data-ad-format="auto"

Tips Mengatasi Anak yang Suka Bolos Sekolah

Perilaku membolos saat tengah marak terjadi dikalangan pelajar mulai dari sekolah dasar hingga tingkat menengah atas seringkali ditemukan kasus dimana satu atau lebih dari siswanya seringkali tidak hadir saat waktu belajar mengajar tiba. Mirisnya, bukan hanya siswa putera yang berani melakukan hal ini, namun juga hal yang sama juga dilakukan oleh siswa puteri. Ada yang melakukannya secara pribadi dan adapula yang berkelompok.

Bila kebiasaan bolos terus menerus terjadi tentu akan sangat merugikan siswa itu sendiri. Bukan hanya sistem pembelajaran yang ia lewatkan, sikap kedisplinan pada anak dan sekolah itu sendiripun juga akan menurun. Berbagai alasanpun dituai, ada banyak alasan yang melatarbelakangi seorang anak melakukan bolos masuk sekolah mulai dari tidak menyukai guru pada mata pelajaran yang diajarkan, tidak adanya minat pada pelajaran yang diajarkan hingga dengan jenuh terhadap sistem pembelajaran.

Untuk menangani anak yang sering membolos masuk sekolah, biasanya sekolahpun menyediakan pendidik untuk menangani masalah semacam ini, yakni bimbingan konseling yang disediakan oleh sekolah. Bimbingan konseling dinilai manjadi salah satu cara terbaik dalam menghadapi siswa yang sering membolos. Bimbingan konseling juga disebut cukup efisien dalam mengatasi masalah siswa seperti ini.

Namun, selain bimbingan dari sekolah pembimbing paling nyata untuk mengatasi masalah semacam ini adalah rumah, yakni dilakukan oleh orangtuanya. Dalam hal ini, peran orangtua amat dibutuhkan, sebab waktu yang dihabiskan oleh anak umumnya lebih banyak dihabiskan dirumah dibandingkan dengan sekolah, sehingga orangtuapun ikut bertanggung jawab dalam mendidik anak, termasuk menangani anak yang sering bolos sekolah.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Nah, untuk membantu ibu menghadapi anak yang sering bolos agar dapat kembali bersekolah seperti biasa, simak berikut ini.

1. Tegaslah Terhadap Anak

Jika setiap kali anda memafkan anak anda setiap kali mereka membolos, padahal anda tahu kebolosannya tanpa alasan. Maka hal ini sama artinya dengan anda mengatakan pada merka bahwa tidak apa-apa bolos sekolah. Selain itu, jika anda tidak memperdulikan laporan kehadiran anak disekolah, hal ini juga sama halnya dengan anda memberikan peluang anak untuk membolos. Sebagai orangtua, anda adalah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak anda. Sementara peran teman-teman sebayanya mungkin memiliki peran lebih besar terhadap anak anda sewaktu mereka tumbuh dewasa. Orangtua adalah tempat anak berpaling untuk persetujuan dalam tindakan mereka. Apabila anda tidak membuat anak anda menyadari akan pentingnya kehadiran bersekolah maka mereka akan cenderung tidak menghargainya.

2. Kenali Masalah Anak Dengan Kelasnya

Sebagaiman dijelaskan diatas, ada banyak faktor yang membuat anak bolos sekolah diantaranya karena anak tidak menyukai guru yang mengajar atau keterbatasannya dalam salah satu pelajaran di kelasnya. Nah, dsalam kondisi seperti inilah peran anda sebagai orangtua amat dibutuhkan. Jika anda menyadari terjadi masalah dalam bejalar anak. Maka pertimbangkan untuk memberikan pelajaran tambahan yang menyenangkan agar dapat mengasah kemampuan anak dalam belajarnya sehingga kesukaran dalam pelajaran yang tidak ia sukai dapat teratasi.

3. Jalin Komunikasi yang Baik

Kegagalan berkomunikasi atau komunikasi yang tidak terjalin dengan baik bisa menjadi salah satu alasan anak melakukan hal-hal yang tidak tercela, bahkan menyimpang dari moralnya. untuk itu, mulai ciptakan rasa saling mempercayai satu sama lain dan jalin komunikasi lebih baik dengan sang anak. Jika anda memperhatikan anak terus menerus membolos, jalur komunikasi ini memungkinkan anda untuk berinteraksi dengan mereka, dan bertanya mengenai alasan mereka tidak menghadiri kelas, setelah itu barulah cari jalan keluar dengan menciptakan rencana untuk berubah.

Demikian beberapa cara untuk mengatasi anak yang suka membolos. Perilaku bolos yang dilakukan secara terus menerus tentunya akan merugikan anak dan membuat mereka tertinggal banyak materi pembelajaran disekolahnya.