Membesarnya rahim berpengaruh pada pusat gravitasi, membentang keluar dan melemahkan otot-otot perut anda, mengubah postur tubuh anda serta memberikan tekanan pada punggung anda. Hal ini juga dapat menyebabkan nyeri punggung apabila itu menekan pada saraf. Selain itu, kelebihan berat badan anda tentunya akan sangat mempengaruhi otot anda untuk lebih banyak bekerja sehingga mengakibatkan stres pada sendi, bahkan punggung anda mungkin merasa lebih sakit pada saat malam hari.

Terlebih lagi, perubahan hormon kehamilan dapat melonggarkan sendi dan ligamen yang terjadi pada tulang panggul anda ke tulang belakang. Hal ini dapat membuat anda merasa kurang stabil dan menyebabkan rasa sakit saat anda berjalan, berdiri, duduk dalam waktu yang lama, berguling di tempat tidur, dan berdiri pada saat kita duduk dikursi atau pada saat anda membersihkan bak mandi, berkendaraan, atau mengangkat suatu beban yang berat.

Anda tidak sendirian. Sebanyak tiga perempat wanita hamil mengalami nyeri punggung di beberapa titik. Paling sering nyeri muncul pada bulan berikutnya atau menjadi lebih sakit apabila kehamilan semakin membesar. Rasa sakit punggung ini juga dapat terasa setelah bayi lahir, tapi nyeri punggung pasca melahirkan biasanya sembuh dalam beberapa bulan.

Kabar baiknya adalah bahwa tidak ada hubungan antara sakit punggung dan hasil kehamilan.

Apa jenis nyeri punggung bawah yang sering terjadi pada kehamilan?

Para ahli menjelaskan dua pola umum dari nyeri punggung bawah pada kehamilan yaitu nyeri Lumbar (nyeri tukang belakang), terjadi di daerah tulang belakang di punggung bawah, dan nyeri pelvis posterior (daerah panggul) yang dirasakan di bagian belakang panggul. Beberapa wanita memiliki gejala dari kedua jenis nyeri pinggang tersebut.

Nyeri pinggang adalah sama halnya seperti nyeri punggung bawah yang mungkin anda alami sebelum anda hamil. Anda juga mungkin memiliki rasa sakit yang menjalar ke kaki anda. Duduk atau berdiri untuk jangka waktu yang lama dan mengangkat biasanya membuat lebih sakit, dan itu cenderung menjadi lebih intens pada beberapa hari.

Pada saat hamil wanita mengalami nyeri pelvis posterior, yang terasa  pada bagian bawah tubuh anda daripada nyeri pinggang. Anda mungkin merasakan sakit di dalam pantat, pada satu atau kedua sisi atau bagian belakang paha anda. Ini mungkin dipicu oleh kegiatan seperti berjalan, naik tangga, masuk dan keluar saat membersihkan bak mandi atau duduk dikursi, berguling di tempat tidur, atau memutar dan mengangkat.

Posisi di mana anda membungkuk, pinggang akan mulai terasa - seperti duduk di kursi dan bersandar ke depan saat bekerja di meja dan dapat membuat nyeri pelvis posterior lebih sakit. Wanita dengan nyeri panggul posterior juga lebih cenderung memiliki rasa sakit atas tulang kemaluan mereka.

Mungkinkah Panggul Mengalami Rasa Linu?

Ketika nyeri pinggang menjalar ke bagian pantat dan paha, anda sering bingung dengan merasakan linu pada panggul dimana sebuah kondisi yang sebenarnya relatif jarang. Benar panggul linu, yang dapat disebabkan oleh menggembungnya bagian bawah tulang belakang, hanya mempengaruhi sekitar 1 persen dari wanita hamil.

Jika anda merasa panggul linu, sakit kaki anda biasanya akan lebih parah dari sakit punggung anda. Anda mungkin merasa sakit di bawah lutut juga, dan bahkan dapat menyebar ke kaki anda dan jari kaki. Dan anda mungkin akan merasa kesemutan,  atau mungkin beberapa mati rasa. Dengan linu panggul yang parah, anda mungkin merasakan mati rasa di pangkal paha atau area genital juga.Aanda bahkan akan sulit untuk buang air kecil atau buang air besar.

Jika anda merasa linu pada panggul, pastikan untuk memeriksanya ke dokter. Periksa segera jika anda merasakan hilangnya rasa sakit atau melemah pada satu atau kedua kaki atau hilangnya rasa sakit di pangkal paha, kandung kemih, atau kemaluan (yang mungkin membuat sulit untuk buang air kecil atau buang air besar ).

Baca Juga: 7 Cara Mengobati Sakit Punggung Selama Kehamilan