Selangkah Senyum, Spirit of Motivation

Perjalanan pernikahan ini mungkin boleh dibilang baru kemarin sore. Masih tahap 'pacaran'. Masih senang jalan berdua. Masih berpikir untuk berdua. Menikmati rumah tangga apa adanya. Serasa belum apa-apa dan seperti baru kemarin ijab qobul itu dilakukan. Di atas kertas, 1 tahun 3 bulan 1 minggu telah beranjak semenjak buku merah dan hijau itu kami terima.

Namun, perjalanan ini mungkin boleh dibilang merangkak lambat. Saat gandengan kami cuma berdua. Belum ada 'cengceremet' ngerecokin. Saat makan cuma berdua. Bersih dan rapih. Belum ada yang makannya berceceran di lantai. Masih yang terdengar bunyi tuts keyboard saat malam atau suara tv dari ruang depan. Belum ada teriakan centil atau celoteh indah. Terasa lambat, manalagi melihat hijau rumput tetangga.

Sampai 1 tahun usia pernikahan, waktu serasa mengejar dari arah mana saja. Bertemu masa subur demikian indah dan merana manakala menunggu bulan lagi.Begitu berulang-ulang.Cari info kesana-kemari. Makan ini makan itu, konsul sana konsul sini, pake ini pake itu, proses ini proses itu. Lantas ketika harapan berujung belum datang, nelangsa kembali. Hampa sepertinya.

Kenapa hampa?

Karena ada yang tidak 100% dilibatkan, Allah Robbul izzati. Semua pasti akan terasa lambat bahkan sangat lambat. Karena tidak bisa dipungkiri seakan ngotot bahwa apa yang kita upayakan hasilnya akan sesuai dengan kemauan kita.

"

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. 42:49)

atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki.Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. 42:50)

"

Maha benar Allah atas segala firman-Nya

Kembali pada Allah, libatkan 100% kehidupan kita. Tak ada yang luput dari pengawasannya. Seandainya Allah berkehendak, sperma yang dikucurkan di batu niscaya aka keluar anak. Seperti Allah berkehendak menciptakan anak di dalam guci Habil. Seperti Allah berkehendak memberi Nabi Yahya Alaihissalam kepada Nabi Zakaria Alaihissalam diusianya yang tak lagi muda dan kondisi istrinya yang mandul. Tak ada yang tidak mungkin. Subhanallah..

Mau episode yang mana? yang atas ataukah yang di bawahnya. Kita yang menjalani, kita yang ikhtiarkan.

Bissmillaahirrohmaanirrohim..
Hantar hamba dan suami ya Robb, menjadi bagian dari hamba-hamba-Mu yang pasrah akan ketentuan-Mu ~ 6 Maret 2012, Setapak langkah dalam senyum~