Kategori: Kesehatan Bayi

Kategori artikel yang berisi informasi seputar kesehatan bayi, seputar permasalahan kesehatan bayi berikut tips dan penanganannya. Berguna bagi orang tua guna mewujudkan buah hati yang senantiasa tumbuh dengan sehat

Campak Berulang-ulang pada Bayi

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus tidak ada hentinya menghantui semua orang tua dalam menjaga kesehatan bayi mereka. Campak yang sering dikenal dengan sebutan morbilli, measles atau rubela ini merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh infeksi dari virus. Virus tersebut ialah morbillivirur yang berasal dari kelompok paramyxoviridae. Penyakit campak ini merupakan suatu faktor yang menyebabkan kesakitan dan juga kematian terhadap kebanyakan anak. Di Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang paling banyak bayi yang terkena campak. Yang paling banyak terkena campak biasanya bayi yang berusia 1 tahun hingga 2 tahun.

Betulkah Pola Tidur Bayi Berpengaruh pada Kecerdasan?

Membiasakan bayi anda agar tidur siang ialah sebuah kebiasaan yang sangat baik bagi kesehatan bayi. Beberapa ahli mengatakan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan anak terhadap pola tidur. Manfaat yang bayi anda dapatkan dari kegiatan tidur siang ialah membantu dalam mengembangkan kemampuan bayi secara optimal. Dengan bayi anda teratur tidur siang, pertumbuhan hormon dapat berfungsi dengan sangat baik terhadap aliran darah bayi anda. Selain itu tidur siang juga memberikan perasaan yang tenang dan memulihkan kembali energi bayi anda sehingga pemulihan fungsi otak pada bayi dapat bekerja dengan baik.

Tips Memilih Posisi Tidur Aman Bagi Bayi

Bagi bayi tidur memiliki manfaat yang banyak, selain untuk merangsang perkembangan otak bayi, hormon pertumbuhan juga dikeluarkan ketika bayi sedang tidur. Dengan bayi tidur nyenyak maka pertumbuhan otak bayi dapat berjalan secara maksimal sehingga kelak bayi anda dapat tumbuh cerdas. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan stimulasi serta rangsangan yang di berikan pada proses belajar. Selain dari itu hormon pertumbuhan itu sangat berfungsi untuk memperbaiki serta mempengaruhi semua sel yang terdapat di alam tubuh. Tidur yang lelap dan nyaman sangat penting bagi tumbuh serta kembang bayi, baik dalam posisi terlentang, miring ataupun tengkurap.

5 Tips untuk Meningkatkan Kekebalan Bayi

Sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh seorang bayi masih belum terbentuk secara baik dan sempurna sehingga bayi mudah sekali terserang penyakit. Sistem kekebalan tubuh merupakan suatu pertahanan pertama bagi tubuh kita pada saat penyakit ataupun infeksi menghampiri. Sebagai orang tua bagi bayi anda, anda sudah seharusnya menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi anda agar tidak mudah teserang penyakit dan tetap sehat. Mengingat bayi sangat rentan sekali terserang bakteri juga virus pada saat bersentuhan langsung dengan mainan atau tempat yang kotor. Berikut ini adalah beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi anda :

Hidrokel pada Bayi yang Baru Lahir

Beberapa orang tua sangat mendambakan bayi laki laki pada kehamilan pertamanya mungkin salah satunya adalah anda dan suami anda. Beberapa cara dilakukan dari mitos ataupun hasil penelitian dalam mendapatkan bayi laki laki. Beberapa orang memiliki kebanggaan terhadap bayi laki laki pada kelahiran pertama yaitu mampu menjaga adiknya kelak. Meskipun demikian kelahiran bayi apalagi jenis kelamin bayi hanya bisa diusahakan tidak bisa ditentukan sebelum atau masa kehamilan dengan cara-cara tradisional maupun ilmiah. Memiliki bayi merupakan kebanggan bagi anda dan keluarga begitupula dalam cara merawat dan menjaga pertumbuhannya optimal sesuai dengan usia bayi anda. Bagi anda yang memiliki bayi laki laki akan berbeda dalam cara perawatan dengan bayi perempuan terutama dalam masalah beberapa kelainan yang mungkin ditimbulkan pada masa anda sedang mengadung atau kelainan bawaan.

Cara Mencegah Bayi Cacingan dengan Aman dan Alami

Penyakit yang paling di khawatirkan oleh setiap ibu ialah penyakit cacingan pada anak. Ini disebabkan oleh penyakit cacing ini menghambat cara berkembang tubuh pada bayi hingga ia akan tampak lebih kurus dan tidak sehat. Berat badan yang terlihat kurus dengan perut yang membuncit adalah salah satu ciri anak mengalami cacingan. Atasi penyakit ini dengan caya yang tepat, sebab jika tidak penyakit penyakit ini akan menghambat setiap perkembangan tubuh bayi, hingga tubuh bayi tidak dapat berkembang secara baik.

8 Tips Mencegah Cacingan pada Bayi

Seringkali cacingan terjadi pada usia balita dikarenakan pada usia ini, anak memilih permainan dengan berbagai media. Tidak terkecuali anak menggunakan tanah sebagai alat bermainnya. Tanah yang telah tercemar oleh telur cacing akan masuk ke pencemaran melalui tangan yang tidak bersih ketika akan mengkonsumsi makanan. Meskipun balita lebih beresiko tinggi terkena cacingan akan tetapi ternyata bayi sekalipun masih memiliki resiko terkena cacingan. Cacingan adalah salah satu masalah kesehatan yang akan menggangu tumbuh kembang bayi, membuat bayi anda rentan terkena beberapa penyakit dan juga apabila dibiarkan tanpa penanganan akan mengakibatkan kecerdasan mental dan juga kesehatan bayi anda. Pertanyaan yang mendasar bagaimana mungkin bayi dapat tercemar oleh telur cacing, gerakannya masih terbatas?

Tips Merawat Bayi Demam

Tangisan disertai dengan kondisi rewel yang dialami oleh bayi anda membuat anda bingung dan gelisah apalagi bila disertai dengan suhu badan bayi anda yang mengalami kenaikan dari keadaan normal. Pada umumnya suhu normal manusia berkisar antara 36,5 hingga 37 derajat celcius sedangkan apabila mengalami kenaikan disuhu normal dapat dikarenakan terjadi infeksi atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh bayi anda. Demam bukan sebuah penyakit melainkan suatu tanda adanya pelibatan di dalam tubuh untuk menangkal infeksi atau benda yang tidak dikenali oleh tubuh maka sel yang berfungsi untuk menangkal infeksi di dalam tubuh diaktifkan dan mengakibatkan adanya isyarat pada otak sehingga mengakibatkan perubahan suhu badan anda. Sekali pada bayi dapat disebabkan karena adanya penerimaan vaksinasi.

Tetap Tenang Ketika Step (Stiup) Terjadi Pada Bayi

Kondisi kesehatan bayi masih rentan terhadap beberapa perubahan lingkungan barunya. Salah satu kondisi kesehatan yang membuat anda cemas dan khawatir diantaranya adalah bayi anda mengalami demam yang sangat tinggi. Demam bisa diakibatkan karena adanya infeksi virus pada tubuh bayi sehingga membuat sistem pertahanan tubuh pada bayi bekerja aktif. Demam yang tinggi pada bayi sering kali memicu bayi mengalami kejang atau lebih dikenal dengan sebutan kejang demam atau step (stuip) yang banyak dialami bayi akibat sifat turunan. Berbeda dengan epilepsi, kejang demam atau step pada bayi disebabkan karena suhu tubuh bayi melebihi 38 derajat celcius. Adapun timbulnya kejang tersebut diakibatkan karena adanya kontraksi otot yang berlebihan dari keadaan normal pada waktu tertentu.

Tifes (Typus) pada Bayi

Kini anda telah merasakan kegembiraan menjadi seorang ibu, mengikuti perkembangan yang terjadi pada bayi anda dalam tumbuh kembangnya akan tetapi beberapa kondisi bayi yang masih rentan terhadap beberapa penyakit membuat anda sangat was-was. Termasuk ketika bayi anda mengalami demam yang tinggi. Hal yang tidak dapat dipercayai adalah ketika bayi anda mengalami demam tifoid atau typus pada bayi yang disebabkan karena saluran pencernaan bayi anda terinfeksi oleh bakteri. Bagaimana bisa padahal bayi anda masih mengkonsumsi makanan terbatas seperti ASI dan Makanan Pendamping ASI saja?

Seputar Asma pada Bayi

Kondisi kesehatan bayi yang sedang sakit membuat anda cemas sekaligus bingung harus melakukan tindakan yang terbaik untuk bayi anda. Begitu juga apabila bayi anda mengalami kesulitan bernafas, walaupun semua kondisi tidak dapat dibenarkan bahwa hal tersebut adalah gejala asma akan tetapi untuk anda yang memiliki riwayat asma, kemungkinan bayi anda mendapatkan penyakit asma lebih besar dari bayi lainnya. Pada umumnya bayi yang mendapatkan penyakit asma lebih sering diperngaruhi oleh faktor genetik. Bahaya dari serangan asma pada bayi lebih besar ketimbang pada orang dewasa. Penyakit asma pada bayi menimbulkan kemungkinan efek fisik yang lebih berat. Bahkan WHO (organisasi kesehatan dunia ) menyebutkan adanya peningkatan jumlah anak yang menderita asma dari tahun ke tahun.

Meringankan Bronkitis pada Bayi

Pada umumnya bronkitis menyerang anak dibawah usia 2 tahun, khususnya pada usia 3-6 bulan. Bronkitis adalah infeksi atau peradangan pada saluran udara besar paru-paru yaitu saluran udara yang disebut bronkus. Adapun penyebab utama dari bronkitis adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV) atau juga oleh beberapa virus lainnya seperti virus adenovirus atau influenza. Virus ini akan menyebar melalui individu ke individu melalui cairan hidung. Resiko terkena bronkitis akan meningkat pada bayi yang memiliki faktor-faktor seperti sering berada di lingkungan perokok, usia bayi anda masih berada di bawah 6 bulan, kurang mengkonsumsi asi yang memiliki sistem imun untuk bayi, lahir secara prematur atau berada di lingkungan yang padat penduduk.

Cara Mengatasi Sariawan Pada Bayi

Sariawan atau dikenal istilah kedokteran stomatitis aphtosa yaitu adanya gangguan pada mulut yang menimbulkan perih dengan ditandai adanya permukaan cekung berwarna putih kekuningan. Sariawan bisa terjadi pada siapa saja tidak memandang usia termasuk pada bayi. Hal ini membuat bayi anda menolak ASI atau makanan lainnya. Beberapa kasus yang ditemukan bayi yang mengalami sariawan dikarenakan adanya pertumbuhan jamur jenis candida albicans yang dapat ditularkan dari puting ibu. Sariawan pada bayi dapat muncul di beberapa titik mulut bayi seperti pada bagian dalam pipi, di langit-langit mulutnya atau pada gusi dan giginya.

Cara Berkomunikasi dengan Bayi Usia 4-7 Bulan

Bayi yang berusia 4-7 bulan akan bersuara dan berekspresi wajah secara berkembang dan dia mungkin akan menghabiskan banyak waktu untuk mengoceh, tersenyum, dan tertawa sehingga menangis mulai berkurang. Dia juga meniru lebih dari suara yang ia dengar, yang merupakan upaya pertamanya untuk berbicara.

Bagaimana bayi  berkomunikasi?

Bayi Anda sekarang akan mulai bereksperimen dengan suara atau gerakan mulutnya sehingga memainkan air liurnya. Bayi  juga akan membuat lebih banyak upaya untuk meniru suara dan menghabiskan lebih banyak waktu mengoceh. Jangan salah, ini adalah upaya awal bayi Anda dalam berbicara dan harus didorong oleh anda sehingga kemampuannya meningkat. Jika Anda mendengarkan dengan seksama, Anda akan mendengar bayi anda berbicara dengan nada yang berbeda-beda. Bayi Anda baru saja mulai memahami dasar-dasar komunikasi melalui bahasa. Ketika berada di usia ini, ia mengerti arti Anda melalui nada suara yaitu nada menenangkan membuatnya berhenti menangis, nada gelisah mengatakan kepadanya sesuatu kondisi yang tidak baik. Pada usia ini bayi anda akan mampu untuk merangkai beberapa kata meniru anda meskipun masih terbata-bata. Ketika dia sedang menangis anda dapat mengalihkan perhatian bayi anda dengan hal yang membuatnya menarik, anda memulai dengan cerita-cerita dan mengajaknya berkomunikasi hindari kemarahan anda itu hanya akan membuat bayi anda semain rewel.

Cara Berkomunikasi dengan Bayi Usia 1-3 Bulan

Ini adalah waktu yang menarik bagi orang tua bayi di usia 1-3 bulan membuat kemajuan nyata menuju komunikasi sesuai dengan usianya. Selama periode ini, Anda akan mampu melihat bayi dalam percakapan dua arah dengan anda meskipun masih terbatas dengan senyum dan kata ooh dan ahh.

Bagaimana Bayi Berkomunikasi pada usia 1-3 bulan

Menangis menjadi  salah satu sarana utama berkomunikasi selama berbulan-bulan. Selain membiarkan orang tua tahu bahwa bayi membutuhkan sesuatu, bayi mungkin menangis ketika memerlukan adaptasi dengan lingkungan barunya ketika lahir. Terkadang bayi mungkin menangis tanpa alasan yang jelas. Selama bayi Anda tidak sakit atau terluka, cobalah untuk tidak terlalu marah jika bayi Anda menangis dan Anda tidak bisa menghiburnyanya. Bayi Anda akan merespon suara Anda dengan menjadi tenang, tersenyum, atau bersemangat dan menggerakan lengan dan kaki. Bayi usia 1-3 bulan mulai tersenyum secara teratur pada ibu dan ayahnya saja dan memerlukan pengenalan terlebih dahulu kepada orang yang baru ditemuinya. Bayi Anda mungkin tidak akan tersenyum dan bertindak ramah dengan orang asing yang baru dia jumpai. Pada bulan selanjutnya Bayi menemukan kemampuan dalam mengucapkan vokal, seperti “ah-ah” atau “ooh-ooh,” pada usia 2 bulan.

Mengatasi Kolik pada Bayi

Bagi anda yang ingin membedakan tangisan bayi yang normal dan tanda adanya kolik maka perhatikan suara dan gerak tubuh bayi anda. Menangis atau rewel paling sering dimulai tiba-tiba dan paling sering setelah menyusui. Teriakan keras dan terus menerus berlangsung selama satu sampai empat jam. Wajah bayi sering memerah karena tangisannya. Dalam keadaan tertentu bayi dapat mengalami perut buncit atau kembung, kaki bergantian antara tertekuk dan diperpanjang langsung keluar, kaki sering dingin dan tangan mengepal. Umumnya dapat terjadi setiap saat, siang atau malam, biasanya dimulai pada sore hari atau malam hari. Ada beberapa bayi yang lebih rentan terhadap kolik infantil daripada bayi yang lainnya yaitu disaat orang tuanya memiliki riwayat kolik.Kolik infantil biasanya dimulai sekitar 2 sampai 3 minggu usia bayi anda, mencapai puncaknya pada 2 bulan. Meskipun demikian untuk anda yang mengetahui kondisi yang buruk pada bayi anda akan mengalami rasa cemas dan takut untuk bertindak, banyak hal yang harus anda ketahui saat bayi anda kolik.

Mengatasi Panas Pada Bayi Setelah Imunisasi

Imunisasi atau vaksinasi merupakan cara yang sangat ampuh dalam menjaga beberapa jenis penyakit. Dengan pemberian vaksinasi melalui suntikan ataupun oral dapat menyelamatkan banyak generasi dari serangan penyakit yang membahayakan dengan meningkatkan daya tahan tubuh yang semakin kuat. Bayi yang belum bisa menerima perubahan lingkungan dikhawatirkan akan mudah terserang penyakit, melalui imunisasi tingkat bahaya yang akan mengancam bayi bisa diperkecil dibandingkan dengan bayi yang tidak mengalami imunisasi. Imunisasi wajib yang dilakukan selama perkembanga bayi adalah imunisasi BCG yang tidak mengakibatkan perubahan berarti pasca penyuntikan. Imunisasi Hepatitis B akan diberikan sebanyak 3 kali dengan keluhan yang muncul nyeri dan demam ringan, meskipun keluhan ini berbeda dengan bayi lainnya. Imunisasi Polio untuk mencegah penyakit polio jarang menimbulkan efek samping. Imunisasi campak untuk penyakit campak tidak akan memberikan efek samping bagi sebagian bayi, adapun yang mungkin timbul adalah reaksi demam atau diare.

Melihat Perkembangan Bayi Dari Cara Bertepuk Tangan

Saat bayi kita sudah mulai tumbuh dan berkembang, kita tentunya akan merasa senang apabila anak kita melakukan sesuatu hal yang baru seperti hal nya bertepuk tangan. Bertepuk tangan sebenarnya adalah puncak dari perkembangan bayi yang konstan dan bagian pemahaman tentang tubuhnya, dengan menguasai beberapa cara yang dilakukannya sudah tentu kita memandangnya sebagai prestasi yang sangat baik dan signifikan.

Mengenal Normal atau Tidaknya Kotoran Bayi Anda

Sebagai orang tua yang baik, tentunya kesehatan buah hatinya menjadi hal yang utama. Khusus untuk orang tua yang memiliki bayi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah bayinya dalam kondisi sehat atau tidak. Salah satunya adalah dengan mengenal normal atau tidaknya ketika bayi mengeluarkan kotoran. Dengan mengetahui kondisi tinja atau kotoran bayi, frekuensi bayi BAB, dll, orang tua bisa mengetahui apakah bayinya dalam kondisi sehat atau tidak khususnya dalam hal masalah pencernaannya. Selain itu, orang tua juga bisa mengetahui apakah makanan yang di konsumsi bayi memberikan dampak yang baik atau tidak terhadap pencernaan bayi. Berikut penjelasan mengenai hal tersebut.

Dampak Buruk Penggunaan Dot pada Bayi

Dot atau botol dot susu adalah salah satu cara paling mudah yang menjadi andalan para ibu ketika mereka harus memberikan ASIP atau ASI perah pada buah hati mereka. Dibandingkan dengan sendok dan cangkir, pemberian ASIP melalui dot akan jauh lebih mudah dan tidak ribet. Si ibu tidak perlu membersihkan susu yang tumpah atau berceceran karena bayi banyak bergerak saat diberi ASIP melalui sendok dan cangkir.

Namun sayangnya, pemberian ASIP melalui dot sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan beberapa dampak buruk untuk jangka panjang kepada anak-anak. Lalu apa saja dampak buruknya? Berikut adalah ulasannya untuk anda.