data-ad-format="auto"

Puasa dan Anak

Puas adalah ibadah wajib yang harus dijalankan oleh seluruh umat muslim dengan beberapa ketentuan. Untuk itu, penting sekali mengajarkan adab dan norma berpuasa pada si kecil sejak mereka masih berusia dini. Nah, artikel ini merangkum segala hal mengenai puasa untuk si kecil. 

Hindari Menerapkan Kebiasaan Buruk Ini Pada Anak Selama Puasa

Puasa Ramadha adalah waktu yang tepat untuk meningatkan kualitas ibadah.

Dibulan puasa ini banyak orang memilih untuk lebih berfokus pada agamanya dalam rangka merubah diri menjadi orang yang lebih baik. Beberapa orang bahkan ada yang sampai rela mengambil cuti pada beberapa minggu pertama dan terakhir dibulan puasa demi menjaga kelancaran ibadah mereka.

Nah, menerapkan ibadah dan meningkatkannya tentunya tidak ada salahnya diterapkan pada si kecil. Meskipun mereka masih dalam tahapan belajar berpuasa, akan tetapi bukan berarti ibu bebas dari tugas membimbing dan mengajarkan si kecil makna puasa dan ibadah lain untuk diajarkan.

Dibulan yang penuh berkah ini, tidak ada salahnya mengajarkan dan memperkenalkan si buah hati pada serangkaian kegiatan beribadah untuk melengkapi ibadah Ramadhannya. Dengan demikian diharapkan kegiatan ibadah ini akan dibawanya menjadi kebiasaan yang ia terapkan sampai ia dewasa nanti.

Mulai dari memperkenalkan si kecil pada kegiatan mengaji, tadarusan, melakukan sedekah, tidak membicarakan orang lain, tidak boleh bertengkar, tidak berbicara kasar dan lain sebagainya. Waktu ini pun bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperbaiki akhlak si buah hati. Namun tentunya bukan hanya dilakukan dibulan puasa saja melainkan mengajarkan beberapa hal ini pun penting dilakukan setiap hari.

Nah, bila oranglain berlomba-lomba dalam mengajarkan kebaikan dan membimbing buah hatinya untuk selalu meningkatkan ibadah dibulan yang penuh rahmat ini. Sebagian ada yang malah merusak kegiatan Ramadhan dengan serangkaian kebiasaan buruk yang sering dilakukan secara berulang pada saat bulan puasa.

Baik itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja akan tetapi kecenderungan anak-anak dalam meniru membuat mereka bisa jadi memaknai kebiasaan tersebut sebagai hal yang boleh dan dianjurkan untuk dilakukan.

Padahal kebiasaan ini sungguh membawa kerugian yang besar untuk tubuh dan pada akhirnya membuat puasa yang dijalankan menjadi tidak optimal dan rasa lemas serta tak berdaya lebih mungkin dirasakan.

Ada cukup banyak kebiasaan buruk yang dijalankan selama bulan Ramadhan yang secara tidak disadari kegiatan yang satu ini pun diikuti oleh si buah hati. Dengan demikian saat anda melakukan kegiatan tersebut sama artinya dengan anda mengajarkan si kecil untuk melakukan hal yang sama. Akibatnya, selama puasa bukannya sehat, tubuh malah merasa tidak nyaman.

Lantas apa sajakah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindarkan dari si kecil agar tidak dilakukan atau ditiru? Mari kita simak beberapa hal dibawah ini.


Kebiasaan Buruk yang Tidak Sebaiknya Diterpkan Pada Anak Saat Bulan Puasa

1. Melewatkan Santap Sahur

Kegiatan ibadah sahur yang dilakukan pada saat dini hari memang seringkali membuat tubuh kesulitan untuk menyesuaikan jam biologisnya dengan waktu sahur. Akibatnya seringkali pada awal-awal puasa tidak sedikit mereka yang mengalami kejadian telat bangun untuk sahur. Atau bahkan sebagian melewatkan kegiatan ini karena belum terbiasa bangun dini hari.

Sahur adalah kegiatan yang penting dilakukan selama puasa Ramadhan. Meski termasuk kedalam salah satu sunnah yang boleh dilakukan atau tidak pun tidak apa-apa, akan tetapi tetap saja kegiatan yang satu ini menjadi serangkaian ibadah yang penting dilakukan. Hal ini dikarenakan sahur merupakan waktu untuk anda bisa memasok energi yang cukup agar tubuh siap dan kuat menahan puasa yang akan dijalankan selama hampir 14 jam kedepan.

Sayangnya tidak sedikit orangtua yang merasa masih mengantuk atau malas untuk masak dan pada akhirnya melewatkan santap sahurnya. Apalagi untuk anak-anak kegiatan yang satu ini sebaiknya tidak mereka lewatkan agar tubuhnya menjadi lebih segar sewaktu menjalankan ibadah puasanya.

2. Banyak Makan Sewaktu Berbuka Puasa

Karena menahan lapar dan haus selama puasa yang dilakukan selama setengah hari penuh membuat lapar dan haus memang seringkali tak terhindarkan. Pada akhirnya, hal ini secara tak sadar membuat kita sulit mengontrol nafsu makan pada saat berbuka puasa dengan melahap segala jenis makanan yang terjadi dimeja makan hingga perut kita terasa penuh.

Akan tetapi kebiasaan seperti ini sebaiknya tidak dilakukan apalagi dihadapan si kecil karena pada faktanya mengkonsumsi segala jenis makanan dalam jumlah banyak pada satu waktu tidak akan baik untuk kesehatan.

Selama seharian, sistem pencernaan kita sedang beristirahat sehingga mengkonsumsi banyak makanan sekaligus akan membuat pencernaan bekerja keras namun lambat. Akibatnya penyakit seperti begah akan mungkin dirasakan.

Nah, bila hal ini terjadi pada si kecil maka kemungkinan mereka akan kepayahan menahan dampak ini dan pada gilirannya mungkin membuat mereka menjadi rewel. Selain itu, kekenyangan akan mungkin membuat si kecil malas menjalankan ibadah shalat terawih.

Untuk itu, sebaiknya makanlah sedikit demi sedikit dan kunyahlah dengan perlahan. Otak perlu waktu sekitar 7 menit untuk mengirim sinyal kenyang pada tubuh hingga anda menyadarinya. Untuk itu, makanlah sesuai dengan kebutuhan sebab segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik.


3. Mengkonsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Kalori

Saat berbuka puasa setelah menahan lapar dan haus seharian rasanya akan sangat nikmati memanjakan lidah dengan makanan kesukaan. Apalagi dengan makanan yang garing seperti digoreng atau makanan dengan kandungan lemak yang tinggi dan kalori seperti sop kaki, burger atau mengkonsumsi makanan lainnya.

Akan tetapi menerapkan kebiasaan ini pada si kecil dan semua anggota keluarga bukanlah hal yang baik sebab hal ini akan mungkin menyebabkan timbulnya sakit maag pada si kecil dan meningkatkan kadar kolesterol untuk orang dewasa.

4. Mengkonsumsi Sayur dan Buah Hanya Sedikit

Anak-anak perlu mendapatkan asupan makanan sehat untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih segar. Asupan makanan sehat akan memberikan sejumlah gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya dengan lebih baik, terutama selama puasa.

Mengkonsumsi sayur dan buah yang sedikit akan membuat kebutuhan gizi dan nutrisinya tidak tercukupi dengan baik. Alhasil bila hal ini terjadi maka si kecil akan terlihat lemas dan lesu sewaktu menjalankan puasa. Untuk itu, sebaiknya dukung menu makanan selama puasa dengan menghadirkan buah dan sayur serta makanan yang sehat untuk si buah hati agar puasa yang dijalaninya bisa lancar.

5. Kurang Minum

Selama puasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama hampir 14 jam. Ketika tubuh tidak cukup mendapatkan asupan cairan maka yang terjadi adalah dehidrasi. Sementara itu, meski sedang berpuasa tubuh tetap dituntut untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasanya tanpa asupan makanan dan minuman.

Perlu diketahui, tubuh yang banyak melakukan aktivitas akan membuat cairan elektrolit banyak dilepaskan melalui keringat. Itulah mengapa saat puasa asupan cairan amat dibutuhkan oleh tubuh.

Hindari menerapkan kebiasaan kurang minum pada buah hati anda. Atau membiarkan mereka hanya mengkonsumsi sedikit cairan. Upayakan agar kebutuhan cairan sebanyak 8 gelas per hari tetap terjaga pada buah hati anda. Tidak perlu menenggak sebanyak 8 gelas air sekaligus dalam waktu yang sama. Pembagian konsumsi minuman ini dapat diatur dan dikonsumsi saat berbuka puasa, sebelum tidur dan yang terpenting adalah pada saat sahur.

Tubuh si kecil yang mendapatkan asupan nutirisi, gizi dan cairan yang cukup akan membuat puasa yang dijalaninya menjadi lebih segar dan lancar.

Menghindarkan Si Kecil Agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa Ramadhan

Saat ini seluruh umat muslim yang ada diseluruh dunia tangah melaksanakan Ibadah Ramadhan, yakni berpuasa.

Ibadah yang satu ini adalah ibadah wajib yang dijalankan oleh seluruh umat muslim seluruh dunia. Lamanya menjalankan ibadah puasa adalah satu bulan penuh dimulai dari terbitnya matahari sampai tenggelamnya di waktu adzan maghrib.

Puasa berarti menahan nafsu akan rasa lapar dan haus serta menahan diri untuk tidak melakukan dosa. Tantangan dalam menahan dua hal inilah yang seringkali mendatangkan masalah pada beberapa orang yang tidak kuat, terutama untuk anak-anak.

 Ibadah puasa yang dilakukan selama hampir 14 jam ini seringkali membuat si kecil tidak mendapatkan pasokan air yang cukup kedalam tubuhnya. Bila kondisi ini berlangsung maka yang terjadi adalah ancaman dari dehidrasi.

Apalagi saat anak harus melakukan segala macam aktivitas sehari-hari seperti yang dilakukan pada saat tidak puasa. Hal inilah yang kerap kali menjadi kendala yang berat untuk beberapa muslim terlebih lagi saat aktivitas yang dijalankan banyak dilakukan dibawah teriknya sinah matahari.

Dehidrasi pada dasarnya bukanlah sebuah kondisi yang baik dan menyehatkan untuk tubuh, terutama bagi si kecil. Akan tetapi tentunya hal ini tidak boleh menjadi penghalang anda bersama dengan si kecil untuk tidak menjalankan ibadah yang satu ini selama satu hari penuh.

Dehidrasi selama puasa umumnya akan membuat kulit dan bibir menjadi kering, bahkan tidak adanya asupan cairan yang berlangsung selama hampir 14 jam ini cenderung akan membuat tubuh menjadi lemas terutama pada siang hari. Itulah mengapa tak heran bila anda melihat si kecil semakin terlihat lemas saat memasuki jam 12 keatas.

Nah, selain beberapa hal diatas ada cukup banyak pengaruh dehidrasi terhadap tubuh yang perlu diwaspadai.


Pengaruh Dehidrasi Terhadap Tubuh

Dehidarasi merupakan sebuah kondisi yang terjadi sebab tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan dengan jumlah yang diperolehnya. Hal ini membuat tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk dapat menjalankan fungsi tubuhnya secara normal.

Adapun pengaruh paling umum dari timbulnya dehidrasi pada tubuh sampai saat ini adalah timbulnya penyakit diare. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di kalangan masyarakat Indonesia.

Kandungan cairan dalam tubuh manusia yang sehat adalah sebanyak 60 persen. Untuk itu, upayakan agar tubuh anda selalu mendapatkan cairan guna menjaga kandungan air dalam tubuh yang ideal karena fungsinya yang sangat penting.

Nah, adapun beberapa masalah kesehatan lain yang bisa terjadi sebab tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi diantaranya adalah:

1. Nyeri Punggung

Masalah pertama yang dapat terjadi dari kondisi dehidrasi pada tubuh adalah nyeri pada bagian tulang belakag yang menyebabkan sakit punggung. Pada kondisi ini, bantalan air yang berada di kolong tulang belakang mengalami dehidrasi.

2. Asma

Ketika tubuh tidak mendapatkan jumlah pasokan cairan yang sesuai dengan kebutuhannya, maka sistem tubuh akan menyesuaikannya dengan  menutup berbagai saluran untuk meminimalkan penguapan air. Kondisi ini dalam jangka panjang akan dapat mengarah terhadap perkembangan asma akibat sistem pernapasan yang tertutu sehingga bagian tersebut tidak dapat bekerja dengan optimal.

3. Colitis

Colitis atau radang usus besar akan dapat menyebabkan bagian ulu hati terasa sakit, kondisi ini dipicu sebab timbulnya dehidrasi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi maka usus akan mencoba menyerap air dari kotoran sehingga mengurangi pelumasa usus yang menyebabkan rasa sakit timbul.

Itulah dia beberapa hal yang dapat terjadi pada si kecil yang mengalami dehidrasi selama berpuasa. Akan tetapi tak perlu khawatir, agar anda tetap bisa menerapkan puasa pada si kecil selama satu hari penuh tanpa dibayang-bayangi rasa takut dari dehidrasi maka beberapa hal ini dapat dilakukan.


Mencegah Dehidrasi Pada Anak Selama Puasa Ramadhan

1. Penuhi Kebutuhan Cairan 8 Gelas Setiap Harinya

Ukuran yang umum dalam memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya diukur dengan takaran sebanyak 8 gelas. Selama puasa mungkin akan cukup sulit untuk si kecil dapat mengkonsumsi cairan dalam jumlah sebanyak ini pada satu waktu.

Nah, untuk itu maka kebutuhan cairan ini tidak harus melulu anda dapatkan dari mengkonsumsi air mineral. Namun menggantinya dengan asupan buah-buahan yang mengandung air atau makanan dengan kuah.

Sementara itu, untuk asupan 8 gelas ini bisa anda konsumsi saat berbuka puasa, sebelum tidur dan pada saat sahur. Untuk itu, kelola pola makan dan minum si kecil agar sebisa mungkin kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik.

2. Minum Susu

Susu dapat anda jadikan sebagai pilihan yang baik dalam mencukup kebutuhan cairan dalam tubuh si kecil selama menjalankan ibadah puasa. Selan bermanfaat dalam memberikan hidrasi untuk tubuh, mengkonsumsi susu juga memberikan manfaat lain yang baik untuk kesehatan.

Susu memiliki kandungan protein, karbohidrat, elektrolit dan juga kalsium. Bahkan dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa susu jauh lebih baik daripada memberikan minuman suplemen pada buah hati. Ada cukup banyak jenis susu yang bisa anda berikan pada buah hati. Dengan demikian anda bisa memilih salah satunya sesuai dengan selera si buah hati.

3. Konsumsi Buah Dengan Kandungan Air yang Banyak

Sangat penting menghadirkan jenis makanan yang sehat yang dikonsumsi selama bulan puasa. Selain bermanfaat untuk tubuh, makanan sehat seperti buah dan sayur akan baik dikonsumsi untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, konsumsi terhadap makanan sehat ini akan membantu memberikan asupan nutrisi dan menjaga stamina si kecil selama puasa agar ia tidak melulu terlihat lemas.

Dalam rangka menjaga tubuh agar tetap terhidrasi pemilihan jenis buah yang dikonsumsi perlu lah diperhatikan. Pilihlah jenis buah yang memiliki kandungan air yang banyak pada saat diberikan untuk si kecil. Beberapa buah yang memiliki kandungan air yang banyak diantaranya adalah semangka, melon, pir dan masih banyak lagi.

4. Memberikan Rasa Pada Air Mineral

Terkadang bisa sangat sulit meminta si kecil menghabiskan minuman yang ibu hidangkan dalam gelas. Padahal puasa yang dijalani oleh si kecil sampai satu hari penuh akan mungkin membuat tubuhnya kehilangan banyak cairan. Sehingga bila kebutuhan cairannya tidak dipenuhi dengan baik maka dehidrasi bisa menjadi ancaman serius untuk si kecil.

Anak-anak yang sulit minum air mineral cenderung tidak suka dengan rasa dari air yang diberikan. Hambar dan tanpa rasa membuat mereka terkadang merasa mual saat diminta minum dalam jumlah yang banyak.

Nah, untuk mengatasi masalah ini maka tidak ada salanya jika ibu memberikan rasa pada air mineral yang diberikan misalkan dengan memberikan perasan jeruk, jeruk nipis atau dengan menambahkan sedikit madu. Hanya saja hindari memberikan gula pada minuman si kecil sebab hal ini tidaklah baik untuk kesehatannya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindarkan si buah hati dari dehidrasi selama puasa Ramadha. Kebutuhan cairan yang terpenuhi selama puasa akan membuat staminanya lebih baik sehingga puasa yang dijalani si kecil menjadi lebih bersemangat.

Bantu Si Kecil Lahap Santap Makan Sahur

Salah satu tantangan dan perjuangan orangtua selama bulan Ramadhan dalam menghadapi buah hatinya yang tengah menjalani ibadah puasa adalah kesulitan membangunkan si kecil pada saat makan sahur.

Hal ini seringkali membuat orangtua merasa frustasi bagaimana membuat buah hatinya agar mudah dibangunkan dan diminta untuk menyantap makan sahur.

Sebab banyak orangtua yang merasa khawatir bila buah hati mereka yang baru saja menjalankan puasa dan melewatkan santap makan sahur akan membuat penyakit menyerang tubuhnya, terutama masalah pencernaan seperti maagh atau penyakit lambung. Selain itu, tak jarang kita pun akan dibuat tak tega sewaktu si kecil mengeluh lemas atau tak kuat menahan lapar saat baru saja tengah hari.

Hal inilah yang membuat orangtua seringkali dibuat khawatir saat si kecil sulit dibangunkan untuk santap sahur. Belum lagi, sulitnya si kecil untuk dibangunkan seringkali membuat mereka rewel saat diminta datang ke meja makan dan berkumpul bersama dengan yang lain untuk segera menyantap makanannya. Jangankan menghabiskan menu sahurnya rasanya membuka kedua kelopak matanya saja akan cukup sulit untuk mereka.

Bila ibu terus mengingatkan mereka untuk segera menyantap makanannya si kecil malah berubah menjadi lebih rewel dan mengeluh masih mengantuk sehingga pada akhirnya sulit sekali untuk buah hati anda bisa lahap dalam menyantap makan sahurnya.

Padahal segala cara sudah anda lakukan agar si kecil bisa sedikitnya bersemangat menghabiskan makanannya agar energinya tetap terjaga menghadapi 14 jam yang akan ia jalani. Namun pada kenyataannya, jangankan untuk bisa menghabiskan semua yang disajikan dalam piringnya sepertinya rasa kantuk dan rewel telah merenggut nafsu makannya dan membuat ia malas menghabiskan apa yang disajikan dalam piringnya.

Hal ini tentu akan terus-terusan membuat ibu khawatir dan tak tenang. Pikiran bahwa si kecil tidak akan cukup kuat menjalankan ibadah puasanya seringkali membuat ibu kebingungan bagaimana membujuk buah hatinya agar bisa lahap menghabiskan makananya.

Padahal, sahur merupakan kegiatan yang penting sebagai sumber pemasok energi dan nutrisi selama menjalankan puasa hampir 14 jam lamanya. Sekalipun anak-anak masih dalam tahapan belajar puasa baik itu puasa dalam waktu yang penuh maupun setengah hari, namun tetap saja mereka harus dibiasakan dan disiplinkan untuk tidak meninggalkan waktu sahurnya hanya karena masih mengantuk.

Lalu bagaimana trik yang dapat dilakukan untuk membuat si kecil lebih lahap menyantap makan sahurnya? Maka beberapa hal ini akan membantu anda mendapatkan solusi dengan lebih mudah, mari simak dibawah ini.


  • Bangunkan Ia Tepat Waktu dan Buatlah Nyaman

Seringkali tidak sedikit orang atau ibu rumah tangga yang akan menyengaja bangun lebih dini untuk menyiapkan makan sahur. Hal ini dilakukan untuk menghindari terlambat makan sahur dan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan tenang sewaktu menikmati makan sahurnya. Tak ayal bahkan beberapa jam sebelum sirine tanda sahur berakhir pun mereka sudah terburu menyantap makan sahur. Memang tidak ada salahnya bangun lebih awal untuk anda para orangtua yang ingin menyediakan menu makan sahur untuk keluarganya.

Akan tetapi untuk si kecil hal ini akan bisa menganggu waktu tidurnya semakin buruk. Tak perlu bangunkan si kecil jam 3 malam untuk segera menyantap makan sahurnya. Apalagi, biasanya porsi yang disantap oleh anak-anak tidak terlalu banyak sehingga tidak membutuhkan waktu lebih lama untuk mereka bisa menghabiskan makan sahurnya.

Mintalah anak-anak 1 jam atau 45 menit sebelum adzan berkumandang agar bisa bangun. Waktu yang lebih pendek dan dekat ke adzan subuh akan membuat mereka lebih mudah langsung melakukan shalat dan tidak perlu terlalu terjala berlama-lama yang akan mungkin menyiksanya.

Yang terpenting adalah sisakan waktu agar si kecil tidak terburu mengunyah makanannya. Dengan begini, setelah selesai makan dan tersedia beberapa menit untuknya bisa bersantai dan minum, maka adzan subuh berkumandang ia akan bisa segera menunaikan ibadah shalat dan setelah itu ia bisa kembali tidur.

Selain itu, buat sebisa mungkin suasana di meja makan tidak hening atau cukup dengan makan dan minum lalu shalat dan berlalu begitu saja. Buatlah agar semangat si kecil menjadi lebih terlihat seperti menawarkan ia untuk menyantap makanan lain setelah makan sahur dan lain sebagainya.


  • Tanyakan Menu Sahur yang Diinginkannya

Untuk membantunya agar lebih lahap menyantap hidangan sahurnya pada dini hari, maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mencari tahu jenis makanan apa yang diinginkan si kecil untuk sahur nanti. Bila ibu memasakan jenis makanan kesukaannya, maka ia akan lebih tergugah untuk bangun sahur dan menyantap makanan dengan lebih lahap.

Sebelum tidur dimalam hari atau sebelum berbuka puasa tanyakan pada si kecil menu apa yang diinginkan oleh si buah hati untuk makan sahurnya. Jangan menanyakan pada saat berbuka puasa karena bisa jadi nafsu makannya sudah terisi dengan makanan yang tersedia dan akan lebih sulit umumnya bagi si kecil menentukan makanan yang diinginkannya untuk santap sahur nanti.

  • Hindari Makan Berlebih Tengah Malam

Biasanya euporia buka puasa membuat banyak makanan tersedia baik didalam lemari es atau di meja makan. Hal ini seringkali membuat si kecil menyantap berbagai macam makanan dalam waktu sekaligus. Bahkan biasanya sebelum menjelang buka puasa si kecil akan dengan senang hati memilih makanan yang ingin disantapnya saat berbuka puasa.

Alhasil pada saat buka puasa ada beberapa jenis makanan yang tidak bisa ditampungnya dalam perutnya. Hal inilah yang akhirnya membuat si kecil menunda menyantap makanan tersebut sampai rasa laparnya kembali, bahkan saat tengah malam sekalipun.

Akan tetapi makan berlebih pada saat tengah malam dimana waktu ini dekat dengan makan sahur akan mungkin membuat nafsu makannya sudah terisi dengan makanan yang ia santap tadi malam.

Untuk itu, sebaiknya aturlah asupan makanan pada si kecil agar ia tidak terlalu kenyang, terutama pada jam tengah malam yang akan membuatnya semakin sulit menyantap menu makanan sahur yang telah tersedia.


  • Ajarkan Anak Berpartisipasi Siapkan Makanannya

Metode lain yang dapat diaplikasikan pada buah hati anda agar lebih lahap menyantap hidangan sahurnya adalah dengan mengikut sertakan ia didapur. Selain akan membuat si kecil menjadi lebih lahap hal ini pun bisa dijadikan metode untuk membuat si kecil bangun sahur lebih mudah. Bukan hanya itu, melibatkan si kecil didapur untuk menyiapkan makanan sahurnya akan dapat mengusir kantuknya sementara karena perhatiannya terfokus pada kegiatan memasak bersama anda.

Dengan ikut terlibat didapur dan ibu memberikan kesempatan mereka untuk bisa memasak 'sendiri' makanannya maka ia akan cenderung lebih menikmati makanan buatannya yang anda buat bersamanya.

Untuk itu, mintalah buah hati anda untuk bangun sebelum semua makanan tersaji diatas meja makan. Minta buah hati anda melakukan beberapa kegiatan yang mudah seperti saat membat perkedel mintalah ia mengocok telur atau minta ia menyiapkan piring di meja makan.

  • Hidangkan Menu Kesukaannya

Terkadang hal yang membuat si kecil malas menyantap hidangan sahur adalah jenis makanan yang tidak terlalu disukainya. Hal inilah yang seringkali membuat mereka makin malas bangun sahur. Untuk itu, maka hidangkan jenis makanan kesukaan buah hati anda dengan selalu menanyakan jenis makanan apa yang mereka inginkan.

Agar Si Kecil Semangat Bangun Sahur

Puasa merupakan ibadah wajib yang dijalankan oleh seluruh umat muslim di dunia.

Selama sebulan penuh seluruh umat muslim menjalankan ibadah dengan tidak makan dan minum selama siang hari dan berbuka saat adzan maghrib berkumandang. Ibadah yang satu ini pun mengajarkan umatnya untuk selalu bersabar dalam menahan emosi, amarah dan juga hawa nafsu. Esensi dari puasa akan senantiasa mengajarkan kita untuk selalu menghargai orang lain, menghormati dan tidak memandang oranglain rendah sebab dimata Tuhan semua umatnya adalah sama.

Dalam beribadah puasa ada beberapa kriteria yang diwajibkan untuk menjalankan ibadah yang satu ini. Mereka yang sudah baligh atau yang sudah dewasalah yang diharuskan menjalankan kegiatan ibadah yang satu ini. Sementara itu anak-anak memang belum diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Hanya saja tidak ada salahnya mengajarkan buah hati anda sejak dini untuk diperkenalkan dengan puasa. Dengan begini anak-anak akan sedikitnya diperkenalkan dengan ibadah yang satu ini. Selain itu, memperkenalkan anak pada ibadah puasa sejak dini tentu akan jauh lebih mudah daripada mengajarkannya setelah mereka berusia lebih besar.

Anak-anak yang masih berusia belia belum terpengaruh dengan banyak hal dan belum memiliki opini sendiri untuk mendebat atau menyangkal orangtuanya. Berbeda dengan ketika anda mengajarkan si kecil untuk berpuasa saat usia mereka sudah lebih besar. Percayalah akan jauh lebih sulit mendisiplinkan mereka dan memperkenalkannya pada ibadah yang satu ini.

Anak-anak yang telah diajarkan untuk berpuasa sejak mereka kecil akan membuat mereka terbiasa saat ibadah ini telah menjadi kewajiban yang harus dijalankannya. Dengan demikianlah orangtua perlu memberikan perhatian dan bimbingan tentang bagaimana memanfaatkan pembelajaran puasa pada si kecil. Dengan begini pelajaran yang optimal yang diberikan saat mereka kecil diharapkan dapat tertanam dalam benak si buah hati dan terbawa sampai mereka besar nantinya.

Memang tidak mudah mengajarkan si kecil untuk menahan lapar dan hausnya dalam waktu yang lama. Belum lagi, terkadang sebagai orangtua godaan terbesar kita datang dari perasaan tidak tega melihat anak-anak kepayahan menahan lemas akibat tidak makan dan minum. Akibatnya hal ini membuat orangtua terkadang menjadi tidak konsisten dalam menerapkan hal tersebut. Pada akhirnya akan lebih sulit untuk orangtua menerapkan puasa pada anak-anaknya.

Selain itu kondisi si kecil yang sering mengeluh atau merengek pada saat meminta untuk membatalkan puasanya seringkali membuat orangtua merasa risih. Wajar memang, apalagi di tahun pertama anda memperkenalkan kegiatan ini, maka godaan dan tantangan akan banyak dihadapi. Hanya saja jangan karena anda menilai si kecil belum mampu melakukan ibadah tersebut anda lantas mengurungkan niatan anda untuk memperkenalkan hal ini pada mereka.

Namanya juga belajar maka lakukan dengan bertahap. Kondisi rengekan dan rewel pada si kecil saat ingin membatalkan puasanya adalah hal yang wajar selama si kecil masih bisa dibujuk untuk tetap mempertahankan puasanya maka lakukan segala cara agar ia tetap bisa menjalankan kegiatan tersebut. Sementara itu, bila bunda melihat si kecil belum cukup kuat maka segeralah akhiri puasa dihari tersebut.

Nah, dari serangkaian kegiatan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja yang penting diperkenalkan pada buah hati anda. Namun juga beberapa ritual lain yang melengkapi ibadah yang satu ini.

Selama bulan puasa si kecil perlu memahami bahwa ada beberapa ibadah yang juga perlu dilakukan seperti mengaji, berbuat kebaikan dan juga makan sahur yang dilakukan saat dini hari. Dari serangkaian kegiatan ini umumnya makan sahur seringkali menjadi hal yang cukup membebani si kecil. Maklumlah, usianya yang masih begitu kecil membuatnya belum terbiasa dengan harus terbangun dini hari dan menyantap makanan pada jam tersebut.

Selain itu jam tidur yang masih panjang dan lama pada si kecil seringkali membuat mereka sulit untuk dibangunkan. Tak heran bila hal ini seringkali membuat orangtua kerepotan membangunkan buah hatinya yang tengah menjalankan ibadah puasa.


Sahur Untuk Anak-Anak

Ya, anak-anak yang baru saja mengikuti puasa di tahun pertamanya tentu tidak mudah mengubah jam biologisnya. Jika pukul 3 sampai dengan 4 subuh adalah waktu untuk mereka saat tengah nyenyak-nyenyaknya si kecil tidur, tentu di jam-jam tersebut si kecil tidak akan mudah terbangun meskipun anda sudah berusaha untuk membangunkannya karena makan sahur sudah siap.

Selain itu, sikap malas-malasan  ketika bangun sahur kerapkali membuat si kecil menjadi rewel atau uring-uringan ketikan duduk di kursi makan. Jangankan untuk bisa menyantap habis makanannya, membuka matanya saja rasanya sulit sekali untuknya.

Pada saat ibu meminta mereka segera menyentuh dan menyelesaikan makanan yang sudah tersaji dipiring, si kecil malah akan semakin rewel dan tidak karuan. Ada saja alasan yang membuat mereka ingin mengurungkan makan sahurnya. Mulai dari merengek masih ngantuk, makanan yang tidak enak sampai dengan mengancam untuk tidak mengikuti puasa hanya karena tidak rela jam tidurnya diganggu begitu saja.

Nah, bila sudah begini maka orangtua akan cukup bingung bagaimana menghadapi perlakuan si kecil yang seperti demikian. Akan tetapi, memang disinilah tantangan untuk anda sebagai orangtua. Diperlukan segala cara untuk bisa membangunkan si kecil pada saat waktu sahur tiba. Sebab santapan sahur ini adalah jadwal makan yang paling penting untuk menunjang energi yang dimilikinya guna menghadapi puasa selama hampir 14 jam lamanya.

Sebaliknya, kondisi tidak menyantap makan sahur pada anak-anak tentu akan berpengaruh besar. Selain membuat mereka tidak mendapatkan energi, hal ini pun akan membuat mereka lemas dan tidak berdaya. Selain itu, bahkan bila si kecil mampu menjalankan puasanya sampai full ancaman penyakit akan mungkin dialami oleh si kecil.

Untuk itulah, penting sekali mengupayakan segala hal agar si kecil mau menyantap makan sahurnya dan tidak rewel saat dibangunkan dini hari.

Nah, untuk membantu anda menyelesaikan masalah ini dan mencari solusi agar si buah hati lebih bersemangat sewaktu dibangunkan untuk makan sahur, maka kita simak beberapa hal dibawah ini. Kemudian untuk hari selanjutnya, bunda bisa menambah porsi atau durasi waktu puasa si kecil menjadi lebih lama dan begitu seterusnya sampai si kecil bisa menjalankan ibadah ini sampai full.

Ketekunan dan kesabaran bunda dalam membimbing dan mengajarkan si kecil lah yang akan membawa bunda pada keberhasilan mengajarkan ibadah puasa pada si kecil sejak mereka berusia dini. Yang mana tentunya hal ini tidak dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

Tantangannya pun mungkin bukan hanya 1 atau 2 kali, bisa mungkin berkali-kali. Akan tetapi sebagai orangtua perilaku bijak anda dalam menyikapi hal ini akan sangat dibutuhkan agar si kecil bisa memaknai apa itu puasa dan termotivasi untuk melakukannya dengan lebih baik.


1. Upayakan Agar Si Kecil Tidur Lebih Awal

Mengupayakan tidur lebih awal pada si kecil bisa dijadikan sebagai langkah awal dalam mengatur agar si buah hati menjadi lebih bersemangat ketika dibangunkan untuk makan sahur. Bila pada hari-hari biasa si kecil tidur pada jam 10 atau jam 9 malam. Maka cobalah untuk mengatur lebih awal waktu tidurnya. Perlu diketahaui, untuk anak-anak yang masih belia jam tidur mereka masih perlu diatur dan diawasi oleh orangtua guna memastikan jika anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dimalam hari.

Dengan demikian, untuk mangatasi masalah sulit bangun saat sahur, maka mintalah anak anda supaya tidur lebih awal, misalkan pada jam 8 setelah shalat tarawih selesai.

Waktu tidur yang lebih lama akan membuat mereka lebih mudah dibangunkan untuk sahur. Dengan begini setidaknya anak akan lebih segar dan bersemangat sewaktu dituntut bangun saat sahur.

Selain itu, hindarkan agar jangan sampai si kecil tidur siang dalam waktu yang lama. Puasa yang dijalani memang terkadang membuat kita merasa lemas dan merasa mudah ngantuk sehingga demikian yang nikmat dijalankan saat berpuasa adalah berdiam diri dirumah atau tidur siang.

Akan tetapi, bila anda membiarkan si kecil tidur siang dengan waktu yang terlalu lama maka hal ini akan malah semakin membuat mereka sulit tidur lebih awal dimalam hari. Akibatnya anak-anak yang tidur larut malam akan semakin sulit untuk dibangunkan, terutama pada saat diminta bangun sahur.

Daripada membiarkan si kecil tidur siang yang lama. Alangkah lebih baik jika ibu memberikan kesempatan si buah hati untuk melakukan berbagai aktivitas, terutama aktivitas yang bermanfaat seperti tadarusan, mengaji dirumah, atau dengan bermain bersama dengan teman-temannya.

Akitivitas yang lebih padat yang dilakukan si kecil pada siang hari akan membuat mereka mendapatkan tidur yang nyenyak dimalam hari sehingga akan lebih mudah pula untuk mereka bisa bangun untuk sahur.


2. Berikan Cerita Bersambung

Hal yang satu ini pun bisa berkaitan dengan poin yang diatas. Dalam rangka meminta si kecil untuk tidur lebih awal, maka langkah kali ini bisa membantu mereka segera tertidur. Sebelum si kecil masuk ke kamar dan naik ke atas ranjangnya untuk segera tertidur maka tidak ada salahnya bila ibu memberikan mereka dengan cerita-cerita menarik yang memancing rasa ingin tahunya.

Ibu bisa menceritakan sebuah kisah dongeng, cerita petualangan atau cerita-cerita rakyat. Yang terpenting adalah memberikan mereka kisah yang menarik. Akan tetapi, ingat jangan selesaikan cerita tersebut pada malam itu juga. Melainkan berikan ia rasa penasaran tentang bagaimana cerita tersebut berakhir.

Saat itu maka mintalah si kecil untuk segera tertidur dan bila ia bisa bangun dengan mudah pada saat makan sahur nanti, maka ibu berjanji untuk kembali menyambung cerita tersebut. Selain itu sampaikan pula pada buah hati anda bahwa bila ia tidak bangun subuh dan mengikuti sahur maka ia tidak akan bisa mendengar kelanjutan kisah yang ibu berikan.

Nah dalam hal ini tantangan terberat yang mungkin akan anda hadapi adalah anda harus mencari dan mengumpulkan cerita menarik yang akan membangkitkan rasa ingin tahunya. Sampaikan cerita tersebut dengan semenarik mungkin hingga si kecil benar-benar penasaran dan mau menuruti ibu saat diminta untuk bangun subuh. Bila si kecil tidak tertarik dengan cerita awal, maka mungkin ia tidak akan termotivasi untuk bisa bangun saat sahur tiba.


3. Pasang Alarm dengan Nada yang Unik

Sama halnya dengan orang dewasa, terkadang si kecil pun butuh sesuatu yang akan membangunkan ia dengan mudah. Terkadang suara teriakan ibu saat meminta mereka bangun bisa menjadi hal yang menyebalkan dan menjengkelkan sehingga membuat mereka enggan untuk bangun sahur.

Nah, untuk mensiasati hal ini maka tidak ada salahnya jika ibu memberikan alarm dan mengatur nada yang menyenangkan untuk suasana hati si kecil. Sebaliknya, jangan sesekali mengatur alarm dengan nada yang memekakan telinga sebab hal ini malah akan membuat suasana hati si kecil menjadi semakin buruk. Kondisi suasana hati yang tidak nyaman ditambah dengan tuntutan bangun pagi akan mungkin membuat si kecil semakin frustasi akibatnya ia malah menjadi semakin rewel.

Cobalah pasang alarm dari ponsel dengan mengatur nada-nada yang disukai si kecil. Seperti misalkan suara barbie membangunkan anak-anak, suara kodok minta hujan atau suara doraemon.

Dengan mengatur alarm dengan nada-ada tersebut maka hal ini akan mengundang mata anak untuk terbuka dan mencari sumber suara tersebut. Sehingga akan lebih mudah untuknya terbangun tanpa terpaksa karena teriakan perintah anda membangunkan mereka.

Nah, selain suara alarm anda juga bisa menyalakan televisi dan memindahkan chanel tv pada tayangan yang disukai oleh si anak seperti chanel kartun atau acara yang sedang booming saat ini. Dengan begini, suara gaduh tersebut akan mulai mengundang si buah hati untuk bisa terbangun dengan perlahan.


4. Ciptakan Waktu Santap Sahur yang Menyenangkan

Bila kegiatan sahur yang anda lakuan hanya terbatas dengan ritual makan dan minum saja, lalu setelah itu shalat subuh dan kembali tidur. Maka mungkin hal ini bisa menjadi hal yang menjemukan untuk buah hati anda.

Sudah saatnya anda mengganti dan melakukan pemebaharuan terhadap kegiatan yang satu ini. Buatlah kegiatan yang satu ini menjadi begitu menyenangkan. Misalkan ajak anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti membaca dongeng, mengaji atau menyelipkan cemilan diwaktu menanti adzan berkumandang tanda mengakhiri sahur yang sedang dijalani.

Selain itu, pilihlah jenis cemilan yang disukai si buah hati seperti coklat, kacang atau berbagai macam makanan yang lezat yang mana hal ini tentunya akan lebih membuat mereka bersemangat mengikuti atau bergabung menyantap makanan tersebut. Akan tetapi, tentunya setelah itu minta si kecil untuk menggosok gigi sebelum ia kembali ke tempat tidurnya.

5. Berikan Kesempatan Si Kecil Untuk Kembali Tidur

Waktu subuh yang masih gelap diluar seringkali membuat si kecil merasa masih ngantuk dan matanya masih ingin menutup. Nah, untuk membangkitkan keinginannya kembali bangun pagi keesokan harinya maka berikan kesempatan untuk si kecil bisa tidur kembali setelah menjalankan ibadah shalat subuh.

Berikan pula pengertian padanya bahwa setelah ritual sahur yang tidak terlalu lama tersebut mereka masih bisa pergi ke kamar tidurnya dan kembali melanjutkan istirahatnya. Beberapa jam tersebut akan membantu mereka meringankan rasa kantuknya.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memudahkan si kecil agar mau bangun untuk menyantap makan sahur saat dini hari. Dengan mengetahui beberapa hal diatas diharapkan agar dapat membantu bunda mengatasi si kecil yang bertingkah rewel atau sulit sekali dibangunkan. Semoga tips diatas bermanfaat dan membantu anda menghadapi si buah hati.

Tips Perkenalkan Anak Balita Untuk Pertama Kalinya Beribadah Puasa

Seringkali orangtua merasa kebingungan kapan sebenarnya usia yang tepat pada balita untuk mengenal ibadah puasa Ramadhan.

Perkembangan setiap anak pada umumya berbeda dan unik, jadi demikian sebenarnya tidak ada patokan yang baku kapan seharusnya setiap orangtua mengajarkan balita mereka untuk mulai berpuasa. Akan tetapi, yang dapat dilakukan dalam hal ini oleh orangtua adalah dengan memperkenalkan ritual dan ibadah puasa sedini mungkin pada mereka.

Tips Kenalkan Ibadah Puasa Pada Balita

Memperkenalkan puasa pada balita adalah hal yang perlu dilakukan secara bertahap. Selain itu, tahap ini adalah tahapan dimana si kecil perlu sedikitnya memahami tentang puasa. Jadi demikian orangtua tidak perlu memaksa apabila si kecil masih acuh dengan ibadah puasa yang dijalankannya.

Inilah dia beberap tips yang dapat dilakukan dalam memperkenalkan ibadah puasa pada balita untuk pertama kalinya. 

  • Memahami Fase Konkrit Pada Si Balita

Adapun fase konkrit pada si kecil untuk mulai berpuasa adalah usia 1-3 tahun. Pada tahapan ini, balita sudah berada di fase konkret-operasional yang mana pada masa ini mereka baru memahami segala hal yang berwujud, konkrit, dapat mereka pegang, dapat dirasakan dan dapat mereka lihat.

Sehingga demikian sebelum jauh mendisiplinkan mereka untuk bisa berpuasa anak-anak usia seperti ini butuh mengenal apa itu arti puasa, tujuan dari puasa dan konsekuensi dari puasa itu sendiri.

Baru saat si kecil berusia 3 sampai dengan 5 tahun mereka akan mulai memahami puasa artinya adalah tidak makan dan juga tiak minum. Demikian pula dibulan puasa ada beberapa ritual ibadah lain yang juga melengkapi ibadah yang dijalani, seperti sahalat tarawih, mengaji, ceramah, buka puasa bersama, makan sahur dan lain sebagainya.

Dalam hal ini anak anda akan mungkin banyak bertanya apa itu puasa dan banyak melontarkan pertanyaan lainnya. Tak perlu gusar bila si kecil menghadapi masalah ini. Sebagai oragtua, anda perlu menjadi lebih bijak dan menjadi guru untuk mengajarkan dan mengarahkan si kecil dengan perlahan serta memperkenalkan ibadah puasa padanya. Sebab meman itulah tahapan perkembangan kognitif si balita.


  • Mengajarkan Puasa

Berdasarkan pada perkembangan pemahaman kognitif itulah orangtua dirasa perlu untuk mengajarkan si balita berpuasa. Akan tetapi, tak perlu memaksakan balita anda untuk paham bahwa sahur dilakukan pada saat dini hari dan bukannya saat tengah hari sesukanya.

Dan biasanya pada usia prasekolah balita mulai dapat memahami puasa dan mulai dapat dibiasakan untuk melaksankan puasa. Akan tetapi, tentunya hal ini pun haruslah berdasarkan kemampuan si kecil. Yang terpenting dari hal ini adalah dengan membiasakan mereka melakukan hal ini secara berulang agar setidaknya mereka terbiasa dengan atmosfer puasa yang dijalankan oleh oranglain. Selain itu, ciptakan suasana menyenangkan pada saat anak anda pertama kali berpuasa. Agar demikian si kecil pun mendapatkan pengalaman positif dari ibadah puasa yang dijalankannya.

  • Lakukan Secara Bertahap

Tak perlu memaksa si kecil untuk menjalankan ibadah puasa secara full sampai dengan adzan maghrib berkumandang. Lakukan hal ini secara bertahap agar si kecil tidak merasa kaget atau merasa seperti sedang dihukum. Untuk mengawali hal ini, anda dapat membiasakan si kecil untuk berpuasa selama 3-4 jam. Lalu ketika anda merasa si kecil mejadi lebih kuat, maka keesokan harinya durasi puasanya ini bisa ditambah lebih lama.


  • Pada Tahun Kedua

Segala toleransi boleh dilakukan pada saat tahun pertama mengajarkan si buah hati untuk berpuasa. Sementara itu, untuk tahun kedua, anda mungkin sudah mulai dapat mengajarkan si kecil untuk menjalankan puasa dengan waktu yang full. Akan tetapi, bila anda melihat si kecil belum terlalu siap, maka lakukan setengah hari dan tambah porsinya dikemudian hari saat si kecil mulai lebih siap. Begitupun seterusnya sampai ia sanggup menjalankannya secara penuh.

  • Hargai Usahanya

Seringkali setelah beberapa kali si kecil menjalankan ibadah puasa dikemudian hari ia mengatakan pada anda bahwa ia ingin menjalankan ibadah puasa sampai penuh. Akan tetapi, nyatanya saat baru saja tengah hari ia sudah minta buka. Maka jangan patahkan semangatnya dengan mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Bila masih memungkinkan untuk si kecil melanjutkan puasa, maka bujuk ia dan ingatkan bahwa pada saat waktu berbukanya berbarengan bersama dengan yang lain, maka si kecil akan dapat memilih makanan kesukaannya dengan leluasa.

Hanya saja, bila si kecil tetap memaksa ingin berbuka maka tidak ada salahnya untuk membiarkan mereka berbuka. Si kecil yang masih begitu balita dalam tahapan ini masihlah belajar. Untuk itu, sebaiknya hargailah usahanya yang sudah mau untuk belajar melakukan kegiatan ini. Dari sini anda bisa mengarahkan si kecil untuk berpuasa dengan lebih baik dikemudian hari.


  • Berikan Reward

Terkadang anak-anak akan senang diberikan hadiah setelah mereka melakukan 'sesuatu' yang dianggapnya sebagai hal yang besar. Begitu pula saat mereka berpuasa. Bila perlu berikan reward atas usahanya untuk memotivasi si buah hati agar melakukan yang lebih baik. Tak perlu hadiah yang mewah atau peralatan yang berharga mahal, cukup berikan mereka hadiah menu buka puasa yang mereka sukai, maka mereka akan cukup senang dengan hal ini.

Contoh seperti saat anak anda bisa menjalankan puasa lebih lama, maka berikan embel-embel untuknya agar ibu bisa memasakan hidangan kesukaannya. Atau berikan ice cream pada saat berbuka puasa nanti. Anak-anak senang dengan hidangan ini dan biasanya orangtua selalu memberikan batasan memberikan ice cream pada si kecil, apalagi saat malam hari. Akan tetapi, pada momen puasa ini tidak ada salahnya memanjakan si kecil dengan hidangan puasa yang lezat dan disukai agar keinginannya untuk berpuasa menjadi lebih besar.

  • Jadilah Teladan yang Bersemangat

Tidak adanya asupan makanan selama hampir 12 jam perhari pada saat puasa, seringkali membuat kita, terutama anak-anak akan dibuat lemas dan tak berdaya. Nah, untuk menyemangati si buah hati agar dapat menjalankan puasa dengan lebih semangat tanpa terus teringat untuk berbuka puasa pada saat belum waktunya. Maka dalam hal ini, orangtua perlu menjadi contoh dan teladan yang baik untuk mereka.

Pada saat dihadapan si buah hati, sebaiknya tidak menujukan penderitaan akibat puasa yang dijalani. Sebaliknya, tetaplah jalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa agar balita anda pun termotivasi untuk tidak bermalas-malasan.

  • Awasi Kesehatannya

Terkadang karena melihat oranglain dan teman-temannya mulai diperkenalkan untuk berpuasa, balita anda akan termotivasi untuk menjalankan ibadah yang sama. Balita anda belum bisa mengukur sampai mana kapasitas dan kemampuannya dalam menjalankan ibadah yang satu ini. Untuk itu, sebaiknya orangtua perlu memantau kesehatan si buah hati, terutama di tahun pertama dan tahun keduanya. Agar jangan sampai si kecil sakit akibat menahan lapar dan haus.

Demikian beberapa tips yang dapat dijalankan untuk memperkenalkan ibadah puasa untuk pertama kalinya pada anak balita. Semoga bermafaat!

Loading...

Follow us