Pengobatan Kanker Serviks Berdasarkan Stadium

Kanker serviks adalah salah satu kanker yang mengancam wanita, urutan jenis kanker yang membahayakan ke dua setelah kanker payudara. Kanker serviks menyerang leher serviks dimana sel di sekitar serviks menjadi abnormal dan menyerang tubuh wanita yang menderita.

 

Wanita yang menderita kanker serviks sama seperti orang sehat, tidak mengalami gejala apapun. Kondisi ini dikarenakan sel kanker menginfeksi pada rentan waktu yang lama sehingga baru ditemukan keluhan pada wanita yang sudah terinfeksi selama 15-20 tahun.

Pada penderita kanker yang sudah ditemukan pada stadium lanjut atau bahkan pada stadium akhir maka akan diberikan tindakan yang berbeda. Inilah pentingnya mengetahui stadium kanker serviks sebagai salah satu upaya untuk tindakan pengobatan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh penderita.

Video Hari Ini

Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak
Bangga dari Prestasi atau Kebesaran Hati?

Bangga dari Prestasi atau Kebesaran Hati?.

Posted by Bidanku on Friday, April 4, 2017

Kanker Serviks Mengancam Wanita Indonesia

Jumlah wanita penderita kanker serviks semakin bertambah dari hari ke hari, bahkan di Indonesia jumlah penderita kanker serviks tergolong tinggi. Penderita kanker serviks ditemukan 40 hari wanita Indonesia dalam satu hari atau sekitar 15.000 wanita dalam satu tahun.

Wanita yang menderita kanker serviks baru ditemukan pada stadium lanjut sehingga pengobatan hanya akan berpengaruh beberapa persen saja. Sebagian besar yaitu 55% dari penderita kanker serviks atau kurang dari 8000 penderita berakhir kematian. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang mematikan pada wanita. Kanker serviks yaitu penyakit yang mengancam bagian organ vital wanita.

Berdasarkan anatomi rahim wanita leher serviks merupakan bagian bawah uterus, rahim memiliki dua bagian yaitu bagian atas dan juga bagian bawah. Pada rahim bagian atas atau dikenal tubuh rahim yaitu tempat janin. Sedangkan untuk leher rahim yaitu bagian rahim bawah merupakan tubuh rahim wanita yang dikenal jalan lahir.

Pada kanker serviks dikenal dua jenis kanker yang paling umum yaitu paling umum adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Sebenarnya jenis lainnya seperti melanoma, limfoma dan juga sarkoma yang mungkin terjadi pada bagian tubuh lainnya.

Kanker serviks sangat mudah ditularkan melalui hubungan intim yang berganti-ganti pasangan bahkan risiko akan semakin tinggi apabila wanita menjalani hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Beberapa penyebab lainnya seperti genetik dapat mempengaruhi meskipun presentasinya kecil.

Stadium Kanker Serviks

Kanker serviks di dalam tubuh wanita dapat dibedakan berdasarkan penyebaran sel kanker yang dikelompokan dengan istilah stadium. Pada kanker serviks dikenal stadium awal, stadium lanjut dan stadium akhir.

Ketika wanita terdiagnosis menderita kanker serviks, selanjutnya yang harus diketahui adalah tahapan tahapan kanker (stadium). Dengan mengetahui stadium maka dokter maupun penderita dapat merencanakan pengobatan sesuai dengan tingkatan.

Berikut ini adalah tingkatan kanker serviks :

1. Stadium 0

Pada stadium ini, kanker ditemukan pada lapisan pertama sel yang melapisi serviks saja. Bahkan sel kanker tidak menyebar dan menyerang jaringan yang lebih dalam dari leher rahim. Meskipun demikian potensi berkembangnya sel kanker semakin besar sehingga mendeteksi dini dan memberikan pengotan yang sesuai sangat dibutuhkan pada stadium 0.

2. Stadium 1

Pada stadium 1 dibedakan menjadi dua bagian yaitu stadium 1A dan stadium 1B. Pada stadium 1 ditemukan sel kanker akan tetapi tidak menyebar sedangkan pada stadium 1A jumlah kanker masih sedikit dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Pada stadium 1A karsinoma preklinik hanya dapat didiagnosis dengan menggunakan mikroskop. Invasi stromal yaitu kurang dari 3-5 mm dan perluasan horison tidak melebihi 7 mm. 

Sedangkan pada stadium 1B kanker masih di dalam leher rahim kemudian sudah mulai lebih banyak penyebaran meski baru bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop. Lesi yang nampak secara klinik terbatas pada serviks yang lebih besar dari stadium 1A.

3. Stadium 2

Kanker sudah menyebar pada bagian luar leher rahim akan tetapi belum pada dinding pelvis. Pada tahapan stadium 2 dibagi menjadi stadium 2A dan 2B berdasarkan sel kanker yang sudah menyebar. Pada stadium 2A kanker menyebar ke bagian luar leher rahim dan kedua pertigaan bagian atas alat kelamin wanita meskipun tida sampai jaringan yang berada pada sekitaran rahim.

Sedangkan pada stadium 2B maka kanker dapat menyebar pada bagian luar leher rahim pada dua pertiga bagian atas alat kelamin dan jaringan yang berada di sekitaran rahim.

4. Stadium 3

Pada perkembangan kanker stadium 3 ditandai dengan karsinoma yang meluas hingga dinding pelvis. Bahkan pemeriksaan rektal tidak dapat ruangan bebas karsinoma antara dinding pelvis dan tumor. Pada stadium 3 awal tumor tumbuh sampai sepertiga bagian bawah alat kelamin. Pada selanjutnya perluasan bisa hingga mencapai dinding pelvis atau pada hidronefrosis sehingga ginjal tidak berfungsi.

5. Stadium 4

Pada bagian karsinoma maka semakin luas hingga bagian luar pelvis minor sehingga secara klinik tumbuh ke dalam mulkosa rektum atau kandung kencing. Pada stadium 4A pertumbuhan tumor ke dalam organ-organ sekitar sedangkan pada stadium 4B mengalami perluasan pada organ organ yang lebih jauh, sehingga sel kanker sangat mudah menyebar.

Pengobatan Kanker serviks berdasarkan stadium

Pengobatan kanker serviks bertujuan untuk mengangkat ataupun menghancurkan sel kanker sebanyak mungkin sehingga dapat mengurangi gejala kanker serviks dan penyebaran. Penting sekali mengatahui tingkatan kanker serviks sehingga membantu penanganan dini.

Pengobatan kanker serviks dilakukan meliputi terapi yaitu operasi, radioterapi dan kemoterapi. Pada kanker serviks tahap pra kanker hingga stadium 1A maka dilakukan tindakan histerektomi yaitu operasi mengangkat rahim. Sedangkan pada pasien yang ingin memiliki anak maka dapat dilakukan LEEP sebagai pilihan.

Pada penderita kanker serviks stadium 1B dan 2A maka dilihat berdasarkan ukuran tumor, apabila kurang dari 4 cm maka radikal histerektomi ataupun radioterapi. Sedangkan pada ukuran tumor lebih dari 4 cm maka akan menggunakan basis histerektomi, cisplatin ataupun kemo yang berbasis cisplain kemudian dilanjutkan dengan histerektomi.

Pada kanker serviks stadium 2B-4A maka dengan menggunakan radioterapi maupun kemoterapi yang berbasis cisplatin. Sedangkan pada stadium 4B maka dokter akan mempertimbangkan pengobatan. Umumnya dokter akan mengkombinasikan pengobatan yaitu kemoterapi dan obat.

Beberapa faktor yang akan berdampak pada keputusan pengobatan diantaranya adalah usia, kesehatan dan preferensi anda sendiri. Anda dapat menggunkan seconds opinion, untuk memberikan pertimbangan pada diri anda ketika akan megambil pengobatan yang sesuai dengan kondisi anda. Penanganan tepat maka akan membantu meringankan gejala gejala yang dialami.

Dengan demikian stadium kanker serviks dapat membantu untuk mengetahui kondisi penyebaran sel kanker sehingga dapat disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan. Tindakan pengobatan dan meningkatkan tinggi peluang sembuh yaitu mendeteksi dini sehingga pada stadium awal dapat ditemukan kondisi pada kesehatan anda. Selain itu pengobatan juga dapat membantu dalam meringankan gejala-gejala yang seringkali wanita rasakan ketika mengidap kanker serviks.