Saat si kecil mulai masuk pertama kali ke sekolah taman kanak-kanak banyak perasaan bahagia menyelimuti orang tua. Perasaan senang tatkala tak terasa si kecil sudah besar, perasaan senang tatkala si kecil makin lucu dengan baju sekolah untuk pertama kalinya, dan tentunya perasaan senang karena sekarang si kecil akan mulai bersosialisasi dengan teman-teman barunyanya. Dan tentunya kita akan senang ketika pulang dia bercerita telah memiliki teman baru yang baik, bermain bersama, belajar bersama dan tentunya berbagi bersama. Ya, anak yang tidak memiliki kesulitan dalam berkomunikasi akan mudah memiliki teman yang bisa dijadikan tempat saling berbagi. Dia bisa saja saling merasakan berbagi bekal makanan bersama temannya, atau bahkan pulang dengan saling bertukar sepatu. Ya itulah manfaatnya anak yang senang berbagi tentu dia akan cepat mendapatkan seorang teman.

Namun, tidak semua anak memiliki sifat yang mudah atau senang berbagi, masih banyak anak yang kesulitan dalam berbagi dengan teman-temannya. Sebagai contoh, Jangankan berbagi bekal makanannya, mainan ayunan pun seolah-olah tidak boleh ada anak lain yang menyentuhnya. Tentu saja hal ini bisa menjadi salah satu kendala bagi kehidupan sosial anak. Bagaimana perang orang tua menyikapi hal seperti itu, beriktu tipsnya:

Berbicaralah Dengan Anak Anda

Anak yang sudah masuk sekolah taman kanak-kanak sebetulnya sudah cukup untuk bisa di ajak bicara. Jadi ajaklah anak anda berbicara mengenai permasalahan-permasalahan di sekolah dan berikan solusi yang bisa disepakati bersama. Tentunya gaya bicara harus di sesuaikan dengan usia anak. Beri gambaran kepada anak bahwa berbagi bisa memudahkannya untuk memiliki banyak teman, dan beri gambaran pula betapa indahnya jika dia memiliki banyak teman.

Jangan Menghukum Anak Karena Dia Pelit

Hukuman malah akan memicu rasa benci anak dari pada menjadikan anak bermurah hati. Disarankan untuk memberi dorongan positif daripada hanya sekedar teguran atau hukuman. Terus beri dorongan positif agar anak mau berbagi, dan ketika dia berbagi, jangan lupa beri dia pujian.

Hargai "Barang-Barang berharga" miliknya

Jika anak anda merasa bahwa baju, buku atau mainannya adalah "barang berharga" miliknya, cobalah untuk menghargai akan hal itu. Cobalah untuk meminta izin terlebih dulu ketika anda akan meminjam bukunya atau mainnannya, dan berilah dia pilihan tidak jika memang dia tidak mau mengizinkannya. Beri tahu hal ini juga kepada saudara, pembantu, teman atau guru-gurunya agar melakukan hal yang sama terhadap "barang-barang berharga" miliknya dan jika perlu katakan pula bahwa kita yang meminjam "barang berharganya" tersebut akan menjaganya dengan baik. Ini merupakan stimulus yang baik agar anak lebih percaya untuk berbagi dengan yang lain.

Berilah Contoh

Cara yang terbaik untuk mengajari anak untuk lebih bermurah hati adalah dengan memberi contoh. Jadi jangan segan-segan untuk berbagi ice cream dengannya, tawarkan pertolongan ketika dia sulit memakai sepatu, dsb. Jadi, berbagi itu memang terlihat oleh si anak dari hal-hal yang orang tua lakukan terhadapnya, sehingga dia merasakan betul enaknya dia di bagi ice cream oleh mamahnya, betapa jadi mudah menggunakan sepatu setelah di bantu oleh mamahnya dll. Jadi, ketika anda berbagi dengan si kecil pastikan dia merasakan manfaat dari berbagi itu sendiri, tapi bukan menjadikan si kecil menjadi manja.

Ajari Juga Mana Yang Tidak Boleh Untuk Berbagi

Setelah anak anda mulai memberikan kemajuan mengenai berbagi, jangan lupa pula untuk mengajari hal-hal apa saja yang tidak boleh berbagi dengan temannya, ini juga penting untuk memberikan pelajaran mana yang boleh dan mana yang tidak. Berikan alasan kenapa sikat gigi tidak boleh berbagi penggunaannya, dll.


>> Diskusikan Topik ini di Forum

.