data-ad-format="auto"

Parenting

Ketahui! Hal Paling Mendasar yang Menentukan Pembentukan Karakter Seorang Anak

Kita sebagai orang tua mungkin pernah melihat dan menyaksikan jika antara satu anak dengan anak lain memiliki sikap dan karakter yang berbeda-beda. Entah itu, ketika si anak sedang menghadapi sebuah masalah atau dalam bersikap terhadap orang-orang sekitarnya. Contohnya ketika di sekolah, ketika anda mengantar si buah hati pergi bersekolah, anda mungkin melihat perbedaan sikap dan karakter antara anak anda dengan anak-anak lainnya. Bahkan ada beberapa anak yang memberikan sikap yang berbeda pada beberapa orang, meskipun orang tersebut adalah orang yang dikenalnya, seperti teman sekelasnya atau gurunya.

Disamping itu, anda juga mungkin menemukan anak yang memiliki dua karakter yang berbeda. Misalnya, ketika ia berada di lingkungan keluarga, maka anak tersebut cenderung lebih ceria dan periang, sementara ketika ia dihadapkan pada lingkungannya sikapnya tiba-tiba berubah menjadi pemalu dan pendiam.

Lantas hal apa yang membuat mereka memiliki karakter dan sikap demikian? apakah faktor pola asuh orang tua ikut juga menentukan terbentuknya karakter

Continue Reading

Tips Mengatasi Balita yang Sulit Terlalu Dekat Dengan Ibu

Kegiatan apapun harus dengan anda bahkan ketika anda pergi beranjak dari tempat bermain yang dianggap menarik sekalipun oleh anak anda seringkali membuat anak anda menangis. Anak anda menjadi rewel sering memegang tangan anda seakan anda akan pergi jauh. Itulah ciri anak yang sulit dipisahkan dari ibu.

Secara psikis anak memang sangat nyaman ketika bersama dengan anda. Meskipun demikian anda juga harus memberikan pengertian pada anak anda bahwa anak anda harus belajar bersosialisasi dan tidak terus bersama dengan anda. Hal ini yang menyebabkan orang tua seringkali main kucing-kucingan ketika akan pergi. Sangat melelahkan dan membuat aktivitas anda terhambat.

Dalam istilah psikologi ini merupakan tanda separation anxiety atau kecemasan berpisah yang mengacu pada orang yang sangat dikenal dekat oleh anak anda. Ini merupakan fase tonggak perkembangan yang seringkali dialami oleh anak. Sehingga seringkali anak yang masih kecil memiliki kekhawatiran apabila dipisahkan dengan orang yang sudah dikenal akrab oleh anak. Kecemasan ini dikarenakan anak

Continue Reading

Tips Cerdas Ciptakan Quality Time Dalam Keluarga

Dalam sebuah keluarga bukan hanya ada peran ayah, ibu dan anak saja, namun juga sesungguhnya ada ikatan yang terjalin diantara mereka. Terjalinnya ikatan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu atau istri saja yang harus menjamin agar ikatan ini selalu berjalan dengan baik. Keharmonisan dan hubungan baik dalam keluarga dapat terjalin asalkan terjadi komunikasi yang baik antara ayah, ibu beserta anak.

Dalam keseharian seorang ibu bertugas mengasuh anak, sementara sang ayah pergi mencari rezeki untuk menafkahi keluarga sedangkan seorang anak melaksanakan kewajibannya dalam melaksanakan tugasnya yakni bersekolah dan belajar.
Untuk menyatukan beberapa karakter berbeda dalam satu tujuan bersama memang akan sangat sulit. Namun hal ini, bukan berarti tidak bisa diwujudkan bersama, karena aktivitas masing-masing individu yang berbeda-beda sehingga waktu untuk bersama sulit sekali diluangkan.

Perbedaan waktu dalam beraktivitas inilah yang menjadi salah satu faktor penghambat kebersamaan dalam keluarga. Sebab masing-masing individu dalam keluarga tidak menemukan kesamaan dalam berpikir

Continue Reading

Kenali Tanda Anak Mengalami Masalah Motorik

Setiap orang tua seringkali mengalami kekhawatiran ketika menemukan ketidaksamaan perkembangan pada anak dan balita seusinya. Kekhawatiran orang tua memang wajar terjadi bahkan diperlukan untuk dapat mengidentifikasi kemungkinan masalah anak.

Umumnya anak usia 0-5 tahun mengalami tumbuh-kembang yang pesat dan membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. Pertumbuhan yang baik sesuai dengan usianya dapat terukur dari berat dan tinggi badan yang normal. Sedangkan untuk perkembangan anak sesuai dengan usianya anda dapat memantau perkembangan secara motorik kasar dan motorik halus, kognitif, perkembangan bicara dan perilaku sosial selama tumbuh-kembang anak anda.

Orang tua diharapkan dapat memantau perkembangan anak sesuai dengan usia bayi anda. Anda dapat memberikan rangsangan untuk mengoptimalkan perkembangan anak anda. Dengan memberikan rangsangan anda dapat dengan mudah mendetiksi gangguan sensorik motorik pada anak anda. Balita akan memperoleh keterampilan motorik dengan urutan yang mudah anda prediksi. Perkembangan motorik ini berhubungan dengan kemampuan anak merangkak, berjalan, kemudian dapat memanjat dan melompat.

Dalam perkembangan

Continue Reading

Bantu Anak Mengurangi Rasa Pemalu Dengan 3 Cara Berikut

Anak pemalu memang wajar, namun apabila anak anda terus-terusan menjadi pribadi yang pemalu hal ini harus anda waspadai. Rasa malu itu sendiri memiliki arti yaitu, cara seseorang dalam mengungkapkan atau mengutarakan rasa tidak familiar atau rasa tidak biasanya dengan lingkungan yang baru. Anda sebagai orang tua tentunya akan merasa bingung dan khawatir ketika menghadapi perilaku anak yang cenderung pemalu karena anak-anak yang pemalu tentunya akan membatasi pengalaman mereka.

Anak yang pemalu akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi atau bersosialisasi, yang pada akhirnya anak anda tidak akan memperoleh kepercayaan diri dalam berbagai situasi sosial. Selain itu apabila rasa pemalu ini sudah melekat dalam diri anak anda maka hal itu bisa membuat anak anda menjadi pribadi yang kurang aktif dan tidak mau terlibat dengan aktivitas yang ada di sekitarnya terlebih lagi akan menyebabkan anak anda menjadi pribadi yang individualis. Nah, disinilah anda sebagai orang tua harus berperan dalam membantu anak anda mengurangi

Continue Reading

Normalkah Anak Berjalan Jinjit?

Senangnya kini batita anda sudah mulai belajar berjalan. Beberapa perilaku ketika berjalan membuat anda khawatir, salah satu diantaranya adalah anak anda berjalan jinjit. Apakah setiap anak berjalan jinjit, mengapa anak bisa berjalan jinjit. Tidak akan berpengaruhkah pada cara berjalannya di kemudian hari?

Pernyataan yang wajar saja terjadi pada sebagian orang tua yang sedang memantau perkembangan anaknya. Kekhawatiran anda tidak perlu berlebihan karena setiap anak yang mengalami jalan jinjit akan berjalan normal. Berikut adalah ulasan mengenai jalan jinjit pada anak. Jalan jinjit adalah kondisi dimana anak berjalan dengan menggunakan ujung kaki di bagian jari. Jalan jinjit pada anak yang sedang belajar berjalan merupaan fase transisi yang wajar terjadi.

Pada saat anak belajar berjalan, tumit anak anda akan lebih dulu menyentuh lantai kemudian telapa kaki hingga ujung jari. Otak memberikan informasi adanya penghalang sehingga anak akan mengubah kecepatan ataupun arah sehingga menyebabkan anak anda berjalan goyang ke sisi dan ke kanan

Continue Reading

Tips Ajari Anak Menerima Kekalahan

Setiap orang tua pasti menginginkan anak untuk menjadi pemenang, meskipun demikian seringkali anda lupakan bahwa mengajarkan anak anda untuk menerima kekalahan adalah proses pembelajaran yang harus diterapkan semenjak dini. Dengan menerima kekalahan akan membentuk anak yang memiliki pribadi yang baik.

Dalam setiap kegiatan termasuk dalam perlombaan, kemenangan adalah suatu hal yang membanggakan akan tetapi kekalahan adalah proses yang harus anda dampingi sehingga anak anda tidak menjadi anak yang kurang percaya diri, tidak mau mencoba lagi, pesimis atau berputus asa. Oleh karena itu artikel kali ini akan mambantu anda untuk mengajari anak anda menerima kekalahan. Inilah Tips Ajari anak menerima kekalahan .

Sejak dini anak anda harus menerima kenyataan bahwa konsep kalah bukan berarti menjadi terburuk melainkan memahami kalah adalah proses belajar, meskipun terdengar sepele akan tetapi seringkali emosi anda ikut dalam kekalahan anak sehingga membuat anak anda kurang percaya diri.

1. Memahami Kekalahan

Kalah bukan berarti tidak juara. Pemahaman

Continue Reading

Tips Liburan di Rumah Bersama Anak

Libur telah tiba, anak-anak pasti bergembira apabila anda merencanakan untuk dapat berlibur bersamanya. Liburan memang sangat identik dengan pantai, pegunungan atau wahana permainan anak. Padahal anda masih dalam rutinitas kantor yang tidak bisa berlibur bersama dengan anak anda.

Jangan kecewakan anak anda, ganti liburan anda dengan cara yang menyenangkan dan tidak mengganggu aktivitas anda. Anda tidak perlu ke luar rumah untuk mengajak anak anda berlibur. Anda dapat berlibur bersama anak anda di rumah. Nah, untuk membantu anda cara-cara berlibur bersama anak di rumah.

Berikut ini adalah tips liburan di rumah bersama anak :

1. Ajak Mendekor

Yuk, ajak anak anda untuk mendekor kamar pribadinya. Anda dapat menggunakan bahan-bahan sederhana dan membuat anak anda lebih kreatif. Berikan anak anda untuk melukis atau menggambar kemudian hasilnya dapat ditempel di dinding kamar atau cara lainnya yang dapat mengembangkan kreativitas anak.

2. Berkebun

Bagi anak diperkenalkan dengan hal yang baru membuatnya senang. Anda

Continue Reading

Yuk Kenali Cemilan Untuk Si Kecil

Memasuki usia balita aktivitasnya semakin meningkat. Anak anda sudah mulai beraktivitas di luar rumah mengenal lingkungan sekitar, bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya dan bermain dengan benda favoritnya. Tentu saja ini semua menguras energi sehingga anda harus menyediakan pasokan energi dengan makanan yang sehat.

Makanan yang sehat tidak hanya terdapat pada menu makanan pokok (sarapan, makan siang atau makan malam) melainkan anda dapat melengkapi dengan cemilan. Cemilan di waktu senggang atau di sela antar sarapan dan makan siang atau makan siang ke makan malam. Nah, anda  juga harus cermat dalam memilih cemilan si kecil. Cemilan tidak selamanya dapat membentuk kebiasaan jelek asalkan pilihan menu yang tepat. Cemilan juga dapat membentuk pola makan yang menjaga kesehatan.

Berikut ini adalah manfaat cemilan :

  1. Menyediakan jeda antara makan sehingga menjadi makanan selingan. Dengan cemilan maka rasa lapar tetap pada tingkat minimum.
  2. Pilihlah menu cemilan yang sehat, terhindar dari pemanis buatan, pewarna makanan, MSG berlebih

Continue Reading

Manfaat Bermain Puzzle Untuk Anak

Di zaman yang serba teknologi seperti sekarang ini ,sudah tidak aneh jika anak lebih sering membawa gadget untuk memainkan 'game' favoritnya. Padahal permainan yang sederhana tidak kalah seru untuk anak anda. Selain itu beberapa permainan akan membantu dalam perkembangan emosi anak anda.

Salah satu permainan yang dapat anda kenalkan pada anak adalah bermain puzzle. Puzzle adalah mainan menyusun gambar, gambar diacak terlebih dahulu. Sehingga anak mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan potongan-potongan kecil sehingga menjadi gambar utuh. Kepingin gambar puzzle umumnya dibuat tidak simetris sehingga keping gambar itu unik dan membantu pemain dalam memudahkan menyusun. Dari bentuk dan potongan puzzle dapat disesuaikan sesuai dengan anak anda. Pilihan potongan puzzle yang tidak terlalu rumit untuk metode awal mengenalkan permainan puzzle pada anak.

Puzzle sudah dapat dikenalkan pada anak berusia 10 bulan dengan kepingan puzzle yang sedikit dan mudah. Makin tinggi usia anak anda dapat mengenalkan dengan kerumitan yang lebih

Continue Reading

Solusi Bagi Si Kecil yang Suka Mengemut Makanan

Seringkali anda dibuat jengkel dengan kebiasaan anak anda mengemut makanan. Membuat makanannya menjadi lebih lama dan beberapa anak tidak menelan ketika sudah mengunyah. Perlakuan makan si kecil seperti ini memang tidak asing, meskipun umum dialami oleh anak kecil dalam proses makan. Mengemut makanan merupakan kebiasaan buruk yang harus dicari solusinya. Yuk, ajak anda untuk menghentikan kebiasaan mengemut makanan karena dengan membiarkan makanan terlalu lama di dalam mulut (lama menelan) akan menggangu kesehatan gigi.

Membiarkan si kecil mengemut makanan padahal makananya sudah selesai dikunyah sama saja dengan memberi kesempatan bakteri berkembang di mulut si kecil. Bakteri yang berkembang akan berfementasi akan menghasilkan asam yang memicu merusak gigi. Selain itu kerugian mengemut makanan yaitu dapat membuat rahang tidak berkembang optimal.

Pergerakan rahang yang tidak optimal menyebabkan merangsang pertumbuhan rahang yang sesuai ukuran gigi tetap dan lebih besar dibandingkan dengan gigi susu. Bahkan gerakan rahang yang kurang optimal ini akan menggangu kemampuan

Continue Reading

Mengenal Perkembangan Emosi Pada Balita

Balita dengan berbagai tingkah yang mengngemaskan dan seringkali membuat anda kebingungan dalam menghadapi perubahan perilakunya. Ya, pada masa balita selain memiliki tubuh-kembang yang pesat juga memiliki perkembangan emosi yang dapat dipengaruhi di dalam diri dan lingkungannya. Kali ini kami akan mengajak bunda untuk mengenal perkembangan emosi pada balita sehingga anak anda mampu menjadi anak yang memiliki kesiapan psikis yang baik.

Seringkali anda direpotkan dengan tingkah laku anak yang tiba-tiba marah-marah, mengamuk hingga membanting-banting barang, bahkan pada situasi tertentu anak anda menangis hingga berguling-guling ketika keinginannya tidak terpenuhi. Apakah hal ini merupakan perkembangan emosi balita? Seperti apa tahapan emosi pada balita?

Sebelum mengenal lebih jauh emosi balita, kita ketahui bersama bahwa emosi merupakan aspek yang mendasar yang dimiliki oleh manusia. Dengan emosi maka manusia dapat mengukur kondisi baik secara internal maupun eksternal dirinya.Dalam teori psikologi perkembangan , bahwa usia dini anak merupakan tahapan awal dalam mencapai kepribadian yang stabil sehingga

Continue Reading

Mengelola Perilaku Anak yang Super Aktif

Anak anda termasuk kategori anak yang super aktif? Anak yang super aktif biasanya ditandai dengan perilakunya yang tidak bisa diam seringkali melompat-lompat, naik sofa kemudian melompat ke rak. Hal ini jelas membuat anda kewalahan. Anda tidak perlu khawatir, umumnya setiap anak yang berusia 2-3 tahun memiliki kebiasaan seperti ini akan tetapi apabila melebihi rentan waktu tersebut maka dapat dikarenakan pola asuh orang tua. Bagaimana cara mengelola perilaku anak yang super aktif?

Di artikel ini kami akan membahas mengenai perilaku anak yang super aktif dan cara mengelolanya. Anak yang super aktif biasanya memiliki perilaku yang tidak bisa diam. Perilaku ini dapat dipicu karena pola asuh sehingga sebagai orang tua anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengelola perilaku anak yang super aktif dengan cara cara dibawah ini.

Berikut adalah cara mengelola perilaku anak yang aktif :

1. Memberikan kasih sayang

Anak yang super aktif dapat dipicu karena gangguan sistem saraf akibat

Continue Reading

Membangun Rasa Percaya Diri Sejak Dini Untuk Kemampuan Sosial Anak

Orangtua baru menyadari anak kurang percaya diri ketika memasuki usia prasekolah. Anak yang kurang percaya diri cenderung malu, ragu-ragu bahkan hanya ingin beraktivitas ditemani dengan anda. Untuk membuatnya percaya diri anda harus menerapkan pola asuh yang dapat membangun rasa percaya diri sejak dini.

Kepercayaan diri anak dapat anda latih sejak dini, dorongan dari pola asuh dan lingkungan dapat membantunya untuk memiliki rasa percaya diri sejak dini. Pentingnya memiliki rasa percaya diri yang dapat membantu proses belajar di sekolah dan di lingkungan sosialnya.

Menerapkan pola asuh yang tepat merupakan salah satu hal yang utama misalnya dengan mengekplorasi kemampuan dirinya sehingga anak anda dapat memuaskan rasa ingin tahunya dan berkembang menjadi anak yang kreatif. Pola asuh seperti apalagi yang dapat membuat rasa percaya dirinya meningkat.

Berikut adalah 6 cara yang dapat membangun rasa percaya diri pada anak :

1. Berikan Citra Positif

Anda dapat memberikan citra yang positif pada anak anda

Continue Reading

Bahayakah Apabila si Kecil Suka Tidur di Lantai?

Beberapa orang tua mencemasakan kebiasaan anak yang seringkali memilih untuk tidur di lantai dibandingkan tidur di kasur. Bahkan beberapa anak yang sudah terlelap tidur di kasur sekalipun memilih untuk pindah ke lantai dikarenakan suasana yang membuatnya gerah atau tidak nyaman ketika tidur.

Menanggapi kasus di atas, mungkin anda mengalami kondisi yang sama. Dimana anak anda yang berusia 2-4 tahun lebih memilih lantai sebagai tempat tidurnya dibandingkan dengan kasur. Mengapa demikian, apakah ini merupakan kebiasaan anak anda yang akan berlanjut hingga dewasa? Terpenting yang seringkali menjadi pertanyaan bagi semua orang tua, bahayakah apabila si kecil suka tidur di lantai?

Tidur dilantai dapat menjadi pilihan si kecil ketika kondisi di tempat tidurnya tidak nyaman atau kegerahan. Hal ini seringkali menjadi pilihan anak anda untuk mendapatkan kenyamanan ketika tidur. Tidur di lantai tidak akan berdampak pada kesehatan anak anda asalkan kondisi kesehatan anak anda mendukung.

Kondisi kesehatan anak yang mendukung diantaranya adalah

Continue Reading

Cara Menumbuhkan Sifat Optimis Pada Anak Untuk Menghindari Depresi

Optimisme adalah perasaan dan semangat positif yang harus dimiliki oleh setiap anak agar dapat berhasil dalah kehidupannya. Jiwa optimis merupakan jiwa seorang juara yang senantiasa berani dalam menghadapi setiap tantangan dan rintangan untuk meraih tujuan hidup dan kesuksesan. Sifat optimis dalam diri seseorang sudah selayaknya ditanamkan sejak dini. Sebab hal ini akan terus melekat dalam diri anak sebagai modal utama yang penting yang amat ia perlukan di masa depannya nanti.

Sikap optimis dapat melahirkan banyak manfaat. Orang yang optimis diketahui memiliki kemampuan dalam mengendalikan stres yang lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekannya yang kurang memiliki sifat optimis. Sehingga demikian, orang optimis akan terhindar dari depresi dan stress yang menyiksa.

Nah, lantas bagaimana cara menumbuhkan sifat optimis pada anak agar mereka terhindari dari depresi?

1. Latih Anak Untuk Behadapan dengan Situasi dimana Terdapat "Resiko dan Kegagalan" Didalamnya.

Untuk menumbuhkan sifat optimis pada anak, orangtua perlu melatih anak berhadapan dengan berbagai situasi

Continue Reading

Daftar Hal Negatif Orangtua yang Cenderung Akan Ditiru Anak

Banyak pepatah yang mengatakan bahwa anak lahir bagaikan sebuah wadah yang kosong yang dapat diisi oleh apapun, sehingga anak akan terbentuk menjadi pribadi yang sesuai dengan isiannya. Setiap orang tua tentu mengharapkan bahwa anaknya kelak akan menjadi pribadi yang baik yang berguna bagi banyak orang. Jika memang menginginkan demikian, maka orang tua harus dapat mengisi 'wadah kosong' tersebut dengan isian yang baik. Hanya saja banyak orang tua yang tanpa mereka sadari bahwa mereka telah mengisi 'wadah kosong' tersebut dengan isian yang tidak baik.

Perilaku negatif yang dilakukan oleh orang tua yang tanpa mereka sadari hal ini akan ditiru oleh anak-anak mereka. Anak-anak adalah makhluk tuhan yang polos dan belum mengetahui apapun, sehingga apa yang terjadi dilingkungannya mereka anggap sebagai pelajaran yang akan diserapnya, termasuk dengan perilaku negatif yang seringkali dipertontonkan oleh orang tuanya.

Nah, berikut ini daftar sikap negatif yang dilakukan orang tua yang berpotensi ditiru oleh si anak.

Continue Reading

Tips Pintar Ajarkan Anak Gosok Gigi

Kebiasaan menggosok gigi adalah kebiasaan sehat yang perlu dilakukan anak untuk menjaga kebersihan mulut dan giginya. Apalagi jika usia anak semakin bertambah dan anak sudah mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan, seperti diantaranya makanan manis, jus, coklat, permen, snack dan lain sebagainya. Makanan manis yang dikonsumsi si kecil akan dapat merusak kesehatan gigi si kecil dan dapat menimbulkan masalah gigi berlubang, gigi keropos berwarna hitam hingga bau mulut yang tidak sedap. Untuk itulah, penting sekali untuk setiap orangtua agar mengajarkan gosok gigi secara teratur pada anak.

Menggosok gigi sebenarnya adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun menggosok gigi bukan hal yang mudah karena membutuhkan tekhnik tertentu agar gigi terlihat sehat dan kuat. Menyikat gigi merupakan kebiasaan yang sebaiknya dilakukan sejak dini. Jika memang telah terbiasa, maka faktanya tidak akan banyak orang yang mengeluhkan gigi mereka bermasalah.

Masalahnya, mengajarkan anak untuk menggosok gigi bukanlah hal yang mudah. Anda harus pandai dalam memanfaatkan kesempatan

Continue Reading

Cara Sederhana Menstimulasi Anak Untuk Berbicara

Kemampuan perkembangan berbicara pada setiap anak tentunya berbeda. Ada sebagian besar anak yang mengalami perkembangan bicara cepat, namun ada juga sebagain lain yang mengalami perkembangan bicara yang lebih lambat dan membutuhkan stimulasi berulang-ulang agar anak mau berbicara. Sebagai orangtua tentu anda menginginkan hal yang terbaik untuk anak anda, termasuk dalam perkembangan bicaranya.

Dalam beberapa kasus sering dijumpai ada anak yang belum terlalu pandai bebicara dibandingkan dengan anak seusianya, namun ada pula anak yang tidak memberikan respon sama sekali ketika diajak berbicara, kasus lainnya menunjukan bahwa si anak tidak bicara namun mengerti apa yang dibicarakan oleh orang lain. Nah, jika sudah demikian orangtua pasti akan merasa resah dan ingin agar buah hatinya dapat menuturkan satu atau beberapa kata hanya agar orangtuanya bisa memastikan jika anaknya bisa berbicara.

Berikut ini ada beberapa cara sederhana untuk menstimulasi anak anda agar mereka mau berbicara.

1. Banyaklah Berbicara Kepada Anak

Untuk menstimulasi anak agar

Continue Reading

Jenis Permainan Cerdas yang Bisa Dilakukan Bersama Balita

Dunia balita adalah masa dimana anak-anak berusai 2-5 tahun yang asik untuk bermain sambil belajar. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka rasa penasaran dan keingintahuannya akan semakin bertambah pula. Untuk itu, anak-anak akan mulai belajar mengenal dan mengeskplor lingkungan sekitarnya lewat bermain.

Meski di usia balita anak belum mengetahui hal-hal yang berarti untuk kehidupannya. Hanya saja sebagai orangtua kita tentu perlu memberikan permainan yang tidak hanya membuat anak terhibur, namun juga sebuah permainan yang dapat membuat anak selalu aktif sehingga tubuhnya tetap sehat, sekaligus poin yang terpenting adalah permainan yang dapat mendidik anak dan membuatnya menjadi cerdas. Ada berbagai macam permainan kreatif yang bisa dilakukan bersama dengan anak-anak baik didalam rumah maupun diluar rumah. Bermain bersama anak akan memberikan dampak yang baik untuk perkembangan mental anak dan melatih kecerdasan emosional anak sebab dapat mempererat ikatan kasih sayang antara orang tua dengan anaknya.

Hanya saja ada beberapa hal yang sebaiknya

Continue Reading

Dampak Positif dan Negatif Homeschooling Untuk Anak

Homeschooling merupakan alternatif baru yang hadir dalam dunia pendidikan di dunia. Terutama di Indonesia, Homeschooling mulai dikenal dan dilirik sebagai salah satu alternatif pelaksanaan pembelajaran yang cukup efektif. Banyak orang yang beranggapan bahwa homeschooling lebih baik dibandingkan dengan sekolah formal pada umumnya, namun jika dibandingkan dan dilihat lebih seksama, kedua lembaga pembelajaran ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Bagi setiap keluarga yang memutuskan anaknya untuk menjalani homeschooling maka hasil yang didapat akan bervariasi tergantung pada kondisi dan metode pembelajaran yang dipilih apakah memang sesuai dengan mereka atau tidak. Nah, sebelum anda memutuskan menyekolahkan anak dengan metode homeschooling, ada baiknya jika anda mempertimbangkan beberapa keuntungan dan kerugian yang berdampak pada anak. Seperti apa? kita simak berikut ini.

Apa Sajakah Keuntungan atau Dampak positif yang didapat Anak Saat Homeschooling?

1. Kebebasan Dalam Belajar

Homeschooling adalah metode pembelajaran secara invidual dan dilakukan dirumah atau lingkungannya sendiri. Dengan demikian orang-orang yang akan ditemui

Continue Reading

Hati-hati! Anemia Pada Anak Bisa Turunkan Semangat Belajarnya

Anemia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan jumlah darah pada tubuhnya, terutama hemoglobin (Hb). Kondisi anemia tidak saja menyerang orang dewasa, remaja dan bahkan anak-anak sekalipun bisa mengalaminya. Kondisi anemia tidak bisa dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja, terutama jika terjadi pada anak-anak sebab dampaknya sendiri cukup mengkhawatirkan yakni dapat menurunkan semangat dan prestasi anak saat belajar. Untuk itu, penting sekali segera mengatasi jika timbul gejala anemia pada anak agar prestasinya disekolah maupun dilingkungannya tetap baik.

Menurut sumber dari organisasi kesehatan dunia (WHO) menjelaskan anak balita akan dinyatakan mengidap anemi (kurang darah) apabila kadar hemoglobinnya ada dibawah 11 g/dl, sementara untuk anak-anak dengan usia mulai dari 5 tahun hingga usia remaja akan dinyatakan menderita anemia jika kadar hemoglobinnya berada dibawah angka 12 g/dl. WHO juga mengatakan jika kemungkinan anak balita menderita anemia berada diangka persentasi sekitar 39 %, dan 24 % pada anak usia 5-11 tahun. Angka persentase ini

Continue Reading

Mengetahui Faktor Penyebab Turunnya Nafsu Makan Pada Anak

Hilangnya atau berkurangnya nafsu makan pada anak tentu menjadi permasalahan yang meresahkan hati orang tua, terutama hati para ibu. Betapapun, tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya mengalami gangguan atau kekurangan gizi yang dapat menghambat pertumbuhannya.

Setiap anak pasti pernah mengalami penurunan nafsu makan, terutama ketika usia anak sudah lewat dari satu tahun. Berbagai hal dilakukannya untuk menolak makanan yang diberikan. Mulai dari mengulur waktu saat makan, memilih-milih menu makanan, menutup mulut ketika disuapi makanan hingga dengan melepeh makanan. Untuk ibu yang kurang sabar, perilaku anak yang seperti ini tak jarang membuat ibu merasa jengkel dan panik.

Kondisi anak yang menurun nafsu makannya umumnya adalah kondisi yang wajar. Karena sebenarnya, nafsu makan anak-anak akan cenderung menurun ketika anak memasuki usia balita antara 1-5 tahun. Apalagi jika anak baru saja lepas dari ASI dan mulai bisa berjalan. Seiring dengan kemampuannya untuk dapat bergerak seperti berjalan akan membuat aktivitas anak menjadi bertambah,

Continue Reading

Pertolongan Pertama Ketika Anak Mengalami Sakit Gigi

Sakit gigi tidak saja menyerang orang dewasa, namun juga dapat menyerang segala usia, bahkan pada kebanyakan kasus yang dijumpai malah lebih sering menyerang anak-anak. Sakit gigi merupakan serangan rasa nyeri dan berdenyut yang terjadi pada gusi dan gigi. Kondisi sakit gigi akan membuat penderitanya terasa seperti disiksa dengan rasa nyeri yang berdenyut-denyut yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Pada anak-anak, sakit gigi bisa timbul sebagai akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis serta gula yang begitu tinggi. Timbunan sisa-sisa makanan manis yang tersisa pada gigi dan sela-selanya akan menumpuk dan membuat bakteri dari sisa-sisa tersebut berkembang biak pada gigi. Hal ini dikarenakan bakteri dalam gigi akan membuat zat gula mengeluarkan zat asam yang dapat merusak lapisan email sebagai pelindung gigi. Apabila hal ini terjadi, maka bakteri penghancur akan menjalar melalui saluran hingga ke syaraf yang kemudian menimbulkan peradangan dan memicu timbulnya sakit yang menusuk dan berdenyut pada gigi.

Continue Reading

Tips Pintar Membuat Anak Agar Mandiri

Sikap mandiri perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin. Bila anak mandiri, hal ini tentunya akan membuat anak merasa lebih percaya diri dan pandai dalam melakukan banyak hal. Hanya saja, satu kendala yang banyak dihadapi orang tua ketika mengajarkan kemandirian pada anak yakni kesabaran. Kebanyakan orang tua kerapkali tidak sabar dalam menghadapi anak untuk mandiri. Terbatasnya kemampuan anak membuat orang tua tanpa sadar kembali membantu anak untuk melakukan segala hal. Pada akhirnya anak menjadi terbiasa untuk ‘dilayani’ dan menjadi bergantung pada orangtuanya.

Pada dasarnya, orangtua bisa mengajarkan kepada anak bagaimana melakukan segala sesuatunya sendiri dan mandiri melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupannya. Tak perlu terburu-buru dengan mengharapkan anak dapat dengan kilat berubah menjadi seorang anak yang mandiri. Sebab segala sesuatunya membutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang.

Nah, berikut ini ada beberapa cara yang dapat diterapkan oleh para orangtua dalam mendidik anaknya agar menjadi seseorang yang mandiri dimulai dengan melakukan

Continue Reading

Kenali Beberapa Kelainan Psikologis yang Mungkin Terjadi Pada Anak

Gangguan psikologis ternyata tidak hanya menimpa orang dewasa yang notabene seringkali dihadapkan pada berbagai masalah dan stres yang dapat mengguncang kejiwaan dan sisi psikologis mereka. Namun kondisi yang sama juga dapat dialami oleh anak-anak, yang mana gangguan psikologis ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti trauma yang pernah dialami, faktor genetika, kebiasaan atau mungkin sebagai akibat dari pengaruh lingkungannya.

 

Nah, untuk lebih jelasnya lagi kita kenali beberap jenis gangguan psikologis yang dapat menimpa anak-anak.

1.    Mental Retardation

Mental retardation adalah suatu jenis gangguan psikologis anak yang ditandai dengan ketidakmampaun anak untuk mengurus diri mereka sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan membedakan hal yang berbahaya dan tidak berbahaya. Kondisi mental retardation dapat dikenali sebelum anak berusia 17 tahun. Umumnya gejala awalnya dapat dilihat dari tingkat IQ anak yang rendah yang mana biasanya berada dibawang angka IQ 70. Anak-anak yang mengindap gangguan psikologis mental retardation tidak mampu untuk mandi sendiri, makan

Continue Reading

Kenali 3 Jenis Gangguan Belajar Pada Anak

Masalah gangguan belajar kerapkali dijumpai pada anak-anak. Masalah ini bisa timbul dimanapun baik disekolah maupun diluar sekolah. Anak yang mengalami gangguan belajar, biasanya akan cenderung mengalami gangguan pemusatan perhatian atau konsentrasi, gangguan membaca, menulis, berhitung dan lain sebagainya. Namun satu hal yang perlu kita ingat dengan baik bahwa anak yang mengalami gangguan belajar bukanlah dicirikan sebagai gangguan penyakit, akan tetapi mereka hanya mengalami masalah pada proses pembelajarannya.

Dampak yang dialami oleh anak yang mengalami gangguan belajar, bukan hanya terjadi pada proses tumbuh kembangnya, akan tetapi juga berdampak pada sosilasasi dan interaksi si anak dengan lingkungannya. Kondisi keharmonisan dalam keluarga terkadang juga dapat terganggu. Perselisihan dan saling menyalahkan antara kedua orang tua, merasa frustasi, kecewa, putus asa, marah atau bahkan menolak kejadian yang menimpa mereka.

Nah, untuk mengenal lebih jelas mengenai jenis-jenis gangguan belajar yang mungkin dapat terjadi pada anak, maka simak penjelasan dibawah ini

1.    Expresive Language Disorder

Atau

Continue Reading

Nilai Moral Penting yang Harus Diajarkan Pada Anak

Sebagai orantua, pemahaman mengenai nilai dan moral merupakan landasan kehidupan yang utama yang sudah semestinya diajarkan kepada anak. Mengajarkan anak tentang moral merupakan tantangan yang berat sebab moral bukanlah suatu hal yang dapat diperoleh dari sebuah buku. Hanya pengalaman dan nasehat yang dapat membuat anak anda mengerti tentang semuanya.

Nah, berikut ini ada beberapa hal yang dapat anda ajarkan pada anak-anak agar mereka dapat menjadi pribadi yang baik dikehidupan masa depan kelak.

1. Jangan Berbohong

Saat ini agaknya sulit sekali menemukan seseorang yang jujur dan amanah. Untuk itu, salah satu hal yang paling penting diajarkan kepada anak yakni jangan berbohong. Beritahukan kepada anak bahwa kejujuran merupakan hal yang paling penting, tak peduli seberapa kecil kebohongan, tetaplah tidak baik dan tidak dapat ditolelir. Selain itu, ajarkan pula pada anak bahwa kebohongan adalah hal yang begitu mudah untuk dilakukan dan mungkin mereka merasa senang saat melakukannya, hanya saja akan ada ganjaran

Continue Reading

Kebiasaan yang Harus Diajarkan Pada Anak Sejak Usia Dini

Memiliki anak yang baik, mengerti akan sopan santun dan peduli akan kesehatan tentunya menjadi kebanggaan dan dambaan bagi setiap orang tua. Hanya saja kebiasaan baik seperti itu, bukanlah perkara yang mudah dan terkadang para orangtua tidak mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak-anak mereka agar dapat melakukan kebiasaan baik tersebut.

Salah satu cara yang tepat untuk mengajarkan anak agar dapat berperilaku dan berkebiasaan baik maka orangtua perlu menjadi panutan atau contoh untuk anak-anaknya. Anak dapat belajar hampir dari keseluruhan apa yang mereka lihat, oleh karena itu penting sekali untuk menunjukan kepada mereka pola yang baik untuk diikuti. Untuk itu, jagalah sikap dan perilaku kita sebab apa yang kita lakukan akan pula memainkan peran pada kebiasaan dan perilaku anak.

Pastikan anda mengajarkan kebiasaan penting berikut pada anak sejak usia dini.

1. Mengajarkan Anak Bertanggung Jawab

Mengajarkan anak tanggung jawab pada anak adalah hal yang penting. buatlah anak agar dapat mengambil

Continue Reading

Cara Membangun Sikap Kepemimpinan Pada Anak

Setiap orangtua tentunya menginginkan kelak anaknya bisa menjadi seorang pemimpin, tak terkecuali kita. Pada suatu waktu, kita pasti penah berkata dalam hati, bahwa kita berharap suatu hari nanti anak kita kelak akan menjadi seseorang yang berada digaris depan dan membawa perubahan yang positif. Apalagi belakangan kita melihat begitu banyak pemimpin negeri ini yang tersandung berbagai kasus.

Fenomena seperti ini nampaknya semakin mempertegas anggapan yang menyebut bahwa negara kita Indonesia ini tengah mengalami krisis kepemimpinan. Tak bisa dipungkiri mencari dan menemukan sosok pemimpin yang baik bukanlah sebuah perkara yang mudah. Untuk itulah mendidik, menerapkan dan membangun sikap kepemimpinan yang baik, jujur dan amanah haruslah dibangun sejak dini. Tidak bisa tidak, hal ini haruslah dilakukan oleh orangtua sebagai kerabat terdekat untuk anak. Pada dasarnya setiap anak, baik perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk itulah orangtua sedapat mungkin harus bisa mempersiapkan untuk mendukung anak agar tumbuh

Continue Reading

Loading...

Follow us