data-ad-format="auto"

Telat Menstruasi, Hamil atau Adanya Gangguan?

Pada umumnya wanita memiliki 11 hingga 13 periode menstruasi setiap tahun. Bisa saja anda lebih ataupun kurang. Bahkan anda mengalami ketidakteraturan  siklus menstruasi sehingga anda was-was, apakah telat mentruasi merupakan tanda kehamilan anda ? Periode menstruasi sering tidak teratur selama beberapa tahun pertama anda mengalami menstruasi. Ini mungkin karena adanya hormon yang belum seimbang di dalam tubuh. Kehamilan adalah penyebab paling umum dari telatnya siklus menstruasi anda, akan tetapi anda harus menggunakan tes kehamilan sebagai langkah pertama untuk mencari tahu apakah anda sedang hamil. Jika hasil dari test kehamilan anda negatif  lantas apa yang menyebabkan anda sering telat dan tidak teratur haid. Artikel ini akan membantu anda untuk mengetahui penyebab dari tidak teraturnya haid anda.

Penyebab Haid Tidak Teratur

Terganggunya  hormon yang mengontrol menstruasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:

1.  Mendekati Menopause

Apakah dengan usia dibawah menopause normal (40-50 tahun) dapat terjadi menopause ? anda mungkin saja mengalami menopause dini yaitu berada pada usia(20-30 tahun) disebabkan karena adanya kelainan bawaan , adanya pengangkatan rahim atau adanya penyakit autoimun.  Hal ini sekaligus membuat fakta baru untuk mematahkan bahwa adanya menopause dini disebabkan karena habisnya telur, itu hanya mitos. Menstruasi yang tidak teratur adalah salah satu sinyal yang paling umum dari perimenopause. Wanita memasuki perimenopause sering memiliki menstruasi yang tidak teratur karena ketidakseimbangan progesteron yang mengganggu siklus. Karena progesteron mengatur jumlah dan lama perdarahan, menstruasi dapat bertahan lebih lama dan disertai dengan perdarahan sangat berat (juga disebut menorrhagia atau hypermenorrhagia). Namun, periode yang lebih pendek atau spottier juga dapat menunjukkan perimenopause.Menopause ditandai dengan haid yang tidak teratur dan tidak terjadinya menstruasi selama satu tahun .

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

2.  Terjadinya Anovulasi

Jenis yang paling umum dari periode tidak teratur  adalah anovulasi atau siklus di mana seorang wanita tidak berovulasi yaitu, tidak melepaskan telur. Hal ini sering menjadi penyebab terlambat haid (siklus anovulasi) dan dianggap normal jika terjadi hanya sekali atau dua kali setahun. Penyebab dari anovulasi adalah karena adanya pola makan yang buruk, stres yang tinggi, trauma emosional, sakit, atau latihan fisik yang berat. Adanya menstruasi yang tidak teratur karena sindrom ovarium polikistik (PCOS), suatu kondisi yang mudah dikenali dan diobati yang sering terjadi dengan resistensi insulin. Dengan PCOS, ovarium menghasilkan jumlah folikel yang menghasilkan tingkat estrogen yang tinggi tetapi tidak pernah melepaskan telur. Estrogen yang berlebihan merangsang lapisan rahim menebal ke titik di mana ia harus mengelupaskan.

3.  Peningkatan stress

Ketika kita sedang stres, adanya tekanan  (bahaya, hubungan pribadi, pekerjaan, lingkungan) kelenjar adrenal dirancang untuk mengeluarkan hormon kortisol. Kortisol memiliki dampak langsung pada hormon seks estrogen, progesteron, dan DHEA. Gangguan makan, diet, penggunaan narkoba, dan ketergantungan pada stimulan seperti kafein dan alkohol juga ditafsirkan oleh tubuh sebagai jenis stres. Kurangnya asupan makanan yang bergizi tampaknya secara fisik mengubah protein dalam otak sehingga mereka tidak bisa lagi mengirim sinyal yang tepat untuk ovulasi normal.

4.  Penurunan berat badan dan Olahraga yang diporsir

Wanita yang mengalami anoreksia atau mereka yang berolahraga 2-3 jam sehari dapat menemukan siklus menstruasi mereka mengurangi atau berhenti karena adanya penurunan lemak tubuh. Para wanita ini memiliki estrogen rendah dan tidak berovulasi. Ini disebut stres-jenis hipotalamus amenore, dan itu terjadi ketika gizi buruk dan stres mengubah kimia otak dan jalur hormon. Otak tidak dapat memicu hormon yang tepat untuk perkembangan folikel, yang membuat estrogen yang diperlukan. Wanita dengan ketidakteraturan ini cenderung berada pada risiko yang lebih tinggi untuk keropos tulang (osteoporosis) dan kondisi degeneratif lainnya.

Selain itu ada pula penyebab lainnya yaitu adanya Ovarium syndrome, kelainan rahim, anda sedang menjalani kemoterapi atau pasca melahirkan dan sedang menyusui. Hal tersebut juga dapat menjadi penyebab terganggunya siklus menstruasi anda.