data-ad-format="auto"

Waspadai Hepatitis A Pada Anak

Anak anda seringkali mengalami lemas, lesu disertai dengan mual dan muntah? Hati-hati dikhawatirkan terkena indikasi hepatitis. Penyakit hepatitis dapat menyerang anak-anak sehingga peranan orang tua penting dalam bersikap dan antisipatif mengamati perubahan kondisi anak. Dengan bersikap dini maka dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya pengembangan dari penyakit yang diderita.

Hepatitis pada anak dapat berakibat fatal karena akan menganggu fungsi organ. Meskipun demikian pencegahan dapat dilakukan sehingga mengurangi resiko hepatitis A pada anak. Kali ini melalui artikel waspadai hepatitis A pada anak akan diuraikan pengertian hepatitis A pada anak, gejala dan penyebab hepatitis A pada anak serta pencegahan dan pengobatan hepatitis A.

Pengertian Hepatitis A pada anak

Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan cara disebarkan oleh kotoran atau tinja yang melalui makanan (fecal-oral)bukan melalui interaksi aktivitas atau melalui darah. Virus Hepatitis A jenis virus yang sangat mudah menyerang anak-anak. Penyebaran yang paling sering pada anak-anak melalui makanan dan minuman yang tercemar virus hepatitis A.

Penyakit Hepatitis A termasuk dalam penyakit akut yang tidak mengalami berkelanjutan pada penderitanya. Pada umumnya imunitas anak dapat melawan virus hepatitis A akan tetapi apabila pertahanan tubuh lemah dan virus yang menyerang lebih kuat maka dikhawatirkan akan menyebabkan hepatitis yang fulminant (penyakit hepatitis yang sangat berat) dengan gejala warna kulit anak menjadi kuning, mengalami kesadaran anak menurun dan menyebabkan kejang.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Gejala Hepatitis A pada anak

Hepatitis A bukan merupakan penyakit yang berbahaya apabila imunitas di dalam tubuh anak dapat melawan virus yang menyerang akan tetapi apabila anak mengalami penurunan imunitas maka akan membahayakan kondisi anak.

Gejala yang dialami oleh anak yang menderita hepatitis A adalah demam disertai dengan badan anak menjadi lemas, mengalami pusing bahkan hingga mual dan muntah. Virus hepatitis A disebarkan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi virus sehingga menyebabkan anak mengalami sakit perut sebelah kanan atas bahkan hingga warna urine seperti air teh. Anak akan mengalami kondisi tidak nyaman yang mengakibatkan kurang nafsu makan. Kondisi gejala yang umum pada anak adalah ketika kulit anak berwarna kuning.

Gejala yang dialami oleh anak yang menderita hepatitis A bukan merupakan gejala penyakit melainkan respon imunitas tubuh anak yang bekerja dengan baik ketika melawan virus yang berada pada sel hati. Sedangkan pada anak yang berusia dibawah 5 tahun kondisi ini agak samar terlihat dikarenakan imunitas tubuh belum begitu sempurna sehingga gejala tidak begitu mencolok.

Penyebab Hepatitis A pada anak

Penyebab hepatitis A adalah virus hepatitis A (VHA). Virus ini ditularkan melalui makanan dan juga minuman yang tercemar Virus Hepatitis A.Kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara yang ampuh untuk mengurangi pencegah dan penyebaran virus hepatitis A.

Kebanyakan yang terserang virus hepatitis A adalah anak-anak apalagi bila anak yang sering makan dan minum sembarangan. Makanan dan minuman yang terinfeksi virus hepatitis A adalah sumber utama penyebaran hepatitis A. Infeksi akan berlangsung selamam 2-6 minggu setelah terpapar virus hepatitis A.

Selain makanan dan minuman yang tercemar virus hepatitis A, tidak kalah penting harus diperhatikan yaitu lingkungan sekitar yang berhubungan dengan sanitasi. Virus hepatitis A termasuk dalam genus hepatovirus dimana penyebarannya dapat melalui tinja penderita. Buruknya lingkungan yang berhubungan dengan sanitasi yang akan mendorong penyebaran virus.

Pencegahan hepatitis A pada anak

Meskipun hepatitis A jarang menyebabkan terjadinya kerusakan yang permanen pada hati penderita akan tetapi untuk mempercepat penyembuhan sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk memperkuat sistem imun anak.

Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan pada anak untuk menghindari infeksi virus hepatitis A :

1. Menjaga sanitasi lingkungan

Penyebaran virus hepatitis A dapat melalui tinja penderita apabila terkendala pada sanitasi di lingkungan anak yang menderita hepatitis A maka akan menyebabkan penyebaran yang lebih luas pada anak lainnya.

2. Membiasakan anak membawa bekal

Membawa bekal makanan dan minuman sendiri akan mengurangi terjadi infeksi yang disebabkan oleh makanan dan minuman yang terdapat virus hepatitis A. Usahakan anak tidak jajan sembarang karena penyebab utama penyebaran virus hepatitis A adalah makanan dan minuman yang terinfeksi virus.

3. Pengolahan makanan

Mengolah makanan yang baik dan benar serta menjaga kebersihan dalam proses memasak merupakan cara terbaik menjaga kebersihan termasuk dalam menjaga kesehatan anak dari infeksi virus hepatitis A.

4. Memberikan Vaksinasi Hepatitis A

Anak anda yang berusia 2 tahhun diberikan vaksin hepatitis A. Diulang 6 bulan sampai 12 bulan dari pemberian vaksin pertama. Hal ini untuk membuat pertahanan tubuh sehingga diberikan dua kali pada anak.

5. Membiasakan mencuci tangan

Kebiasaan mencuci tangan merupakan kebiasaan yang sangat mudah akan tetapi seringkali terabaikan. Benda yang disentuh oleh anak berpotensi menyebarkan virus dan bakteri sehingga penting untuk mencuci tangan dalam mengurangi penyebaran virus dan bakteri. Usahakan juga tidak menggunakan sikat gigi, handuk dan gunting kuku bersamaan. Peralatan kebersihan tersebut harus dimiliki masing-masing untuk menjaga kesehatan dan kebersihan sebagai perlindungan diri.

Pengobatan hepatitis A pada anak

Pencegahan hepatitis A dilakukan dengan menjaga kebersihan dari dalam diri anak dan juga memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungan. Sedangkan pada anak yang menderita hepatitis A dapat diberikan pengobatan.

Pengobatan pada anak yang menderita hepatitis A

Dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease) tanpa mempengaruhi sel-sel hati. Meskipun demikian bagi perkembangan yang kronis, yaitu terjadinya komplikasi yang ditandai penyakit kuning berulang sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyembuhannya.
Anda dapat membawa anak ke dokter apabila bola mata anak menguning atau air seni menjadi berwarna gelap. Dengan pemberian obat simtomatik yaitu obat yang akan menghilangkan gejala penyakitnya. Sehingga tingkat daya tahan tubuh anak ikut terbantu untuk melawan virus hepatitis A. Pada penyakit yang cukup berat maka dilakukan obeservasi, hal ini untuk melakukan pencegahan sehingga ketika anak sudah sembuh maka tidak kambuh kembali dalam waktu yang lebih lama.

Waspada Hepatitis A pada anak

Dengan demikian penting bagi anda melakukan pencegahan penyebaran hepatitis A pada anak dengan memperhatikan makanan dan minuman yang higienis dan juga lingkungan yang bersih terhindar dari sanitasi yang buruk untuk mengurangi resiko penyebaran virus hepatitis pada anak. Anak di bawah lima tahun lebih rentan terkena hepatitis A bahkan tanpa adanya gejala. Sebagian anak dapat melakukan perlawanan terhadap virus hepatitis A (self limiting disease) dan sebagiannya lagi memerlukan peningkatan imun tubuh. Pemeriksaan dokter dapat membantu meringankan anak yang menderita hepatitis A, berikan obat yang sesuai dengan resep dokter.