Sungguh Anak Ini Harus Berjuang Dengan Berat Badan 143 Kg

Bayi yang bertubuh gemuk sangat menggemaskan bahkan menjadi  banyak disukai semua orang karena sangat lucu. Namun, apa jadinya jika kondisi gemuk yang dialami oleh anak ini menjadi sangat membebankanya, bahkan membatasi aktivitasnya. Inilah kisah anak yang harus berjuang dengan berat badan 143 Kg.

Li Hang, adalah anak yang baru berusia sembilan tahun hanya saja ia memiiki perbedaan dengan anak seusinya. Ia memiliki bobot tubuh yang lebih besar, ia kesulitan beraktivitas karena kondisinya yang membatasi geraknya. Setelah diketahui bahwa kondisinya bukan disebabkan karena obesitas melainkan karena gangguan genetik yang langka.

Gangguan genetik yang langka terjadi pada Li Hang sehingga ia mengalami kesulitan beraktivitas. Ia memiliki bobot tubuh 5 kali lipat dari usia normalnya. Bahkan yang mengkhawatirkan keluarga Li Hang, kondisi naiknya berat badan ini terus terjadi. Sangat mengkhawatirkan dan menyentuh hati terjadi pada anak ini.

14

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

 Li Hang yang merupakan bocah Tiongkok yang diadiagnosis mengalami kondisi langka dalam hidupnya. Ia menderita sindrom Prader Will yang terjadi pada tahun 2012. Bahkan dalam sebuah laman dailymail.co.uk, kelainan bawaan yang dialami oleh Li ini menyulitkan ia untuk beraktivitas dan mengalami mood swings.

Sindrom Prader Willi yang dideritanya membuat ia menjadi sangat moody, bahkan ia sangat kesulitan untuk fokus belajar. Seperti diketahui bahwa mood swings biasanya terjadi pada wanita yang dipengaruhi oleh hormon menjelang menstruasi. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan dari syndrome ini yaitu ia harus melawan resiko diabetes yang semakin tinggi.

Kondisi yang dialami oleh Li terjadi pada saat ia masih sangat balita. Ia mengalami tumbuh kembang yang abnormal. Dimana ia mengalami terus kenaikan berat badan bahkan jauh dari angka normal anak seusinya. Bahkan yang lebih mengkkhawatirkan adalah ketika ia sendiri tidak dapat mengontrol dan mengendalikan nafsu makan.

Dalam sebuah catatan kelahiran di Harbin Heilongjiang bahwa saat lahir ia tidak memiiki tanda-tanda yang akan mengarah pada obesitas. Pada saat dilahirkan bobot tubuhnya 2,5 kg. Hanya saja ketika menginjak usia tiga tahun Li menunjukan gejala yang aneh dimana ia mengalami kenaikan berat badan yang drastis yang disebabkan karena kelainan bawaan .

Bahkan tim dokter juga menyatakan bahwa Li memiliki IQ di bawah rata-rata. Tidak hanya itu, kenaikan berat badan diatas normal ini membuat Li harus bertahan dengan kondisi obesitas yang menganggu aktivitasnya . Bahkan mengalami tekanan darah yang tinggi sehingga harus mendapatkan perawatan yang rutin.

Lebih mengharukan lagi ketika Li seharusnya senang di usia anak-anaknya justru ia harus mengalami kondisi keterbatasan dari anak sebayanya. Li sangat sedih namun ia harus tetap semangat untuk bisa berjuang tumbuh dan berkembang. Bahkan ia pernah mengikuti program kesehatan untuk mendapatkan tubuh ideal sesuai dengan usianya.

Li mengikuti program diet camp yaitu diet yang membuatnya berhasil menurunkan berat badannya. Namun, sayang sekali  karena kondisi yang dialaminya membuat ia kembali mengalami kenaikan berat badan. Kondisi langka yang terjadi membuat bobot tubuhnya kembali naik karena sindrom yang dialaminya dan harus menjalankan bedah  pirau.

Meskipun begitu Li harus tetap optimis untuk bisa menjalankan kehidupan sehari-harinya. Bahkan untuk bisa membantu pengobatan sehari-harinya Li harus turun ke jalan untuk bisa berjualan bunga. Walaupun demikian ia tak mudah menyerah sehingga ia tetap bersemangat dan berjuang luar biasa. Kondisi ini menjadi inspirasi bagi siapapun yang mengalami kondisi abnormal untuk tetap berjuang.