Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit bawaan dengan angka kejadian yang cukup besar di Indonesia. Bahkan kejadian penyakit jantung bawaan lebih besar ketimbang penyakit bawaan lainnya seperti kelainan paru-paru, saluran cerna, ginjal dan anggota gerak lainnya. Data yang diperoleh dari artikel yang ditulis DR.dr.Mulyadi M.Djer,Sp.(K) pada situs heartcenter.co.id apabila diperkirakan 1 dari setiap kelahiran yang hidup dibandingkan dengan jumlah penduduk 288 juta dan angka kelahiran bayi 2,3% maka jumlah anak dengan penyakit jantung bawaan sebesar 50 ribu pertahun.

Masih dalam artikel yang sama dalam situs heartcenter.co.id tertulis bahwa penyakit jantung bawaan sebenarnya udah dapat diketahui sebelum lahir (di dalam kandungan). Pada trimester pertama kehamilan bayi dengan penyakit jantung bawaan sudah dapat terdeteksi karena jantung sudah mulai terbentuk pada usia kehamilan 8-12 minggu bahkan pada akhir trimester pertama jantung sudah terbentuk sempurna.

Meskipun penyakit jantung bawaan dapat dideteksi sebelum kelahiran akan tetapi masih sulit membedakan bayi yang lahir dengan jantung sehat atau terkena penyakit jantung bawaan. Hal ini diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Pada kesempatan ini tim bidanku akan membahas mengenai penyakit jantung bawaan pada anak mengenai pengertian penyakit jantung pada anak, kondisi anak dengan penyakit jantung bawaan, gejala dan penyebab penyakit jantung bawaan dan pengobatan yang bisa dilakukan untuk anak yang mengalami penyakit jantung bawaan.

Pengertian Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung masuk dalam kategori silent killer, anda harus mewaspadainya. Begitu pula dengan penyakit jantung pada anak. Seperti kita ketahui jantung merupakan organ yang memiliki peranan penting untuk mempertahankan peredaran darah sehingga tetap stabil. Hal ini berhubungan dengan kebutuhan tubuh dalam memasok oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak.

Pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan maka terdapat kelainan jantung dimana adanya struktur jantung yang berlubang (defek pada sekat ruang jantung ), terjadinya penyempitan, abnormalita konfigurasi jantung dan pembuluh darah. Pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan kelainan struktur dapat tunggal atau kombinasi kompleks.

Pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan dibagi menjadi dua tipe yaitu penyakit jantung bawaan biru (sianotik) dan penyakit jantung bawaan non sianotik. Penyakit jantung bawaan biru mengakibatkan anak mengalami warna kebiruaan pada selaput lender dan kulit terutama pada ujung-ujung anggota gerak dan lidah/bibir. Sedangkan pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan non sianotik ditandai dengan sesak saat melakukan aktivitas, mengalami bengkak pada wajah, perut dan anggota gerak bahkan hingga menggangu pertumbuhan.

Penyakit jantung bawaan dapat dikenali sejak lahir ataupun gejala minimal yang khusus mengarah pada penyakit jantung bawaan. Sehingga deteksi dan identifikai penyakit jantung bawaan sangat penting untuk melakukan pengobatan. Hal ini dikarenakan pada sebagain bayi dengan penyakit jantung bawaan tidak memberikan tanda mengingat sistem pernapasan dan sirkulasi darah mengalami transisi menuju sempurna.

Kondisi Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan disebabkan karena kelainan jantung kongenital yang dibawa sejak lahir. Anak dengan penyakit jantung bawaan dalam kasus sedang hingga berat memiliki permasalah dimana anak mengalami kondisi seperti di bawah ini :

  1. Anak mengalami masalah dengan berat badan dimana kenaikan berat badan tidak sesuai dengan usia.
  2. Ketika anak masih berusia bayi maka anak mengalami keulitan beraktivitas bahkan ketika sedang mendapatkan ASI. Bayi tampak kelelahan disertai keringat dingin.
  3. Anak yang mengidap penyakit jantung bawaan akan beresiko tinggi mengalami saluran pernapasan.
  4. Pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan sianotik seringkali mengalami anemia yang tidak tedeteksi.

Mengingat kondisi anak yang menderita penyakit jantung bawaan sangat membutuhkan peran lingkungan. Peran anda sebagai orang tua merupakan peran utama yang sangat penting. Pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan harus mendapatkan asupan gizi yang optimal. Kebanyakan anak dengan penyakit jantung bawaan kesulitan dalam menerima asupan gizi hingga diperlukan intervensi pemberian nutrisi. Sedangkan pada anak dibawah 6 bulan dapat diberikan hindmilk yaitu ASI yang keluar 2-3 menit setelah ASI pertama dengan jumlah kandungan kalori yang lebih banyak.

Sedangkan pada anak prasekolah dan usia sekolah maka harus dapat diperhatikan aktivitas fisiknya. Meskipun demikian perhatian khusus bukan berarti menghambat perkembangan anak. Anak dengan penyakit jantung bawaan masih tetap bermain, bersosialisasi dan menunjukan kelebihan mereka. Peran orang tua pada anak penderita jantung bawaan dibutuhkan untuk pemantauan jangka panjang dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Gejala dan Penyebab Penyakit Jantung Bawaan

Gejala anak dengan penyakit jantung bawaan seringkali kelalahan saat sedang beraktivitas. Akan tetapi ini merupakan gejala umum yang tidak dapat disimpulkan anak mengalami penyakit jantung bawaan. Adapun gejala khusus yang mengarah pada penyakit jantung bawaan pada anak, yaitu :

  1. Anak mengalami biru di bagian mulut dan ujung kaki dan tangan.Meskipun pada anak dengan penyakit jantung bawaan non sianotik tidak terlalu tampak.
  2. Mengalami sesak napas ketika melakukan aktivitas ringan. Anak yang menderita penyakit jantung bawaan seringkali mengeluhkan nyeri pada bagian dada dan kesulitan dalam beraktivitas.Ketika bernapa terlihat cekungan di dada karena terlalu dalam saat mengambil napasnya.
  3. Mengalami pertumbuhan yang terhambat bahkan kenaikan berat badan seringkali dijumpai selanjutnya adalah berat badan yang menjadi lamban.

Sedangkan penyebab penyakit jantung bawaan pada anak merupakan kelainan disertai dengan infeksi TORCH saat anak di dalam kandungan. Meskipun demikian penyebab lainnya masih mungkin terjadi seperti mengalami faktor resiko, turunan dari keluarga, kondisi genetik atau akibat pola hidup yang tidak sehat dilakukan orang tua. Penyebab utama dari penyakit jantung bawaan memang sulit ditentukan, paling besar dipengaruhi oleh penyebab yang sulit diketahui.

Pengobatan Penyakit Jantung Bawaan pada anak

Apabila anak mengalami gejala yang menjurus pada penyakit jantung bawaan segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan untuk diagnosi penyakit anak diperlukan untuk mengetahui apakah anak menderita penyakit jantung bawaan. Deteksi dan identifikasi penting dilakukan untuk mengetahui pengobatan yang akan dilakukan.

Penyakit jantung bawaan pada anak memerlukan :

  1. Pemeriksaan foto rontgen.
  2. Pemeriksaan rekam listrik jantung.
  3. Pemeriksaan alat USG jantung untuk mengetahui kelainan struktural jantung pada anak.
  4. Pemeriksaan ST-SCAN dan Angiography.

Pada penyakit jantung bawaan dapat dilakukan tindakan operasi segera setelah anak lahir ataupun hanya memerlukan pemantauan hingga anak dewasa. Pada saat ini penyakit jantung bawaan dapat dikoreksi melalui operasi maupun non bedah.

Dengan demikian pencegahan penyakit jantung bawaan pada anak dapat dicegah pada saat anak di dalam kandungan walaupun hanya sedikit yang meminta pemerikaan jantung pada janin. Pemeriksaan  jantung pada janin baru dilakukan apabila dicurigai mengalami gejala penyakit jantung bawaan pada janin.