data-ad-format="auto"

Para Ayah Sebaiknya Waspada, Tidur Terlalu Larut Bisa Rusak Kualitas Sperma

Pada takaran rata-rata seorang pria akan menghasilkan setidaknya sebanyak 525 miliar sel sperma seumur hidupnya. Dan umumnya mereka melepaskan setidaknya sebanyak satu miliar diantaranya setiap bulannya. Seorang pria dewasa yang sehat akan melepaskan sebanyak 40 juta dan 1,2 miliar sel sperma dalam satu kali ejakulasi.

Sayangnya, meski seorang pria dapat menghasilkan jutaan sperma dalam perharinya. Namun pada umumnya kualitas dari sperma akan sangat bergantung pada faktor eksternal. Salah satunya adalah gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang anda lakukan.

Nah, untuk anda para ayah yang seringkali tidur larut malam atau terjaga hingga dini hari karena beberapa urusan. Maka sebaiknya perhatikan masalah ini dengan seksama.

Tidur terlalu larut atau kebiasaan bergadang akan berdampak kurang baik untuk kesehatan. Hal ini pengaruhnya akan secara langsung merusak kualitas sperma anda. Baca juga: 10 Nutrisi Penting Untuk Kehamilan Sehat

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

 

Mengapa Kurang Tidur Dapat Merusak Kualitas Sperma Pria?

Sebagaimana dilansir dari dua penelitian yang berbeda, seorang pria yang mendapatkan waktu tidur yang kurang. Memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Bahkan 'kloter' sperma pun cenderung tidak terbentuk dengan sempurna. Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang mendapatkan waktu tidur yang cukup sebanyak 7 sampai dengan 8 jam dalam 1 hari.

Selain itu, mereka yang sering bergadang pun dijumpai sperma yang pendek dibandingkan mereka para pria yang mendapatkan waktu tidur yang cukup dan teratur.

Lantas seperti apa sih sebenarnya pengaruh kurang tidur terhadap kualitas sperma pada seorang pria? Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak informasinya dibawah ini.

Kurang Tidur Mempengaruhi Produksi Testosteron

Didalam tubuh seorang pria, hormon testosteron dibutuhkan untuk reproduksi. Tahukah anda bahwa sebagian besar pelepasan testosteron yang terjadi setiap harinya dilakukan pada saat anda tidur? Penelitian mencurigai bahwa gangguan tidur akan dapat mengubah ritme dari testosteron pada malam hari, tanpa mempengaruhi kadar testosteron secara keseluruhan.

Akan tetapi demikian, faktor gaya hidup lainnya yang banyak diperhitungkan dalam penelitian ini pun menjelaskan bahwa dibalik kurang tercukupinya waktu tidur dapat merusak kualitas sperma seorang pria.

Tentunya, hal ini pun akan dapat berdampak pada kesuburan. Bila anda pria dewasa yang sudah beristri dan belum memiliki keturunan maka hal ini akan mempengaruhi impian memiliki buah hati dalam rumah tangga yang terkendala.

Kurang Tidur Memicu Peningkatan Antibodi Anti-Sperma (ASA)

Antibodi-sperma adalah protein yang diproduksi oleh bagian sistem imun didalam tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan di Harbin Medical University menunjukan bahwa kurangnya waktu tidur akan dapat memicu peningkatan antibodi anti-sperma (ASA) yang mana kondisi ini akan dapat merusak kualitas sperma pria yang sehat.

Akan tetapi demikian, peningkatan ASA ini memang bukanlah penyebab mutlak ketidak suburan pada seorang pria. Namun demikian efeknya sangat jelas. Yakni dengan semakin besar respon imun tubuh melepaskan antibodi ini. Mak kecil kemungkinan hamil pada istri anda terjadi.

Adapun didalam tubuh, peningkatan ASA ini akan dapat bekerja dengan cara menghalangi pergerakan sperma, menghambat implantasi embrio dan mempersulit sperma untuk melakukan pembuahan pada pasangan. Untuk itulah, sperma dari pria yang memiliki ASA lebih besar akan cenderung lebih sulit menjangkau sel telur.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat disampaikan kali ini. Semoga dengan menyimak pembahasan diatas akan meningkatkan rasa waspada dan peduli anda terhadap kesehatan dengan mengurangi terjaga terlalu larut.

Loading...

Follow us