Teknik Baru Bayi Tabung dengan 3 Orangtua Biologis Tuai Banyak Kontroversi

Memiliki anak pastilah merupakan salahsatu tujuan dan keinginan dari banyak sekali orang tua di dunia.

Meskipun menjadi harapan besar, namun terkadang kita sebagai manusia tidak bisa memaksakan jika kesempatan itu tidak kunjung datang kepada kita. Namun memang sebagai manusia kita tidak boleh berputus asa untuk berusaha. Diperlukan kesabaran dan juga keyakinan yang besar untuk bisa mendapatkan anak. Dengan begitu tetap akan ada usaha yang dilakukan untuk bisa mendapatkannya.

Mengenai soal kehamilan, tentunya ada berbagai macam hal yang bias ditempuh untuk mendapatkannya. Dari mulai cara medis yang umum dan lumrah, hingga cara alternatif yang terkadang aneh dan juga sulit untuk diterima.

jj

Dari sekian banyak cara untuk mendapatkan anak atau keturunan, maka anda mungkinmengenal sebuah cara yang dikenal dengan bayi tabung. Bayi tabung sendiri dikenal sebagai cara menapatkan momongan yang dianggap cukup kontroversial dan bagi sebagian orang dikatakan melanggar norma agama.

Terkait dengan bayi tabung, maka pemerintah Inggris belum lama menyatakan setuju dengan program bayi tabung dengan DNA dari 3 orang sekaligus. Sehingga pada nantinya sang anak akan memiliki 3 orang tua biologis sekaligus. Teknik yang terus dikembangkan di di Universitas Newcastle, Inggris ini mencoba memanfatkan peran “ibu kedua” untuk membantu kesalahan genetik yang terjadi selama proses pembuahan terjadi.

Dengan teknik baru ini, maka akan ada embrio yang berisi DNA dari 3 orang sebagai pencegahan penyakit genetik langka yang disebabkan mitokondria dalam sel. Penyakit genetik langka ini diketahui bisa menurun dari ibu kepada anaknya. Mitokondria dalam sel disebut juga sebagai baterei sel, dan sangat penting bagi kelangsungan dari anak-anak yang akan lahir. Jika mitokondria dalam sel ini rusak, maka bayi yang lahir nantinya akan mengalami beberapa masalah kesehatan yang cukup serius, sebut saja permasalah pernafasan atau hingga munculnya permasalahan pada organ hati.

Dengan penggabungan tiga DNA ini melibatkan sebuah proses transfer yang sedimkian rupa sehingga embrio tidak akan terpengaruh Mitokondria rusak, melainkan hanya neuklos yang bagus. Dengan kondisi seperti ini, tentunya seorang wanita dengan mitokondria yang rusak bisa memiliki anak yang sehat dan sang ibu tiadk mewariskan mitokondrianya yang rusak kepada sang anak.

Tentunya teknik baru dari bayi tabung ini langsung memicu sejumlah besar perdebatan. Terdapat dua kubu yang menyatakan pendapatnya, yakni yang stuju dengan teknik abru ini danjuga yang tidak setuju jika teknik ini digunakan. Bagi mereka yang menyetuji tekni baru ini menganggap jika teknik ini merupakan sebuah sejarah baru dalam dunia pengobatan progresif. Bagi mereka yang tidak setuju mengungkapkan alasan jika dengan adanya bayi tabung 3 gen ini, maka bisa menyebabkan bayi hasil desain.

Jane Ellison selaku menteri kesehatan di Inggris menyatkan kesetujuannya untuk mengembangkan bayi tabung satu ini. Menurutnya, dengan pelaksanaan bayi tabung ini, maka bisa menjadi harapan satu-satunya bagi para wanita dengan penyakit genetik untuk bisa memiliki anak yang sehat. Dengan bemelakukan tekni ini juga anak dari para ibu yang mewariskan penyakit mitokondria bias terhindar dari konsekuensi yang begitu fatal yang diakibatkan oleh penyakit mitokondria.

Di lain pihak Sir Edward Leigh menyatakan ketidaksetujuannya atas dikembangkannya teknik baru ini, ia mengungkapkan jika tekni baru ini tidak cukup etis untuk pengobatan. Ia mengungkapkan jika penyakit ini merupakan salahsatu kondisi alamiah manusia, namun ia bertanya akan sampai di mana modifikasi ini terus berlanjut? Bersama denganSir Edward Leigh, beberapa kelompok penganut agam kristen di Inggris juga menyatakan ketidak setujuannya atas hal tersebut.

Bagaimana menurut anda? Silahkan bagikan artikel ini kepada teman atau juga sahabat anda yang berada di media sosial. Silahkan tekan tombol berbagi yang telah disediakan pada halam ini untuk mulai membagikannya.