data-ad-format="auto"

Makanan Bayi

Kategori artikel yang berisi informasi dan tips seputar makanan bayi guna membantu para ibu dalam mendapatkan informasi tentang bagaimana memilih dan membuat makanan bayi yang berkualitas.

Pilihan Makanan Bergizi Untuk Balita

Makanan merupakan unsur yang sangat penting untuk diperhatikan, makanan bayi sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis anak anda. Makanan yang bergizi yang anda berikan pada anak anda mampu mengoptimalkan kemampuan anak anda sesuai dengan usianya sedangkan untuk makanan yang tidak sehat hanya membuat kesehatan anak anda bermasalah.

Continue Reading

Kacang Polong Sebagai Sumber Protein Potensial Untuk MPASI

Pemberian kacang-kacangan pada makanan pendamping asi seringkali ditangguhkan dikarenakan dikhawatirkan bayi anda akan mengalami alergi pada jenis kacang yang diberikan. Padahal bagi anda yang tidak memiliki riwayat kesehatan di garis keturunan yang menyatakan alergi kacang, sebaiknya anda mencoba memberikan kacang minimal pada usia 6 bulan. Tentu saja pemberiannya harus dalam tekstur yang lembut dan disesuaikan dengan pencernaan bayi anda, sehingga bisa di jadikan sebagai makanan bayi 6 bulan.

Continue Reading

Meningkatkan Nafsu Makan Bayi dengan Variasi Makanan Bergizi

Seringkali bayi memainkan makanan yang sedang dikunyahnya, bahkan beberapa bayi menolak pemberian makanan pendamping ASI dan lebih memilih ASI saja sebagai sumber untuk mencukupi kebutuhan gizi harian. Kondisi seperti ini seringkali ditangkap oleh orang tua sebagai hilangnya nafsu makan bayi terhadap makanan terutama menu MPASI. Salah satu cara yang aman adalah dengan memvariasikan makanan untuk bayi anda sehingga mengenal berbagai jenis rasa. Memasuki usia 6 bulan, bayi tidak saja membutuhkan asi dalam melengkapi kebutuhan nutrisinya melainkan makanan pendamping asi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi sesuai dengan perkembangannya. Pemberian ASI pada bayi yang telah mendapatkan MPASI disesuaikan dengan keinginan bayi, hal ini dikarenakan kandungan gizi pada asi sudah dapat dibantu dengan adanya MPASI.

Continue Reading

Tips Memilih Makanan untuk Balita yang Menderita Diare

Kondisi kesehatan bayi anda memang sangat diperhitungkan, perubahan kondisi dari keadaan biasanya sering kali membuat anda cemas. Begitu juga ketika bayi anda mengalami gangguan pencernaan yang berhubungan dengan buang air besar yang lebih sering atau dikenal dengan diare. Diare pada dasarnya bukan penyakit, melainkan salah satunya dikarenakan keracunan makanan. Bahkan beberapa bayi dapat mengalaminya secara berulang atau diare kronis yang akan mengakibatkan gangguan penyerapan nutrisi. Umumnya, anak yang mengalami diare sering kali disertai dengan muntah. Meskipun ini umum terjadi akan tetapi apabila dibiarkan akan menggangu kesehatan yang lebih kronis. Penting untuk membedakan antara muntah dan gumoh. Gumoh sering kali terjadi pada masa bayi yang disebabkan isi perut terlalu banyak menampung makanan sedangkan muntah adalah kelainan struktural yang ditandai dengan adanya dorongan kuat dari isi lambung. Bagi balita yang sedang menderita diare anda dapat memberikan pertolongan pertama berupa larutan oralit untuk mencegah dehidrasi pada balita, selain itu dikarenakan diare lebih banyak disebabkan keracunan makanan. Anda harus lebih selektif dalam memilih makanan yang tepat untuk balita yang menderita diare. (Baca juga: Makanan untuk bayi)

Continue Reading

Kenali Tahapan Ideal Pemberian Makanan Bayi

Proses penting dalam perkembangan bayi adalah dengan membiasakan pola makan yang baik dan sehat. Dua faktor penting dalam memperkenalkan makanan pada bayi adalah usia bayi dan jenis makanan yang diberikan. Hal ini terkait dengan waktu dan jenis yang tepat untuk mengurangi resiko kehilangan zat gizi bayi. Pemberian makanan kepada bayi diberikan secara bertahap dengan variasi bahan, rasa dan juga tekstur. Tahapan ideal dalam pemberian makanan bayi adalah sebagai berikut :

Continue Reading

Bolehkah Makanan Bersantan untuk Bayi?

Setelah usia bayi anda 6 bulan, pemberian makanan pendamping asi diberikan untuk memperkenalkan beberapa nutrisi yang terkandung di dalam bahan-bahan makanan, selain itu pemberian MPASI akan mengalami perubahan tekstur dari bubur saring menuju nasi sesuai dengan tahapan usia, hal ini penting untuk menyesuaikan pencernaan dengan usia bayi. Begitupula dengan memberikan beragam makanan bayi 6 bulan, meskipun sebaiknya anda selektif. Tidak saja selektif dalam memilih bahan makanan untuk bayi, anda juga harus memperhatikan tambahan (bumbu-bumbu) yang digunakan, pada awal pemberian MPASI tidak diperlukan tambahan gula dan garam dikarenakan terlalu banyak penyedap dalam MPASI akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi anda. Bagaimana dengan penambahan santan pada MPASI bayi? (Artikel lainnya: Makanan bayi)

Continue Reading

5 Tips Mengenalkan Finger Food Untuk Bayi

Pada saat bayi berusia 9 bulan, kebanyakan bayi telah mengembangkan keterampilan motorik halus mereka, gerakan yang tepat diperlukan untuk mengambil potongan-potongan makanan kecil dalam usahanya makan sendiri. Beberapa keterampilannya dalam memegang makanan akan berlangsung secara perlahan. Sebaiknya anda membiarkan usahanya sendiri agar terbiasa untuk memegang makanan tersebut.

Continue Reading

Pentingnya Mengatur Pola Makan sejak Bayi

Sebagai ibu mungkin anda akan merasa bangga ketika melihat si bayi tubuh dengan sehat. Berikan kebiasaan baik pada anak anda dengan memberikan pola makan sehat. Food Combining dapat membuat tubuh bayi anda bekerja dengan optimal. Kenapa demikian? Ada hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan pola makan pada anak. Salah satunya ialah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap, bahan pengawet, dan pewarna. Makanan bayi yang harus dikaji ulang dan harus dipertahankan adalah sebagai berikut :

Continue Reading

Daging Merah untuk Makanan Bayi

Selain memiliki cita rasa yang enak, daging juga mengandung banyak manfaat. Namun apakah daging ini bisa jika diberikan pada bayi? Daging dapat diberikan kepada bayi sejak ia telah diberikan makanan pendamping oleh sang ibu. Namun, walaupun begitu mengingat daging ini memiliki begitu banyak protein yang jika tidak diperhatikan dapat membebani ginjal. Maka berikan secara bertahap sesuai dengan usia bayi.

Continue Reading

Bolehkah Gula dan Garam untuk MPASI?

Menurut hasil dari penelitian yang telah dilakukakan, menunjukan bahwa tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi. Bolehkah jika bubur bayi ditambahkan garam? Sebaiknya jangan! Sebab, bayi masih sangat sensitif terhadap garam. Tekanan darah bayi dapat melonjak tinggi, pada saat bayi menerima garam yang bersal dari makanannya. Dampak yang dirasakan itu berlangsung lama. Di tahun yang pertama, sebaiknya anda tidak sama sekali memberikan garam pada makanan bayi. Sebenarnya pada ASI, kacang-kacangan, sayur dan daging itu telah mengandung kadar garam yang alami demi mencukupi semua kebutuhan pada bayi.

Continue Reading

Mitos Tentang Makan Bayi

Beberapa ibu lebih memberikan makanan bayi yang instan dengan label gizi yang lengkap ketimbang membuatnya sendiri. Beberapa ibu merasa bahwa makanan pendamping ASI yang telah dikemas lebih praktis dan disukai oleh bayi. Padahal sebelum anda memilih makanan untuk bayi sebaiknya anda memperhatiakan piramida makanan begitu pula bila anda akan memberikan MPASI yang instan. Merawat bayi memang tidak lepas dari mitos diantaranya adalah mitos tentang makan bayi yang beredar di masyarakat, bahkan beberapa masyarakat masih mempercayainya.

Continue Reading

6 Tips Memperkenalkan Makanan Pada Bayi

Mengamati perkembangan bayi anda hingga kini beranjak memasuki fase baru dalam pertumbuhannya dimana bayi yang memasuki usia enam bulan dapat menerima makanan pendamping ASI. Pada usia enam bulan sistem pencernaannya telah sempurna sehingga mampu menerima asupan nutrisi selain dari ASI. Secara fisik bayi yang telah siap menerima makanan pendamping asi ditandai dengan kekuatan kepala yang sudah mulai stabil dalam posisi tegak kemuidan kemampuan menyimpan makanan di dalam mulut bayi yang kemudian ditelan dan biasanya sudah dapat duduk dengan bersandar, hal ini berhubungan dengan proses menelan yang baik dengan posisi yang tegak akan memudakan proses menelan pada bayi kemudian juga secara psikis bayi telah merasakan ketertarikan pada makanan tertentu dan tidak kenyang dengan asupan asi yang diberikan sehari. Meskipun bayi anda telah mendapatkan makanan bayi 6 bulan sebagai pendampinga asi akan tetapi beberapa hal harus anda lakukan diantaranya adalah dengan memberikan adaptasi pada saluran pencernaan bayi anda dalam menerima makanan yang kini dikonsumsi bayi.

Continue Reading

Pentingnya Sayuran Untuk Dikonsumi Anak

Ikan yang kaya omega 3 dan juga makanan lainnya yang bisa meningkatkan kecerdasan terhadap sang anak, tetapi disamping itu kita selaku orang tua sudah seharusnya anak-anak kita membiasakan makananan sayuran, karena sayuran dapat membuat perkembangan anak menjadi sangat baik, meskipun terkadang sayuran sangat tidak disukai oleh anak anak karena rasa, bentuk dan warna. Membiasakan dan memperkenalkan sayuran sejak usia dini nantinya akan terbiasa sampai mereka menjadi tumbuh dewasa karena dengan mengkonsumsi sayuran terdapat  kandungan zat-zat yang sangat baik dan juga dapat menurunkan resiko penyakit berat seperti jantung dan kanker

Ada 5 alasan kenapa anak harus mengkonsumsi sayuran :

Continue Reading

Makanan Bayi: Tips Aman Membuat Sendiri Makanan Bayi

Anda dapat dengan aman dan mudah membuat makanan bayi anda sendiri dengan sedikit waktu dan usaha. Makanan bayi buatan sendiri merupakan pilihan alternatif yang paling sehat dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan bayi yang sering diiklankan dan hasilnya adalah sebuah susunan makanan enak yang tidak dapat anda dapatkan ketika menggunakan kaleng-kaleng makanan yang diiklankan. Berbeda dengan yang orang kira sebelumnya, membuat makanan bayi sendiri ternyata sangat aman ketika anda mengikuti beberapa langkah-langkah yang mudah.

Continue Reading

Tips Mengatur dan Menyiapkan Makanan Sehat Bagi Bayi

Bayi memiliki perut yang masih kecil dan belum terlalu kuat. Setiap makanan yang masuk ke perutnya harus kita atur baik-baik. Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan dalam menyiapkan dan mengatur makanan bayi, antara lain usia si kecil, cara mengolah makanan, dan kandungan gizinya. Mari kita bahas satu persatu, dimulai dari usia bayi. Setiap tahapan usia bayi memiliki jenis makanan yang berbeda-beda. Pada usia 0-6 bulan, bayi hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan cair, yaitu ASI. Selanjutnya masuk usia 6-12 bulan, kita sudah boleh memberikan makanan lembut dan semi-padat seperti bubur dan pisang. Lepas usia satu tahun, kita sudah lebih leluasa memberikan variasi makanan kepada si bayi, misalnya potongan buah atau sayuran. Yang perlu diingat selalu perhatikan higienitas makanan tersebut.

Higienitas bisa didapat sejak Anda memilih bahan makanan si kecil. Akan lebih baik jika Anda memasak sendiri menu yang Anda sajikan untuknya. Bahan baku makanan bayi yang baik biasanya terdiri dari beras, ayam, daging, sayuran, dan ikan. Untuk ikan, pilih yang masih segar dan berwarna merah. Kemudian untuk sayuran, pilih juga yang masih segar dan warnanya cerah. Masak dengan cara dan rasa terbaik agar anak Anda menyukainya. Saat memasak, pastikan makanan matang sempurna agar segala kuman dan bakteri bisa mati. Namun juga jangan menggunakan api terlalu besar dan waktu terlalu lama karena makanan bisa menjadi lembek dan hilang nutrisinya.

Hal penting dalam menyiapkan dan mengatur makanan bayi, jangan pernah menambahkan bumbu penyedap atau MSG, tapi makanan bayi tetap harus memperhatikanan cita rasa bagi bayi.  Bahan ini bisa menimbulkan kerusakan fungsi otak. Setelah matang, biarkan panas makanan hilang lalu cicipi terlebih dahulu. Pastikan makanan yang masuk nyaman ditelan olehnya. Sedangkan jika Anda memilih makanan bayi instan, selalu periksa kemasan dan tanggal kadaluarsanya. Jangan memilih produk dengan kemasan rusak dan mendekati tanggal kadaluarsa. Jika Anda menyimpan makanan bayi yang sudah dimasak untuk diberikan lagi nanti, simpan di tempat yang bersih dan jauh dari bau menyengat. Jauhkan makanan bayi dari bau durian atau kopi yang bisa mempengaruhi aroma makanan.

Saat senggang, pelajarilah kandungan gizi makanan dalam kaitannya menyiapkan dan mengatur makanan bayi. Misalnya dengan mencari tahu kandungan gizi dari makanan instan bayi yang Anda sajikan. Anda bisa membaca label daftar gizi yang biasanya terdapat di bagian belakang produk tersebut. Hindari memilih makanan bayi yang mengandung banyak perasa buatan. Sedangkan untuk bahan makanan alami yang Anda masak sendiri, kandungan gizinya bisa diketahui dengan memahami prinsiap piramida makanan bayi. Piramida ini biasanya ada di buku panduan kesehatan bayi. Dengan gizi seimbang, tumbuh kembang anak Anda pun bisa maksimal.

Vitamin dan Nutrisi Tambahan Untuk Bayi

vitamin dan nutrisi bayiVitamin serta nutrisi tambahan bukan menjadi sesuatu dianggap penting bagi kesehatan ketika bayi mengkonsumsi air susu ibu, hal ini disebabkan segala nuturisi dan vitamin yang dibutuhkan bayi terkandung dalam air susu ibu. Sejumlah riset membuktikan bahwa tidaklah dibutuhkan vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi dalam kondisi  serta mengkonsumsi air susu ibu. Namun bisa diberikan jika berat badan  bayi anda berada di bawah level normal. Namun  sejumlah dokter ahli anak banyak memberi saran agar memberikan tambahan vitamin dan nutrisi untuk kesehatan dan daya tahan bayi.

Continue Reading

Tips Memperluas Cita Rasa Makanan Bayi

makanan bayiJika bayi telah terbiasa dengan makanan padat dan makanannya bertambah banyak, cobalah perkenalkan berbagai jenis makanan lain. Misalnya, makanan yang sedang musim atau yang keluarga anda biasa makan. Jika anda ragu mengenai berbagai jenis makanan yang akan diberikan, konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan. Cobalah untuk tidak melarang bayi anda makan makanan yang dimakan anggota keluarga lainnya. Indera perasa bayi sudah ada sejak awal kehidupannya. Sebagai orangtua, peran anda sangat penting untuk membantu bayi anda menikmati makanan sehat yang bergizi sebanyak mungkin.

MAKANAN UNTUK DICOBA

Selain bubur beras, bayi anda kini mau mencoba tepung jagung, tepung sagu atau padi-padian. Jangan beri oats atau gandum sampai usianya enam bulan. Bila tidak ada alergi dalam keluarga, cobalah perkenalkan ia dengan makanan hasil peternakan. Misalnya yoghurt tanpa pemanis, puding telur dan susu yang tidak manis (buat sendiri dari tepung puding dan susu sapi). Sedikit saus yang lezat (dari susu sapi dan tepung jagung dengan irisan petersile atau keju lembut). Sajikan dengan kembang kol atau kentang yang dilumatkan. Bila bayi menolak makanan baru cobalah lagi lain hari atau campurkan dengan makanan yang disukainya.

KOMBINASI BARU

Jika bayi sudah mengenal berbagai rasa buah dan sayuran, cobalah untuk mencampurnya. Para ahli kesehatan menyarankan, sebaiknya satu jenis makanan diperkenalkan pada satu waktu dengan jarak beberapa hari untuk setiap makanan baru. Bila bayi alergi pada makanan tersebut anda harus menghentikan memberinya. Bayi anda sebenarnya lebih mudah menerima makanan baru bila di campur dengan makanan yang sudah dikenalnya, sehingga bayi dapat merasakan variasi berbagai jenis makanan sebanyak mungkin. Jangan bingung bila bayi anda menyukai campuran makanan yang mungkin terasa aneh bagi anda. ( Artikel menarik lainnya: Nama Bayi Laki-Laki )

MENGUBAH TEKSTUR

Secara bertahap, buatlah makanan bayi yang kental dan lebih padat namun tetap lembut teksturnya. Caranya, hancurkan sayuran yang dimasak jangan dilumat atau diparut. Makanan halus dapat dikentalkan dengan menambah sedikit tepung beras, kentang rebus, ubi jalar, atau pisang.

PERHATIAN

. jangan meninggalkan bayi anda sendiri waktu makan. Bayi mudah tersedak, dan bila hal itu terjadi, ia perlu pertolongan segera. Anggur, potongan wortel, daging dan popcorn sering membuat bayi tersedak.

. Hindari makanan yang terlalu keras karena bayi sulit mengunyahnya.

. Jangan beri bayi anda kacang utuh, buah berbiji, anggur utuh, es atau makanan lain yang bisa menyangkut di tenggorokan.

. Jaga kebersihan. Sendok dan garpunya harus bersih, lap kursi makannya setiap habis makan dan kenakan celemek yang bersih setiap kali makan.

. bayi suka mengemut makanannya tanpa menelan. Bila ini terjadi, bujuk untuk membuka mulutnya dan keluarkan makanan itu dengan jari anda.

Sudah Sehatkah Makanan Balita Saya?

makananan balitaSetelah memberikan makanan balita sehat alami menurut panduan, saatnya mengamati hasilnya pada balita Anda. Benarkah makanan yang Anda berikan sudah sehat dan bergizi? Apakah porsinya sudah mencukupi? Nah, untuk memastikan balita Anda mendapatkan makanan bergizi dengan porsi yang cukup, mari amati indikator berikut ini.

Indikator BAB

Buang air besar (BAB) bisa menggambarkan kecukupan asupan serat dalam makanan balita Anda. Selalu sempatkan setiap hari mengamati rutinitas buang air besarnya dan amati pula kotorannya.

1. BAB minimum setiap pagi (bisa labih dari satu kali, tetapi tidak diare atau sakit perut).

2. BAB tanpa mengejan, kotoran keluar secara otomatis tanpa didorong.

3. BAB kotoran tenggelam, tidak mengambang.

4. BAB 2 menit, kotoran sudah keluar semua.

5. BAB merasa tuntas.

Jadi, jika balita Anda tidak tidak setiap hari buang air besar atau selalu mengejan setiap kali buang air besar, benahi lagi asupan makanannya. Sebagian besar orangtua merasa sudah memberikan cukup makanan berserat, tetapi ternyata anaknya masih saja tidak lancar BAB. Jika hal itu terjadi, sadari bahwa setiap anak memiliki kebutuhan asupan serat berbeda. Jangan ragu meningkatkan lagi jumlah asupan makanan berserat, terutama beras merah, sayuran segar, buah segar, dan polong-polongan.

Gas buang (kentut) dan kotoran yang berbau terlalu tajam menusuk juga bisa mengindikasikan rendahnya asupan serat makanan. Cukup mengonsumsi buah-buahan segar, sayur-sayuran segar, beras merah, dan polong-polongan meningkatkan timbunan serat dalam usus besar yang menjadi makanan bagi "bakteri baik" penghasil vitamin K. Dengan demikian, "bakteri baik" berkembang biak dengan pesat, sebaliknya pertumbuhan "bakteri pembusuk" tetahan. Populasi "bakteri pembusuk" yang terbatas menekan terbentuknya gas berbau busuk sehingga bau khas gas buang dan kotoran wajar.

Sebaliknya, asupan serat yang rendah meningkatkan volume makanan pembentuk gas di dalam usus besar karena kotoran sulit dibuang tanpa serat yang cukup. Kecuali polong-polongan, makanan hewani merupakan sumber protein yang miskin serat dan biasanya tertahan lama dalam usus besar jika tidak ada serat. Padahal, sebagian besar makanan hewani kaya triptofan, salah satu asam amino penyusun protein yang mengandung belerang (sulfur). Nah, belerang dalam protein hewani inilah penyebab bau tajam menusuk pada gas buang dan kotoran anak. Oleh karena itu dampingi dengan asupan serat yang cukup.

Indikator flu atau demam

Amati balita Anda. Apakah ia mudah terserang flu atau demam dibanding anak-anak seusia? Apakah dalam tiga bulan berturut-turut ia selalu menderita flu atau menderita demam tanpa flu dalam setiap bulan?

Serangan flu menandakan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Demam menandakan adanya peradangan dalam sistem tubuh anak. Hal ini berkaitan dengan terbatasnya asupan nutrisi penjaga imunitas, terutama vitamin C, betakaroten, dan seng (zinc). Coba amati apakah asupan buah-buahan segar, sayuran segar, dan ikan segar terlalu sedikit? Jika ya, perlahan-lahan tingkatkan lagi.

Indikator alergi makanan

Apakah balita Anda termasuk yang memiliki gangguan alergi terhadap makanan tertentu atau bahkan beberapa jenis makanan? Pada dasarnya, menghindari makanan bayi pencetus alergi saja tidaklah cukup. Alergi muncul barkaitan dengan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Semakin banyak makanan yang membuatnya alergi, bisa jadi hal itu mencerminkan semakin rendahnya imunitas anak. Oleh karena itu, tingkatkan sistem kekebalan tubuh balita Anda. Perhatikan lagi asupan makanan penggenjot sistem kekebalan tubuh.

"Semakin kuat imunitas anak, semakin kebal ia terhadap gangguan alergi. Tingkatkan lagi konsumsi makanan penggenjot sistem kekebalan tubuh."

Indikator tinggi dan berat badan

Kecukupan gizi dan porsi makan balita dapat diukur dengan berpedoman pada patokan ini. Jika berat badannya kurang dari patokan berat badan normal, patut diduga asupan makanan sumber kalorinya kurang. Perhatikan lagi porsi makan anak Anda.

Panduan Pemberian Makanan Padat Pada Bayi

makanan bayiMenurut Badan Kesehatan Dunia WHO, dengan manajemen laktasi yang baik, produk ASI cukup dinyatakan sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi yang normal sampai usia enam bulan.Selain itu pemberian ASI exsklusif hingga enam bulan ini dapat melindungi bayi dari resiko terkena infeksi saluran pencernaan.

Saat usia bayi menginjak usia 6 bulan, tak terasa kini bayi harus diajarkan pula pengenalan dan pemberian makanan padat selain ASI. Dibutuhkan pengetahuan yang baik sebagai orang tua dalam memberikan makanan padat ini, dikarenan hal ini merupakan pengalaman pertama bagi bayi. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua pada saat pemberikan makanan bayi 6 bulan padat pada bayi:

Cari Saat Yang Tepat

Setelah enam bulan, pemberian ASI saja hanya sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Dengan kata lain, selain ASI, bayi membutuhkan makanan pendamping ASI(MP-ASI). Selain itu bila MP-ASI tidak segera diberikan, masa krisis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah (6-7 bulan) dikhawatirkan akan terlewati. Bila ini terjadi, dikemudian hari bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, atau akan menolak makan bila diberi makanan padat.

Pada usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyah bayi semakin matang. Selain itu, pada usia ini, kepala juga tubuh bayi semakin stabil, sehingga memudahkannya mengembangkan kemampuan makan secara mandiri.

Tanda-Tanda Bayi Siap Menerima Makanan Padat

. Bayi tidak puas hanya dengan diberi ASI saja.

. Bayi menunjukan ketertarikannya pada makanan yang anda makan.

. Bayi yang telah tidur sepanjang malam, kini bangun lagi tengah malam dan menangis karena lapar.

Berikan Secara Bertahap

Pemberian makanan padat pertama bayi sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

. Mutu bahan makanan bayi. Bahan makanan yang bermutu tinggi menjamin kwalitas zat gizi yang baik.

. Tekstur dan konsistensi (kekentalan). Mula-mula beri bayi makanan yang lumat dan cair, misalnya bubur susu atau bubur / sari buah (pisang, pepaya, jeruk manis). Secara bertahap, makanan bayi   dapat lebih kasar dan padat. Bayi yang telah berusia 6 bulan bisa diberi nasi tim saring lengkap gizi. Memasuki usia delapan bulan sampai satu tahun, bayi hanya bisa diberi makanan yang hanya dicingcang.

. Jenis makanan. Untuk permulaan, bayi sebaiknya diperkenalkan satu persatu jenis makanan sampai ia mengenal dengan baik. Tunggulah paling tidak empat hari sebelum Anda mengenalkan jenis   makanan lain. Selain bayi akan benar-benar mengenal dan dapat menerima jenis makananyang baru, Anda pun bisa mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi.

. Jumlah atau porsi makanan. Selama masa perkenalan, jangan pernah memaksa bayi menghabiskan makanannya. Umumnya, pada awalnya bayi mau menerima 1-2 sendok teh makanan. Bila ia   telah semakin besar, Anda dapat memberikan porsi yang lebih banyak.

. Urutan pemberian makanan. Urutan pemberian makanan pemberian ASI biasanya buah-buahan, tepung-tepungan, dan sayuran. Daging, ikan, dan telur umumnya diberikan setelah bayi berumur  enam bulan. Bila bayi menunjukan gejala alergi telur baru diberikan setelah usianya satu tahun.

. Jadwal waktu makan harus luwes atau sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan pengosongan lambung. Dengan demikian, saluran cerna bayi lebih siap untuk menerima,mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu.

Perhatikan Gizi Seimbang

Selama minggu-minggu pertama, pemberian makanan padat hanya di tujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Perlu diingat, makanan utamanya masih ASI atau pengganti ASI. Jadi, ia hanya perlu diberi makanan padat sekali sehari. Selanjutnya, sejak minggu keenam sampai minggu kedelapan, tingkatkan jumlah dan jenis makanannya, sampai ia mendapat makanan tiga kali sehari.

Saat bayi mulai bisa makan makanan yang ditim, baik tim saring maupun tim biasa, Anda sebaiknya mulai menerapkan gizi seimbang. Gizi seimbang ini bisa didapat dengan pemilihan bahan makanan yang beraneka ragam. Penganekaragaman disesuaikan dengan bahan makanan yang biasa dikonsumsi seusia bayi. Zat-zat giji yang dibutuhkan bayi adalah karbonhidrat, vitamin , dan mineral(misalnya zat besi) dan vitamin (terutama vitammin C, B1 dan niasin ). Bagaimana dengan lemak? Anda sebaiknya tidak memberinya makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, santan, mentega atau margarin. Karena, lemak yang dikandung oleh bahan-bahan makanan ini akan memperberat kerja sistem pencernaan bayi.

Namun, mengingat beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamin A, membutuhkan lemak agar dapat diserap oleh tubuh, maka nasi tim saring yang diberikan kepada bayi sebaiknya ditambahkan sumber-sumber lemak. Misalnya, pada usia bayi enam bulan, nasi timnya dapat ditambah satu sendok teh minyak/margarin atau satu sendok makan santan.

Hal lain yang harus Anda ingat, saat makanan padat mengelilingi jadwal minum susu bayi adalah ia perlu minum untuk memuaskan rasa hausnya dan membantu memperlancar kerja pencernaannya. Kebutuhannya ini sebaiknya anda penuhi dengan memberinya minum air putih matang, sari buah segar atau makanan yang berkuah.

Ciptakan Pengalaman yang Menyenangkan

Pada dasarnya, cara pemberian makanan jangan terlalu memaksa bayi, yaitu dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Perlu diingat, bayi yang prustasi cenderung akan bersikap lebih baik melawan dari pada makan. Jadi, biarkanlah ia menikmati acara makannya. Bila pengalaman pertama ini menyenangkan, untuk selanjutnya segalanya akan menjadi lebih mudah.

Hal-hal yang dapat Anda lakukan, antara lain:

. Yakinkan bahwa bayi anda merasa aman dan nyaman, baik dikursi makannya maupun dipangkuan/gendongan Anda. Bila menggunakan kursi makan yang lebih tinggi, selalu gunakan sabuk pengaman yang tersedia untuk mengikat tubuhnya, agar tidak jatuh.

. Suasana makan yang nyaman akan menambah napsu makan bayi. Pilihlah ruangan yang sirkulasi udaranya baik,tidak berisik, dan bersuhu sejuk. Bila perlu beri ia makan sambil mendengarkan lagu kesayangannya atau sambil mendongeng.

. Lakukan kontak mata dan komunikasi. Bujuk dan rayu ia agar mau mencoba makanannya. Bayi perlu waktu untuk belajar mengunyah dan menelan. Mungkin , ia akan lebih banyak memuntahkan makanannya dari pada menelannya. Hal iniadalah normal.

. Sabar, jangan panik, bila ia mengalihkan pandangannya, memutar kepalanya, menolak membuka mulut, atau mendorong sendok makan yang Anda sodorkan kepadanya. Ajaklah ia bicara lalu coba lagi. Bila ia masih menolak, hentikanlah untuk kali ini, lalu cobalah esok hari. Bila ia menolak, tunda pemberian makanan yang sama untuk beberapa hari kedepan lalu coba lagi.

. Biarkan bayi belajar makan sendiri. Memang, kegiatan ini akan membuat diri dan keadaan disekitarnya kotor, namun tanpa disadari keterampilan makannya akan semakin berkembang.

. Ajak si kecil makan di meja makan bersama anggota keluarga lain. Dengan demikian, ia akan melihat bahwa makan adalah cara yang mengembirakan, sehingga selera makannya timbul. selain itu,kegiatan ini akan melatihnya bersosialisasi denga orang lain.

Memang, perlu waktu dan upaya yang tak kenal lelah bila Anda ingin menerapkan pola makan yang baik bagi si kecil. Anda harus memprioritaskan walau Anda mungkin disibuki dengan berbagai tugas, baik dirumah tangga, keluarga, maupun pekerjaan lainnya. Namun, bila semua berjalan lancar dan baik, Anda juga ysng akan memegaramtik hasilnya, selain sikecil tentunya. Pola makan yang baik merupakan salah satu faktor penting yang dapat menjamin kehidupan yang sehat dan masa depan yang baik bagi sang buah hati tercinta.

Prinsip Memilih Makanan Bayi Yang Baik

memilih makanan bayiBayi memerlukan perhatian exstra karena dia belum mampu melakukan segala sesuatunya sendiri. Kita sebagai orangtua akan melakukan apapun demi bayi kita. Sebelum bayi kita lahir kita pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu keperluan mulai dari pakaian bayi, selimut bayi, susu tambahan. Masing-masing aspek mempunyai dampak bagi kesehatan dan juga pertumbuhan bayi kita. Lingkungan sehat serta nutrisi tambahan serta kondisi lingkungan yang higienis membuat pertumbuhan bayi lebih optimal.

Makanan sangat menentukan pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Bayi tumbuh lebih cepat dari orang dewasa, dan dalam setiap pertumbuhan memerlukan nutrisi yang cukup. Pertumbuhan yang cepat memerlukan asupan nutrisi yang exstra dan makanan yang baik. Makanan harus sehat, segar dan kaya nutrisi sehingga dapat membentuk tubuh bayi menjadi sempurna. baca: Makanan bayi 6 bulan

Satu yang harus diingat bahwa apa yang baik untuk orang dewasa tidaklah selalu baik untuk bayi. Meskipuun tubuh bayi serupa dengan tubuh orang dewasa, tetapi sistem jasmani mereka belum terbentuk secara sempurna, sehingga mereka memerlukan nutrisi exstra untuk memenuhi pertumbuhan bagi kebutuhan sel-sel dan sistem kekebalan tubuh bayi.

Di tahun-tahun pertama, sistim pencernaan tubuh bayi belum kuat sehingga perutnya belum bisa mencerna  makanan yang kita berikan, sehingga sangat tergantung pada susu ibu. Susu ibu adalah makanan bayi yang penuh nutrisi dan kaya akan zat pembangun kekebalan tubuh bayi.

Gigi bayi akan tumbuh setelah 9 bulan dilahirkan, sampai saat itu bayi kita sangat tergantung pada susu ibu dan pada beberapa kasus memerlukan makanan suplement yang sudah diformulasikan secara hati-hati.

Susu ibu mengandung nutrisi yang sangat lengkap untuk bayi saampai bayi bisa menggigit. Bermacam-macam vitamin, mineral, protein, carbonhidrat dan lemak sangat di butuhkan oleh bayi. Ini dapat kita dapatkan dari sayuran, telur, dan beberapa makanan hewani. Kita harus hati-hati dalam memilih makanan mana yang baik untuk bayi kita.

Dalam beberapa kasus dimana susu ibu hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali makanan bayi pasti akan berubah drastis. Ada banyak makanan bayi yang tersedia di pasar sebagai pengganti kurangnya susu ibu. makanan tersebut biasanya kaya akan vitamin, mineral dan banyak nutrisi lainnya, tapi untuk memulainya kita sebaiknya berkonsultasi kepada neonatologist terlebih dahulu. pemberian makanan bayi ini tergantung pada umur dan berat bayi, bisa juga dikombinasikan dengan air putih dan susu. Anda bisa memilih makanan yang bersertipikat dari badan POM dan Depkes.

Apa yang dapat kita berikan pada bayi kita? Tubuh bayi belum bisa mencerna semua makanan yng kita berikan, sehingga tidak semua makanan boleh kita berikan kepada bayi kita, satu kriteria makanan yang harus kita penuhi untuk bayi kita yaitu makanan yang harus kita pilih harus mengandung nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan dan kekebalan tubuh.

Di tahun ke dua, umumnya bayi memerlukan susu fullcream dan keju untuk dapat menyerap vitamin dan mineral penting. Pada beberapa bayi, susu sapi dapat menimbulkan alergi, kita dapat menggantinya dengan susu kambing. Makanan lain yang dapat menimbulkan alergi pada bayi adalah putih telur, kacang tanah, kacang kedelai, ikan, buah pir, makanan ini bisa menimbulkan alergi pada tubuh bayi.

Tubuh bayi mulai menyerap kalsium yang dapat menunjang pertumbuhan tulang dan gigi, sehingga pemberian supplemen kalsium tidak boleh dilupakan, pemberian vitamain C dan B compleks sangat membantu pembentukan sistim kekebalan tubuh bayi.

Ketika bayi tumbu menjadi balita, mereka bisa diberi makanan yang kaya nutrisi seperti sop ayam dan jus sayuran hijau secara reguler. Jangan lupa susu dan produk susu lain untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Zat besi dan folic acid untuk mencegah anemia, keadaan berbahaya dimana bayi kekurangan zat darah merah secara drastis.

Bayi pada awal pertumbuhannya memerlukan kalori exstra, sehingga makanan yang kaya kalori dan karbohidrat sangat di perlukan. Jangan biarkan bayi anda memakan makanan junk food dan air berkarbon dan minuman dingin lainnya. Makanan dan minuman tersebut bisa merusak sistem pencernaan bayi dan tidak memberikan gizi apapun untuk bayi. Kopi, teh, dan alkohol sangat terlarang untuk bayi. Makanan ringan dan makanan manis juga harus dibatasi walaupun tidak harus dihilangkan sama sekali, karena gula murni dibutuhkan untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Kita harus menggunakan garam berzodium untuk mencegah penyakit gondok.

Ketika bayi mempunyai cukup gigi kita bisa memberikan nasi, gandum dan sereal. Kacang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Perbanyak makanan yang direbus dari pada digoreng.

Kentang, kubis, tomat, dan bayam sangat di perlukan oleh bayi, kita dapat merebusnya dan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum kita memberikan pada bayi kita.

Makanan bayi; Pengenalan Makanan Pendamping ASI Pada Bayi

Makanan bayi yang paling utama adalah ASI. Semua gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi telah terkandung di dalamnya, khususnya bagi bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Kandungan yang kaya akan nutrisi dan gizi ini tidak dapat tergantikan oleh susu forumula, meskipun harganya paling mahal sekalipun. Itulah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Pemberian ASI eklsusive diberikan kepada bayi hingga bayi mencapai usia 6 bulan, artinya selama 6 bulan bayi tidak perlu memerlukan tambahan pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. (Baca juga: Nama-nama Bayi Perempuan dan Nama-nama bayi laki-laki)

Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang dinamakan makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian  ASI. Mengenai menu makanan yang baik untuk dijadikan sebagai makanan pendamping, silahkan baca artikel kami: "Makanan Pendamping Pertama bayi"

Disini kami akan bahas mengenai cara pengenalan yang baik pemberian makanan pendamping ASI kepada bayi mengingat, organ pencernaan bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa, sehingga jika salah memberikan pengenalan makanan bayi ini dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi seperti terjadinya sembelit atau malah terjadinya perut kembung.

Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap, baik dilihat dari jenis makanannya, tekstur dan jumlah porsinya. Kekentalan makanan bayi dan jumlah harus disesuaikan dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi harus diberi makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh giginya. Porsi makanan juga berangsur muladi dari satu sendok hinga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, alpukat dan pepaya. Kemudian setelah diberi makanan bayi tersebut, perhatikan respond dari bayi itu sendiri, apakah bayi menerima makanan yang diberikan atau tidak. Jika bayi menolak, biasanya dengan cara memuntahkan makanan, jangan dipaksakan, berikan makanan bayi pendamping lainnya. Biasanya bayi lebih menyukai makanan yang rasanya manis, oleh karena itu berikan makanan bayi seperti buah-buahan pada ujung lidah dan sayuran pada bagian tengah. Utamakan pemberian sayuran dibanding buah-buahan, karena citarasa sayuran cenderung langu dan kurang dinikmati bayi. Jikalau terus menerus bayi dikenalkan pada rasa manis, ditakutkan bayi tidak akan menyukai sayuran.

Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair dan lembut seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran yang dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat, namun tetap harus bertekstur lunak, seperti aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan pada makanan keluarga atau makanan padat namun tetap mempertahankan rasa. Hindari makanan-makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam dan berlemak. Pada masi ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget, atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.

Kemudian untuk lebih memahami dan melengkapi pengetahuan mengenai pemberian atau pengenalanan makanan padat kepadan bayi, mengenalkan menu baru, finger food dan antisipasi terhadap tingkah polah bayi yang baru belajar makan. Mengetahui minuman apa yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada bayi. Mengatasi anak picky eaters suka memilih-milih makanan, mengatasi anak tidak mau makan anda bisa mengikuti program perawatan bayi dr. Eiyta Ardinasari.

Dalam program ini, selain membahas pengenalan makanan padat kepada bayi, juga di bahas lengkap mengenai perawatan bayi lainnya, seperti bagaimana meningkatkan kecerdasan bayi, Meningkatkan keterampilan fisik, kreatifitas dan kognitif bayi, cara melakukan perawatan bayi yang baik dan benar dari mulai ujung kaki hingga ujung kepala. Selain itu program ini membantu para orang tua untuk mampu mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan umum yang sering ditemui pada bayi seperti demam, diare, muntah, sembelit, kejang demam, batuk pilek, masalah ruam popok termasuk masalah di awal masa kelahiran seperti ikterus, dll. Dan yang lebih penting lagi anda bisa berkonsultasi langsung dengan dr Eiyta Ardinasari secara langsung mengenai segala hal seluk beluk perawatan bayi anda, sehigga dengan demikian makin melengkapai mengenai bagaimana cara perawatan bayi yang baik. cukup menarik bukan? untuk lengkapnya silahkan kunjungi website berikut:

PerawatanBayi.com

Makanan Pendamping Pertama Bayi

ASI merupakan makanan bayi utama dan pertama bagi bayi anda. Kandungan yang kaya akan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh bayi, semuanya berada dalam ASI. Sehingga jenis makanan apapun akan sulit menandingi kualitas daripada ASI. Jangka waktu pemberian ASI ekslusive yang baik bagi bayi anda adalah hingga mencapai usia 6 bulan. Artinya sampai usia 6 bulan tersebut bayi tidak memerlukan makanan lain, Karena segala kebutuhan yang diperlukan oleh bayi terdapat dalam ASI. Jadi, ASI adalah makanan bayi terbaik. (Baca juga: Nama-nama Bayi Perempuan dan Nama-nama bayi laki-laki)
 
Namun, adakalanya ASI yang diharapkan di nikmati oleh bayi sampai usia 6 bulan tidak terpenuhi. Kadangkala ASI hanya bisa dinikmati oleh bayi hingga usia 3 bulan atau bahkan kurang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, diantaranya ibunya sibuk bekerja atau kurang baiknya produksi ASI yang dihasilkan baik secara kualitas maupun kwantitas. Oleh karena itu, banyak bayi yang berusia kurang dari 6 bulan diberikan makanan selain ASI. Sebagai penggantinya para ibu memberi bayi mereka dengan susu formula. Memang tidak ada pilihan lain kecuali melakukan hal tersebut, namun pertanyaannya, apakah susu formula tersebut dapat memenuhi semua kebutuhan bayi sebaik ASI? untuk menutupi hal tersebut, maka diperlukan makanan pendamping. Namun, hal ini juga tergantung sensitivitas dan daya tahan sistem pencernaan dari bayi itu sendiri. Karena, banyak kasus bayi belum dapat "menerima" makanan pendamping tersebut di bawah usia 6 bulan.

Berikut kami berikan beberapa menu makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan mengenai makanan pendamping pertama bagi bayi selain ASI, khususnya pada usia 4-6 bulan, jikalau memang ASI tidak bisa dinikmati lagi oleh bayi

Makanan Yang dianjurkan

  • Bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan menggunakan cairan atau kaldu daging atau sayuran, susu formula (ASI) atau air
  • Buah-buahan yang dihaluskan atau menggunakan blender seperti pepaya, pisang, apple, melon dan alpukat.
  • Sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang direbus kemudian di haluskan menggunakan blender. Pada saat diblender sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar lebih halus. Sayuran dan kacang tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, kacang hijau.
  • Daging piliha yang tidak berlemak, kemudian di blender
  • Ikan yang diblender. Ikan yang digunakan yang tidak berduri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.

Makan Yang Tidak Dianjurkan

  • Makanan yang mengandung protein gluten yaitu tepung terigu, barley, biji gandum dan kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua jenis makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung, mual dan diare pada bayi. Hal ini disebabkan oleh reaksi gluten intolerance.
  • Hindari pemberian gula, garam, bumbu masak atau penyedap rasa terhadapa makanan bayi
  • Makanan terlalu berlemak
  • Buah-buahan yang terlalu asam seperti jeruk dan sirsak
  • Makanan terlalu pedas atau bumbu terlalu tajam.
  • Buah-buahan yang mengandung gas, durian, cempedak. Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak. Kedua makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung.
  • Kacang tanah, dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi sulit bernafas.
  • kadangkala telur dapat memacu alergi. Berikan secara bertahap dan dengan porsi kecil. Jika bayi alergi segera hentikan
  • Susu sapi dan olahannya yang dapat membuat bayi alergi atau lactose intolerance

Artikel terkait: Makanan bayi 6 bulan

  • 1
  • 2
Loading...

Populer di Dunia Bayi

1500+ Rangkaian Nama-Nama Bayi Laki-Laki Islami Modern

Mendapatkan kehamilan memang merupakan salah satu berkah yang luar biasa yang di berikan…

Nama-Nama Bayi Perempuan Islami

Nama adalah doa dan nama juga bisa menjadi pengharapan orang tua kepada anak. Oleh karena…

Cara Ampuh Menaikan Berat Badan Bayi

Pada umumnya bayi dilahirkan dengan berat badan dan ciri yang berbeda satu sama lainnya,…
Default Image

Bayi Muntah Setelah Diberi ASI

sumber : KuliahBidan Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh…
Default Image

Mengenal Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Bayi

Setiap bayi akan memiliki masa pertumbuhan gigi yang berbeda-beda, namun biasanya awal di…

Follow us