susu, baik itu ASI atau susu formula. Penyebab pasti pada anak-anak dan bayi masih belum diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu refluks asam lambung pada anak-anak dan bayi seperti di bawah ini.

Penyebab Refluks Asam Lambung pada Anak dan Bayi

Katup Esofagus Bawah

Katup esofagus bawah atau LES(lower esophageal sphincter) merupakan sebuah cincin otot yang terdapat di bagian bawah kerongkongan, yang mana katup ini akan otomatis terbuka saat makanan menuju ke perut, serta akan menutup kembali saat makanan tidak berbalik ke kerongkongan. Pada bayi dan anak-anak, LES atau otot esofagus ini masih belum sepenuhnya berkembang. Pada saat LES terbuka, semua isi pada perut akan kembali berbalik pada kerongkongan. Sehingga dengan begitu, akan menyebabkan anak atau bayi anda gumoh atau muntah.

Kerongkongan Pendek dan Sempit

Refluks asam lambung akan sering terjadi ketika kerongkongan bayi lebih pendek. Pasalnya, kerongkongan yang pendek akan mempercepat dan memudahkan jalan makanan dari refluks menuju mulut. Isi perut yang direfluks akan membuat lapisan esofagus teriritasi.

Diet

Ada beberapa makanan tertentu yang dapat menyebabkan refluks asam, tergantung pada usia anak atau bayi anda. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan refluks asam yaitu, produk tomat dan jeruk. Beberapa makanan seperti permen, cokelat, dan makanan yang mengandung banyak lemak juga mampu merangsang otot esofagus bagian bawah kembali terbuka. Sehingga akan menyebabkan isi perut kembali berbalik ke kerongkongan.

Untuk mengurangi refluks asam, anda bisa merubah menu diet anak atau bayi anda. Sedangkan bagi bayi yang masih mengkonsumsi ASI, anda bisa memperkecil resiko refluks ASI dengan mengubah menu diat anda sebagai ibu yang menyusui.

Gastroparesis atau Pengosongan Lambung Tertunda

Gastroparesis merupakan masalah medis yang dapat mengakibatkan isi perut yang terlalu lama dipindakan ke dalam usus kecil. Ketika pemindahan makanan dari perut ke usus kecil, maka biasanya perut akan berkontraksi yang kemudian akan dicerna. Namun, ketika itu otot perut tidak akan berfungsi atau bekerja dengan baik apabila ada kerusakan yang terdapat pada saraf vagus, saraf yang akan mengontrol pergerakan makanan dari dalam lambung ke saluran pencernaan. Sehingga hal ini akan menyebabkan makanan yang dikonsumsi tinggal lebih lama di dalam perut. Dan hal inilah yang akan memicu refluks asam lambung.

Hernia Hiatus

Hernia hiatus adalah suatu kondisi yang mana bagian perut menempel pada lubang yang terdapat di diafragma. Hernia hiatus yang berukuran kecil tidak  akan menimbulkan masalah, sedangkan hernia hiatus yang besar akan menyebabkan refluks asam.

Hernia hiatus merupakan kondisi umum, terlebih lagi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Namun, penyebab pastinya tidak diketahui. Sedangkan hernia hiatus pada anak-anak hanyalah bawaan, serta bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya refluks asam lambung.

Posisi Bayi Ketika Minum Susu

Poisis bayi selama atau setelah minum susu  dapat menjadi faktor pemicu refluks asam. Dimana biasanya masalah ini sering diabaikan oleh para orang tua. Pada posisi horisontal, isi perut akan mudah berbalik ke kerongkongan.

Sudut

Sudut yang merupakan tempat menyatunya kerongkongan dengan perut dikenal dengan "angle of his". Yang mana kondisi ini juga bisa menjadi penyebab refluks asam. Manfaat atau fungsi dari sudut ini tidak diketahui secara pasti. Tetapi, sudut ini kemungkinan besar berfungsi untuk membantu kinerja otot bawah esofagus dalam mencegah kembalinya asam lambung. Apabila sudut ini terlalu curam atau tajam, maka mencegah refluks asam lambung akan menjadi sulit.

Memberi makan pada anak atau bayi anda dengan sekaligus juga dapat menyebabkan refluks asam. Selain itu, makan terlalu sering pun bisa menjadi penyebabnya.

Cara Mencegah Asam Lambung Pada Anak atau Bayi

Untuk mencegah atau mengurangi asam lambung, anda bisa menyusui bayi anda sedikit demi sedikit namun sering. Apabila volume susu yang masuk ke dalam perut sedikit, maka pencernaan akan menjadi lebih cepat. Serta jumlah isi yang akan dimuntahkan menjadi sedikit.

Setelah disusui anda harus bisa memposisikan bayi anda pada posisi yang tepat. Setelah menyusui, usahakan posisikan anak atau bayi anda duduk di atas pangkuan, sedangkan kepalanya tetap bersandar di dada anda. Lakukan atau pertahankan posisi ini selama kurang lebih 20-30 menit setiap selesai menyusui.

ASI memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan susu formula, terlebih lagi bagi bayi yang memiliki asam lambung tinggi. ASI mampu lebih cepat dicerna sehingga akan mengurangi meludah. Selain itu, ASI juga memiliki enzim khusus yang dapat membantu pencernaan. ASI juga tidak akan memicu alergi pada bayi.

Namun, jika anda memberikan bayi anda susu formula, maka usahakan untuk memberikan susu formula yang mengandung formula hipoalergenik. Susu hipoalergenik memiliki toleransi tinggi terhadap sistem pencernaan yang sensitif, selain itu susu ini juga mampu dicerna dengan lebih cepat oleh perut sehingga akan meminimalisir terjadinya muntah.

Anda juga harus mengatur posisi yang nyaman ketika bayi anda tidur. Ketika tidur biasanya bayi berbaring datar, sehingga gravitasi tidak mampu dalam menolong atau menjaga makanan tetap di bawah. Sehingga akibatnya, bayi yang memiliki asam lambung harus menahan sakit pada saat ia bangun malam hari. Sebagian bayi dapat tidur dalam keadaan nyenyak. Namun, sebagian lagi terkadang menjadi gelisah dan merasa tidak nyaman. Untuk mengatasi masalah ini, maka sangat dianjurkan mengangkat tempat tidur bayi sekitar 30 derajat. Karena dengan cara ini akan mengurangi resiko muntah pada bayi. Pada posisi ini lubang masuk ke dalam perut akan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan jalan keluarnya. Sehingga hal ini akan membantu makanan tetap berada di bawah.

Demikian penyebab dan cara mencegah asam lambung pada bayi. Semoga bermanfaat.

Penting Diketahui! Inilah Makanan yang Dipantang Penderita Asam Lambung

Sistem pencernaan merupakan saluran dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mencerna atau memproses makanan yang dikonsumsi.

Sistem pencernaan terdiri dari organ-organ tertentu, yang mana salah satunya yaitu lambung. Lambung merupakan organ pencernaan yang memiliki fungsi sebagai tempat dimana makanan yang dikonsumsi dicerna serta sebagai tempat penyerapan sari makanan.

Sama dengan organ pencernaan lainnya, lambung juga sering diserang oleh penyakit. Dimana salah satu penyakit pada lambung yaitu Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Asam lambung itu sendiri merupakan penyakit umum yang sering diderita oleh banyak orang. Namun, kebanyakan orang tidak tahu atau tidak pernah menyadari akan penyakit yang satu ini. Hal ini disebabkan karena kurang paham atau ketidaktahuan mereka akan gejala-gejala yang ditimbulkan.

Kondisi tersebut disebabkan karena naiknya asam lambung di dalam lambung menuju esofagus. Asam lambung itu sendiri yaitu zat asam yang berfungsi membantu lambung dalam menjalankan fungsinya untuk mencerna makanan.

Biasanya ketika asam lambung naik akan menyebabkan rasa nyeri dan sensasi terbakar pada dada. Yang mana asam lambung naik itu sendiri disebabkan karena berbagai macam faktor, seperti gaya hidup yang kurang tepat atau menerapkan pola makan yang tidak sehat.

Ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari oleh penderita asam lambung, agar asam lambung tidak naik dan bertambah parah sehingga akan menyebabkan komplikasi lainnya.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

Buah-Buahan dan Sayuran

Buah-buahan dan sayuran merupakan makanan yang dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Namun, tidak semua jenis buah-buah memiliki manfaat yang baik, karena ada  beberapa jenis buah dan sayuran yang dipantang untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Buah yang dimaksud yaitu, pisang ambon, kedondong, nangka, dan buah yang dikeringkan. Sedangkan untuk sayur yaitu, sawi dan kol. Makanan-makanan tersebut kaya akan gas, yang mana dapat memicu naiknya asam lambung.

Minuman Bersoda

Minuman bersoda juga sangat dipantang bagi mereka yang menderita asam lambung. Minuman bersoda memang akan sangat nikmat dikonsumsi karena menyegarkan. Akan tetapi, mengkonsumsi minuman ini secara terus-menerus justru berdampak buruk untuk kesehatan, salah satunya yaitu naik atau tingginya asam lambung. Efek yang biasanya akan ditimbulkan oleh minuman ini yaitu perut menjadi kembung dan tidak nyaman. Selain itu, kandungan gula yang cukup tinggi pun akan meningkatkan resiko obesitas.

Makanan Berlemak

Makanan berlemak dapat menyebabkan naiknya berat badan dan kolesterol dalam tubuh. Selain itu, mengkonsumsi makanan berlemak juga dapat meningkatkan resiko naiknya asam lambung. Pasalnya, makanan berlemak merupakan salah satu jenis makanan yang sulit dicerna sehingga akan memperlambat proses pengosongan lambung. Apabila dibiarkan, maka peregangan pada lambung akan meningkat, sehingga pada akhirnya kadar asam di dalam lambung akan menjadi meningkat.

Cokelat

Cokelat adalah makanan yang harus dihindari ketika asam lambung meningkat. Hal ini disebabkan karena cokelat mengandung kafein serta mengandung lemak yang tinggi.

Makanan Pedas

Makanan pedas akan menyebabkan mulas, juga tidak baik untuk kesehatan lambung. Selain itu, makanan pedas juga dapat menyebabkan asam di dalam lambung menjadi semakin meningkat. Ketika asam lambung meningkat makanan pedas harus dihindari. Hal ini disebabkan karena makanan pedas akan menambah rasa sakit dan terbakar pada perut, tenggorokan dan dada.

Makanan Berbahan Tomat

Tomat merupakan salah satu makanan sehat. Namun, dibalik itu semua tomat juga mengandung kadar asam yang cukup tinggi, sehingga apabila dikonsumsi akan menyebabkan asam lambung semakin meningkat. Hindari makanan berbahan tomat, seperti saus tomat, spageti dan lain sebagainya.

Alkohol

Di dalam alkohol memang tidak terkandung banyak asam. Namun, ketika meminumnya akan menimbulkan berbagai macam masalah. Meminum alkohol akan menyebabkan asam lambung meningkat dan semakin naik ke kerongkongan. Hal ini akan semakin terjadi apabila anda mencampur alkohol dengan minuman lainnya seperti jus.

Itulah beberapa makanan yang dipantang atau harus dihindari ketika asam lambung naik, karena mengkonsumsi makanan di atas justru akan semakin membuat asam lambung naik.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah naiknya asam lambung. Untuk mengetahuinya anda bisa simak di bawah ini.

Mencegah Naiknya Asam Lambung

Konsumsi Buah yang Dapat Mencegah Asam Lambung Naik

Jenis buah-buahan tertentu diyakini mampu mencegah naiknya asam lambung. Berikut ini buah-buahan yang dimaksud:

Semangka

Buah semangka merupakan buah yang mudah kita temukan dan bisa dibeli dengan harga terjangkau. Buah berawarna merah ini selain segar dan nikmat ketika dikonsumsi juga berfungsi untuk menjaga kadar asam dalam tubuh.

Mangga

Mangga mengandung antioksidan dan anti-inflamasi. Yang mana kandungan tersebut berfungsi untuk menjaga lapisan lambung dan lapisan perut.

Mentimun

Mengkonsumsi buah timun dapat mengurangi sensasi panas di dalam tubuh, serta mampu mengobati rasa sakit pada perut yang disebabkan karena kelebihan asam lambung.

Konsumsi Makanan dan Minuman yang Dapat Mencegah Asam Lambung

Jahe

Jahe merupakan tanaman obat yang bersifat anti-inflamasi. Yang mana sifatnya ini mampu membantu dalam mengobati atau menangani gangguan pencernaan.

Air Kelapa Muda

Selain menyegarkan, air kelapa muda juga mampu membantu mengembalikan elektrolit di dalam tubuh yang berkurang karena aktivitas. Selain itu, elektrolit yang terkandung di dalam air kelapa juga bisa menjaga kadar keasaman lambung agar tidak meningkat dan tetap seimbang.

Oatmeal

Oatmeal merupakan menu sarapan terbaik untuk mengurangi naiknya asam lambung. Selain dijadikan menu sarapan, oatmeal juga bisa dijadikan sebagai cemilan sehat.

Susu

Di dalam susu terkandung kalsium yang cukup tinggi. Sehingga berfungsi sebagai obat antasida yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung.

Cuka Sari Apel

Cuka sari apel dianggap efektif untuk mngurangi asam lambung di dalam perut. Pasalnya, di dalam cuka sari apel mengandung enzim dan asam sehat yang dapat membantu menetralkan asam di lambung.

Kurangi Konsumsi Karbohidrat

Gejala asam lambung bisa dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan tinggi akan karbohidrat. Berdasarkan penelitian, karbohidrat berperan dalam memicu asam lambung dibandingkan dengan makanan berlemak atau kopi.

Minum Air Putih Cukup

Dehidrasi dapat mempengaruhi peningkatan asam lambung. Namun, terlalu banyak minum pun dapat membuat lambung cepat penuh. Oleh sebab itu, kita harus bisa mengontrol ketika minum. Anda bisa minum air putih dengan porsi yang dianjurkan sekitar 8 gelas dalam setiap harinya.

Hindari Mengkonsumsi Makanan yang Dapat Memicu Naiknya Asam Lambung

Menghindari makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung seperti yang sudah disebutkan di atas bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Kurangi Berat Badan

Kelebihan berat badan menjadi salah satu pemicu naiknya asam lambung. Untuk menguranginya, bisa melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi sayuran yang kaya akan serat dan mengandung karbohidrat kompleks. Berat badan yang ideal mampu mencegah naiknya asam lambung.

Kurangi Stress

Stress juga dapat memicu naiknya asam lambung. Oleh sebab itu, menghindari stress sangat dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Itulah beberapa tips mencegah naiknya asam lambung. Semoga bermanfaat.

 

Penyakit Asam Lambung, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Lambung merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan manusia.

Organ ini memiliki fungsi sebagai penghancur makanan agar makanan lebih lunak dan kecil sehingga dengan begitu mudah dicerna oleh tubuh. Lambung memiliki zat asam di dalamnya yang disebut dengan asam lambung, yang mana zat tersebut berfungsi untuk melakukan fungsi pencernaan. Asam lambung yang terdapat di dalam lambung bisa normal maupun meningkat. Keadaan asam lambung yang tinggi ini justru akan menimbulkan berbagai macam masalah yang memiliki dampak buruk untuk kesehatan.

Asam lambung merupakan salah satu zat asam yang tergolong ke dalam asam kuat yakni asam hidroklorat atau HCL. Ketika lambung dalam keadaan normal, pengeluaran asam lambung dijaga oleh suatu mekanisme agar tidak berlebihan serta jumlah asam lambung yang terdapat di dalam lambung tetap dalam keadaan normal. Namun, ketika ada ketidakseimbangan antara mekanisme penghambat serta mekanisme pengeluaran, maka akan berdampak pada tingginya asam lambung. Yang mana tingginya asam lambung ini akan menimbulkan penyakit lainnya seperti maag, maag kronis, bisa juga menyebabkan tukak lambung.

Banyak orang yang memiliki kadar asam lambung tinggi di dalam sistem pencernaannya. Namun, banyak di antaranya yang tidak menyadari akan keadaan tersebut. Hal ini disebabkan karena ketidakpahaman mereka akan gejala yang muncul saat asam lambung naik, terlebih lagi usaha dalam mencari pengobatan yang tepat.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas tentang asam lambung, baik itu penyebab, gejala dan cara pengobatan, simak terus pembahasannya di sini.

Penyebab Asam Lambung Naik

Lower esophageal sphincter(LES) adalah lingkaran otot yang terdapat di bagian bawah esofagus yang memiliki fungsi sebagai penjaga gerbang. Ketika seseorang sedang makan, otot LES ini akan menjadi rileks, serta membiarkan makanan yang dikonsumsi masuk ke dalam perut. Setelah makanan masuk ke dalam perut, otot LES ini akan menjadi tegang, ia akan menutup kembali supaya asam lambung dan makanan yang sudah masuk ke dalam perut tidak kembali lagi ke esofagus atau kerongkongan.

Pada penderita asam lambung, lingkaran otot atau LES ini melemah. Sehingga dengan begitu asam lambung menjadi bocor dan masuk ke dalam esofagus. Penderita penyakit asam lambung akan merasakan sensasi nyeri pada ulu hati, terbakar di bagian dada dan perut merasa tidak enak.

Penyebab LES melamah sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko melemahnya LES. Berikut ini faktor-faktor yang dimaksud:

Obesitas

Orang yang kelebihan berat badan atau gemuk memiliki tekanan tinggi di dalam perutnya, dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Yang mana tekanan tinggi ini mampu melemahkan otot LES.

Minuman

Beberapa jenis minuman diduga dapat melemahkan otot LES. Minuman yang dimaksud yaitu, kopi, alkohol, cokelat ataupun kebiasaan buruk yakni merokok. Minuman dan kebiasaan ini dapat melemahkan LES sehingga dengan begitu asam lambung akan naik ke kerongkongan.

Makanan

Orang yang sering mengkonsumsi makanan berlemak memiliki resiko yang lebih tinggi terkena asam lambung. Hal ini disebabkan karena makanan mengandung lemak memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna di dalam perut. Sehingga dengan begitu, asam lambung yang diproduksi akan menjadi lebh banyak dari biasanya, sehingga resiko naik lagi ke esofagus menjadi lebih tinggi.

Wanita Hamil

Wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Perubahan hormon inilah yang akan menyebabkan otot LES melemah. Selain itu, tekanan pada perut pun akan menjadi meningkat.

Stress

Stress juga dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Karena ketika stress, bukan hanya metabolisme tubuh saja yang terganggu tetapi juga akan mengganggu fungsi anggota tubuh.

Gejala Asam Lambung Naik

Ada beberapa ciri atau gejala asam lambung naik. Berikut ini ciri atau gejala yang dimaksud:

Muncul Rasa Terbakar di Bagian Dada

Naik atau tingginya asam lambung memiliki gejala yang disebut dengan reflux. Reflux merupakan kondisi yang mana asam lambung dari dalam lambung akan naik ke kerongkongan atau bahkan ke mulut. Keadaan ini akan menyebabkan efek panas dan adanya rasa terbakar pada daerah-daerah yang dilewati oleh asam lambung. Bagian yang dimaksud yaitu dada atau rongga dada.

Perut Mual dan Kembung

Mual dan perut kembung juga akan dirasakan oleh penderita. Rasa mual ini muncul karena adanya rasa perih dan sakit pada lambung, sehingga dengan begitu lambung akan terasa kembung. Selain itu, mual juga akan dirasa setelah mengkonsumsi makanan asam.

Nyeri dan Perih

Naik atau tingginya asam lambung hampir mirip dengan maag. Gejala yang mirip yaitu sama-sama menimbulkan rasa perih dan nyeri pada lambung. Namun bedanya, rasa perih atau nyeri ini akan muncul ketika penderitanya mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu yang akan menyebabkan asam lambung naik. Makanan yang dapat menyebabkan asam lambung naik yaitu, makanan asam seperti cuka dan buah asam, serta nangka muda.

Muntah

Muntah yang disebabkan karena naik atau tingginya asam lambung berbeda dengan muntah biasa. Sebelum muntah, biasanya akan diawali dengan gejala reflux.

Mulut Terasa Pahit

Pada penderita asam lambung, mulutnya pun akan terasa pahit. Rasa pahit ini muncul karena asam lambung naik ke mulut.

Bersendawa

Ketika asam lambung naik, maka penderitanya akan bersendawa lebih sering dari biasanya. Terlebih lagi ketika asam lambung naik dan belum bisa diobati. Gejala ini pun diikuti dengan rasa mual dan keinginan untuk muntah.

Nafas Menjadi Bau

Sifat asam mampu merusak bau mulut. Selain akan menyebabkan rasa pahit pada mulut, asam lambung yang naik ke mulut pun akan menyebabkan bau yang tidak sedap pada mulut.

Gejala lainnya yang ditunjukan yaitu, air liur muncul berlebihan dan sulit menelan makanan.

Pengobatan Asam Lambung

Terdapat berbagai macam langkah untuk mengobati asam lambung. Mulai dari pengobatan sendiri oleh penderita, memanfaatkan obat-obatan khusus, atau operasi sebagai prosedur terakhir.

Penanganan Sendiri

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan penderita untuk mengatasi asam lambung naik atau tinggi seperti di bawah:

  • Menurunkan berat badan.
  • Hindari berbaring setelah makan.
  • Makan dalam porsi kecil dan sering.
  • Hindari minuman yang menyebabkan asam lambung naik atau tinggi seperti kopi dan alkohol.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang menyebabkan asam lambung naik seperti makanan berlemak, pedas, cokelat atau tomat.
  • Hindari merokok.
  • Tidur dengan menggunakan bantal tinggi untuk mencegah asam lambung naik.
  • Hindari menggunakan pakaian yang ketat.

Obat

Obat-obatan tertentu bisa diberikan pada penderita asam lambung sebagai langkah pengobatan. Untuk mengetahuinya anda bisa menanyakan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Anda juga bisa membeli obat tersebut di apotek secara langsung.

Operasi

Jika penanganan sendiri atau obat-obatan tidak memberikan efek apapun, maka biasanya langkah terakhir yakni operasi. Operasi dilakukan apabila sudah terjadi peradangan pada esofagus, penyempitan pada esofagus atau perubahan sel esofagus.

Demikian penjelasan mengenai penyakit asam lambung, penyebab, gejala dan cara mengobati. Semoga bermanfaat.

Gastroenteritis Pada Anak-Anak, Ketahui Cara Penanganan dan Pencegahan

Gastroenteritis merupakan gangguan sistem pencernaan berupa peradangan pada sistem pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil.

Yang mana keadaan ini akan mengakibatkan kombinasi seperti diare, sakit perut, kejang perut atau muntah. Gastroenteritis biasanya disebut dengan stomach bug, gastro, atau stomach virus. Meskipun tidak memiliki kaitan dengan influenza, tetapi penyakit ini sering juga disebut sebagai flu perut.

Gastroenteritis merupakan masalah pencernaan yang paling sering terjadi pada anak-anak. Gastroenteritis  berat akan menyebabkan dehidrasi serta tidak seimbangnya elektrolit, hal ini disebabkan karena cairan tubuh hilang melalui diare atau muntah.

Gastroenteritis paling sering terjadi di negara berkembang dan sering menyerang anak bersuai 5 tahun. Pada umumnya anak-anak yang tinggal di negara bekembang memiliki resiko lebih tinggi terkena gastroenteritis. Namun meskipun begitu, mereka kesulitan mendapatkan akses perawatan. Sehingga akibatnya, hampir 1,5 juta anak meninggal diakibatkan oleh diare yang disebabkan oleh gastroenteritis.

Gastroenteritis pada anak

Penyebab Gastroenteritis Pada Anak

Virus

Virus merupakan penyebab gastroenteritis paling umum pada anak-anak. Virus yang menyebabkan gastroenteritis diantaranya yaitu, rotavirus, norovirus, astrovirus dan adenovirus.

Anak-anak akan lebih mudah tertular oleh virus yang menyebabkan gastroenteritis dari teman-teman yang sebelumnya sudah terinfeksi, seperti misalkan di sekolah atau tempat penitipan anak. Pada umumnya gastroenteritis menyebar dari tangan ke mulut. Namun, penyebarannya juga bisa terjadi melalui ludah penderita ketika bersin. Virus penyebab gastroenteritis bisa dengan mudah menular pada anak-anak, karena bisanya anak-anak selalu memasukan tangannya ke dalam mulut dengan sembarangan.

Bakteri

Bakteri juga bisa menjadi penyebab gastroenteritis pada anak-anak. Bakteri yang dimaksud yaitu E.coli, Shigella, atau Salmonella. Anak-anak bisa terinfeksi oleh bakteri yang sudah disebutkan tadi melalui makanan yang mereka konsumsi, yang mana makanan tersebut sebelumnya sudah terkontaminasi seperti daging atau telur yang masih dalam keadaan mentah. Minum susu yang tidak dipasteurisasi dan menyentuh hewan yang terkontaminasi bakteri bisa menjadi langkah penularan bakteri tersebut. Bakteri bisa tumbuh pada makanan-makanan yang tidak disimpan dengan baik atau tidak dimasukan ke dalam lemari pendingin.

Pada beberapa kasus, gastroenteritis yang terjadi pada anak-anak disebabkan karena mereka mengkonsumsi apa yang seharusnya tidak mereka konsumsi, seperti tanaman atau obat-obatan. Bahkan alergi pun bisa menjadi penyebab gastroenteritis.

Parasit

Gastroenteritis bisa disebabkan juga oleh beberapa protozoa. Protozoa yang paling umum yaitu  Giardia lamblia. Giardia lebih umum terjadi di negara-negara berkembang.

Gejala Gastroenteritis Pada Anak

Gejala utama gastroenteritis pada anak yaitu:

  • Diare. Diare yang terjadi pada anak-anak sebagai gejala gastroenteritis bisa juga diiringi dengan muntah. Diare merupakan keadaan dimana feses atau tinja yang dikeluarkan dalam bentuk cair dengan frekuensi 3 kali dalam 24 jam. Seringkali terdapat darah dan lendir pada feses.
  • Demam dengan suhu tubuh tinggi. Selain diare, demam dengan suhu tubuh tinggi bisa terjadi. Bahkan keadaan ini diiringi dengan rasa sakit kepala dan anggota badan lainnya.

Diare dan muntah yang terjadi pada anak sebagai tanda dari gastroenteritis bisa menyebabkan dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh. Dehidrasi ringan biasanya akan cepat membaik hanya dengan memberikan cairan tertentu. Namun, pada kasus dehidrasi berat akan berakibat fatal terlebih lagi apabila tidak ditangani dengan segera.

Berikut ini beberapa gejala dehidrasi pada anak:

  • Mulut dan lidah anak terlihat kering dari biasanya
  • Mata terlihat cekung
  • Urine yang dikeluarkan sedikit
  • Lemah dan lesu
  • Karena merasa tidak nyaman anak pun akan menjadi mudah marah

Berikut gejala dehidrasi berat pada anak:

  • Kulit anak berubah menjadi pucat atau bahkan belang
  • Sering mengantuk
  • Tangan dan kaki dingin ketika disentuh
  • Napas menjadi lebih cepat
  • Tidak buang air kecil, untuk memastikannya bisa dilihat dari popok yang ia pakai

Pengobatan Gastroenteritis Pada Anak

Pada umumnya gastroenteritis yang terjadi pada anak-anak bisa diobati atau dirawat sendiri di rumah. Perawatan di rumah sakit hanya diperlukan ketika kondisinya semakin parah.

Pada umumnya pengobatan gastroenteritis dilakukan untuk mengatasi atau mencegah dehidrasi yang akan berakibat fatal. Berikut ini cara mengatasi dan mencegah dehidrasi sebagai upaya pengobatan gastroenteritis.

Mengatasi Dehidrasi

Pemberian cairan rehidrasi seperti oralit bisa dilakukan sebagai langkah untuk mengatasi dehidrasi. Ketika akan memberikan cairan ini dianjurkan untuk membaca terlebih dahulu aturan pakainya, serta dosisnya harus disesuikan dengan usia atau berat badan anak. Untuk lebih jelas, anda bisa bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum memberikannya.

Dalam kasus tertentu, kadang anak yang mengalami dehidrasi memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Biasanya perawatan di rumah sakit akan menggunakan tabung kusus dalam pemberian larutan. Pengobatan lainnya yang dilakukan yaitu dengan memberikan cairan intravena atau infus.

Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi karena cairan banyak yang hilang ketika muntah atau diare, yaitu dengan mendorong anak untuk minum banyak cairan. Selain itu, anak yang menderita gastroenteritis juga harus diet makan dan minum. Cairan tambahan pun perlu diberikan kepada anak. Hindari beberapa minuman tertentu yang dapat memperburuk keadaan seperti minuman bersoda atau jus buah.

Resiko meningkatnya dehidrasi akan menjadi lebih tinggi pada anak atau bayi berusia enam bulan. Ketika itu terjadi, maka sebaiknya langsung membawa bayi ke dokter dengan secepat mungkin.

Dokter akan menyarankan cairan rehidrasi untuk anak-anak yang memiliki resiko dehidrasi. Salah satu cairan yang dimaksud yaitu oralit. Sebelum menggunakannya akan lebih baik meminta penjelasan terlebih dahulu dari dokter.

Obat

Untuk menghentikan diare, biasanya dokter tidak akan memberikan obat pada anak yang berusia di bawah 12 tahun. Obat diare dianggap sebagai solusi tepat untuk mengatasi gastroenteritis, namun obat tersebut tidak baik atau tidak aman diberikan pada anak-anak, karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Sedangkan untuk meredakan sakit kepala yang dirasa, anda bisa memberikan obat pereda sakit kepala, namun harus sesuai dengan resep dari dokter.

Cara Mencegah Gastroenteritis

Beberapa langkah bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan gastroenteritis pada anak seperti berikut:

  • Biasakan untuk mencuci tangan anak anda dengan teratur. Cuci tangan anak anda dengan menggunakan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah makan atau setelah dari toilet.
  • Desinfeksi dengan baik daerah atau tempat mengganti popok.
  • Jangan berikan makanan yang tidak disimpan dengan baik.
  • Berikan ASI yang cukup.
  • Anak yang mengalami diare dianjurkan untuk banyak beristirahat dan tidak pergi ke luar sebelum gejalanya hilang.
  • Bagi anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dianjurkan untuk tidak memegang reptil atau amfibi agar tidak terinfeksi bakteri.
  • Popok pada anak harus sering diganti. Ketika mengganti popok usahakan tidak berdekatan dengan air untuk mencegah penularan pada orang lain.
  • Ketika sedang diare dianjurkan untuk tidak berenang di kolam berenang umum agar tidak terjadi penularan pada orang lain.
  • Vaksinasi. Vaksin tertentu bisa diberikan untuk mencegah infeksi rotavirus yang menjadi penyebab gastroenteritis.

Itulah cara penanganan dan pencegahan gastroenteritis pada anak. Semoga bermanfaat.

Kenali Gastroenteritis, Mulai dari Gejala Sampai Pengobatan

Sitem pencernaan sangat rentan akan penyakit, berbagai macam jenis penyakit tertentu bisa menyerang sistem pencernaan, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit parah sekalipun.

Salah satu penyakit sistem pencernaan yakni gastroenteritis. Gastroenteritis merupakan penyakit yang mungkin terasa asing untuk kita semua. Namun, pada kenyataannya penyakit ini sering atau banyak dialami di sekitar kita, namun mungkin kita sendiri kurang atau tidak menyadarinya.

Gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi pada usus atau perut, yang mana penyebabnya karena virus. Kondisi ini biasanya lebih dikenal dengan istilah flu lambung, flu perut atau virus perut. Infeksi ini akan menyebabkan mual dan muntah, kram perut, diare atau bahkan demam pada penderitanya.

Gastroenteritis

Pada umumnya penderita gastroenteritis akan pulih sepenuhnya. Namun, kondisi ini juga memiliki fotensi fatal, bahkan akan menyebabkan kematian, terlebih lagi jika terjadi pada orang tua, bayi atau orang yang sistem kekebalan tubuhnya memiliki masalah.

Penyebab Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan keadaan dimana usus dan lambung mengalami infeksi. Infeksi itu sendiri disebabkan karena pengaruh virus atau karena keracunan makanan. Virus yang sering menyebabkan gastroenteritis yaitu, rotavirus dan norovirus.

Virus yang menjadi penyebab gastroenteritis bisa menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan tangan. Hal ini disebabkan karena virus tersebut bisa tinggal dan hidup di tangan, serta terkontaminasi ketika selesai buang air besar.

Selain disebabkan oleh virus, gastroenteritis juga bisa disebabkan karena keracunan makanan. Biasanya hal ini terjadi karena penderitanya mengkonsumsi makanan yang sudah basi atau terkontaminasi. Makanan yang dikonsumsi oleh penderita tersebut mengandung bakteri yang mampu menginfeksi perut dan usus. Beberapa bakteri yang dimaksud yaitu Salmonella , Campylobacter atau Escherichia coli. Selain makanan basi yang sudah terkontaminasi, mengkonsumsi makanan terlalu asam juga bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami gastroenteritis.

Gejala Gastroenteritis 

Gejala yang ditunjukan biasanya akan muncul setelah 1 sampai 3 hari penderitanya terinfeksi. Tingkat dari keparahan gejala beragam, bisa ringan atau bahkan parah. Gejala yang muncul biasanya akan bertahan selama 1 sampai 2 hari, bahkan bisa bertahan sampai 10 hari. Berikut ini beberapa gejala yang muncul karena gastroenteritis:

Diare. Diare merupakan gejala umum yang terlihat. Dalam keadaan ini diare berair namun tidak bercampur dengan darah. Apabila diare sudah bercampur dengan darah, maka kemungkinan infeksi lebih parah. Di bawah ini gejala yang biasanya ditunjukan:

  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan hilang.
  • Berat badan turun.
  • Muncul demam, sakit kepala dan sakit otot, namun keadaan ini hanya terjadi dalam beberapa kasus.

Gejala yang muncul pada orang dewasa seperti di bawah ini harus segera mungkin mendapatkan penanganan medis.

  • Tidak bisa mempertahankan cairan ketika minum, sehingga setelah minum air akan keluar kembali.
  • Mengalami muntah darah.
  • Muntah dalam waktu yang lama atau lebih dari 48 jam.
  • Demam dengan suhu tubuh di atas 40 derajat Celcius.
  • Terlihat gejala dihidrasi, seperti urin yang dikeluarkan sedikit atau mulut kering.
  • Terdapat darah ketika buang air besar.

Ada beberapa gejala pada anak atau bayi yang harus diwaspadai seperti berikut:

  • Diare yang disertai dengan darah.
  • Demam tinggi.
  • Terlihat lemah dan lesu.
  • Anak atau bayi merasa kesakitan atau tidak nyaman.
  • Dehidrasi yang ditandai dengan volume urine menurun, mulut kering dan menangis tanpa mengeluarkan air mata.

Jika anak atau bayi sudah memperlihatkan gejala seperti itu, maka harus segera di bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Pengobatan Gastroenteritis

Tujuan utama pengobatan penyakit ini yaitu untuk mencegah agar penderitanya tidak dehidrasi. Untuk itu, biasanya penderita dianjurkan minum air dalam jumlah yang lebih banyak. Selain itu, penderitanya pun perlu dirawat inap di rumah sakit, dengan tujuan pemberian cairan melalui infus jika dehidrasi sudah parah.

Selain itu, oralit juga bisa diberikan guna membantu rehidrasi. Yang mana obat ini mengandung elektrolit serta mineral yang diperlukan oleh tubuh. Untuk mendapatkan oralit, kita bisa membelinya di toko obat atau apotek terdekat. Namun, sebelumnya anda harus mengikuti petunjuk dari dokter terlebih dahulu.

Sedangkan untuk obat-obatan antibiotik, biasanya tidak akan berpengaruh terhadap virus penyebab  gastroenteritis yang menginfeksi. Hal yang harus diperhatikan yaitu jangan memberikan aspirin pada anak atau remja yang sakit disebabkan karena infeksi virus.

Ada beberapa langkah tertentu yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gastroenteritis sendiri seperti di bawah ini:

  • Konsumsi makanan dengan porsi sedikit serta mudah dicerna. Makanan yang dimaksud seperti bubur, pisang dan ikan. Pemberian makanan ini bertujuan untuk memulihkan kembali perut. Jika penderitanya merasa mual, maka makan harus diberhentikan.
  • Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi cairan lebih banyak. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi jus buah-buahan. Hal ini disebabkan karena minuman tersebut dapat meningkatkan gejala diare.
  • Anak-anak maupun orang dewasa bisa mengkonsumsi minuman berenergi guna menggantikan cairan elektrolit yang hilang dalam tubuh. Hindari minuman bersoda, es krim dan permen karena akan memperparah diare.

Sedangkan untuk bayi, bisa diberikan cairan sekitar 15 sampai 20 menit setelah ia muntah atau diare. Ini dilakukan agar perut bayi bisa beristirahat. Selain itu, ASI juga bisa diberikan jika ia masih mengkonsumsi ASI.

Cara Mencegah Gastroenteritis

Ada beberapa langkah tertentu yang perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan seperti di bawah:

Gunakan Peralatan Pribadi

Sebagai langkah untuk pencegahan disarankan selalu menggunakan peralatan pribadi, seperti peralatan makan dan peralatan mandi. Usahakan untuk menggunakan gelas, piring, sendok dan garpu milik sendiri. Jangan menggunakan alat makan secara bergantian dengan orang-orang yang ada di sekitar. Selain itu, jangan gunakan handuk yang sama dengan orang di sekitar.

Mencuci Tangan 

Cuci tangan dengan rutin dan teratur untuk mencegah gastroenteritis. Ketika mencuci tangan usahakan untuk menggunakan sabun dan air hangat. Gosok tangan setidaknya selama 20 detik. Bersihkan tangan sampai menyeluruh. Anda juga bisa menyiapkan tisu basah untuk membersihkan tangan untuk dibawa kemana-mana.

Jaga Jarak

Jika anda harus berinteraksi dengan orang yang sudah terinfeksi, maka usahakan untuk menjaga jarak. Hal ini bertujuan untuk menghindari sentuhan langsung dengannya atau dengan barang-barang yang digunakan oleh orang terinfeksi.

Bersihkan Barang-Barang

Anda bisa membersihkan barang atau tempat yang sebelumnya sudah disentuh oleh orang yang terinfeksi.

Hindari Konsumsi Makanan Mentah

Anda harus menghindari makanan yang masih dalam keadaan mentah. Atau sayur dan buah yang sudah dikupas yang dipegang oleh orang lain. Ketika memasak daging, usahakan untuk mengolahnya sampai benar-benar matang.

Hindari Minum Sembarangan

Untuk menghindari air yang terkontaminasi, maka alangkah lebih baiknya jika anda minum air dalam kemasan. Selain itu, anda juga harus menghindari konsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin.

Itulah penjelasan tentang penyakit gastroenteritis, mulai dari gejala dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.

Waspada Anak-Anak Mudah Terserang Tifus! Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Tifus merupakan penyakit sistem pencernaan yang bisa dengan mudah menyerang tubuh, apabila sistem kekebalan tubuh pada saat itu sedang lemah.

Selain orang dewasa, anak-anak atau bahkan bayi bisa terserang penyakit yang satu ini. Ketika anak-anak terserang tifus, biasanya orang tua tidak bisa memprediksi secara langsung gejala tifus yang dialami oleh anaknya. Hal ini disebabkan karena gejala tifus pada umumnya hampir sama dengan gejala DBD atau demam berdarah. Biasanya dilakukan pemeriksaan dokter untuk memastikannya.

Nah, agar anda sebagai orang tua lebih waspada akan gejala tifus pada anak, anda sendiri harus mengetahui apa itu penyakit tifus, bagaimana gejala tifus pada anak-anak dan bagaimana cara mengobatinya.

PENYAKITTIFUS PADA ANAK

Penyebab Penyakit Tifus Pada Anak-Anak

Gejala tifus pada anak-anak umumnya disebabkan karena usus halus terinfeksi oleh bakteri. Salmonella typhi atau salmonella paeartyphi merupakan bakteri yang menjadi penyebab tifus. Bakteri tersebut bisa masuk ke usus melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak yang menderita.

Anak-anak akan sangat beresiko terjangkit penyakit ini, hal ini disebabkan karena anak-anak biasanya belum bisa memilih makanan seperti apa yang harus dikonsumsi. Sehingga dengan begitu mereka memiliki resiko lebih tinggi mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar oleh bakteri yang menjadi penyebab tifus.

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi akan masuk ke dalam usus, kemudian bakteri tersebut akan berkembang biak yang akhirnya akan merusak dinding usus. Jika bakteri-bakteri tersebut berkembang biak, maka mereka akan masuk kedalam saluran limfa bahkan bisa sampai masuk ke dalam pembuluh darah. Proses seperti ini biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 27 jam.

Setelah proses tersebut, bakteri yang menjadi penyebab tifus akan menyebar ke dalam pembuluh darah, yang kemudian akan muncul gejala-gejala tifus. Gejala paling umum yang terlihat yaitu demam. Semakin hari demam tersebut akan semakin tinggi, bahkan akan semakin tinggi lagi ketika malam hari. Sebagai orang tua anda harus waspada jika anak anda mengalami gejala seperti ini selama 7 sampai 10 hari.

Gejala Penyakit Tifus Pada Anak

Penyakit tifus merupakan penyakit yang dianggap berbahaya untuk kesehatan. Terlebih lagi jika penyakit tersebut tidak ditangani dengan segara. Untuk gejalanya sendiri, biasanya anak-anak yang menderita tipes akan mengalami hal-hal seperti di bawah ini.

Demam

Demam merupakan gejala paling umum yang terlihat ketika anak-anak sakit tipes. Demam akan terjadi biasanya beberapa hari setelah anak-anak mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri, atau bahkan ia bermain di tempat yang kebersihannya kurang terjaga. Selain demam, anak-anak pun biasanya akan mengalami pusing kepala. Banyak orang tua yang menganggap bahwa gejala tipus ini merupakan demam biasa, sehingga dengan begitu kebanyakan dari mereka mengobatinya dengan memberikan obat penurun panas biasa. Efeknya, penyakit tifus pada anak akan semakin berkembang atau parah.

Sakit Perut

Anak penderita tifus juga akan mengalami sakit perut. Ia akan mengalami diare, karena di dalam sistem pencernaannya terdapat bakteri yang menginfeksi usus.

Nafsu Makan Hilang

Penyakit tifus juga akan menunjukan gejala yakni hilangnya nafsu makan, sehingga dengan begitu kemungkinan besar berat badan anak akan menjadi turun.

Demam Naik Turun

Selain demam biasa, anak yang menderta tifus juga bisa mengalami demam yang naik turun, keadaan ini akan berlangsung beberapa hari.
Untuk anak-anak maupun orang dewasa, tipes harus segera ditangani karena jika tidak akan berakibat fatal, meskipun pada awalnya gejala yang ditunjukan adalah gejala ringan seperti demam biasa. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, penyakit ini akan menyebabkan kebocoran usus bahkan sampai menyebabkan kematian. Sedangkan jika anak anda yang terserang tifus masih bayi, maka anda sebagai orang tua harus lebih waspada lagi. Hal ini disebabkan karena tifus pada anak-anak biasanya akan lebih sulit lagi terdeteksi. Gejala yang ditunjukan oleh bayi yang terkena tifus mungkin hanya rewel atau menangis karena ia tidak nyaman.

Namun selain itu, bayi juga akan mengalami demam yang naik turun. Dimana demamnya akan mulai naik ketik sore hari sampai malam hari, dan akan turun kembali ketika pagi sampai siang hari. Anda juga bisa melihat lidahnya, biasanya lidah penderita tifus akan berubah warna menjadi memutih. Tetapi untuk bagian-bagian lainnya biasanya masih tetap berwarna merah. Ketika bakteri penyebab tifus sudah berkembang di dalam hati atau limpa, maka bayi atau anak penderita tifus akan merasa mual atau bahkan sampai muntah karena organ tersebut mengalami pembengkakan dan menekan lambung.

Cara Mengatasi Penyakit Tifus Pada Anak

Sebagai orang tua, anda harus tahu cara mengatasi tifus yang menyerang anak seperti berikut:

Membawa ke Dokter

Ketika anak anda menunjukan gejala-gejala tifus seperti yang sudah disebutkan di atas, maka anda bisa langsung membawanya ke dokter. Karena dengan seperti itu, anak anda akan langsung mendapatkan obat dan penanganan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Akan lebih baik jika anak anda dirawat inap di rumah sakit, agar proses penyembuhannya bisa terpantau. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mencegah anak anda terlalu banyak bergerak, karena terlalu banyak bergerak justru akan mengakibatkan bakteri yang menjadi penyebab tifus lebih aktif dalam menyerang tubuh penderita serta akan menyebabkan luka bertambah parah pada usus.

Ketika melakukan perawatan di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri yang menjadi penyebab tifus.

Obat Alami

Anak yang menderita penyakit tifus juga bisa diatasi dengan obat tradisional, namun mungkin proses penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama. Obat tradisional yang biasanya diberikan pada anak penderita tifus yaitu ekstrak cacing. Namun, untuk mendapatkannya anda tidak harus mengolahnya sendiri, karena saat ini banyak obat berasal dari ekstrak cacing yang bisa anda beli dengan mudah di apotek atau pun mendapatkannya dari dokter. Ketika hendak memberikan obat di luar pemberian dokter, akan lebih baik jika anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Makanan Untuk Anak Penderita Tifus

Selain memberikan obat, anda juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak anda. Untuk menunjang proses pengobatan tifus, anda bisa memberi lebih banyak makanan yang rendah serat dan berkalori tinggi yang memiliki sifat tidak merangsang.

Makanan yang Dianjurkan

Ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk diberikan pada anak yang menderita tifus. Makanan yang dimaksud yaitu makanan yang memiliki tekstur lembut, sehingga akan mudah ditelan dan dicerna. Makanan yang kaya akan kandungan protein untuk mempercepat proses penyembuhan. Anda bisa mengolah makanan-makanan tersebut menjadi tim atau bubur.

Makanan yang Dihindari

Makanan yang mengandung serat tinggi harus dihindari karena akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Makanan yang berbumbu tajam dan bersifat merangsang, seperti makanan asam, pedas, pahit dan sepat juga harus dihindari, termasuk makanan yang mengandung gas.
Untuk mencegah agar anak tidak terserang tifus, anda harus bisa memperhatikan pola makan atau makanan yang ia konsumsi. Selain itu, anda juga perlu melakukan perbaikan pada sanitasi lingkungan, peningkatan terhadap kebersihan makanan dan minuman, serta kebersihan perorangan. Semoga bermanfaat.

Tifus(Tipes), Ketahui Gejala dan Cara Tepat Penanganannya

Penyakit tifus atau tipes merupakan gangguan sistem pencernaan yang bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.

Meskipun pada umumnya penyakit tifus sering dialami oleh anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan apabila penyakit tifus menyerang orang dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus mewaspadai penyakit yang satu ini.

Penyakit tifus sering terjadi di Indonesia, baik itu di  perkotaan atau di pedesaan yang diakibatkan karena kurangnya pemahaman akan gejala atau tanda-tanda yang muncul karena penyakit ini. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap gejala penyakit tifus disamakan dengan gejala penyakit DBD atau demam berdarah. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut akan penyakit tifus, anda bisa simak pembahasannya di bawah ini.

PENYAKIT TIFUS

Pengertian Tifus

Tifus(tipes) atau demam tipoid merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pencernaan manusia, terlebih lagi usus halus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Jika tidak ditangani dengan baik dan benar, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Bahkan bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini bisa menyebar ke bagian lainnya, seperti aliran darah atau tulang.

Tifus menular cukup cepat. Infeksi atau demam tifoid bisa terjadi ketika penderitanya mengkonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh tinja atau urin yang sudah terinfeksi oleh bakteri.

Gejala Tifus

Gejala tifus(tipes) atau demam tifoid tidak akan terlihat langsung, gejalanya akan berangsur-angsur muncul setelah penderitanya terinfeksi kuman selama 1-3 minggu. Berikut ini gejala yang biasa terlihat ketika seseorang tifus.

Demam atau Badan Panas

Gejala umum yang sering terlihat dari penyakit ini yaitu penderita mengalami demam atau suhu badan tinggi dalam beberapa hari. Suhu tubuh penderita biasanya akan mencapai 40 derajat Celcius. Selain itu, disertai dengan gejala lainnya seperti badan lemah dan lemas, serta sakit kepala. Oleh karena itu, tidak heran apabila penyakit ini tergolong ke dalam jenis penyakit akut.

Denyut Nadi Lambat

Biasanya ketika suhu badan seseorang sedang panas, maka denyut jantungnya akan lebih cepat dibandingkan dengan biasanya atau meningkat sekitar 10% setiap kali terjadi kenaikan suhu tubuh 1 derajat Celcius. Namun, keadaan tersebut tidak berlaku untuk penyakit tifus, karena denyut jantung penderita sakit tifus justru akan menjadi semakin lambat dari biasanya. Keadaan ini disebabkan karena adanya racun atau toksin yang berasal dari kuman yang menjadi penyebab tifus, sehingga pada akhirnya akan timbul reaksi seperti itu.

Sakit Perut, Mual dan Muntah

Pada umumnya penderita sakit tifus akan merasakan sakit di bagian perut sebalah kiri. Bahkan sering kali gejala ini disamakan dengan penyakit maag. Tapi bedanya, sakit yang dirasa karena penyakit maag berada di bagian perut atas atau tempat ulu hati berada.

Lidah Berwarna Putih

Gejala tifus selanjutnya yang biasa terlihat yaitu lidah bagian tengah penderita berubah warna menjadi putih, tapi untuk lidah di pinggirnya berwarna merah. Jika lidah penderita dijulurkan keluar, maka lidahnya akan menjadi bergetar.

Pola BAB berubah

Perubahan pola buang air besar pada penderita biasanya juga akan berubah. Seperti misalkan, penderita mengalami diare atau justru sebaliknya yaitu susah buang air besar. Keadaan ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman, bahkan ketika mengalami diare tubuh akan terasa lemas.

Penyebab Penyakit Tifus

Penyakit tifus(tipes) terjadi karena disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini bisa masuk ke dalam usus manusia melalui makanan atau minuman yang sebelumnya sudah terkontaminasi, yang kemudian bakteri tersebut akan berkembang biak di dalam kelenjar getah bening atau pembuluh darah.

Penularan Tifus

Tinja yang mengandung bakteri penyebab tifus merupakan sumber utama terjadinya penularan penyakit ini. Tinja yang mengandung bakteri ini diproduksi oleh seseorang yang sudah terlebih dahulu terinfeksi. Khususnya di Indonesia, penyebaran bakteri penyebab tifus ini terjadi melalui air yang dikonsumsi, yang mana air tersebut sebelumnya sudah terkontaminasi oleh tinja yang terinfeksi.

Selain itu, makanan yang dicuci dengan air yang sudah terkontaminasi pun dapat menyebabkan dampak yang sama. Keadaan seperti ini biasanya disebabkan karena buruknya kebersihan air.

Bakteri ini juga bisa menyebar ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan sebelum membuat atau mengolah makanan. Ketika seseorang menyentuh atau mengkonsumsi makanan tersebut, maka ia pun bisa terinfeksi.

Menggunakan toilet yang sudah terkontaminasi oleh bakteri penyebab tifus, yang mana seseorang akan terinfeksi apabila langsung menyentuh mulut tanpa mencuci tangan. Mengkonsumsi makanan laut yang mana airnya sudah terkontaminasi urin atau tinja yang terinfeksi, bisa menjadi penularan tifus.

Cara Penanganan Tifus

Penanganan tifus yang paling efektif yaitu dengan terapi antibiotik. Perawatan tifus biasanya dilakukan di rumah sakit, namun jika cepat terdeteksi penderitanya bisa dirawat di rumah sendiri.

Perawatan Tifus di Rumak Sakit

Ketika melakukan perawatan di rumah sakit, pada saat itu tinja, urin dan sampel darah penderita akan diperiksa di laboratorium. Hal ini dilakukan untuk menentukan jenis antibiotik apa yang tepat untuk diberikan. Biasanya antibiotik yang diberikan di rumah sakit berupa suntikan. Bahkan, nutrisi dan cairan pun akan diberikan dengan cara disuntikan ke dalam pembuluh darah melalui infus.

Infus akan diberikan pada penderita jika penderitanya diiringi dengan diare parah, muntah-muntah dan perut kembung. Bahkan dalam beberapa kasus operasi akan dilakukan apabila terjadi komplikasi yang bisa mengancam nyawa.

Penderita biasanya akan semakin membaik setelah di rawat di rumah sakit selama kurang lebih 4 hari. Namun, untuk pulih seperti sedia kala memerlukan waktu selama beberapa minggu.

Perawatan Tifus di Rumah

Perawatan tifus juga bisa dilakukan di rumah sendiri. Namun, ketika melakukan perawatan di rumah kondisi tidak berangsur membaik, maka alangkah lebih baiknya jika penderita melakukan perawatan di rumah sakit. Untuk sebagian penderita, penyakit ini mungkin saja bisa kambuh lagi. Supaya tubuh bisa kembali pulih seperti semula serta untuk mencegah tifus datang lagi, penderita dianjurkan untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Makan dengan teratur. Penderita dianjurkan untuk makan sering namun dengan porsi sewajarnya saja, dibandingkan makan dengan porsi besar namun jarang
  • Istirahat dengan cukup
  • Cukupi cairan tubuh dengan mengkonsumsi banyak air putih
  • Cuci tangan dengan teratur untuk menghentikan penyebaran infeksi

Cara Mencegah Tifus

Sanitasi dan kebersihan adalah penting sebagai langkah untuk mencegah terjadinya penyakit tifus. Selain itu, ada jenis vaksin tertentu untuk mencegah tifus. Namun selain itu, gaya hidup sehat juga harus anda lakukan untuk menghindari resiko tertular tifus seperti di bawah ini:

Usahakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan, serta setelah dari toilet.

  • Hindari mengkonsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan.
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran mentah.
  • Hindari makanan seafood yang belum dimasak.
  • Rajin bersihkan toilet.
  • Hindari bertukar handuk, alat mandi atau sprei.

Itulah penjelasan mengenai gejala sampai cara penanganan penyakit tifus. Semoga bermanfaat.

Mengenal Penyakit Wasir atau Ambeien, Gejala dan Cara Mengobati

Wasir atau ambeien merupakan gangguan sistem pencernaan yang sudah tidak asing lagi untuk kita semua, karena gangguan ini sudah dialami oleh banyak orang.

Dalam istilah medis, penyakit wasir dikenal dengan sebutan hemoroid. Hemoroid itu sendiri merupakan keadaan dimana pembuluh darah vena yang letaknya di sekitar anus atau rektum bagian bawah mengalami pelebaran atau peradangan. Secara normal, vena-vena yang terdapat pada anus rektum akan kembali menyalurkan darah ke jantung. Karena pembuluh darah mengalami pelebaran, maka dengan begitu darah akan berkumpul di sana sehingga akan membentuk sebuah benjolan yang tidak biasa dan lunak ketika diraba. Ukuran benjolan atau ambeien itu sendiri tergantung pada tingkat keparahannya.

PENYAKIT WASIR

Penyebab Wasir

Penyebab wasir atau hemoroid itu sendiri sebenarnya masih belum jelas. Namun, dalam beberapa kasus wasir terjadi karena adanya peningkatan tekanan dalam aliran darah. Tekanan ini merupakan penyebab pembuluh darah di sekitar bokong mengalami pembengkakan serta peradangan. Ada beberapa hal yang menyebabkan tekanan tinggi pada pembuluh darah atau vena seperti berikut:

Diare kronis

  • Mengejan terlalu kuat ketika buang air besar
  • Konstipasi atau sembelit
  • Kegemukan atau obesitas
  • Masa kehamilan
  • Terlalu lama nongkrong di toilet ketika Buang Air Besar

Orang yang lebih tua memiliki resiko lebih tinggi mengalami wasir. Hal ini disebabkan karena jaringan pendukung pembuluh darah yang terdapat di rektum atau anus menjadi melemah serta meregang karena proses penuaan.

Gejala Wasir

Gejala atau ciri-ciri wasir  pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yakni wasir internal dan wasir eksternal. Banyak orang merasa keliru dan menganggap bahwa semua gejala yang muncul di area anus dan rektum sebagai wasir. Wasir internal dan eksternal bisa muncul berbeda, namun meskipun begitu banyak orang yang mengalami keduanya. Biasanya penderita merasa malu akan keadaan yang menimpanya ini, karena itu mereka tidak mencari perawatan sedini mungkin dan mencari perawatan ketika kasusnya sudah lanjut.

Wasir Internal

Wasir internal muncul tanpa diiringi dengan rasa nyeri, serta darah yang keluar dari rektum biasanya berwarna merah terang selama buang air besar maupun sesudah. Darah yang keluar tersebut akan menutupi feses, dimana fesesnya sendiri berwarna normal. Gejala lain yang ditunjukan yaitu, adanya lendir yang keluar, gatal pada sekitaran anus, dan inkontinensia feses. Wasir internal hanya akan terasa sakit apabila terjadi trombosis.

Wasir Eksternal

Apabila tidak terkena trombosis, wasir jenis ini bisa menyebabkan beberapa masalah atau gangguan. Tetapi, jika menyebabkan trombosis maka akan terasa sangat menyakitkan. Hanya dalam waktu 2 sampai 3 hari biasanya rasa sakit ini akan hilang. Sedangkan hilangnya pembengkakan biasanya memerlukan beberapa minggu. Gejala lain yang dirasakan dari wasir eksternal yaitu, adanya rasa perih, panas dan gatal di sekitar anus.

Pembagian Penyakit Wasir Berdasarkan Tingkat Keparahan

Berdasarkan tingkat keparahannya, wasir itu sendiri dibedakan menjadi 4 stadium, dari wasir yang paling ringan sampai wasir paling parah.

Wasir Stadium 1

Pada wasir stadium 1 tonjolan masih kecil dan belum keluar. Gejala yang ditunjukan yaitu darah menetes setiap setelah buang air besar.

Wasir Stadium 2

Pada stadium 2, tonjolan sudah keluar dan berukuran sedang. Gejala yang ditunjukan yaitu, setelah selesai buang air besar tonjolan akan keluar, namun akan masuk kembali ketika berdiri.

Wasir Stadium 3

Pada stadium 3, ukuran tonjolan sudah lebih besar dibandingkan dengan stadium 2. Gejalanya yaitu, tonjolan akan keluar setelah selesai buang air besar, serta tidak akan masuk kembali terkecuali jika didorong dengan menggunakan tangan.

Wasir Stadium 4

Pada wasir stadium 4, tonjolan sudah sangat besar bahkan bisa sebesar bola tenis. Tonjolan ini tidak akan bisa masuk kembali meskipun sudah didorong dengan menggunakan tangan. Untuk mengatasinya yaitu harus diambil jalan operasi. Pada wasir luar, pembuluh darah sudah ditutupi oleh kulit dan berada di luar anus sehingga akan mudah terlihat. Gejala umum wasir luar yaitu adanya rasa nyeri atau sakit yang disebabkan pembuluh darah pecah. Darah yang pecah tidak akan keluar, namun justru akan berkumpul dan menjadi darah beku atau trombus.

Komplikasi

Wasir bisa menyebabkan komplikasi seperti:

  • Anemia. Anemia akan terjadi karena pendarahan secara terus menerus, sehingga dengan begitu tubuh akan kekurangan darah merah. Efek yang ditimbulkan yaitu akan mengalami kelemahan atau kelelahan.
  • Strangulasi Hemorrhoid. Apabila suplai darah ke wasir internal terputus, maka akibatnya akan timbul rasa sakit yang sangat menyakitkan serta menyebabkan matinya jaringan atau gangren.

Cara Mengobati Wasir

Wasir biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari, namun untuk mengatasi atau mengurangi gatal-gatal dan tidak nyaman bisa dilakukan dengan berbagai pengobatan. Biasanya dokter akan menyarankan untuk membuat perubahan dalam pola makan serta tidak mengejan ketika buang air besar sebagai langkah dalam perawatan awal.

Namun, terkadang diperlukan perawatan yang lebih invasif. Yang mana perawatan ini tergantung pada letak wasir atau hemoroid itu sendiri, apakah berada di bawah, di atas atau pada garis dentate. Garis dentate itu sendiri yaitu garis yang terletak pada dinding lubang anus yang memisahkan area mampu dan tidak mampu merasakan sakit. Jika wasir atau hemoroid tumbuh di bawah atau pada garis dentate maka pengobatan tanpa menjalankan operasi akan sangat menyakitkan. Hal ini disebabkan karena saraf yang berada di area itu akan mendeteksi sakit. Apabila terjadi, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi hemoroid.

Apabila letak hemoroid berada di atas garis dentate, maka prosedur tanpa operasi akan dokter sarankan. Berikut pengobatan tanpa operasi.

Pengikatan Hemoroid

Penangan hemoroid dengan cara ini biasanya menggunakan tali yang elastis, dimana tali tersebut diikatkan dengan kuat pada dasar hemoroid dengan tujuan untuk memotong aliran darah, karena tanpa aliran darah hemoroid akan lepas setelah satu minggu melakukan perawatan ini.

Dalam proses pengikatan ini penderita tidak memerlukan pembiusan, bahkan pasien bisa beraktivitas normal pada keesokan harinya. Selama satu sampai dua hari rasa sakit dan tidak nyaman mungkin akan muncul. Untuk mengatasi rasa sakit ini biasanya menggunakan obat pereda rasa sakit.

Lepasnya hemoroid biasanya tidak akan disadari, dan terjadi ketika buang air besar. Apabila anda melihat lendir atau mukosa setelah tujuh hari dalam prosedur pengikatan, maka itu tandanya hemoroid sudah lepas. Setelah pengikatan akan terdapat sedikit darah, dan keadaan ini merupakan keadaan normal. Namun, jika darah yang keluar berwarna merah terang atau berupa gumpalan darah, maka dianjurkan untuk segera pergi ke dokter.

Koagulasi dengan Inframerah

Selain prosedur pengikatan, koagulasi terkadang dilakukan untuk mengatasi hemoroid. Ketika prosedur ini dilakukan, alat yang memancarkan sinar inframerah dipakai untuk menbakar jaringan hemoroid. Selain itu, langkah ini juga berfungsi untuk memotong alirah darah.

Suntikan Skleroterapi

Proses pengobatan dengan prosedur ini memanfaatkan larutan kimia tertentu yang disuntikan ke dalam pembuluh darah yang terdapat pada anus. Suntikan ini akan meredakan atau menghilangkan rasa sakit, dengan mematirasakan ujung saraf pada lokasi penyuntikan. Suntikan ini juga akan membuat jaringan hemoroid menjadi keras, yang kemudian akan membentuk luka. Dalam jangka waktu tertentu, ukuran hemoroid akan menyusut atau mengecil.

Setelah melakukan prosedur ini penderita biasanya dianjurkan untuk menghindari kegiatan fisik yang melelahkan selama sepanjang hari.

Meskipun kebanyakan hemoroid bisa diatasi dengan prosedur di atas, tetapi ada beberapa penderita yang harus tetap menjalani prosedur operasi.

Sering Merasa Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah? Kenali Penyebabnya

Sakit perut merupakan kondisi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan keadaan ini sudah dianggap sebagai hal biasa dan tidak dianggap terlalu serius.

Sakit yang dirasa di daerah perut itu sendiri biasanya tidak hanya pada satu tempat, karena perut itu sendiri terdiri dari bagian-bagian tertentu, baik itu sebelah kiri, kanan, atas atau pun bawah. Namun, dalam kasus tertentu sakit perut merupakan tanda penyakit yang serius.

Ketika kita merasa sakit pada bagian perut sebelah kiri bawah, biasanya berkaitan dengan sistem pencernaan. Namun, juga bisa berhubungan dengan organ reproduksi, masalah kulit, saluran pencernaan, pembuluh darah dan dinding perut.

Untuk memastikan penyebab pasti sakit perut sebelah kiri bawah, maka akan lebih baiknya jika segera menghubungi dokter. Selain mengetahui penyebabnya, juga untuk mendapatkan perawatan tepat mengenai gangguan ini.

SAKIT PERUT KIRI BAWAH

Seseorang yang mengalami sakit perut sebelah kiri bawah biasanya mengalami gangguan atau penyakit yang cukup serius pada sepanjang daerah yang terkena dampaknya.

Nah, untuk mengetahui apa saja penyebab sakit perut sebalah kiri bawah, berikut ini ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebabnya.

Konstipasi atau Sembelit

Konstipasi merupakan keadaan dimana penderitanya susah buang air besar yang disebabkan karena sembelit. Yang mana keadaan ini juga bisa menyebabkan sakit perut bagian kiri bawah. Keadaan ini terjadi yaitu karena ketidakmampuan untuk mengeluarkan feses dengan teratur. Biasanya rasa sakit tersebut akan hilang setelah feses berhasil dikeluarkan. Untuk mengatasi keadaan ini diperlukan obat pencahar atau diet tinggi serat serta mengkonsumsi banyak cairan.

Diverticulitis

Gangguan ini biasanya lebih sering menyerang orang yang lebih tua. Rasa sakit pada perut bagian kiri bawah ini biasanya akan muncul dengan tiba-tiba bahkan akan terasa parah, serta memburuk dari waktu ke waktu atau hilang dan timbul. Selain sakit perut bagian kiri bawah, gangguan ini juga akan menunjukan gejala lainnya seperti:

  • Adanya pembengkakan pada perut kiri bawah
  • Perut kembung
  • Demam
  • Merasa mual dan muntah
  • Diare

Dalam kasus ringan, gangguan ini bisa diobati dengan mengatur gaya hidup seperti istirahat yang cukup, perubahan diet, serta minum antibiotik yang disarankan dokter. Sedangkan untuk kasus yang lebih serius memerlukan penanganan yang lebih lanjut atau dilakukan operasi.

Gangguan Usus

Kolitis Ulserativa

Berdasarkan penelitian medis mengungkapkan bahwa gangguan ini merupakan penyebab utama timbulnya rasa sakit pada bagian perut sebelah kiri bawah. Biasanya penyakit ini mempengaruhi baik itu pria atau wanita.

Kolitis ulserativa merupakan gangguan inflamasi yang terjadi pada usus besar atau kolon. Yang mana gangguan ini kemudian akan mempengaruhi bagian divertikula pada saluran pencernaan.

Gangguan ini biasanya ditandai dengan gejala sakit perut, diare mengandung darah, demam, mudah lelah dan berat badan menurun.

Obstruksi usus

Obstruksi usus merupakan kondisi yang terlihat sebagai akibat karena kurangnya aliran dari makanan atau cairan melalu sistem pencernaan, sehingga dengan begitu akan menyebabkan rasa sakit pada sisi kanan bagian bawah perut.

Orang yang mengalami gangguan ini akan mengalami nyeri perut, muntah, sembelit parah dan gejala penyumbatan lainnya.

Kanker Usus Besar

Meskipun kasus ini jarang terjadi, tetapi sakit perut bagian kiri bawah bisa menjadi salah satu tanda karena adanya kanker usus besar.

Gangguan Saluran Kemih

Batu Ginjal

Rasa sakit pada perut bagian kiri bawah akan timbul ketika batu ginjal melewati saluran kemih, mulai dari ginjal ke kandung kemih. Rasa sakit perut yang timbul akan datang secara mendadak bahkan akan sangat parah. Rasa sakit kemungkinan besar akan menyebar pada daerah-daerah lainnya seperti punggung dan pingang, sakit perut kiri bawah dan pangkal paha. Gejala lain yang terlihat di antaranya yaitu, mual, muntah, demam, adanya rasa nyeri saat buang air kecil, urin berwarna merah atau merah muda, sering buang air kecil dan lain sebagainya.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih sering dikaitkan dengan rasa nyeri ketika buang air kecil atau dorongan untuk terus menerus buang air kecil. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang menyerang sistem ekresi seperti kandung kemih, ginjal, serta ureter atau uretra. Infeksi bakteri pada kandung kemih ini juga bisa menjadi penyebab rasa sakit pada perut bagian kiri bawah.

Infeksi Ginjal

Infeksi pada saluran kemih juga bisa menyebar ke ginjal kiri dan menyebabkan rasa sakit pada perut bagian kiri bawah serta akan menyebar ke bagian pangkal paha dan pinggang. Rasa sakit tidak muncul secara tiba-tiba, karena sebelumnya penderita akan menunjukan gejala-gejala terlebih dahulu seperti muntah dan demam. Seringnya buang air kecil dan menyakitkan. Bahkan terlihat adanya darah pada urin. Infeksi ginjal harus segera diobati, karena jika dibiarkan akan menyebabkan infeksi yang lebih luas serta meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada ginjal.

Kondisi Khusus Pada Wanita

Kista Ovarium Kiri

Kista yang terdapat pada ovarium jika terlalu besar akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sakit, bahkan rasa sakit tersebut akan menyebar ke bagian punggung bawah. Selain rasa sakit pada perut bagian kiri bawah, gejala lain yang ditunjukan yaitu terasa mual, muntah, menstruasi tidak teratur, dan lain sebagainya.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik juga disebut sebagai kehamilan di luar kandungan, yang mana jika terganggu maka akan menyebabkan rasa sakit pada perut kiri bawah ataupun kanan bawah.

Endometriosis

Endometriosis merupakan gangguan yang mana jaringan rahim tumbuh di luar rongga rahim. Efeknya yaitu akan terasa nyeri pada bagian perut. Selain itu, gangguan ini juga bisa menyebabkan diare, konstipasi, serta terasa nyeri saat buang air kecil atau menstruasi.

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut Bagian Kiri Bawah?

Mengatasi rasa sakit perut bagian kiri bawah tergantung pada penyebab sakit perut itu sendiri.

Jika anda sering sakit perut kiri bawah, bahkan rasa sakit tersebut sering muncul serta diiringi dengan buang air besar berdarah, muntah darah, perut terasa kaku, pendarahan jalan lahir, terasa lemas dan wajah pucat, maka usahakan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Namun, jika penyebabnya ringan bisa ditangani sendiri dengan melakukan perawatan di rumah.

Atur Pola Makan

Penyebab ringan sakit perut kiri yaitu karena kebiasaan mengkonsumsi makanan yang buruk atau pola makan yang tidak teratur. Untuk menghindari atau mengatasi sakit perut, maka sangat dianjurkan untuk melakukan diet seimbang. Selain itu, tubuh anda juga harus mendapatkan cairan yang cukup, usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air per hari. Langkah ini akan menghindari masalah sakit perut yang disebabkan karena sembelit atau gas. Hindari juga beberapa makanan yang dapat menyebabkan iritasi seperti makanan asam atau pedas.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Latihan fisik yang tidak terlalu berat seperti yoga sangat membantu merilekskan otot perut. Langkah ini bisa anda lakukan untuk meringankan sakit perut yang disebabkan karena tegang otot. Namun, ketika latihan anda harus menghindari tekanan pada daerah perut yang terasa sakit. Jika rasa sakit semakin parah, anda bisa menghindari latihan fisik ini.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi sakit perut kiri bawah. Semoga bermanfaat.

Waspada Disentri Pada Anak, Ketahui Cara Penanganannya

Disentri merupakan suatu gangguan sistem pencernaan yang bisa menyerang siapa saja.

Namun, dibandingkan dengan orang dewasa, biasanya anak-anak akan lebih rentan terserang penyakit yang satu ini.

Penyakit disentri memang sering kita dengar, namun tidak banyak yang mengetahui seperti apa penyakit yang satu ini. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit disentri justru akan menyebabkan kematian pada anak atau orang dewasa. Untuk itulah, anda sebagai orang tua harus lebih waspada terhadap penyakit yang satu ini terlebih lagi pada efek yang akan ditimbulkan terhadap kesehatan anak anda.

Disentri itu sendiri yaitu peradangan yang terjadi pada usus yang disebabkan karena usus tersebut terinfeksi oleh bakteri, sehingga menyebabkan terjadinya diare yang mengandug lendir dan darah. Pada beberapa kasus, disentri yang tidak ditangani dengan segera justru menjadi penyakit yang bisa mengancam jiwa, terlebih lagi jika penderitanya tidak bisa mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cepat.

DISENTRI PADA ANAK

Sekitar 15% seluruh diare yang dialami oleh balita adalah penyakit disentri. Pada bayi, dehidrasi yang disebabkan oleh disentri merupakan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia.

Pemberian Asi sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan disentri pada bayi. Karena seperti yang sudah dilaporkan, disentri berat pernah dialami oleh seorang bayi karena ia tidak mendapatkan ASI eklusif serta anak yang kekurangan gizi.

Penyebab Disentri

Penyebab disentri itu sendiri dikelompokan menjadi dua tipe seperti berikut:

  • Disentri basiler. Disentri basiler merupakan disentri yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri yang biasanya menginfeksi yaitu bakteri shigella. Bakteri ini merupakan penyebab disentri tersering pada bayi dan anak.
  • Disentri Amoeba. Disentri amoeba merupakan disentri yang disebabkan karena infeksi amoeba atau parasit bersel satu.

Infeksi yang disebabkan oleh kuman biasanya akan menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, melalui tangan, serta peralatan makan yang tidak dibersihkan dengan baik dan benar. Biasanya keadaan ini terjadi di daerah yang memiliki tingkat kebersihan buruk.

Tanda dan Gejala Disentri

Selain mengalami diare yang mengandung lendir dan darah, anak yang terserang disentri juga biasanya akan mengalami demam serta tenesmus. Tenesmus itu sendiri yaitu perasaan nyeri pada perut yang melilit, terlebih lagi ketika buang air besar. Nyeri perut pada anak atau bayi biasanya tidak akan terlihat dengan jelas, karena pada umumnya mereka masih belum bisa menjelaskan apa yang mereka sendiri rasakan. Mungkin tanda yang akan mereka perlihatkan yaitu, menangis, rewel atau ekspresi karena kesakitan lainnya.

Cara Penularan

Disentri itu sendiri bisa menular dengan berbagai macam cara melalui berbagai media. Seperti misalkan, anak atau bayi minum air yang sudah tercemari oleh tinja atau mengkonsumsi makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah melakukan aktivitas atau bermain di tempat yang kebersihannya kurang terjaga. Selain itu, kontak secara langsung dengan peralatan rumah tangga atau dengan orang yang terinfeksi bisa menjadi jalan masuknya bakteri atau amoeba yang menjadi penyebab disentri. Penularan dengan cara ini biasanya akan terjadi di daerah padat penduduk atau daerah yang kebersihannya kurang terjaga.

Pada umumnya disentri dialami oleh anak ketika dalam masa balita, yang mana masa tersebut merupakan masa bermain.

Komplikasi Disentri

Komplikasi biasanya akan terjadi karena adanya faktor resiko pada penderita seperti misalkan, anak yang tidak mendapatkan ASI, dalam 6 bulan terakhir menderita campak atau anak yang mengalami gizi buruk.

Awal terjadinya komplikasi yaitu, dinding usus mengalami pelunakan sehingga dengan begitu bakteri shigella dengan mudah menginvasi lebih jauh ke dalam. Luka yang timbul pada usus besar akan semakin bertambah parah, yang mana bertambah parahnya luka tersebut disebabkan karena tercemar oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat di usus besar. Keadaan seperti ini akan memicu terjadinya pecah usus, sehingga pendarahan hebat pun akan terjadi.

Racun yang diproduksi oleh bakteri penyebab disentri akan membuat kerja paristaltik usus menjadi melemah. Selain itu, usus pun akan membesar, keadaan ini bisa dilihat dengan membesarnya perut penderita. Jika racun yang diproduksi oleh bakteri disentri tersebut sampai ke otak, maka anak akan mengalami kejang-kejang, bahkan beresiko mengalami radang otak.

Pada disentri amoeba atau disentri yang disebabkan oleh amoeba, kuman yang ada di dalam tubuh bisa sampai menjalar ke hati, serta akan menyebabkan terbentuknya kumpulan nanah atau yang lebih sering disebut dengn abses. Penyakit disentri hingga menimbulkan komplikasi seperti ini bisa terjadi dalam waktu yang cukup singkat, yakni sekitar seminggu. Oleh karena itu, agar disentri yang terjadi pada anak tidak semakin parah atau fatal, maka sangat dianjurkan untuk menggalakan pemberian ASI, memberikan imunisasi terlebih lagi imunisasi campak, dan memperbaiki gizi.

Cara Mengobati Disentri Pada Anak

Disentri pada anak bisa diobati agar tidak bertambah parah. Biasanya pengobatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan obat disentri yang mampu membunuh bakteri atau kuman yang menjadi penyebab disentri.

Biasanya dokter atau pihak medis akan memberikan antibiotik tertentu. Untuk mengetahui jenis obat apa yang akan diberikan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan sebagai langkah untuk mengetahui ketahanan kuman dan jenis disentri apa yang dialami. Jika obat yang diberikan tidak disesuaikan, kuman yang menjadi penyebab disentri lebih kebal maka komplikasi akan mudah terjadi.

Cara Penanganan di Rumah

Perawatan yang tepat sangat dianjurkan untuk anak yang menderita disentri. Dianjurkan untuk memberikan makanan bertekstur lunak, tidak merangsang, mudah dicerna, serta mengandung protein tinggi kepada anak yang menderita disentri sebagai langkah penyembuhan.

Yang harus diperhatikan oleh para orang tua setelah melakukan pengobatan terhadap anak yaitu memperhatikan  kondisi anak secara bertahap. Apakah keadaannya semakin membaik atau justru bertambah buruk. Penderita disentri bisa dikatakan membaik jika suhu tubuhnya kembali normal seperti semula, darah yang dikeluarkan pada tinja akan semakin berkurang atau tidak ada sama sekali, tidak lagi merasa sakit perut, frekuensi buang air besar berkurang, serta nafsu makan anak menjadi membaik.

Sedangkan keadaan dikatakan menjadi lebih buruk jika anak terlihat lemas dan lesu, kesadaran anak menurun, perut kembungnya tidak kunjung mengecil, tidur terus menerus, darah yang dikeluarkan saat buang air besar semakin banyak, buang angin terhambat, suhu tubuh tinggi tidak kunjung turun dan lain sebagainya. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, maka anak yang menderita disentri harus kembali di bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Cara mencegah agar anak tidak mengalami penyakit disentri bisa dilakukan dengan sederhana. Anda sebagai orang tua harus menjaga kebersihan diri anak anda serta kebersihan lingkungannya. Untuk kebersihan diri dimulai dengan rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air setelah memegang benda kotor serta setelah dan sebelum makan, atau setelah buang air besar.

Demikian penjelasan mengenai disentri dan cara penanganan disentri pada anak. Semoga bermanfaat. 

Penyakit Disentri, Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya

Apakah anda pernah mengalami susah buang air besar, yang mana kotoran yang anda keluarkan berupa darah dan lendir, atau bahkan mengalami diare dengan tinja bercampur darah?

Jika pernah, apa yang anda alami tersebut mungkin saja penyakit disentri. Penyakit disentri merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi karena peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut serta buang air besar secara berulang-ulang yang mana akan menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan banyak cairan.

Di Indonesia sendiri gangguan sistem pencernaan yang satu ini sering terjadi bahkan selalu muncul dalam sepanjang tahun. Namun, jumlah penderita penyakit yang satu ini masih belum diketahui secara pasti karena penyakit ini secara resmi belum tercatat. Faktor yang menyebabkan disentri yang paling kuat di Indonesia yaitu karena makanan dan minuman yang terkontaminasi atau kurang terjaganya kebersihan.

PENYAKIT DISENTRI

Penyakit disentri harus kita waspadai, karena penyakit ini bisa menyerang segala usia. Selain orang dewasa, anak-anak dan balita pun bisa diserangnya. Agar kita bisa mencegah penyakit ini, maka tidak ada salahnya jika kita mengetahui penyakit ini lebih lanjut, baik itu penyebab, gejala dan cara penanganannya.

Apa Penyebab Penyakit Disentri?

Berdasarkan penyebabnya, penyakit disentri dibedakan menjadi dua tipe seperti berikut ini:

Disentri Basiler

Disentri basiler merupakan penyakit disentri yang pada umumnya disebabkan karena penderita terinfeksi bakteri. Bakteri yang biasanya menjadi penyebab disentri paling sering terlebih lagi pada anak-anak atau bayi yaitu bakteri shigella.

Bakteri shigella biasanya akan menyebar karena tidak terjaganya kebersihan, seperti misalkan tidak menjaga kebersihan tangan setelah diare. Ketika kita menyentuh benda atau bagian tubuh orang lain yang terkontaminasi oleh bakteri, maka kita pun bisa ikut terinfeksi.

Apabila bakteri tersebut masuk ke dalam mulut, maka ia akan turun ke saluran pencernaan lainnya seperti usus yang nantinya akan menyerang sel yang melapisi usus besar. Bakteri tersebut kemudian akan berkembang biak, membunuh sel-sel serta akan menjadi penyebab penyakit disentri.

Disentri basiler juga bisa menyebar melalui makanan, yang mana makanan tersebut sebelumnya telah terkontaminasi oleh tinja atau kotoran manusia serta makanan yang cara pengolahannya tidak benar atau masih mentah. Biasanya jangka waktu seseorang terkontaminasi bakteri sampai munculnya gejala yaitu sekitar 1-7 hari.

Disentri Amoeba

Disentri amoeba merupakan penyakit disentri yang disebabkan oleh infeksi amoeba atau parasit bersel satu. Disentri amoeba sering ditemukan di daerah tropis, seperti halnya Indonesia.

Amoeba yang ada di dalam tubuh penderita dan siap keluar akan berkumpul serta dilindungi oleh pelapis, yang mana kumpulan amoeba ini disebut dengan kista. Kista tersebut akan keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran atau tinja. Kumpulan amoeba atau kista tersebut masih bisa bertahan hidup meskipun di luar tubuh manusia. Apabila kebersihan kurang terjaga, maka amoeba-amoeba tersebut akan mengkontaminasi daerah yang berada di sekitarnya, termasuk air atau makanan.

Jika air atau makanan yang terkontaminasi tinja yang mengandung kista tersebut dikonsumsi oleh seseorang, maka ia akan terinfeksi.

Amoeba yang masuk ke dalam mulut akan turun ke perut. Setelah dari perut, amoeba-amoeba tersebut akan turun ke usus. Ketika di usus dinding pelapisnya akan pecah, dan amoeba-amoeba tersebut akan lepas serta menyebabkan infeksi.

Apa Gejala Disentri?

Gejala Disentri Basiler

Gejala umum disentri basiler yaitu sakit perut ringan serta mengalami diare yang mengandung darah. Yang mana keadaan ini biasanya terjadi selama 1-7 hari setelah terinfeksi. Gejala ini biasanya akan terjadi selama 3-7 hari. Namun, dalam kasus-kasus parah gejalanya meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Mengalami diare dengan kotoran mengandung darah dan lendir
  • Demam tinggi dengan suhu sekitar 38 derajat celcius
  • Mengalami kram perut
  • Rasa sakit pada perut yang tidak tertahankan

Penyakit disentri yang parah pada umumnya akan berujung pada dehidrasi. Keadaan ini harus diwaspadai terutama jika menyerang anak-anak.

Gejala Disentri Amoeba

Disentri amoeba biasanya tidak menampakan gejala. Namun jika ada, gejala yang terlihat seperti berikut:

  • Muntah
  • Sakit perut
  • Terasa mual
  • Adanya pendarahan pada anus
  • Diare dengan kotoran mengandung darah dan lendir
  • Nafsu makan hilang
  • Berat badan menurun
  • Demam

Gejala ini akan terlihat setelah 10 hari penderita terinfeksi oleh amoeba.

Bagaimana Cara Menangani Penyakit Disentri?

Pengobatan Disentri Basiler

Pengobatan penderita disentri basiler baik itu tingkat menengah sampai tingkat parah biasanya akan dianjurkan untuk minum antibiotik.

Ada beberapa jenis antibiotik yang akan dianjurkan dokter untuk mengobati disentri basiler, tergantung dengan daya tahan kuman terhadap antibiotik itu sendiri. Jika daya tahan kuman kuat terhadap antibiotik yang diberikan, maka itu berarti obat tersebut tidak mampu membunuh bakteri-bakteri yang menjadi penyebab disentri ini. Dokter biasanya tidak akan memberikan antibiotik pada penderita disentri basiler ringan.

Untuk mengetahui antibiotik apa saja yang cocok untuk mengobati disentri besiler, anda bisa berkonsultasi pada dokter atau apoteker.

Pengobatan Disentri Amoeba

Biasanya orang yang menderita disentri amoeaba akan diberikan antibiotik bernama metronidazol. Ketika itu dokter yang menangani mungkin akan memberi tahu seberapa lama penderita harus mengkonsumsi obat tersebut. Selain antibiotik tersebut, antibiotik lain yang biasanya diberikan oleh dokter yaitu tinidazol.

Setelah meminum antibiotik tersebut, biasanya penderita akan diberi obat pemusnah kista amoeba yang memiliki daya tahan tinggi.

Penyakit disentri jika tidak diobati dengan segera akan menyebabkan dehidrasi parah. Dehidrasi yang cukup parah atau berat akan menyebabkan syok atau bahkan mengancam nyawa. Jika anda atau keluarga anda menunjukan gejala dehidrasi berat seperti lesu, kebingungan, kehilangan kesadaran dan kulit terasa dingin, maka tindakan yang harus anda lakukan yaitu segera mungkin membawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atau penangan medis.

Bagaimana Cara Mencegah Disentri?

Menjaga kebersihan memiliki peranan penting sebagai langkah untuk mencegah disentri. Penyakit ini selain berdampak pada penderita juga akan menyebar pada orang-orang yang ada di sekitarnya.  Ada beberapa langkah lainnya yang harus anda lakukan untuk mencegah disentri seperti berikut:

  • Rajin mencuci tangan, baik itu sebelum atau setelah makan, setelah menggunakan toilet atau setelah menyentuh hewan peliharaan.
  • Konsumsi makanan yang dimasak dengan benar atau sampai benar matang.
  • Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi
  • Jauhi makanan yang anda rasa kebersihannya tidak terjamin.
  • Pisahkan makanan yang mentah dengan makanan yang matang.

Jika anda atau keluarga anda sudah terkena disentri, maka ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah agar tidak menular pada orang-orang yang ada di sekitar.

  • Anjurkan penderita untuk selalu mencuci tangan baik itu sebelum makan atau ketika menyiapkan makanan.
  • Bersihkan toilet setelah penderita disentri menggunakannya.
  • Tidak memakai handuk atau peralatan makan yang sama dengan penderita.
  • Penderita dianjurkan untuk tidak keluar rumah minimal dua hari setelah mengalami diare terakhir.

Itulah penjelasan lebih lanjut mengenai disentri. Semoga bermanfaat.

Sering Merasa Mual dan Muntah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mual adalah salah satu gejala yang mungkin sering kita jumpai dan kita alami.

Sering kali mual diartikan sebagai perasaan yang tidak nyaman pada bagian atas perut, sehingga dengan begitu akan menimbulkan perasaan ingin muntah. Sedangkan muntah, yaitu kondisi dimana semua lambung keluar melalui mulut. Ketika muntah bisa berupa cairan yang bercampur dengan makanan maupun hanya cairan lambung saja.

Muntah terjadi melalui mekanisme yang sangat kompleks. Muntah terjadi dikontrol oleh pusat muntah yang mana letaknya berada pada susunan saraf pusat otak. Muntah akan terjadi apabila terdapat kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pada pusat muntah tersebut kemudian akan dilanjutkan ke diafragma, atau sekat yang terletak di antara dada dan perut serta otot lambung. Hal ini kemudian akan mengakibatkan tekanan dalam perut, tepatnya pada lambung, sehingga akan mengakibatkan isi lambung keluar melalui mulut.

Mual dan muntah merupakan gejala, bukan sebuah penyakit yang berdiri sendiri. Untuk itulah, mual dan muntah biasanya disebabkan oleh berbagai macam kondisi medis tertentu. Selain itu, kondisi ini merupakan upaya tubuh untuk membuang materi yang berbahaya.

Penyebab mual dan muntah adalah penting untuk diketahui, guna mencari cara mengatasi mual dan muntah dengan tepat.

MUAL dan Muntah

Apa Saja Penyebab Mual dan Muntah?

Penyakit gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi pada usus ataupun perut yang mana diakibatkan oleh beberapa jenis virus tertentu. Penyakit yang satu ini merupakan penyebab paling umum mengapa seseorang mual dan ingin muntah. Selain menyebabkan mual dan muntah, penyakit yang satu ini juga biasanya menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami diare. Namun, selain itu mual dan muntah juga bisa menjadi tanda awal kehamilan.

Beberapa obat-obatan tertentu nyatanya bisa menjadi penyebab seseorang merasa mual dan muntah. Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mual dan muntah.

  • Penyakit gastroenteritis atau keracunan makanan
  • Radang usus buntu
  • Mual awal kehamilan
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras
  • Mabuk perjalanan, baik darat, laut ataupun udara
  • Terlalu banyak asupan makanan
  • Reaksi terhadap bau atau aroma tertentu
  • Adanya infeksi pada kandung kemih
  • Kadar gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Adanya infeksi ginjal atau batu ginjal
  • Saluran pencernaan, batu empedu atau hernia terhambat
  • Penyakit asam lambung
  • Obat-obatan tertentu
  • Serangan jantung
  • Telinga mengalami infeksi
  • Efek samping kemotrapi
  • Tumor otak
  • Gegar otak atau mengalami cedera pada bagian otak lainnya

Itulah beberapa penyebab mual dan muntah, namun khususnya pada anak ada beberapa kondisi yang menyebabkan mual dan muntah seperti berikut ini:

  • Infeksi virus
  • keracunan makanan
  • Terlalu banyak asupan makanan
  • Mabuk perjalanan
  • Sistem pencernaan terhambat
  • Batuk
  • Adanya reaksi alergi terhadap susu atau yag lainnya

Masalah yang akan timbul karena diakibatkan oleh mual dan muntah yang paling parah yaitu dehidrasi. Bahkan kondisi ini akan lebih parah apabila dialami oleh anak-anak, terlebih lagi jika mereka juga mengalami diare.

Waktu seseorang mengalami mual dan muntah sebenarnya bisa menunjukan penyebabnya. Apabila mual muncul tidak lama setelah makan, maka sudah dipastikan bahwa penyebabnya yaitu keracunan makanan, maag, gastritis dan lain sebagainya.

Selain itu, mual yang muncul sekitar 1 sampai 8 jam setelah makan juga disebabkan oleh keracunan makanan, yang mana makanan tersebut mengandung jenis bakteri tertentu seperti salmonella.

Bahkan mual dan muntah secara terus menerus yang dialami oleh ibu hamil, akan membahayakan nyawa ibu hamil itu sendiri dan janin yang dikandungnya. Hal ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan mineral dan cairan di dalam tubuh.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

  • Meskipun mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, tapi dalam keadaan tertentu anda harus pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut seperti di bawah:
  • Ketika muntah, semua yang dikeluarkan berwarna hijau. Itu artinya mengandung cairan empedu. Kondisi ini bisa menadakan adanya hambatan pada sistem atau saluran pencernaan.
  • Adanya darah pada muntahan. Dimana darah yang dikeluarkan biasanya berwarna merah terang atau seperti kopi.
  • Adanya rasa sakit pada bagian dada.
  • Disertai dengan sakit kepala yang teramat sakit, serta leher terasa kaku.
  • Denyut jantung menjadi lebih cepat.
  • Terasa lelah.
  • Merasa kebingungan dan kesadaran mulai berkurang.
  • Muntah-muntah parah selama kurang lebih 24 jam.
  • Adanya gejala atau tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, rasa haus yang berlebihan, urin berwarna gelap, buang air kecil sedikit, pusing ketika beranjak dari duduk.

Keadaan atau gejala darurat antara anak dan orang dewasa memiliki perbedaan. Dimana anda bisa membawa anak anda ke dokter apabila menunjukan atau mengalami hal-hal di bawah ini.

  1. Apabila bayi dan anak di bawah enam tahun mengalami muntah dalam waktu yang cukup lama atau beberapa jam, yang disertai dengan tanda-tanda dehidrasi, disertai dengan diare, dan demam. Mereka juga tidak buang air kecil selama enam jam.
  2. Apabila anak enam tahun atau di atas enam tahun yang muntah lebih dari satu hari yang disertai dengan gejala dehidrasi, diare, demam atau bahkan kurang atau tidak buang air selama enam jam.
  3. Apabila anak tidak bisa menyimpan cairan selama delapan jam.

Cara Mengobati Mual dan Muntah

Mengingat bahaya yang akan ditimbulkan karena gejala mual dan muntah, maka diperlukan cara untuk mengatasinya dengan tepat.

Berikut ini cara mengobati mual dan muntah:

  • Lebih banyak minum air. Minuman dengan sari jahe juga bisa meredakan mual yang terjadi.
  • Minum larutan penambah cairan tubuh atau oralit guna menghindari dehidrasi.
  • Hentikan konsumsi obat melalui mulut. Namun, sebelum menghentikan obat-obatan tersebut anda harus bertanya terlebih dahulu pada dokter.
  • Apabila mual dan muntah disebabkan karena penyakit kanker, maka dokter akan menyarangkan kepada penderita obat-obatan tertentu disesuaikan dengan kondisi. Sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat tertentu, akan lebih baiknya apabila anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui manfaat dan resikonya.
  • Pada wanita hamil, bisa menjauhi makanan atau bau-bau tertentu yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
  • Hindari makanan yang sulit dicerna.
  • Makan dengan perlahan atau pelan.
  • Jangan berbaring setelah makan.
  • Makan ketika anda merasa tidak mual.
  • Untuk mencegah dehidrasi yang terjadi, anda bisa minum air sebanyak 1,5 sampai 2 liter. Kecuali apabila anda dilarang terlalu banyak minum air karena kondisi medis yang lainnya.
  • Anda bisa mengkonsumsi makanan yang dingin apabila merasa mual karena aroma makanan yang panas.

Selain itu, ketika mual dan muntah menyerang anda juga bisa mencegahnya dengan minum minuman bercita rasa manis, seperti jus buah atau soda. Anda juga harus menghindari minuman yang tinggi akan kadar asamnya, seperti jus buah atau jeruk bali. Mengurangi aktivitas setelah makan dapat mengurangi resiko anda mengalami muntah.

Sedangkan pada anak-anak, upaya untuk mengurangi resiko mual dan muntah yaitu dengan mencegah mereka makan sambil bermain. Untuk menghindari mabuk perjalanan, posisikan tempat duduk mereka paling depan atau menghadap kaca.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi mual dan muntah. Semoga bermanfaat. 

Gejala dan Cara Mengobati Radang Usus

Usus merupakan salah satu organ dalam sistem pencernaan.

Sama dengan organ lainnya, usus pun rentan mengalami gangguan, masalah atau penyakit. Dimana salah satu gangguan yang menyerang usus yakni terjadinya peradangan. Radang usus yaitu keadaan dimana usus mengalami peradangan atau inflamasi. Radang usus buntu itu sendiri pada dasarnya terbagi menjadi dua, yakni penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Yang mana kedua kondisi ini diakibatkan karena adanya peradangan kronis pada sistem pencernaan. Kondisi seperti ini muncul apabila adanya reaksi yang keliru terhadap jaringan pada sistem pencernaan yang sehat dan normal.

Penyakit Crohn merupakan peradangan yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan secara umum, dari mulai mulut sampai ke anus. Sedangkan kolitis ulseratif yaitu peradangan yang hanya terbatas pada kolon atau usus besar.

Untuk mengenal lebih jauh akan penyakit yang satu ini, anda harus mengetahui beberapa gejala yang ditumbulkan. Berikut gejala radang usus.

RADANG USUS BUNTU

Gejala Radang Usus

Radang usus merupakan penyakit jangka panjang, yang mana gejalanya akan muncul dan hilang selama beberapa waktu. Biasanya tingkat keparahan yang muncul tergantung pada bagian apa saja yang mengalami peradangan. Ada beberapa gejala yang umum terjadi seperti di bawah.

  • Adanya penurunan berat badan, adanya penurunan berat badan ini terjadi karena usus tidak bisa mencerna dan menyerap makanan dengan baik.
  • Nafsu makan menjadi berkurang.
  • Terasa nyeri atau sakit pada bagian perut, peradangan atau luka yang terjadi dapat mempengaruhi gerak usus sehingga akan menimbulkan rasa nyeri.
  • Mual dan muntah.
  • Mengalami diare, gejala ini merupakan gejala radang usus yang paling sering dialami.
  • Mengalami demam dan lelah, banyak penderita radang usus juga mengalami demam dan lelah.
  • Terdapat darah pada feses, baik itu terlihat sebagai darah merah segar atau merah gelap, atau bahkan samar dan tidak terlihat sama sekali.

Perlu anda ketahui, bahwa gejala yag muncul pada setiap orang tidaklah sama. Kondisi seperti ini akan datang ataupun pergi dalam jangka waktu yang lama. Ketika kambuh, gejala yang timbul bisa ringan atau bahkan sangat parah.

Selain gejala, anda juga harus tahu apa saja faktor yang menyebabkan radang usus seperti di bawah.

Penyebab Radang Usus

Sampai saat ini, penyebab radang usus itu sendiri masih belum diketahui secara pasti. Diketahui, pola makan yang tidak baik serta keadaan seseorang berdasarkan tingkat stres bisa menjadi penyebab radang usus, namun penyebab tersebut bukanlah penyebab utama.

Bahkan menurut para ahli adanya tindakan yang tidak normal terhadap kekebalan tubuh seseorang bisa memicu penyakit yang satu ini. Dimana sistem kekebalan tubuh itu sendiri terdiri dari berbagai macam sel dan protein. Sistem kekebalan tubuh ini biasanya akan melindungi tubuh dari serangan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Dimana setelah infeksi tersebut dituntaskan, maka sistem kekebalan tubuh pun akan berhenti.

Pada orang yang menderita penyakit radang usus, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi berlebihan terhadap bakteri normal yang ada di dalam saluran pencernaan. Sistem kekebalan tubuh tersebut akan menyerang organ sistem pencernaan, sehingga akan menyebabkan terjadinya peradangan serta akan muncul gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

Selain penyebab di atas, faktor keturunan pun memiliki pengaruh terhadap munculnya radang usus. Bahkan resiko seseorang akan lebih besar mengalami radang usus apabila ada keluarga dekat yang juga menderita.

Diketahui ada beberapa faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya radang usus.

  • Obat anti inflamasi non-steroid atau OAINS. Diketahui, beberapa obat-obatan tertentu yang masuk ke dalam kelompok OAINS dapat meningkatkan terjadinya resiko seseorang mengalami radang usus, seperti misalkan diclofenac, naproxen dan ibuprofen.
  • Merokok. Merokok meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit Crohn.

Cara Mendiagnosa Radang Usus

Ketika anda mengalami gejala-gejala radang usus buntu yang sudah disebutkan tadi, maka sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter. Dimana ketika itu dokter akan melakukan serangkaian tes guna memastikan diagnosis radang usus.

Di bawah ini beberapa tes yang akan dokter lakukan sebagai cara untuk mendiagnosa radang usus.

Prosedur Endoskopi

Prosedur endoskopi merupakan pemeriksaan yang mana dokter akan melihat bagian dalam dari sistem pencernaan, serta akan diambil sampel jaringan yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.

Tes Darah

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui apakan tubuh penderita mengalami anemia atau adanya infeksi karena bakteri dan virus. Selain itu, tinja juga akan diteliti untuk mengetahui apakah ada darah.

Tes Pencitraan

Selain tes di atas, biasanya tes pencitraan pun akan dilakukan. Dimana beberapa tes pencitraan yang biasanya dilakukan yaitu, CT sacn, X-ray, MRI dan tes pencintraan sistem pencernaan.

Cara Mengobati Radang Usus

Pengobatan yang dilakukan terhadap radang usus sebenarnya bukan pengobatan untuk benar-benar menyembuhkan, karena pengobatan yang dilakukan biasanya untuk mengurangi gejala yang muncul serta mencegah gejala tersebut kambuh. Hal ini disebabkan karena sampai saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan secara total radang usus. Biasanya untuk gejala ringan yang ditunjukan, tidak akan atau tidak memerlukan pengobatan. Karena gejala ringan yang ditimbulkan biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Selain untuk meredakan gejala yang muncul, pengobatan juga dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi. Penanganan yang dilakukan sebagai bentuk pengobatan yaitu berbentuk terapi, obat-obatan atau operasi.

Ada beberapa obat yang akan diberikan untuk mengatasi radang usus seperti di bawah.

Obat Imunosupresan

Obat ini memiliki fungsi untuk menghalangi sistem kekebalan tubuh yang membahayakan dan merusak. Obat yang satu ini juga akan menghalangi atau mencegah inflamasi yang akan terjadi. Biasanya untuk beberapa orang akan merasa lebih baik apabila mengkonsumsi obat kombinasi dibandingkan dengan satu jenis obat saja.

Obat Anti Inflamasi Non–Steroid (OAINS)

Obat ini biasanya akan diberikan pada penderita ketika pertama kali sebagai obat untuk mengatasi radang usus. Yang mana obat ini memiliki fungsi untuk mengurangi inflamasi.

Antibiotik

Obat yang satu ini akan diberikan sebagai tambahan obat lainnya, terlebih lagi apabila terjadi infeksi.

Obat Lainnya

Selain obat-obatan yang sudah disebutkan di atas, ada obat-obatan lainnya yang bisa mengatasi gejala yang muncul karena radang usus. Untuk mengkonsumsi obat tertentu, anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Penggunaan obat-obatan yang sudah disebutkan di atas harus sesuai dengan resep dari dokter. Apabila pemberian obat di atas tidak bisa meringankan gejala radang usus, mungkin akan dilakukan tindakan selanjutnya seperti operasi. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang terbilang cukup parah tidak akan merespon pemberian obat-obatan tersebut. Bagian usus besar yang mengalami peradangan parah akan diangkat dengan jalan operasi.

Sedangkan pada penderita penyakit Crohn, operasi yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat bagian yang rusak, serta akan menyembuhkan saluran pencernaan tertentu yang sudah rusak.

Itulah gejala dan cara mengobati radang usus. Semoga bermanfaat.

Waspada Penyakit Usus Buntu Pada Anak Lebih Beresiko

Usus buntu di dalam tubuh manusia memiliki peranan untuk ikut dalam mengendalikan infeksi di dalam tubuh, karena jaringan usus buntu terdiri dari jaringan limfoid.

Letak usus buntu yaitu di antara usus halus dan usus besar, lebih tepatnya di sebalah kanan bawah perut. Ukuran usus buntu sebesar dan sepanjang jari telunjuk kita. Dimana sesuai dengan namanya, ujung usus ini membuntu sehingga dengan begitu sangat rentan akan penyakit atau masalah-masalah lainnya. Dengan bagian pangkal yang kecil sangat mudah terjadi penyumbatan yang diakibatkan oleh berbagai hal.

Penyakit usus buntu atau apendisitis merupakan penyakit yang terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan.

Penyakit yang satu ini bisa menimpa siapa saja. Selain orang dewasa, anak-anak bahkan balita pun bisa mengalaminya. Pada anak-anak, biasanya  paling sering menimpa anak berusia 4-15 tahun.

 USUS BUNTU PADA ANAK

Gejala Usus Buntu Pada Anak

Sebagai orang tua, maka sangat penting untuk mengetahui apa saja gejala yang akan terlihat jika anak-anak mengalami radang usus buntu. Sehingga setelah anda mengetahuinya, anda bisa langsung menghubungi pihak medis agar mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Gejala yang ditunjukan pada anak di bawah 2 tahun yaitu, terasa sakit di bagian bawah, perut membesar atau kembung dan muntah.

Namun, pada anak yang usianya lebih tua biasanya gejala awal yang ditunjukan yaitu terasa sakit di bagian perut sekitar pusar. Bahkan ketika melakukan gerakan tubuh, rasa sakit akan semakin parah.

Selain gejala umum yang sudah disebutkan di atas, penyakit usus buntu pada anak juga disertai dengan gejala-gejala lainnya seperti di bawah ini.

  • Enggan untuk makan
  • Mengalami muntah
  • Diare
  • Sakit perut seperti yang sudah disebutkan di atas
  • Mengalami demam ringan
  • Bahkan anak akan mengalami demam tinggi apabila usus buntu sampai pecah

Apabila anak anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, maka segera mungkin anda harus membawa anak anda pergi ke dokter. Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya radang usus buntu, namun dengan dilakukannya tes yang canggih, serta penggunaan antibiotik tertentu, kebanyakan kasus peradangan ini bisa diidentifikasi serta diobati tanpa  adanya komplikasi.

Resiko Usus Buntu Pada Anak

Penyebab pasti radang usus buntu sebenarnya masih belum jelas. Namun, penyebab yang paling sering disebut yaitu karena masuknya kotoran yang berisikan kuman atau cacing. Kotoran-kotoran tersebut terperangkap pada usus buntu, sehingga dengan begitu peradangan akan terjadi.

Sakit yang dirasa biasanya akan bermula dari ulu hati hingga beberapa hari lamanya. Kemudian, rasa sakit akan berpindah ke bagian bawah kanan perut, sehingga akhirnya akan menetap di sana. Untuk lebih memastikan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti tes darah, yang mana tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah ada peningkatan leukosit/sel darah putih atau tidak. Yang mana adanya peningkatan leuktosit merupakan tanda terjadinya infeksi.

Peradangan usus buntu akut bisa berkembang menjadi peradangan yang kronis, bahkan akibatnya akan sangat fatal apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik. Bisa juga terjadi abses atau pernanahan, kebocoran yang terjadi pada dindingnya, serta adanya penyebaran infeksi ke bagian perut atau bahkan hingga ke seluruh tubuh.

Biasanya radang usus buntu lebih sering menyerang orang dewasa. Namun, meskipun begitu bukan berarti jika anak-anak akan aman dari gangguan yang satu ini. Bahkan, meskipun jarang terkena tetapi peradangan usus buntu pada anak memiliki resiko yang lebih tinggi. Ketika anak-anak terserang, kondisinya akan lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa. Rongga perut biasanya dilengkapi dengan tabir pelindung infeksi, yang mana rongga pelindung tersebut pertumbuhannya belum sempurna pada anak-anak. Oleh sebab itu, akibatnya ketika anak-anak terserang radang usus buntu, maka resikonya akan lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu, radang usus buntu pada anak juga biasanya akan lebih sulit untuk dideteksi. Ketika dilakukan pemeriksaan, dokter akan kebingungan atau kesulitan dalam membedakan antara rasa sakit dan tidak, terlebih lagi pada anak balita.

Bahaya Jika Usus Buntu Pecah

Radang usus buntu sebenarnya dibedakan menjadi dua, yang mana bisa seluruh usus buntu mengalami peradangan atau hanya bagian pangkal saja yang mengalami penyumbatan. Apabila bagian pangkal usus buntu mengalami penyumbatan oleh sisa makanan atau apapun dan tidak bisa keluar, serta membusuk maka akan terjadi infeksi. Apabila tidak segera ditangani, maka keadaan seperti ini akan menjadi semakin parah. Bahkan peradangan yang terjadi bisa saja mengalami perforasi atau pecah. Jika sampai pecah, maka peradangan bukan terjadi hanya pada bagian itu saja, melainkan akan menyebar ke seluruh rongga perut dan akibatnya akan sangat fatal.

Pecahnya usus buntu akan terjadi apabila adanya radang berat, yang mana disusul dengan pecahnya pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan usus buntu. Seperti yang kita ketahui, aliran darah tersebut membawa oksigen dan sari-sari makanan, sehingga dengan begitu jaringannya akan menjadi rapuh atau bahkan mati, yang disusul dengan pecahnya usus buntu.

Langkah Pengobatan Usus Buntu Pada Anak

Radang usus buntu biasanya paling sering dilakukan operasi untuk membuang atau mengangkat usus buntu itu sendiri. Dalam beberapa kasus, operasi ini berlangsung tidak lama setelah seseorang dinyatakan terserang penyakit ini.

Biasanya sebelum melakukan operasi, anak penderita usus buntu akan diberikan obat, yang mana tujuannya yaitu agar mereka tertidur. Sehingga dengan begitu tidak akan merasakan sakit ketika operasi berlangsung, biasanya operasi memakan waktu selama 1 jam.

Setelah Dilakukan Operasi Usus Buntu

Usus Buntu Belum Pecah

Apabila usus buntu anak masih belum pecah, maka anak tersebut akan dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari lamanya setelah menjalankan operasi. Apabila pada saat itu anak merasa sehat, maka aktivitas seperti biasanya akan dimulai dengan perlahan. Selain itu, ia juga dianjurkan untuk melakukan kontrol setelah 3 sampai 5 hari. Yang mana hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses penyembuhan berjalan dengan baik. Bahkan sekitar 2 sampai 3 minggu setelah menjalankan operasi, anak harus diperiksa ulang untuk mengetahui kondisinya.

Usus Buntu Sudah Pecah

Apabila usus buntu sudah pecah, maka anak penderita usus buntu tersebut harus dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama atau sekitar 5 hari. Selama masa pemulihan, anak tersebut akan mendapatkan infus atau antibiotik, bahkan tidak diperbolehkan untuk makan dan minum setelah operasi.

Pada kondisi seperti ini, memerlukan tabung selang yang dipasang melewati hidung untuk ditujukan ke lambung. Fungsinya yaitu, menjaga perut anak agar tetap kosong, mencegah muntah dan memungkinkan agar usus ini beristirahat. Apabila anak sudah siap untuk makan dan minum, maka selang itu pun akan dilepas.

Mengetahui radang usus buntu pada anak sangat beresiko, maka anda sebagai orang tua harus memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak anda sendiri. Semoga bermanfaat.

Penyakit Usus Buntu, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Sistem pencernaan merupakan satu kesatuan organ yang berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Sistem pencernaan terdiri dari beberapa organ, dimana salah satunya yaitu usus buntu. Usus buntu merupakan organ yang memiliki bentuk seperti tabung kecil serta tipis dengan ukuran kira-kira 5-10 cm yang terhubung pada tempat tinja terbentuk atau usus besar. Pengangkatan usus buntu ini sebenarnya tidak akan mempengaruhi kesehatan. Namun, jika usus buntu tersebut mengalami pembengkakan serta peradangan, maka penyakit usus buntu atau yang dikenal dengan apendisitis ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang cukup serius.

Apendistis atau penyakit usus buntu ini merupakan penyakit yang sering dan paling umum ditemukan pada kalangan muda yang berusia antara 10-20 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan jika penyakit ini dapat menyerang siapa saja dari berbagai jenis usia lainnya.

Lantas Apa Saja Gejala Penyakit Usus Buntu?

Sakit perut merupakan gejala yang mengindikasikan penyakit yang satu ini, dimana sakit perut yang dirasa biasanya berawal dari perut bagian tengah. Awalnya sakit perut yang dirasa biasanya datang dan pergi. Setelah beberapa jam kemudian, rasa sakit yang dirasa akan berpindah pada bagian perut sebelah kanan bawah, tepatnya tempat dimana usus buntu tersebut berada. Bahkan rasa sakit akan semakin parah dan terus menerus terasa.

Selain itu, rasa sakit pun akan menjadi semakin parah apabila adanya penekanan pada bagian tersebut atau ketika anda batuk dan berjalan. Ada beberapa gejala lain yang biasanya menyertai seperti di bawah ini:

  • Pembengkakan pada perut.
  • Nafsu makan hilang.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Adanya pembengkakan pada perut.
  • Mengalami konstipasi atau diare.
  • Adanya rasa sakit saat buang air kecil.
  • Mengalami demam.
  • Mengalami kram pada bagian perut.

Penyakit usus buntu pun seringkali disangka sebagai penyakit lainnya, misalkan konstipasi biasa, keracunan makanan, sindrom iritasi usus yang parah, serta infeksi saluran kemih. Bahkan wanita masih muda biasanya menganggap bahwa penyakit ini berhubungan dengan keadaan kandungan, seperti nyeri karena menstruasi atau karena kehamilan ektopik.

Ketika anda mengalami sakit perut yang perlahan-lahan semakin parah, maka anda harus segera berkonsultasi pada dokter. Apabila sakit perut yang dirasa semakin parah dan sampai menyebar ke seluruh bagian perut, maka ini tandanya bahwa kemungkinan usus buntu pecah yang mana dapat menyebabkan peritonitis atau infeksi yang cukup serius pada lapisan perut bagian dalam.

Apa Penyebab Penyakit Usus Buntu?

Penyebab dari penyakit yang satu ini sebenarnya belum diketahui secara pasti, sehingga dengan begitu pencegahannya pun masih belum diketahui. Namun, diperkirakan penyababnya diakibatkan karena pintu masuk menuju usus buntu tersumbat. Hal-hal yang dapat menyumbat yaitu:

  • Tinja.
  • Kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan di dalam usus. Dimana pembengkakan akan berkembang setelah terjadi infeksi pada saluran pernapasan atas.

Penyumbatan yang terjadi itu akan menyebabkan inflamasi serta pembengkakan. Dimana tekanan yang diakibatkan oleh pembengkakan akan memicu usus buntu pecah.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Usus Buntu?

Langkah utama proses pengobatan usus buntu yaitu dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu atau yang lebih dikenal dengan istilah apendektomi. Menjalani operasi akan jauh lebih aman dibandingkan menunggu adanya masalah lain seperti adanya peradangan usus buntu karena resiko usus buntu pecah akan menjadi semakin bertambah. Usus buntu merupakan salah satu organ yang tidak memiliki fungsi terlalu penting dalam tubuh manusia, serta pengangkatannya pun tidak akan menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Sama seperti operasi pada umumnya, apendektomi juga tetap akan memiliki resiko lainnya seperti terbentuknya infeksi luka operasi sampai pendarahan. Namun, operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi serta jarang menyebabkan komplikasi dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi penyakit usus buntu ada dua jenis apendektomi yang bisa dilakukan, yaitu operasi laparoskopi atau lubang kunci dan bedah sayatan terbuka. Dimana kedua langkah tersebut dilakukan dengan pembiusan total.

Langkah pengangkatan usus buntu yang lebih banyak dipilih biasanya yaitu laparoskopi atau lubang kunci, terlebih lagi bagi pasien yang mengalami obesitas atau manula. Laparoskopi dilakukan dengan melakukan beberapa sayatan kecil pada perut untuk mengangkat usus buntu. Oleh sebab itu, biasanya pemulihan pasien akan lebih cepat. Pasien akan diijinkan pulang setelah beberapa hari atau bahkan dalam waktu 24 jam.

Namun, tidak semua penderita bisa melakukan operasi laparoskopi, yang mana hal itu dipengaruhi karena usus buntu sudah pecah atau adanya infeksi yang sudah menyebar. Apabila keadaan ini sudah terjadi, maka penderita membutuhkan prosedur bedah sayatan terbuka, yang mana dilakukan untuk mengangkat usus buntu sekaligus membersihkan rongga-rongga perut.

Biasanya operasi yang satu ini membutuhkan masa pemulihan yang cukup lama, yakni selama satu minggu sebelum akhirnya pasien diijinkan pulang. Biasanya pasien bisa kembali beraktivitas normal setelah 2-3 minggu, namun sebaiknya hindari aktivitas berat selama 1,5-2 bulan setelah melakukan operasi.

Selain itu, pemantauan masa pemulihan pun sangat penting. Jika anda mengalami gejala-gejala infeksi seperti muntah-muntah, rasa nyeri serta pembengkakan yang semakin parah, luka operasi terasa semakin panas, demam dan adanya cairan yang keluar pada luka bekas operasi, maka anda harus kembali menghubungi dokter atau rumah sakit tempat anda dioperasi.

Di samping itu, penyakit usus buntu juga akan menyebabkan terjadinya gumpalan atau benjolan yang mana terdiri dari lemak dan jaringan usus buntu. Benjolan ini terbentuk karena adanya upaya alami dari tubuh dalam mengobati penyakit yang satu ini. Dalam keadaan ini dokter tidak akan menganjurkan penderita menjalani operasi. Namun, penderita biasanya akan diberikan antibiotik selama beberapa minggu, hal ini bertujuan agar infeksi gumpalan akan berkurang sebelum melakukan operasi.

Komplikasi Pecahnya Usus Buntu

Penyakit usus buntu yang tidak segera ditangani lebih lanjut akan memikiki resiko pecah serta akan mengancam jiwa penderita. Ketika sakit perut  yang anda rasa semakin parah dan menyebar ke seluruh perut maka segeralah hubungi rumah sakit. Karena bisa jadi ini mengindikasikan usus buntu menjadi pecah serta menyebabkan beberapa komplikasi seperti abses atau peritonitis.

Abses merupakan kantong yang berisi nanah dan menyakitkan. Dimana komplikasi ini akan muncul sebagai salah satu usaha alami tubuh sebagai cara untuk mengatasi infeksi akibat usus buntu yang pecah. Biasanya penanganan yang akan dilakukan yaitu dengan melakukan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik. Apabila ditemukan dalam operasi, maka abses serta bagian-bagian yang ada di sekitarnya akan dibersihkan dengan sangat hati-hati serta akan diberi antibiotik.

Sedangkan peritonitis yaitu, infeksi yang terjadi akibat bakteri yang akan menyebar ke selaput yang melapisi perut bagian dalam atau peritoneum. Gejala yang ditimbulkan meliputi terasa sakit perut yang parah, mengalami muntah, detak jatung menjadi cepat, mengakami demam, adanya bagian perut yang bengkak, serta napas menjadi pendek dan terengah-engah. Komplikasi yang terjadi ini biasanya ditanagani dengan pelmberian antibiotik serta melakukan operasi usus buntu.

Itulah gejala, penyebab dan cara mengobati usus buntu. Selamat mencoba.   

Keracunan Makanan, Gejala dan Cara Mengobatinya

Keracunan makanan merupakan kondisi dimana sering dialami oleh banyak orang.

Keracunan makanan biasanya terjadi atau menimpa mereka yang tidak teliti ketika ia memilih atau mengkonsumsi makanan tertentu. Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh parasit, bakteri atau virus merupakan penyebab utama seseorang mengalami keracunan makanan. Selain terkontaminasi, bisa saja makanan tersebut sudah terkena racun atau zat-zat berbahaya yang dikeluarkan dan mengenai makanan. Makanan dapat terkontaminasi apabila tidak dimasak atau diproses dengan baik.

Bakteri yang mengkontaminasi makanan dan dapat menyebabkan keracunan makanan yaitu, salmonellaCampylobacter, ListeriaShigella, dan Escherichia coli atau E. coli. Sedangkan untuk virus yaitu rotavirus dan norovirus. Dan untuk parasit yaitu, Entamoeba histolytica, cryptosporidium dan giardia.

Ada beberapa makanan yang dapat dengan mudah terkontaminasi jika tidak diproses dengan baik seperti:

  • Daging mentah
  • Susu
  • Telur mentah
  • Makanan siap saji, seperti keju lembek, roti isi dan daging matang
  • Kerang mentah

Gejala Keracunan Makanan

Lama waktu sampai terlihat munculnya gejala yang  diakibatkan oleh keracunan makanan biasanya akan berbeda-beda pada setiap orangnya. Dimana kondisi ini tergantung dari jenis organisme yang menginfeksi makanan yang dikonsumsi oleh penderita itu sendiri. Waktu munculnya gejala dari waktu mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi disebut dengan masa inkubasi. Dimana inkubasi ini bisa berjarak selama beberapa jam saja atau pun berminggu-minggu. Ada beberapa gejala yang biasanya terjadi pada penderita yang mengalami keracunan makanan seperti di bawah ini:

Muntah. Muntah merupakan salah satu gejala yang sangat sering terlihat. Muntah biasanya bertahan dalam beberapa hari atau terjadi lebih lama.

  • Mual.
  • Demam dengan disertai menggigil.
  • Diare yang biasanya akan bertahan dalam beberapa hari, bahkan bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama.
  • Selera makan hilang.

Rasa sakit serta gejala yang ditimbulkan akibat keracunan makanan biasanya bertahan dalam beberapa jam bahkan sampai beberapa hari lamanya. Namun, kondisi seperti ini biasanya tidak membutuhkan pengobatan secara khusus. Tetapi jika gejala yang ditunjukan berbeda seperti di bawah ini maka penderita harus segera di bawah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

  • Tidak mampu mempertahankan cairan yang ada di dalam tubuh atau mengalami diare selama lebih dari tiga hari.
  • Mengalami muntah-muntah lebih lama atau lebih dari dua hari.
  • Ditemukan darah pada tinja.
  • Pandangan menjadi kabur serta tidak jelas ketika berbicara.
  • Adanya perubahan kondisi mental, seperti muncul rasa kebingungan.
  • Kejang-kejang.
  • Terlihat gejala dehidrasi parah seperti, kelelahan, mulut kering, mata tenggelam, sakit kepala, sulit buang air kecil dan denyut jantung menjadi cepat.
  • Keracunan makanan yang terjadi ketika sedang mengandung.

Diketahui ada beberapa orang yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami keracunan makanan, seperti di bawah ini.

Wanita hamil. Ketika hamil, biasanya akan terjadi perubahan metabolisme dan sirkulasi. Dimana perubahan-perubahan ini akan menyebabkan tingginya resiko keracunan makanan. Dimana reaksi yang terjadi pun akan lebih serius. Meskipun biasanya jarang terjadi, tetapi dalam keadaan ini bayi pun akan merasakan sakit.

  • Bayi dan anak-anak. Bayi dan anak-anak akan memiliki resiko lebih tinggi mengalami keracunan. Hal ini disebabkan karena bayi dan anak-anak tidak memiliki kekebalan tubuh yang bekembang.
  • Orang menderita penyakit kronis. Ada beberapa penyakit yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang seperti, penyakit diabetes, gangguan hati, AIDS, dan orang yang sedang mengalami kemotrapi atau terapi radiasi penyakit kanker.
  • Orang lanjut usia. Ketika seseorang sudah masuk pada usia lanjut, maka sistem kekebalan tidak dapat merespon secara efektif dan cepat terhadap organisme tertentu yang menginfeksi.

Seperti Apa Mendiagnosa Seseorang yang Mengalami Keracunan Makanan?

Cara mendiagnosa seseorang yang mengalami keracunan makanan biasanya berdasarkan pada gejala-gejala yang ia alami, makanan atau minuman yang dikonsumsi, serta berapa lama merasa sakit. Selain itu, pemeriksaan fisik juga biasanya dilakukan untuk mencari tahu gejala keracunan makanan yang disertai dengan dehidrasi.

Tidak hanya itu, dokter juga biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan tertentu. Serta memeriksa suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, dan bagian perut yang mengalami kesakitan.

Di samping pemeriksaan medis di atas, tes darah, tes kondisi tinja serta pemeriksaan parasit pun mungkin akan dilakukan. Dimana tes ini dilakukan untuk mengetahui organisme apa yang menjadi penyebab penderita mengalami keracunan. Namun, dalam beberapa kasus tidak diketahui apa penyebab seseorang mengalami keracunan makanan. Sedangkan tes fungsi lumbal dan tes pencitraan hanya akan dilakukan ketika infeksi sudah menjalar ke suluruh tubuh.

Bagaimana Cara Mengobati Keracunan Makanan?

Keracunan makanan biasanya tidak memerlukan pengobatan secara khusus, karena penderita akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Nah, karena diketahui gejala umum keracunan makanan yaitu diare dan muntah, maka penderita harus menghindari dehidrasi. Caranya yaitu dengan mencukupi asupan air dalam setiap harinya.

Selain itu, penderita juga disarankan untuk banyak beristirahat, serta mengkonsumsi makanan ringan yang rendah lemak. Agar gejala yang dirasa tidak bertambah buruk, maka sebisa mungkin hindari makanan bercita rasa pedas, makanan berlemak, minuman keras serta minuman yang mengandung kafein.

Namun, apabila gejala yang dialami semakin parah dan berkelanjutan, serta mengaju pada komplikasi yang cukup serius, maka penderita harus mendapatkan penanganan yang lebih lanjut dari dokter.

Jika penderita mengalami muntah-muntah parah, maka bisa diberikan obat antimuntah atau obat antiemetik. Perawatan yang lebih lanjut pun diperlukan agar penderita mendapatkan pengawasan yang lebih lanjut.

Sedangkan bagi orang yang rentan mengalami dehidrasi, seperti orang yang menderita kondisi kronis tertentu dan orang tua, maka disarankan untuk mengkonsumi oralit. Obat yang satu ini tersedia di apotek serta di jual dengan bebas. Dimana oralit dapat membantu menggantikan glukosa, mineral penting dan garam yang ketika itu dikeluarkan oleh tubuh karena mengalami dehidrasi. Namun, bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal sangat tidak cocok pada beberapa jenis oralit tertentu.

Cara Mencegah Keracunan Makanan

Cara mencegah keracunan makanan yaitu tentunya dengan menjalani hidup sehat  dan pola makan yang baik. Tidak hanya itu, anda juga dituntut untuk memproses makanan dengan baik serta secara higenis, baik itu dalam hal penyimpanan, proses, dan penyiapan. Anda juga harus memastikan tidak mengkonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa, untuk mengetahuinya anda bisa mengikuti petunjuk pada kemasan makanan. Selain itu, anda harus menghindari membeli makanan dari tempat yang diragukan kebersihannya.

Mencegah Penyebaran Infeksi yang Sudah Terjadi

Orang yang menderita keracunan makanan dilarang mengolah atau memasak makanan untuk orang lai atau orang yang ada di sekitarnya. Selain itu, mereka juga harus menjaga jarak dari anak kecil dan orang lanjut usia. Sangat disarankan penderita tidak masuk kerja atau sekolah setelah mengalami diare terakhir. Apabila anda serumah dengan orang-orang yang mengalami keracunan makanan, maka ada beberapa hal yang perlu anda lakukan seperti:

  • Tidak menggunakan handuk yang sama dengan penderita.
  • Rajin mencuci tangan dengan teratur.
  • Cuci pakaian orang yang mengalami keracunan makanan dengan suhu air paling panas pada mesin cuci.
  • Memberssihkan toilet secara rutin.

Itulah beberapa gejala dan cara mengobati keracunan makanan. Semoga bermanfaat.

Perut Kembung, Penyebab dan Cara Mengatasi

Perut kembung merupakan sebuah kondisi spele namun perlu diwaspadai.

Ketika perut kita kembung, maka kita pun akan merasa keadaan perut lebih penuh dan kencang. Selain itu, perut juga akan terlihat lebih besar. Keadaan seperti ini akan membuat kita atau penderitanya tidak nyaman. Bahkan kondisi ini akan disertai dengan gejala-gejala khas, seperti bersendawa terus menerus, kentut secara berlebihan, serta mual karena perut terasa bergejolak.

Keadaan perut kembung ini biasanya sangat erat kaitannya dengan makanan atau minuman yang kita konsumsi, serta bagaimana cara kita mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut.

Keadaan perut kembung bisa disebabkan oleh bebarapa hal. Untuk mengetahuinya anda bisa simak ulasan di bawah ini.

Penyebab Perut Kembung

Makanan dan Minuman

Ada beberapa jenis makanan dan minuman tertentu yang dapat menyebabkan perut kembung. Makanan yang menghasilkan banyak gas merupakan salah satu jenis makanan yang dimaksud. Nah, untuk menghindari keadaan ini maka alangkah lebih baiknya jika anda menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gas.

Berikut ini beberapa makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut kembung:

  • Seperti yang kita ketahui, sayuran merupakan bahan makanan bergizi yang dianjurkan untuk selalu dikonsumsi. Namun, di balik itu semua ternyata ada beberapa sayuran yang dapat menjadi penyebab gangguan-gangguan tertentu seperti perut kembung. Sayuran yang dimaksud yaitu, brokoli, kol, asparagus, kembang kol, kacang-kacangan, paprika, selada hijau, bawang bombai, kentang dan biji-bijian utuh.
  • Makanan kemasan yang terlalu banyak mengandung laktosa seperti sereal atau roti.
  • Makanan yang diolah dengan cara digoreng dan berlemak.
  • Pemanis atau gula buatan.
  • Minuman yang mengandung soda.
  • Buah-buahan tertentu seperti, melon, pisang, pir dan apel.

Jumlah gas yang dapat dihasilkan dari makanan tertentu berbea-beda di antara satu orang dan orang lainnya. Perut kembung yang disebabkan oleh makanan dan minuman tertentu sebenarnya adalah hal yang normal, serta bisa dicegah dengan menerapkan pola makan dan minum yang baik.

Menelan Udara

Menelan udara merupakan hal yang biasanya sering dilakukan namun tanpa kita sadari. Namun,  udara yang masuk ke dalam tubuh kita bisa dikeluarkan dengan mudah melalui sendawa dan kentut. Cara tersebut merupakan reaksi yang normal terjadi, yang mana disebabkan karena terlalu banyaknya udara di dalam sistem pencernaan kita. Seseorang bisa menelan udara apabila melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Minum dan makan terlalu cepat
  • Bicara dengan diiringi makan
  • Mengunyah permen karet
  • Minum minuman bersoda terlalu banyak
  • Merokok
  • Mengisap permen keras

Selain itu, penyakit asam lambung pun dapat menjadi salah satu penyebab tubuh menelan udara. Ketika asam lambung naik dan kembali ke kerongkongan, maka anda akan menelan banyak udara serta akan sering bersendawa. Ketika udara di dalam perut semakin banyak, maka perut pun akan menjadi kembung.

Bagi anda yang memiliki bayi, maka usahakan untuk membuatnya bersendawa setelah ia makan. Karena biasanya bayi akan sering menelan udara ketika ia makan. Apabila terlalu banyak menelan udara, maka bayi anda akan mengalami sakit perut dan gelisah.

Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Ada banyak suplemen atau obat-obatan tertentu yang dapat membuat perut menjadi kembung. Di bawah ini ada beberapa obat-obatan yang dapat membuat perut kembung.

  • Obat antasida
  • Obat diabetes
  • Aspirin
  • Jenis obat untuk konstipasi
  • Jenis obat untuk diare
  • Pil penambah zat besi dan multivitamin
  • Sejenis obat penghilang rasa sakit seperti opioid

Apabil anda mengalami perut kembung setelah mengkonsumsi obat-obatan tertentu, maka anda bisa bekonsultasi kembali dengan dokter yang memberikan resep tersebut.

Kondisi Medis Lainnya

Sebenarnya kondisi medis pun dapat menjadi penyebab perut kembung. Atau dengan kata lain perut kembung adalah salah satu gejala kondisi medis tertentu seperti:

  • Konstipasi
  • Kanker usus besar
  • Batu empedu
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit celiac
  • Adanya gangguan pada pankreas
  • Nyeri pada ulu hati
  • Adanya gangguan pencernaan seperti infeksi
  • Kanker ovarium

Selain penyebab-penyebab yang sudah dijelaskan di atas, perut kembung juga dapat disebabkan oleh beberapa penyebab lainnya seperti, kegemukan, kehamilan, stres atau cemas, serta adanya perubahan level hormon pada wanita sebelum menstruasi.

Cara Mengatasi Perut Kembung

Penanganan yang Dilakukan Sendiri

Perut kembung sebenarnya bisa dicegah atau diobati dengan melakukan perubahan-perubahan kecil pada gaya hidup serta pola makan yang biasanya diterapkan. Di bawah ini beberapa hal sederhana yang perlu anda lakukan untuk mengurangi perut kembung.

  • Makan dengan porsi kecil atau sewajarnya, serta kunyah dengan perlahan atau tidak terburu-buru.
  • Tingkatkan asupan cairan terlebih lagi air putih.
  • Kurangi jenis makanan yang dapat menghasilkan gas banyak pada saat dicerna.
  • Kurangi konsumsi makanan yang digoreng.
  • Hindari mengkonsumsi suplemen untuk menambah serat.
  • Kurangi mengkonsumsi produk olahan susu. Anda bisa memilih produk olahan dengan kandungan laktosa rendah, seperti yogurt.
  • Hindari merokok, karena merokok akan meningkatkan jumlah udara yang ditelan.
  • Hindari minum dengan menggunakan sedotan.
  • Rutin berolahraga karena dapat membantu membuang gas yang terlalu berlebihan di dalam tubuh.

Nah, beberapa cara di atas dapat dilakukan untuk mengatasi perut kembung yang dialami, namun jika perut kembung yang dialami berkelanjutan, maka anda bisa langsung menghubungi atau pergi ke dokter, dengan tujuan untuk mengetahui penyebabnya.

Cara Mengatasi dengan Obat-Obatan

Apabila cara penanganan seperti di atas masih belum berhasil, maka anda bisa mengatasi atau menanganinya dengan obat-oatan yang dijual di apotek. Ada beberapa obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi perut kembung seperti di bawah ini:

Simethicone. Obat yang satu ini dapat membantu anda atau penderita meringankan keberadaan jumlah gas yang berlebihan di dalam sistem pencernaan.

Alpha D-galactosidase. Ada beberapa jenis karbohidrat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, yang mana karbohidrat tersebut terkandung di dalam sayuran. Jenis obat yang satu ini dapat membantu dalam menguraikan zat tersebut.

Suplemen laktase. Suplemen yang satu ini dapat membantu tubuh dalam mencerna laktosa. Suplemen ini sangat membantu bagi ia yang menderita intoleransi laktosa.

Selain obat-obatan yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi sakit perut atau perut kembung. Dimana salah satunya yaitu jahe. Anda bisa meminum air jahe atau mengunyah jahe untuk membantu dalam mencerna makanan. Selain itu, bahan alami yang satu ini juga dapat diberikan pada anak-anak untuk meredakan sakit perut dan mual.

Anda harus segera menghubungi dokter atau pihak medis lainnya apabila mengalami gejala-gejala di bawah ini.

  • Berat badan turun
  • Muntah-muntah
  • pada ulu hati
  • Diare
  • Sakit perut yang berkelanjutan
  • Tinja yang disertai dengan darah

Ketika anda mengalami gejala-gejala di atas, maka itu bukan hanya sekedar perut kembung atau kelebihan udara biasa, untuk itu anda harus lebih waspada.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengobati perut kembung. Meskipun perut kembung pada dasarnya termasuk masalah ringan, namun anda jangan pernah menganggapnya spele. Setelah mengetahui beberapa hal yang menjadi penyebabnya, maka diharapkan anda bisa mencegahnya. Semoga bermanfaat.  

Kenali Lebih Lanjut Tentang Sakit Perut, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Sakit perut merupakan suatu gangguan yang tentunya pernah dialami oleh semua orang.

Sakit perut merupakan gangguan yang menyerang sistem pencernaan. Meskipun hampir semua orang pernah mengalami sakit perut, tetapi sebagian orang tidak memiliki penyebab yang terlalu serius. Namun, ada beberapa gangguan sakit perut yang disebabkan karena adanya gejala-gejala penyakit lain yang dikatakan cukup serius atau berbahaya. Nah, untuk mengantisipasi itu kita harus mengetahui atau mengenal gejala yang muncul ketika kita sakit perut, hal ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya sehingga bisa diobati dengan secepat mungkin.

Sakit yang dirasa pada bagian abdomen biasanya akan mengacu pada sakit perut biasa atau pun kram perut. Namun, kondisi seperti ini biasanya berlangsung hanya sementara waktu saja serta tidak berbahaya. Namun, apabila sakit perut yang parah tiba-tiba dirasa serta pusatnya pada titik tertentu, maka ini merupakan sebuah pertanda yang serius atau darurat. Apabila hal ini terjadi maka anda diharuskan segera meminta bantuan dari tim medis.

Sebenarnya ada banyak penyebab sakit perut yang pada umumnya terjadi. Nah, untuk mengetahui apa saja penyebabnya, anda bisa simak penjelasan di bawah ini.

Penyebab Sakit Perut

Sakit Perut Disertai Diare

Seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, diare atau yang lebih sering dikenal dengan mencret merupakan sebuah gangguan yang menyerang sistem pencernaan manusia. Dimana biasanya penyebab seseorang mengalami diare yaitu karena bakteri atau virus tertentu.

Gangguan yang satu ini biasanya paling sering atau umum terjadi di kalangan masyarakat Indonesia, yang mana gangguan ini biasanya menyerang anak-anak atau balita. Sakit perut atau kram perut yang disertai dengan diare atau mencret penyebabnya kemungkinan besar karena gastroenteritis. Gastroenteritis merupakan peradangan yang terjadi pada perut dan usus, penyebabnya yaitu karena infeksi bakteri atau virus. Seseorang yang menderita gangguan ini biasanya mengalami diare atau mencret yang disertai dengan muntah-muntah. Pada umumnya kondisi yang satu ini disebabkan oleh norovirus dan bakteri yang menjadi penyebab seseorang keracunan makanan seperti salmonella dan campylobacter.

Infeksi yang disebabkan karena norovirus sangat mudah sekali menular pada orang lain. Dimana penyebaran yang terjadi biasanya melalui minuman dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja. Bahkan dengan mudahnya kita juga bisa terinfeksi oleh norovirus melalu kontak langsung dengan seseorang yang sudah terinfeksi.

Sedangkan untuk bakteri  campylobacter dan salmonella biasanya masuk ke dalam tubuh seseorang disebabkan karena makanan tertentu seperti, melalui kontaminasi makanan yang masih mentah, susu yang sebelumnya tidak dipasteurisasi, serta makanan yang tidak dimasak dengan baik.

Sakit perut atau kram perut yang disertai dengan muntah-muntah dan diare akan membuat kondisi tubuh menjadi sangat drop atau menurun. Karena banyak cairan yang keluar melalui muntah-muntah dan diare, maka kemungkinan besar tubuh akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Nah, dalam keadaan seperti ini si penderita diharuskan memperbanyak asupan cairan dalam tubuhnya. Pada umumnya kondisi seperti ini bisa membaik dengan sendirinya.

Namun, apabila kondisi ini berlangsung dalam beberapa hari, maka penderita harus lebih waspada karena mungkin saja ini disebabkan oleh penyakit lainnya yang perlu kita waspadai. Apabila keadaanya sudah seperti ini, maka penderita atau kita diharuskan segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi.

Selain disebabkan oleh gastroenteritis, penyebab lainnya sakit perut yang disertai dengan muntah yaitu karena disentri, infeksi cacing, tifus, reaksi alergi, sindrom pramenstruasi, serta efek samping obat-obatan.

Kram Perut yang Disebabkan Karena Masuk Angin

Seseorang akan sangat mudah mengalami masuk angin. Dimana gejala umum yang dialami oleh seseorang yang masuk angin yaitu, bersendawa terus menerus, perut terasa kembung dan lebih penuh. Sebenarnya ada beberapa makanan yang menyebabkan seseorang mengalami masuk angin, dimana makanan yang dimaksud yaitu bawang bombai, kol, brokoli dan minuman bersoda. Selain itu, makanan yang mengandung serat tinggi pun dapat meningkatkan produksi angin berlebih.

Masuk angin dapat menyebabkan kembung dan kram perut. Untuk mengatasi kondisi seperti ini tidaklah rumit, banyak obat-obatan yang dijual di apotek yang bisa kita beli dan temukan dengan mudah.

Sakit Perut Mendadak dan Parah

Hampir semua sakit perut bisa sembuh dan membaik dengan sendirinya, namun meskipun begitu jika sakit perut yang dirasa sangat menyiksa, maka dianjurkan anda atau penderita segera menemui dokter. Karena bisa saja ini merupakan salah satu dari gejala penyakit yang serius.

Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan sakit perut secara mendadak dan sifatnya serius.

  • Batu ginjal. Batu ginjal merupakan batu berbentuk kristal kecil yang terbuat dari zat mineral serta urin. Batu ginjal yang masih berukuran kecil pada umumnya bisa dikeluarkan melalui urin. Namun, batu ginjal berukuran besar akan mengganggu serta menghambat sistem saluran kemih, yang mana untuk penanganannya diperlukan operasi. Penyebab utama seseorang menderita batu ginjal yaitu karena kurang minum air putih. Setiap orang diharuskan minum air putih sebanyak 2 liter dalam setiap harinya.
  • Radang usus buntu. Usus buntu merupakan kantong atau wadah yang hampir mirip dengan jari serta terhubung dengan usus besar. Radang yang terjadi pada bagian ini biasanya akan menyebabkan rasa sakit perut pada bagian bawah perut sebelah kanan. Kondisi seperti ini mengharuskan penderitanya diangkat serta dioperasi.
  • Divertikulitis. Divertikulitis merupakan peradangan yang terjadi pada divertikulum atau kantong kecil yang terdapat pada dinding usus besar. Keadaan ini biasanya menyebabkan beberapa gejala seperti demam, perut kembung, diare, mual dan sakit perut.
  • Tukak peptik. Tukak merupakan luka yang terjadi pada dinding usus halus atau perut. Dimana luka ini biasanya terbentuk karena erosi lapisan dinding yang terjadi secara perlahan-lahan. Dengan seiringnya waktu, tukak yang tidak ditangani dengan cepat akan menyebabkan terjadinya pendarahan. Sehingga pada akhirnya, seluruh dinding yang mana tukak ini berada akan terkikis, sehingga terbentuklah lubang pada saluran pencernaan. Sama dengan masalah yang lainnya, gangguan ini juga diperlukan penanganan medis dengan secepatnya.
  • Batu empedu. Sesuai dengan namanya, batu ini terbentuk di dalam kantung empedu. Batu ini terbentuk dari pigmen dan kolesterol di dalam empedu. Untuk menyingkirkan gangguan seperti ini harus dilakukan operasi.

Sakit Perut Kambuhan atau Kronis

Beberapa penyebab sakit perut kambuhan atau kronis pada orang dewasa yaitu karena menstruasi, konstipasi, sakit maag dan infeksi saluran kemih. Sedangkan untuk penyebab yang lebih jarang yaitu, penyakit crohn dan sindrom iritasi usus.

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengobati Sakit Perut?

Ada beberapa saran yang harus anda lakukan untuk mencegah sakit perut seperti berikut.

  • Konsumsi makanan sehat dan teratur. Sering mengkonsumsi makanan cepat saji, terlalu banyak mengkonsumsi cemilan yang tidak sehat, serta pola hidup yang tidak teratur akan menyebabkan terjadinya masalah pada sistem pencernaan.
  • Berhenti merokok. Rokok bisa melemahkan otot-otot yang mengendalikan ujung bawah dari kerongkongan dan esofagus. Hal ini akan menyebabkan asam lambung naik dan gejala sakit pada ulu hati.
  • Hindari stres. Kecemasan yang dialami oleh seseorang bisa mengganggu sistem pencernaan, serta akan memperburuk kondisi penyakit tertentu seperti sindrom iritasi usus.
  • Hindari minum minuman keras. Terlalu banyak minum minuman keras akan membuat produksi asam di dalam lambung semakin meningkat serta akan menimbulkan sakit pada ulu hati.
  • Olahraga secara teratur. Olahraga dapat menurunkan berat badan berlebih. Dimana lemak perut yang tinggi akan memberikan tekanan serta akan membuat nyeri pada ulu hati.

Ada beberapa hal yang disarankan untuk kesehatan sistem pencernaan, seperti:

  • Minum air mineral secukupnya, setidaknya 2 liter dalam tiap harinya.
  • Konsumsi makanan berserat untuk mencegah konstipasi.
  • Kurangi konsumsi makanan berlemak.
  • Lebih sering konsumsi yogurt yang baik untuk perut.
  • Hindari minuman berkafein.

Itulah gejala, penyebab dan cara mencegah atau mengobati sakit perut. Semoga bermanfaat.

Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Infeksi Bakteri E.Coli

Di dunia ini ada dua jenis bakteri, yakni bakteri baik dan bakteri jahat.

Dimana kedua bakteri tersebut dapat hidup di dalam tubuh manusia. Bakteri baik memiliki fungsi untuk mendukung kinerja tubuh manusia, seperti sistem pencernaan, dan untuk menambah kekebalan atau sistem imun. Sedangkan bakteri jahat memiliki tugas berbanding terbalik dengan bakteri baik, dimana bakteri jahat ini membuat tubuh manusia menjadi rentan terhadap penyakit tertentu. Salah satu bakteri yang terdapat pada tubuh manusia yaitu Escherichia coli.

Escherichia coli atau yang biasanya sering disebut dengan sebutan E. coli merupakan sejenis bakteri yang dapat ditemukan pada sistem pencernaan manusia atau dalam usus manusia yang sehat. Bakteri E. coli itu sendiri memiliki beberapa jenis, dimana kebanyakan bakteri ini tidak berbahaya. Namun, meskipun begitu ada beberapa jenis bakteri E. coli yang justru menyebabkan seseorang mengalami keracunan makanan serta infeksi yang cukup serius.

Beberapa galur atau jenis dari bakteri E. coli itu sendiri dapat menghasilkan racun yang sangat berbahaya, serta dapat menyebabkan kondisi yang cukup serius. Dimana salah satu galur bakteri E. coli yang dimaksud yaitu galur bakteri E. coli 0157. Dimana galur bakteri tersebut mampu membahayakan tubuh dan menyebabkan timbulnya berbagai macam gangguan seperti diare bercampur dengan darah, muntah-muntah dan kram perut.

Infeksi bakteri E. coli yang terjadi pada manusia biasanya berasal dari makanan atau minuman yang terkontaminasi, terutama daging yang tingkat kematangannya kurang serta sayuran yang masih mentah. Nah, untuk mengurangi terjadinya resiko infeksi usus, maka kebersihan makanan serta kesiapan memasak adalah hal yang harus anda jaga.

Apa Saja Gejala yang Ditimbulkan Akibat Infeksi E. Coli?

Gejala yang disebabkan oleh infeksi bakteri E. coli biasanya akan terlihat atau dimulai ketika tubuh terpapar oleh bakteri ini selama tiga sampai empat hari. Namun, penderita akan merasa sakit pada satu hari atau bahkan satu minggu kemudian. Lantas apa saja gejala yang ditimbulkan ketika seseorang terinfeksi oleh bakteri E. coli? Berikut gejala yang muncul akibat terinfeksi E. coli.

  • Ketika seseorang terinfeksi bakteri E. coli, maka ia akan mengalami kram pada bagian perut.
  • Selera atau nafsu makan hilang.
  • Mengalami mual dan muntah-muntah.
  • Merasa kelelahan.
  • Mengalami demam.
  • Diare, dari tingkat keparahan ringan sampai parah bahkan berdarah.

Gejala-gejala yang disebutkan di atas biasanya akan bertahan selama kurang lebih satu minggu apabila tidak terjadi komplikasi, namun beberapa infeksi akan sangat berbahaya. Biasanya semua orang yang mengalami infeksi E. coli akan rentan mengalami komplikasi, namun komplikasi biasanya lebih cenderung terjadi pada anak-anak. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena anak-anak kesulitan untuk bertahan ketika ia kehilangan cairan dan darah yang diakibatkan oleh diare.
Dari infeksi E. coli, salah satu komplikasi yang dianggap paling serius dan dapat membahayakan seseorang yaitu sindrom hemolitik uremik. Sindrom hemolitik uremik merupakan sebuah kondisi dimana sel darah merah rusak yang akan berakibat pada gagal ginjal.

Bagaimana Seseorang Bisa Terinfeksi Oleh E. Coli?

Ada beberapa cara yang membuat bakteri E. coli masuk ke dalam tubuh manusia seperti berikut ini.

Melalui Makanan yang Terkontaminasi

Penyebab seseorang bisa terinfeksi bakteri E. coli yaitu karena makanan yang ia konsumsi, seperti misalkan mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Susu mentah, daging giling yang tercemar bakteri E. coli dari usus binatang, makanan produk mentah seperti selada dan bayam merupakan beberapa makanan yang biasanya terkontaminasi oleh E. coli.

Melalui Air yang Terkontaminasi

Kotoran manusia dan binatang dapat mencemari tanah dan air yang berada pada permukaan. Air yang berada dalam sumur memiliki resiko tercemar bakteri E. coli, karena sumur biasanya tidak memiliki sistem pembasmi bakteri. Selain air dalam sumur, kolam berenang dan danau yang terkontaminasi kotoran pun bisa membuat seseorang terinfeksi E. coli.

Binatang

Orang yang kesehariannya berada dekat dengan binatang, terlebih lagi sapi, domba, dan kambing akan memiliki resiko lebih besar terkena infeksi bakteri E. coli. Orang yang memiliki keseharian dengan binatang-binatang tersebut harus lebih sering menjaga kebersihan, misalkan sering mencuci tangan sampai bersih.

Kontak langsung

Orang dewasa ataupun anak-anak yang tidak mencuci tangan setelah buang air besar dapat menularkan secara langsung bakteri E. coli ketika ia menyentuh orang-orang yang ada di sekitarnya atau makanan.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Jika penderita sudah mengalami kondisi seperti di bawah ini, maka ia harus segera di bawa pergi ke dokter.

Mengalami demam yang disertai dengan diare.

  • Diare yang tidak kunjung membaik setelah lima hari pada orang dewasa, dan dua hari pada bayi atau anak-anak.
  • Muntah-muntah yang terjadi selama 12 jam.
  • Munculnya gejala-gejala dehidrasi.
  • Sakit perut yang tidak kunjung hilang meskipun sudah buang air besar.
  • Terdapat nanah atau darah pada tinja.

Bagaimana Cara Mengobati Infeksi E. Coli?

Seseorang yang mengalami infeksi bakteri E.coli yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran pencernaan biasanya tidak ditangani dengan antibiotik, karena hal ini dapat menyebabkan meningkatnya resiko komplikasi yang serius.

Hal penting yang harus dilakukan oleh penderita ketika menangani kondisi ini yaitu minum air putih dengan cukup. Hal ini dilakukan guna menggantikan cairan yang hilang akibat muntah-muntah dan diare. Selain itu, penderita pun disarankan untuk lebih banyak istirahat.

Sedangkan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi pada anak-anak yang mengalami diare, yaitu dengan memberinya cairan oralit. Cairan oralit dapat memulihkan kembali cairan dalam tubuh mereka. Selain itu, cairan oralit juga dapat berfungsi sebagai pengganti potasium, sodium, serta glukosa dalam tubuh.

Hindari konsumsi obat-obatan antidiare, karena obat ini jutsru akan memperlambat sistem pencernaan, sehingga pembuangan racun pada tubuh akan terhambat. Apabila infeksi E. coli yang terjadi cukup serius bahkan sampai menyebabkan sindrom hemolitik uremik, maka penderita harus segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi E. Coli?

Agar terhindar dari infeksi E. coli, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya seperti di bawah ini.


Setelah menyentuh binatang atau beraktivitas di lingkungan banyak binatang, maka anda harus segera mencuci tangan sampai bersih.

  • Sebelum memasak anda harus mencuci tangan sampai bersih. Selain itu, ketika anda hendak menyajikan dan mengkonsumsi makanan tersebut anda pun harus mencuci tangan anda kembali.
  • Anda harus menjauhkan daging mentah dari makanan dan benda dalam keadaan bersih .
  • Hindari mengkonsumsi susu mentah.
  • Tidak meminum air dari kolam renang umum.
  • Tidak mampu mempertahankan cairan tubuh.
  • Jangan memasak atau menyiapkan makanan ketika anda sedang diare.
  • Cuci tangan setelah beraktivitas di lingkungan banyak orang serta setelah keluar dari toilet.

Intinya, cara mencegah infeksi E.coli yaitu dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih.

Itulah penyebab, gejala dan cara mengobati infeksi bakteri E. Coli. Semoga bermanfaat.

 

Cara Mengatasi Konstipasi Pada Ibu Hamil

Seperti yang sudah kita ketahui, sistem pencernaan merupakan satu kesatuan organ yang memiliki fungsi untuk mencerna makanan yang kita konsumsi.

Mengingat seperti itu, banyak sekali gangguan yang akan terjadi pada sistem pencernaan. Dimana gangguan pencernaan tersebut bisa dialami oleh siapa saja, termasuk bayi dan ibu hamil. Salah satu gangguan pencernaan yang dapat dialami oleh ibu hamil yaitu konstipasi.

Konstipasi atau lebih dikenal dengan sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sangat umum dialami oleh wanita yang tengah mengandung. Hal ini disebabkan oleh hormon progesteron yang menjadi salah satu hormon kehamilan yang membuat otot usus menjadi lebih rileks sehingga gerakannya pun menjadi lebih lambat.

Sama dengan gangguan lainnya, konstipasi pada ibu hamil pun harus diwaspadai. Hal ini demi menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Gangguan konstipasi yang dialami oleh ibu hamil bahkan bisa menjadi parah jika ibu hamil itu sendiri memiliki kecenderungan susah untuk buang air besar, ketika mengalami morning sickness sehingga dengan begitu ia tidak bisa makan dengan normal yang mana pada akhirnya akan mengganggu perkembangan serta kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya.

Penyebab Konstipasi Pada Ibu Hamil

Konstipasi pada ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini faktor penyebab konstipasi pada ibu hamil.

Meningkatnya Hormon Progesteron

Seperti yang telah disebutkan di atas, hormon progesteron merupakan penyebab terjadinya konstipasi pada ibu hamil. Hormon yang satu ini memiliki peran dalam proses relaksasi pada kerja otot halus. Peningkatan hormon tersebut dapat mengakibatkan atau membuat organ pencernaan menjadi lebih rileks atau pun lambat. Sehingga dengan begitu, pengosongan pada lambung menjadi lebih lama serta waktu transit makanan di dalam lambung menjadi lebih meningkat. Gerakan paristaltik usus pun akan menjadi lambat, sehingga konstraksi usus dan daya dorong usus terhadap sisa-sisa makanan menjadi melemah. Akibatnya, sisa makanan akan menumpuk dalam waktu lebih lama diusus serta sulit untuk dikeluarkan.

Perut Ibu Hamil yang Membesar

Semakin hari perut ibu hamil akan semakin besar. Ketika perut ibu hamil membesar, maka akan menimbulkan tekanan rahim pada pembuluh darah balik panggul dan vena cava inferior. Dimana penekanan tersebut akan semakin mempengaruhi kinerja sistem usus halus dan usus besar. Oleh karena itulah, konstipasi akan sering terjadi pada ibu hamil pada kehamilan trimester ketiga, ketika perutnya semakin membesar.

Tekanan Rektum

Perut yang semakin membesar pun akan menimbulkan dampak lanjutan, seperti bagian rektum atau bagian bawah usus besar menjadi tertekan. Penekanan yang terjadi akan membuat laju atau jalannya feses menjadi tidak lancar, sehingga dengan begitu konstipasi akan terjadi.

Konsumsi Zat Besi

Konsumsi zat besi dalam jumlah yang cukup tinggi juga menjadi salah satu penyebab konstipasi atau sembelit pada ibu hamil.

Kekurangan Serat

Serat dibutuhkan oleh tubuh dalam proses pencernaan. Dimana asupan serat dapat memperlancar kinerja sistem pencernaan dalam mengurai makanan, sampai pada mengeluarkan feses. Pada orang normal atau tidak hamil pun, kekurangan serat dapat menyebebkan konstipasi. Apalagi pada ibu hamil yang memiliki kondisi khusus.

Stress

Ketika hamil biasanya seseorang akan mudah stress. Dimana penyebab stress pada ibu hamil bisa sangat beragam, mulai dari ketidaksiapan diri untuk mengandung, kondisi kehamilan yang membuatnya tidak nyaman, serta lain sebagainya. Stress akan membuat ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit.

Kurang Asupan Cairan

Asupan cairan yang kurang dalam tubuh akan membuat tubuh dehidrasi atau kekurangan cairan. Dimana kekurangan cairan ini akan berdampak pada pengerasan tinja sehingga sulit untuk dikeluarkan, yang mana pada akhirnya akan terjadi konstipasi atau sembelit.

Konsumsi Makanan Tertentu

Terkadang ketika sedang hamil, ibu hamil ingin mengkonsumsi makanan-makanan tertentu. Tanpa disadari ada beberapa makanan yang dapat mengganggu sitem pencernaan, yang mana makanan tersebut dapat menyebabkan pengerasan tinja serta sulit untuk dikeluarkan.

Gejala Konstipasi Pada Ibu Hamil

Gejala konstipasi pada ibu hamil pada umumnya sama dengan gejala konstipasi pada orang normal. Berikut ini gejala konstipasi pada ibu hamil.

  • Kotoran atau feses menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan
  • Timbul rasa sakit dibagian bawah perut
  • Perut terasa kembung dan penuh
  • Jeda buang air besar antara 1-2 hari
  • Terkadang menyebabkan pendarahan

Cara Aman Mengatasi Konstipasi Saat Hamil

Konsumsi Serat yang Cukup

Serat memang sangat diperlukan oleh tubuh demi kelancaran pencernaan. Konstipasi yang terjadi pada ibu hamil dapat diatasi jika ibu hamil mengkonsumsi serat sebanyak 20-35 gram dalam perhari. Ketika mengkonsumsi serat maka anda harus mengimbanginya dengan minum air yang cukup atau sekitar 2 liter dalam setiap harinya. Anda juga harus menghindari minuman yang bersifat diuretik seperti kopi, softdrink, teh, atau minuman yang mengandung alkohol.

Makanan yang banyak mengandung serat di antaranya yaitu sayur-sayuran, buah-buahan dan gandum utuh.

Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Makanan yang kita konsumi dan masuk ke dalam tubuh akan dapat dicerna dengan baik jika ada asupan cairan. Ketika ibu hamil kekurangan cairan, usus besar dan usus halus tetap akan bekerja sebagaimana mestinya. Namun, cairan yang terdapat dalam tinja atau feses akan diserap, yang bertujuan untuk menjaga keadaan tubuh dalam keadaan cukup cairan atau terhidrasi. Karena cairan pada feses berkurang, maka dari itu feses pun akan menjadi lebih keras serta sulit untuk dikeluarkan. Oleh sebab itu, untuk mengatasi keadaan ini akan lebih baiknya jika anda mencukupi kebutuhan cairan.

Rutin Berolahraga

Konstipasi dapat dicegah diatasi dengan rutin berolahraga. Wanita hamil biasanya mengabaikan berolahraga. Perlu diketahui juga, kurang berolahraga dapat menjadi salah satu penyebab wanita hamil mengalami konstipasi.

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membuat sitem pencernaan menjadi lebih baik, serta dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Anda bisa memilih olahraga ringan dan cocok untuk wanita hamil. Atau anda bisa mengambil kelas khusus untuk ibu hamil. Diketahui, beberapa posisi yoga juga dapat dan mampu mencegah konstipasi yang dialami oleh ibu hamil.

Batasi Konsumsi Zat Besi

Dalam masa kehamilan, zat besi memang diperlukan. Namun, konsumsi zat besi sebaiknya jangan berlebihan. Bagi anda yang merasa bahwa zat besi sudah tercukupi, maka lebih baik jika anda membatasi asupannya. Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter dalam pemilihan zat besi yang tepat untuk ibu hamil.

Konsultasi 

Jika cara-cara di atas sudah anda tempuh, namun konstipasi tidak kunjung hilang, maka anda bisa mengkonsultasikannya ke dokter kandungan anda agar masalah pencernaan tersebut bisa diatasi dengan sedini mungkin sehingga tidak akan mempengaruhi kesehatan janin yang dikandung. 

Itulah beberapa penyebab, gejala dan cara mengatasi konstipasi pada ibu hamil. Semoga dengan bekal pengetahuan yang lebih, anda bisa menjaga kondisi kandungan anda tetap sehat. Semoga bermanfaat.

 

Tanda-Tanda dan Cara Atasi Konstipasi/Sembelit Pada Bayi

Masalah atau gangguan susah buang air besar bisa dialami oleh siapa saja dari berbagai usia, termasuk bayi.

Ketika menghadapi masalah seperti ini, biasanya para orang tua terlebih lagi orang tua yang baru saja mempunyai anak akan langsung panik dan khawatir. Hal ini memanglah dianggap wajar, karena mengingat sedikitnya pengalaman atau informasi dalam mengurus dan menangani bayi. Namun, saat ini anda jangan merasa khawatir, karena dengan bekal informasi yang cukup anda akan tahu seperti apa tanda-tanda dan cara penanganan yang tepat dan efekti dalam mengatasi konstipasi yang terjadi pada bayi anda.

Konstipasi atau yang sering disebut dengan istilah sembelit merupakan suatu keadaan dimana tinja atau feses bayi menjadi keras, tidak seperti biasanya. Sehingga, bayi akan mengalami kesulitan ketika buang air besar bahkan bisa jadi sampai berhari-hari. Seorang bayi akan dikatakan konstipasi atau sembelit apabila ia tidak buang air besar selama 3 hari dengan diiringi rasa yang tidak nyaman serta gelisah. Bahkan dengan kondisi seperti itu bisa saja bayi menjadi lebih sering menangis dan rewel. Sehingga efeknya bayi akan mengalami kolik serta sulit untuk makan.

Cara Mengetahui Bayi Konstipasi

Setiap bayi tentunya memiliki siklus tertentu, termasuk dalam masalah buang air besar. Untuk mengetahui apakah bayi anda terkena konstipasi atau tidak, maka anda bisa memperhatikan bagaimana siklus buang air besar pada bayi anda. Hal ini sangat penting untuk  diperhatikan dan telaah, karena jika terjadi di luar kebiasaan, maka anda bisa mengetahui atau mendeteksi dengan segara mungkin.

Anda pun harus mengetahui bahwa kebiasaan buang air besar pada bayi dipengaruhi oleh beberapa hal. Aktivitas, pola makan dan minum serta kemampuan tubuh bayi dalam mencerna makanan merupakan beberapa hal yang akan berdampak pada seberapa sering bayi anda buang air besar. Apabila salah satu faktor tersebut berubah, mungkin telat buang air besar akan terjadi pada bayi anda.

Namun, meskipun perubahan pada salah satu faktor di atas dapat merubah kebiasaan buang air besar bayi, tetapi tetap saja ada batasan toleransinya. Apabila bayi anda telat buang air besar atau kurang dari tiga kali dalam satu minggu, bentuknya lebih keras dibandingkan dengan biasanya meskipun frekuensinya tidak berubah, bayi anda merasa kesakitan serta tidak nyaman, maka sudah bisa dipastikan bahwa bayi anda mengalami susah buang air besar atau konstipasi. Namun, pada bayi yang masih berusia 0-5 bulan serta masih mengkonsumsi ASI, maka buang air besar selama seminggu sekali masih dianggap hal yang wajar.

Selain tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas, bayi juga akan mengalami gejala-gejala jika ia susah buang air besar. Apa saja gejalanya? Berikut gejala bayi konstipasi atau susah buang air besar.

  • Bayi menjadi lebih rewel dan ia akan menangis sambil mengangkat kakinya karena ia merasa kesakitan yang disebabkan susah buang air besar
  • Perut bayi menjadi kembung
  • Bayi mengalami muntah
  • Berat badan bayi tidak naik yang bisa dilihat dari kurva pertambahan berat badan dalam setiap bulannya
  • Jika diraba perutnya menjadi lebih keras
  • Dalam kasus yang parah, maka akan ditemukan bercak darah pada popok atau celana bayi, hal ini disebabkan karena dinding rektum bayi sobek akibat feses yang keras

Apa Saja Penyebab Bayi Konstipasi

Sebagai orang tua, anda harus mengetahui apa saja penyebab bayi mengalami konstipasi agar keadaan ini bisa dicegah dan ditangani dengan lebih cepat. Berikut ini beberapa penyebab bayi mengalami konstipasi.

Susu Formula

Bayi yang masih mengkonsumsi ASI atau air susu ibu biasanya akan jarang mengalami konstipasi atau susah buang air besar karena mengingat air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi serta mudah dicerna. Dalam ASI terdapat beberapa bakteri baik yang mampu mengurangi protein susu yang sulit untuk dicerna, sehingga dengan begitu tinja bayi akan menjadi lebih lembut dan membuat buang air besar menjadi lebih mudah. Bayi yang masih mengkonsumsi ASI bisa jadi 3-5 hari tidak buang air besar. Namun, hal ini masih dianggap wajar karena ASI dapat diserap tubuh dengan baik, serta kotoran yang dihasilkan pun akan sangat sedikit. Selain itu, ASI juga mengandung hormon motilin. Dimana hormon tersebut dapat meningkatkan pergerakan usus bayi, serta memperlancar pencernaan.

Sementara itu, dalam keadaan tertentu ada beberapa ibu yang tidak mampu memberikan ASI kepada bayinya, sehingga dengan terpaksa harus memberikan susu formula. Ketika bayi masih berusia 4 bulan, tidak sedikit ibu yang sudah memberikan susu formula atau mencampur ASI dengan susu formula sebagai makanan tambahan bayi. Nah, bayi yang mendapatkan susu formula biasanya akan memiliki kecenderungan lebih besar mengalami masalah konstipasi atau susah buang air besar, hal ini disebabkan karena kandungan protein dan lemak yang ada pada susu formula tidak seimbang. Susu formula pun mengandung kalsium dan fosfor yang tinggi, dimana kandungan tersebut menyebabkan air yang terdapat pada tinja terserap ke dinding usus sehingga tinja bayi pun menjadi lebih keras. Pemilihan susu serta kadar keenceran susu yang tidak tepat pun bisa jadi salah satu penyebab tinja bayi menjadi keras sehingga ia akan mengalami sulit buang air besar.

Makanan Padat

Ketika bayi beralih mengkonsumsi makanan padat, maka pencernaan bayi akan kaget sehingga akan menyebabkan bayi sulit buang air besar. Hal ini memang wajar, terlebih lagi jika bayi anda terbiasa diberi makanan bertekstur cair.

Masa peralihan dari makanan cair ke makanan yang lebih padat memang sangat rentan menimbulkan konstipasi, terlebih lagi jika diberikan secara langsung makanan yang minim serat seperti misalkan nasi atau roti. Nah, untuk meminimalisir resiko bayi anda mengalami konstipasi, maka anda bisa memberikannya makanan yang kaya akan serat.

Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit dapat menjadi salah satu penyebab bayi sulit buang air besar meskipun hal ini jarang sekali terjadi. Beberapa kondisi medis yang dapat membuat bayi susah buang air besar yaitu alergi pada makanan tertentu, hipotiroid, serta gangguan sistem pencernaan dari lahir.

Dehidrasi

Bayi biasanya akan menghidrasi tubuhnya sendiri melalui makanan dan minuman yang ia konsumsi, termasuk ASI. Salah satu fungsi air yaitu untuk membantu proses pencernaan. Apabila buah hati anda tidak mendapatkan cairan yang cukup, maka akan mengakibatkan feses menjadi keras.

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi yang Konstipasi?

Ketika bayi anda mengalami konstipasi, anda jangan merasa panik karena ada beberapa cara yang bisa anda lakukan agar bayi anda bebas dari gangguan pencernaan yang satu ini.

Memijat Perut

Memijat perut merupakan salah satu cara paling mudah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi konstipasi yang terjadi pada bayi anda. Anda bisa memijat bagian bawah pusar bayi anda atau sekitar 3 jari dari pusar. Pijatlah dengan lembut dan hati-hati. Ketika anda melakukan pijatan ini, anda harus memastikan bahwa bayi anda rileks dan tidak merasa kesakitan.

Membuat Anak Lebih Aktif

Agar feses yang sulit dikeluarkan tersebut terdorong oleh usus, maka anda bisa membuat anak anda lebih aktif. Apabila bayi anda sudah bisa merangkak, maka anda bisa membuat ia merangkak sesering mungkin agar feses terdorong dan mudah dikeluarkan. Apabila masih belum berhasil, anda bisa menggerakan kaki bayi seperti mengayuh sepeda.

Mengkombinasikan Makanan

Ketika bayi anda sudah waktunya mengkonsumsi makanan padat, maka usahakan jangan langsung memberikannya makanan yang berat seperti nasi. Anda harus memilih makanan yang kaya akan serat serta berikanlah porsi yang cukup, jangan terlalu banyak. Jika ingin mendapatkan hasil yang optimal, maka anda bisa memijat perut bayi anda sebelum diberikan makanan.

Mengganti Susu Formul

Apabila bayi anda mengalami konstipasi saat ketika ia diberi susu formula, maka anda bisa mengganti susu formula yang berbeda dari biasanya. Untuk mendapatkan susu formula yang sesuai dengan kebutuhan bayi anda, maka anda bisa mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter anak.

Cukupi Kebutuhan Air

Anda harus memastikan bahwa kebutuhan air si kecil terpenuhi agar proses pencernaannya lancar.

Mandikan dengan Air Hangat

Memandikan bayi anda dengan menggunakan air hangat dapat membuatnya lebih rileks sehingga saluran pencernaan dapat lebih mudah mengeluarkan kotoran. Anda juga bisa memberikannya pijatan agar feses lebih mudah keluar.

Nah, apabila cara-cara di atas masih belum bisa mengatasi konstipasi yang dialami oleh buah hati anda, maka segeralah bawa bayi anda ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

 

Gangguan Konstipasi, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganan

Sistem pencernaan merupakan organ atau jalur sebagai peredaran proses mencerna makanan di dalam tubuh.

Sistem pencernaan memiliki tugas sebagai tempat penerima makanan, mencerna makanan dan memecahnya menjadi nutrisi agar bisa diserap yang selanjutnya akan disebarkan ke seluruh tubuh dengan perantara darah. Selain itu, sistem pencernaan juga bertugas dalam memisahkan atau membuang makanan tertentu yang tidak bisa dicerna.

Sistem pencernaan sangat rentan terhadap gangguan yang menyerang, yang mana gangguan-gangguan tersebut akan menghambat proses atau kinerja organ pencernaan itu sendiri. Seperti yang sudah diketahui, banyak sekali gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan, selain diare dan maag, gangguan pencernaan yang biasanya sering dialami oleh banyak orang yaitu konstipasi.

Apa Itu Konstipasi?

Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sembelit merupakan gangguan pencernaan yang mana feses atau tinja tertahan di dalam usus besar dalam waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena adanya kesulitan ketika mengeluarkannya. Dimana kesulitan tersebut disebabkan karena tidak adanya gerakan paristaltik pada usus besar, sehingga dengan begitu buang air besar menjadi tidak teratur serta pada perut akan timbul perasaan yang tidak nyaman.

Klasifikasi Konstipasi

Berdasarkan lamanya keluhan yang dirasa, konstipasi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu, konstipasi akut dan konstipasi kronis. Disebut sebagai konstipasi akut yaitu apabila keluhan yang dirasa kurang dari 4 minggu. Sedangkan konsitipasi kronis berlangsung lebih dari 4 minggu.

Apa Saja Penyebab Konstipasi?

Konstipasi merupakan penyakit yang umum, dimana penderitanya lebih banyak wanita bahkan 2 kali dibandingkan dengan pria, terlebih lagi ketika masa kehamilan berlangsung. Selain itu, konstipasi juga akan terjadi pada manula.

Karena gangguan ini banyak dialami, oleh sebab itu mulai muncul berbagai macam pertanyaan akan penyebab konstipasi itu sendiri. Banyak orang yang bertanya apakah penyebab antara orang yang satu sama dengan orang yang lainnya? Sebenarnya penyebab konstipasi antara masing-masing orang berbeda. Bahkan penyebab yang terjadi pada satu orang bisa lebih dari satu. 

Secara umum ada beberapa faktor pemicu yang bisa mempengaruhinya, seperti misalkan kurang minum, adanya perubahan pola makan, kurang mengkonsumsi serat, serta kebiasaan mengabaikan keinginan buang air besar. Selain disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, konstipasi juga disebabkan karena adanya pengaruh obat-obatan tertentu, serta adanya kecemasan atau depresi.

Sedangkan penyebab pada anak-anak biasanya karena buruknya pola makan, adanya rasa cemas saat menggunakan toilet, serta latihan pertama kali menggunakan toilet.

Apa Gejala Konstipasi?

Gejala utama gangguan ini yaitu kesulitan melakukan buang air besar, serta frekuensinya jarang dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita yaitu ia harus mengeluarkan tenaganya untuk mengejan ketika buang air besar, bahkan penderita akan merasa bahwa prosesnya tidak tuntas. Selain itu, tinja yan keluar akan terlihat keras, kering serta padat dengan ukuran yang besar atau bahkan sangat kecil. Selain gejala yang sudah disebutkan tadi, gejala lain yang mungkin anda rasakan yaitu perut terasa kembung, adanya kram pada perut, mual serta nafsu makan berkurang atau hilang.

Konstipasi yang dialami oleh bayi atau anak-anak pun memiliki gejala yang hampir sama dengan orang dewasa. Tetapi bedanya, anak-anak dan bayi biasanya sering meninggalkan bercak-bercak cairan pada celananya yang disebabkan karena adanya penumpukan tinja di rektum. Selain itu, mereka pun cenderung aka terlihat lemas, murung atau rewel.
Jika gejala konstipasi disertai dengan muntah-muntah, demam, adanya luka pada kulit sekitar anus, adanya darah saat buang air besar serta berat badan menurun, maka anda harus segera membawa anak anda pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Bagaimana Cara Mengobati Konstipasi?

Karena keadaan ini sangat mengganggu, oleh sebab itu harus ditangani dengan sebaik-baiknya. Penanganan konstipasi dilakukan guna melancarkan pencernaan agar penderita dapat buang air besar dengan baik dan teratur. Penanganan pertama yang paling penting dan utama yang biasanya sering di  anjurkan yaitu dengan meperbaiki pola makan dan gaya hidup, terlebih lagi konsumsi banyak serat.

Serat merupakan salah satu bagian dari makanan yang pada dasarnya tidak bisa diserap oleh tubuh, sehingga dengan begitu akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Contoh bahan makanan yang banyak mengandung serat yaitu, sayur, buah dan sereal. Apabila asupan makanan yang dikonsumsi memiliki serat yang cukup, maka akan berdampak pada kelancaran buang air besar.

Selain cara tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna melancarkan sistem pencernaan seperti:

  • Memperbanyak waktu olahraga seperti pada pagi hari atau sore hari.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Jangan mengabaikan jika ada keinginan buang air besar.
  • Ketika buang air besar anda bisa meletakan lutut anda dengan posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pinggul, misalkan letakan kaki pada bangku.

Pengobatan konstipasi dengan obat pencahar

Apabila langkah penanganan awal seperti yang sudah disebutkan di atas tidak efektif, biasanya dokter akan menyarankan untuk menggunakan obat pencahar. Hal yang harus anda ingat selama menggunakan obat pencahar yaitu anda maupun anak anda harus lebih banyak mengkonsumsi air putih. Obat yang satu ini dapat memperlancar proses buang air besar. 

Obat pencahar memiliki beberapa jenis seperti:

  • Obat pencahar osmotik. Obat pencahar yang satu ini mampu meningkatkan jumlah cairan di dalam usus, sehingga mampu merangsang tubuh untuk mendorong serta melunakan tinja. Contoh obat pencahar jenis ini yang biasanya diberikan oleh dokter yaitu, laktulosa dan macrogol.
  • Obat pencahar pembentuk tinja. Obat pencahar jenis ini akan membuat tinja anda menyerap cairan sehingga teksturnya akan menjadi lunak serta mudah dikeluarkan. Oleh karena itu penderita harus banyak minum air putih ketika mengkonsumsi obat ini. Contoh obat pencahar jenis ini yang biasanya diberikan oleh dokter yaitu, sekam ispaghula dan metilselulosa.
  • Obat pencahar stimulan. Obat ini mampu merangsang serta membantu otot yang melapisi saluran pencernaan agar bisa mendorong tinja yang ada di dalam usus besar menuju anus. Biasanya obat ini akan diberikan jika tinja memang benar-benar sulit keluar, meskipun sudah lunak. Senna, sodium picosulphate, dan bisacodyl merupakan obat pencahar jenis stimulan yang biasanya diberikan dokter.

Durasi penggunaan obat pencahar ini biasanya akan tergantung pada tingkat keparahan yang dialami. Jika penyebab konstipasi karena obat atau penyakit lainnya, maka penderita harus mengkonsumsi obat pencahar dalam waktu yang cukup lama, bisa berbulan-bulan atau bakan sampai bertahun-tahun. Selain itu, dosisnya juga harus dikurangi secara bertahap, serta satu demi satu apabila penderita menggunakan beberapa jenis obat pencahar untuk mengatasi konstipasi.

Khusunya bagi anak-anak yang menderita kosntipasi dalam tingkatan yang parah, biasanya dokter akan memberikan pencahar osmotik terlebih dahulu sebelum diberikannya pecahar stimulan apabila dibutuhkan.

Mungkin banyak orang yang mengabaikan gangguan ini, namun meskipun begitu demi kesehatan terlebih lagi kesehatan sistem pencernaan, kita harus memperhatikannya dan mencegahnya dengan menjauhi semua hal yang dapat menyebabkan gangguan ini.

 

Kenali Rotavirus Penyebab Diare Pada Anak-Anak

Diare merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan, dimana penyakit yang satu ini masih banyak dijumpai di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Siapa saja bisa menderita penyakit yang satu ini, baik itu orang dewasa atau pun anak kecil. Nah, salah satu penyebab diare pada anak yang paling besar yaitu diakibatkan oleh rotavirus. Rotavirus merupakan virus yang menginfeksi usus. Bahkan secara umum diare yang terjadi pada anak dan bayi di seluruh dunia disebabkan oleh virus yang satu ini. Anak berusia 5 tahun hampir sebagian besar pernah terinfeksi oleh virus yang satu ini. Dimana kondisi ini biasanya terjadi pada negara berkembang dengan kurang optimalnya tingkat nutrisi serta jumlah perawatan kesehatan.

Pada tahun 2006 vaksin ditemukan, sebelum ditemukannya vaksin rotavirus telah menyebabkan kematian anak pada tiap tahunnya dengan angka kematian setengah juta. Anda bisa mewaspadai penjangkitan virus yang satu ini pada bayi dan anak-anak berusia 4-24 bulan dengan pemberian vaksin sebagai salah satu upaya untuk pencegahan.

Apa Saja Gejala yang Disebabkan Oleh Rotavirus?

Tanda awal anak terinfeksi oleh rotavirus yaitu demam dan muntah-muntah. Setelah itu, akan diikuti oleh diare yang berlangsung selama kurang lebih 3-8 hari lamanya. Gejala yang muncul pada orang dewasa tidak terlihat secara umum atau bahkan bersifat ringan dan tidak ada sama sekali. Tidak hanya itu, infeksi virus yang satu ini juga akan menyebabkan sakit di sekitar perut. Sebagai orang tua anda juga harus mewaspadai gejala dehidrasi yang disebabkan oleh rotavirus.

Lantas apa saja gejalanya? Di bawah ini gejala dehidrasi akibat rotavirus.

  • Merasa haus yang berlebihan
  • Buang air besar terhambat selama 12 jam atau lebih
  • Badan terasa lemas atau lemah
  • Kulit menjadi kering atau dingin
  • Mata menjadi cekung
  • Mulut dan mata kering, bahkan ketika menangis pun tidak mengeluarkan air mata

Jika penderita mengalami diare akut, maka ia harus segera diberi tindakan agar tidak membahayakan. Jika timbul gejala tambahan pada anak anda seperti diare dengan disertai darah, muntah terus menerus selama 3 jam dan demam di atas 39,5 Celcius, maka anda harus segera membawa anak anda ke dokter.

Sedangkan pada orang dewasa hubungi dokter apabila mengalami gejala tambahan seperti di bawah ini:

  • Tidak bisa minum selama kurang lebih 24 jam
  • Muntah terus menerus antara 1-2 hari
  • Mengalami muntah darah
  • Mengalami demam tinggi dengan suhu di atas 39,4 Celcius
  • Ketika buang air besar ditemukan darah pada kotoran

Apa Penyebab dan Seperti Apa Penularan Rotavirus?

Rotavirus yang diketahui sebagai penyebab diare pada anak-anak ini bisa ditularkan melalui anus ke mulut. Dimana virus ini bisa bertahan selama sepuluh hari lamanya setelah gejala yang dirasa mereda pada pasien atau penderita. Selama periode ini, virus akan sangat dengan mudah menular dan menyebar pada anak-anak ketika adanya kontak melalui tangan dan mulut. Anak-anak akan mulai terinfeksi ketika mereka menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi, termasuk makanan, minuman atau yang lainnya.

Bahkan diketahui, infeksi rotavirus ini bisa terjadi dan menjalar dengan sangat cepat di rumah sakit anak atau tempat penitipan anak. Bahkan para pekerja yang ada di tempat ini bisa menjadi penyebab penyebaran virus ini apabila mereka tidak menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sesudah beraktivitas, terlebih lagi setelah kembali dari kamar mandi, setelah mengganti popok bayi, atau sesudah makan.

Cara Mendiagnosa Rotavirus

Untuk memahami dan memperhatikan gejala rotavirus dengan sebaik mungkin, biasanya dokter akan memberikan beberapa pertanyaan yang akan dijadikan sebagai acuan. Seperti misalkan, "kapan gejala dimulai?", "Apakah sering atau berselang-seling?". Keterangan akan tingkat keparahan pun bagi dokter biasanya akan menjadi bahan tambahan untuk mempertimbangkan. Terakhir, dokter akan menanyakan apakah gejala berkurang atau justru semakin bertambah, yang mana disesuaikan dengan kondisi pasien.

Selain mengajukan beberapa pertanyaan serta melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan lainnya seperti tes urine dan tes darah, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab diare disebabkan oleh bakteri atau rotavius. Jika penyebab diare pada anak disebabkan oleh bakteri dan bukan karena rotavirus, maka dokter tidak akan meresepkan atau memberikan antibiotik.

Jika ingin mendapatkan informasi yang lebih lanjut mengenai infeksi rotavirus serta bagaimana cara penanggulangannya, maka anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum, spesialis penyakit menular, atau dokter spesialis gastroenterologi.

Bagaimana Cara Pengobatan Rotavirus?

Sebenarnya untuk mengatasi infeksi rotavirus tidak ada obat spesifik yang harus diberikan kepada penderita. Namun, penanganan yang paling utama yaitu mencegah terjadinya dehidrasi.

Dehidrasi yang masih dalam tahapan ringan yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa bisa ditangani sendiri di rumah dengan memperbanyak asupan cairan, termasuk cairan rehidrasi. Penderita yang dirawat di rumah dianjurkan untuk selalu berada di rumah sampai kesehatannya kembali pulih, hal ini dilakukan agar orang-orang yang ada di sekitarnya tidak tertular.

Anak-anak yang mengalami diare ringan sebaiknya mengkonsumsi makanan seperti biasa atau secara normal. Namun, hal yang perlu diperhatikan yaitu hindari minuman ringan atau jus buah guna mencegah diare bertambah buruk. Sebelum anak anda berusia 3 tahun alangkah lebih baiknya jika anda tidak menghentikan pemberian ASI, karena ASI dapat membantu pencegahan diare menjadi semakin parah. Apabila anak anda mengkonsumsi susu formula, maka anda tidak perlu mencairkan susu formula tersebut. Anda juga bisa memberikan cairan dehidrasi oral yang sebelumnya sudah disarankan oleh dokter.

Jika anak anda mengalami muntah-muntah, maka anda bisa memberikan makanan dan cairan dalam porsi atau jumlah kecil namun dengan frekuensi yang lebih banyak. Untuk menenangkan anak berusia di atas tiga tahun maka anda bisa memberikannya makanan lembut dan tawar sepert roti serta biskuit saltine. Anda juga harus memperhatikan asupan makanan anak anda, sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung susu, lemak dan gula tinggi.

Bagi anak penderita diare akut biasanya tidak membutuhkan mineral yang terdapat pada cairan atau minuman biasa. Oleh sebab itu, anda harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan memberikan cairan rehidrasi oral, metode pengobatan lain, atau obat-obatan lainnya.

Sebagai orang tua anda juga harus memastikan popok yang digunakan oleh anak anda selalu dalam keadaan bersih serta anak mengenakan pakaian yang nyaman. Ketika mengganti popok, anda  bisa menggunakan kain basah dan hangat serta krim atau produk pencegah ruam. Jika diperlukan anda bisa menggunakan air mengalir untuk membersihkan area yang sulit terjangkau. Pastikan anak anda memperoleh waktu yang baik dan cukup untuk istirahat.

Sedangkan untuk orang dewasa yang mengalami diare serta muntah-muntah, maka dianjurkan untuk menghindari kafein, nikotin, alkohol serta asupan lainnya yang dapat mengganggu keadaan perut.

Dehidrasi berat merupakan salah satu komplikasi utama dari diare. Nah, pemberian cairan infus di rumah sangat diperlukan untuk penderita yang mengalami diare dehidrasi berat. Jika tidak mendapaktkan penanganan tepat ditakutkan akan mengancam jiwa penderita.

Semua orang harus bertindak dalam menghentikan penyebaran rotavirus, dengan menerapkan gaya hidup sehat dan bersih diharapkan dapat membantu mengatasi itu semua.

 

Waspada Maag Dapat Terjadi Pada Anak-Anak, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Sistem pencernaan merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh manusia.

Sama seperti organ lainnya, sistem pencernaan pun sangat rentan terserang penyakit atau gangguan. Banyak gangguan atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan, dimana salah satu gangguan yang paling sering diderita yakni maag. Maag merupakan sebuah gangguan pencernaan yang menyerang salah satu organ pencernaan yakni lambung. Gangguan ini dapat mengakibatkan rasa mual dan sakit perut yang teramat sakit. 

Khususnya di negara kita sendiri, sakit maag sudah sering terjadi dan bisa diderita oleh siapa saja. Selain orang dewasa, ternyata balita atau anak-anak pun bisa mengalaminya.

Lantas bagaimana sakit maag dapat menyerang balita?

Sakit maag yang menyerang balita bisa timbul dan disebabkan oleh beberapa hal seperti misalkan infeksi bakteri H.pylori yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, trauma karena efek samping obat, stress setelah menjalankan operasi, efek samping dari gangguan pencernaan lainnya seperti diare dan lain sebagainya.

Bakteri H.pylori atau helicobacter pylori merupakan bakteri yang mampu menginfeksi lambung serta bagian usus pada balita tanpa adanya gejala yang jelas, bahkan sebagian besar balita yang menderita sakit karena bakteri ini tidak akan memiliki gejala selama masa hidupnya. 

Penularan dari bakteri ini memang masih belum bisa dipastikan dengan jelas. Tetapi diduga lingkungan tempat tinggal yang padat serta keadaan kondisi sosial ekonomi yang rendah menjadi salah satu faktor penyebab munculnya bakteri atau kuman H.pylori. Semua orang tua atau ibu harus memiliki peranan penting terhadap penyebaran bakteri ini pada anak-anaknya.

Perbedaan gejala maag pada orang dewasa dan anak

Khususnya pada orang dewasa, gejala sakit maag yang muncul cukup khas seperti terasa nyeri di daerah ulu hati atau perut kiri bagian atas. Namun, pada anak tidak demikian karena ada gejala khas yang dirasa seperti:

  1. Sakit maag yang menyerang anak akan ditandai dengan keluhan sakit perut. Biasanya sakit yang dirasa tidak jelas. Pada anak berusia 6 tahun ke bawah biasanya akan merasakan sakit pada sekitar pusar, bahkan rasa sakit tersebut akan semakin parah apabila anak makan. Sedangkan pada anak usia 6 tahun gejalanya hampir sama dengan gejala yang dirasa oleh orang dewasa.
  2. Selain itu, anak penderita maag juga akan mengalami muntah secara berulang.
  3. Terjadinya pendarahan pada saluran pencernaan sehingga mengakibatkan muntah darah dan fases berwarna hitam, hingga terjadinya kebocoran usus yang diakibatkan adanya luka pada lambung.

Cara membedakan sakit maag yang disebabkan oleh bakteri atau non bakteri dirasa cukup sulit. Sakit perut yang terjadi secara berulang dianggap oleh beberapa ahli sebagai gejala yang saling berkaitan dengan bakteri H.pylori. Bahkan sekitar 22-37% anak yang menderita gejala ini terbukti terinfeksi oleh bakteri H.pylori.

Bagaimana cara mendeteksi bakteri atau kuman H.pylori yang menjadi penyebab maag pada anak?

Untuk semua anak yang menderita gejala sakit maag dinajurkan untuk melakukan tes H.pylori dengan tes pemeriksaan yang sederhana serta tidak menyakitkan. Sedangkan pemeriksaan yang lebih kompleks hanya akan dilakukan pada anak yang menderita maag dengan mengalami gejala kuat. Untuk selanjutnya biasanya akan dilakukan penanganan yang lebih lanjut.

Saat ini berbagai pusat kesehatan sudah menyediakan tes bakteri H.pylori. Jika tes yang dilakukan positif, maka bisa dilanjutkan dengan melakukan peneropongan ke lambung atau endoskopi. Tindakan seperti ini sangat disarankan untuk anak yang dicurigai mengalami kelainan pada lambung. Jika setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan H.pylori maka secepat mungkin harus dilakukan terapi. Selain itu, endoskopi juga bisa dilakukan untuk melakukan tes lainnya. Pemeriksaan yang dilakukan secara kombinasi pada anak dapat meningkatkan kepastian apakah anak terserang bakteri atau tidak, sehingga dengan begitu dapat diobati dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, uji urea napas pun bisa dilakukan untuk mendektesi maag pada anak. Tes ini dianggap mampu memberikan hasil yang akurat serta cukup sederhana. Dengan melakukan uji urea napas, anak akan diminta untuk meminum sejumlah urea yang sudah diberi tanda. Dimana urea ini akan dimetobolisme oleh bakteri H.pylori, serta akan dikeluarkan menjadi karbondioksida. Apabila anak positif terinfeksi oleh H.pylori maka akan ditemukan karbondioksida yang memiliki tanda pada udara napas si anak.

Jangan sembarang mengobati 

Jika memang benar ada kuman atau bakteri, maka pengobatan yang dilakukan janganlah sembarangan. Dimana pengobatan akut maag itu sendiri harus mencakup antibiotik yang mampu membasmi H.pylori. Tetapi kuman bisa saja berubah menjadi tidak mempan terhadap antibiotik tersebut, oleh sebab itu digunakan kombinasi dua antibiotik. Seorang anak akan dinyatakan sembuh jika setelah melakukan pengobatan tidak lagi ditemukan kuman atau bakteri pada lambungnya.

Infeksi kuman atau bakteri ternyata dapat terjadi dan berulang pada anak, bahkan lebih tinggi angkanya dibandingkan dengan orang dewasa.

Sebisa mungkin janganlah memberikan obat sembarangan pada anak anda seperti halnya obat yang banyak beredar di pasaran, karena obat maag yang ada di pasaran belum pasti cocok dengan anak-anak. Jika dipaksakan pun justru ditakutkan akan menyebabkan gangguan-gangguan lainnya.

Cara mencegah maag pada anak

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah maag pada anak seperti di bawah ini.

  1. Pertama, anda harus menghindarkan makanan yang dapat mengiritasi lapisan lambung dari anak anda. Jauhkan makanan yang mengganggu tersebut dari jangkauan anak-anak anda, terlebih lagi makanan pedas ataupun makanan yang diolah dengan cara digoreng dengan menggunakan minyak berlebihan.
  2. Hindari gangguan pencernaan pada anak anda dengan memberi makan anak anda dengan porsi kecil beberapa jam sekali dalam setiap harinya dibandingkan memberi makan 2 sampai 3 kali dengan porsi yang banyak. Hal ini mampu membantu mencegah pembentukan asam berlebih yang mana asam tersebut dapat membantu mengganggu perut anak anda.
  3. Selain itu, anda juga harus menjauhkan anak anda dari asap rokok. Karena asap roko dapat mengiritasi lambung.
  4. Hindari minum obat yang mengandung aspirin atau ibuprofen jika memungkinkan. Sebagai ganti untuk pereda rasa sakit, asetaminofen lebih disarankan karena tidak akan mengiritasi lambung.
  5. Angka infeksi oleh bakteri atau kuman H.pylori cukup tinggi yang menjadi penyebab sakit maag kronis serta timbulnya luka lambung pada anak-anak, oleh sebab itu sebagai orang tua anda harus waspada ketika anak anda mengalami gejala penyakit maag. Infeksi karena kuman atau bakteri ini dapat dihindari dengan memutus rantai penularan.

Berbagai cara mencegah sakit maag pada anak akan berhasil apabila didukung oleh orangtuanya sendiri. Bahkan tidak akan berhasil apabila orang tua membiasakan anak-anaknya makan dengan pola makan yang tidak sehat.

Itulah gejala dan penyebab maag pada anak. Setelah mengetahuinya, maka diharapkan anda bisa lebih waspada dalam menjaga kesehatan anak anda. Semoga bermanfaat. 

 

  • 1
  • 2
Loading...

Follow us