Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak Pemuda Ini Tetap Bertahan Hidup

Kondisi langka kembali terjadi, kini disebabkan akibat adanya infeksi amoeba pemakan otak. Simak kisah bocah berikut ini yang harus bertahan hidup setelah terinfeksi amoeba pemakan otak.

Baru-baru ini ditemukan, infeksi amoeba dimana korban yang terinfeksi setelah di danau, sungai atau sumber air panas. Organisme yang hidup bebas ini bisa menginfeksi siapapun ketika sedang di air dan masuk ke dalam tubuh melalui organ pernapasan, utamanya hidung. Bahkan yang lebih mengerikan amoeba jenis ini bisa bergerak ke otak dan menyebabkan terjadi primary amoebic meningoencephalitis (PAM), bentuk miningitis langka.

Di Florida, Amoeba pemakan otak yang menyerang seorang bocah. Amoeba jenis ini memiliki nama ilmiah Amoeba Naegleria Fowleri. Penderita yang terinfeksi Amoeba Naegleria Fowleri sulit menjalankan kehidupannya. Beruntungnya, bocah ini mampu bertahan hidup meskipun tubuhny terinfeksi amoeba pemakan otak.

dd


Video Minggu Ini
Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak.

Video courtesy of Bebeclub.


Bahkan menurut Florida Department of Health, Deleon yang masih berusia 16 tahun ini terinfeksi amoeba pemakan otak ketika berenang di Broward Country. Bahkan kepala medis dari rumah sakit tersebut menyebutkan bahwa amoeba pemakan otak ini menginfeksi tubuh penderita melalui air yang terminum.

Bahkan yang lebih membahayakan menurut dr Rajan Wadhawan ialah ketika amoeba berhasil masuk ke hidung. Beberapa orang yang terinfeksi hanya akan bertahan hidup 12-13 hari setelah terinfeksi. Setelah diakukan serangkaian tes pada Deleon, ia positif terinfeksi amoeba pemakan otak. Tentu saja ini menggejutkan dan berakibat fatal.

Sebelumnya, kasus infeksi amoeba pemakan otak ini mengakibatkan 97 persen dari penderitanya meninggal dunia namun Deleon termasuk yang beruntung. Setelah dilakukan tes cairan dari tulang belakangnya, hasilnya positif adanya infeksi amoeba pada tubuh Deleon. Bahkan setelah ia dibawa ke RS dia langsung mendapatkan tindakan.

Deleon langsung mendapatkan obat yang disebut Centers of Disease Control (CDC)yang berfungsi membunuh amoeba. Beberapa saat setelah diberikan obat tersebut, pasien tidak memberikan hasil yang signifikan. Tim dokter memutuskan untuk membuat tubuh Deleon menurun, bahkan sampai 33 derajat. Amoebanya dibekukan dan menjadi kista menurut dr Liriano yang menangani Deleon.

Bahkan setelah menunggu 72 jam, akhirnya tindakan dokter tersebut mendapatkan respon positif di tubuh Deleon. Hasil pemeriksaanya menunjukan amoeba menghilang bahkan dokter yang menanganinya memutuskan untuk kembali membuat Deleon sadar dan melepas tabung napas. Bahkan beberapa jam kemudian, Deleon sudah bisa berkomunikasi, berjalan dan pulih dari kondisi kritisnya.

Bahkan kondisi yang dilaporkan Deleon yang sudah membaik dan keluarga sangat berharap agar Deleon tidak mengalami gangguan kesehatan pasca terinfeksi amoeba tersebut. Ibu Deleon, Brunilda Gonzalez sangat bersyukur dan berterimakasih atas tanggapnya tim medis staf Florida Childern's Hospital dalam memberikan pertolongan yang diberikan pada Deleon.

Bahkan ia bersyukur dengan ucapan “Terimakasih tuhan yang memberikan mukjizat pada anakku . Bahkan keajaiban melalui pertolongan dari tim medis rumah sakit. Kami sekeluarga sangat berterimakasih pada hadiah yang diberikan Tuhan.” Itu ucapan syukur dari ibunya.

Berbeda Deleon yang selamat. Kasus yang pernah terjadi di tahun 1961 justru merenggut nyawa penderita infeksi amoeba, amoeba pemakan otak. Dalam kasus yang terjadi infeksi ini tidak akan menular dari manusia ke manusia. Bahkan bagi yang meminum air yang terkontaminasi tidak akan mengalami kondisi fatal. Justru ketika seseorang yang menggunakan air yang terkontaminasi untuk membersihkan hidungnya yang sangat berbahaya.

Meskipun kasus infeksi amoeba pemakan otak ini banyak terjadi di Amerika Serikat akan tetapi menjadi himbauan besar untuk menjaga kesehatan terutama yang berhubungan dengan air yang digunakan untuk aktivitas setiap hari.