Tips Menemani Isteri Di Ruang Persalinan

 Pada saat ini menemani sang istri melahirkan di dalam ruang persalinan telah menjadi semacam keharusan di kalangan suami. Sekarang ini sudah tidak ada batasan-batasan yang melarang bagi sang suami untuk terlibat dalam proses persalinan sang istri. Hal ini tentu saja menjadi hal yang sangat positif ketika suami menemani sang istri di dalam ruang persalinan. Bagi seorang suami yang ingin menemani sang istri melahirkan dan bersikap siaga diharapkan anda tidak takut pada saat anda akan menemani sang istri di dalam ruang persalinan. Menemani istri di ruang bersalin memiliki efek positif, efek tersebut dapat dirasakan langsung oleh sang suami dan juga dapat dirasakan juga oleh sang istri itu sendiri. Pada satu sisi terdapat rasa penghargaan pada diri sang suami pada istri, dan sang istri juga akan mendapatkan tambahan tenaga yang bisa membuat proses persalinan menjadi lancar. Dengan begitu ikatan kasih sayang antara anda dan suami anda akan terasa kian erat. (Artikel menarik lainnya: Tanda mau melahirkan)

Namun tidak semua suami dapat melakukan kegiatan menemani sang istri di ruang persalinan. Hal ini disebabkan oleh kesiapan mental pada mental setiap individu yang berbeda. Ada banyak kejadian yang terjadi di dalam ruang persalinan ketika suami menemani istrinya, seperti sang suami mengalami pingsan sebab mentalnya tidak cukup siap ketika harus menyaksikan proses persalinan. Jika hal tersebut terjadi, kehadiran sang suami di dalam ruang persalinan sangat tidak membantu hal ini hanya akan merepotkan banyak orang. Oleh sebab itu sang istri juga tidak dapat memaksa sang suami untuk ikut menemaninya di dalam ruang persalinan. Klik di sini: Persiapan Melahirkan

Terdapat beberapa tips bagi para suami ketika akan menemani proses melahirkan normal sang istri di dalam ruang persalinan :

1.    Jika sang istri masih mampu untuk berjalan, ajak sang istri untuk berjalan kecil di sekitaran ruang persalinan.

2.    Persiapkan kondisi mental serta fisik. Untuk menemani istri melahirkan kondisi fisik pada suami juga di haruskan dalam keadaan sehat. Tidak panik. Jika sang suami panik bukan tidak mungkin sang istri juga akan semakin panik.

3.    Tetap sabar menghadapi istri anda dan juga tetap berikan istri semangat.

4.   Ciptakan suasana yang rileks. Suasana yang rileks dapat menghilangkan perasaan tegang pada istri.

5.    Perhatikan asupan makanan dan minuman istri anda. Dalam memenuhi kebutuhan energi menjelang persalinan

6.    Terapkan pikiran yang positif. Berfikirlah positif pada istri anda, bahwa ia dapat melahirkan dengan lancar dan juga istri serta anaknya selamat.

7.    Usahakan untuk tetap bersikap tenang dan tidak panik jika anda diminta untuk mengambil keputusan dengan segera oleh dokter ataupun pihak rumah sakit.

8.    Ketika menghadapi proses persalinan, bantu sang istri dengan cara mengelus kakinya, punggung serta tangannya.

9.    Agar mengurangi rasa sakit ketika terjadi kontraksi, suami juga bisa membantu untuk mengompres punggu sang istri menggunakan handuk atau waslap yang hangat.

10.    Jangan terlalu sibuk sendiri. Di dalam ruang persalinan sang istri juga sangat membutuhkan dukungan serta perhatian yang lebih.

11.    Jangan abaikan sang istri ketika proses persalinan selesai. Kelahiran bayi memang paling di tunggu, namun jangan terlalu mengabaikan sang istri yang sudah berjuang pada saat melahirkan.

12.    Jangan memaksakan untuk melihat proses keluarnya bayi jika tidak tahan ketika melihat darah.