MyBlog

Sumber : Vemale.com

Tidak semua anak lahir dengan keadaan sempurna, namun tak semua anak pula tak bahagia dengan keadaan tersebut. Adalah Charlotte Garside, seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang lahir dengan ketidaksempurnaan. Tubuh Charlotte yang begitu mungil dan kecil membuatnya berbeda dari anak-anak yang lain. Namun meski demikian, Chralotte tak pernah rendah diri atau merasa tak percaya diri dengan kondisi fisiknya yang begitu berbeda dengan rekan-rekan seusianya. Tubuh gadis kecil ini tak lebih besar dari boneka Teddy. Adalah sindrom Primordial Dwarfism yang membuat tubuh gadis mungil ini tak mengalami perkembangan normal. Namun meski tubuhnya begitu kecil, kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tuanya tetap mengalir begitu besar. Charlotte begitu dihujani kasih sayang oleh orang-orang sekitarnya.

Meskipun berada dalam keterbatasan fisik, namun gadis mungil ini tetap hidup dan bersekolah di tempat orang-orang normal, dan dengan kepribadian Charlotte yang begitu bersahaja, orang-orang sekitarnya begitu menerimanya dengan baik. Charlotte mungkin berada dalam tubuh yang sangat mungil, namun ia memiliki kepribadian dan kemauan yang begitu besar untuk hidup dan tumbuh normal. Bahkan disekolahnya sendiri, ia memiliki tutor sendiri dan teman-teman yang bersedia merawatnya selama disekolah. Sebagaimana dikutip dari Vemale.com, dalam beberapa kesempatan, Charlotte memiliki kesempatan untuk bertemu dengan seekor kelinci raksasa. Meski tingginya hanya 27 inci dan hampir sepadan dengan kelinci yang ia jumpai, namun Charlotte tidak merasa takut, bahkan ia merasa begitu senang bisa bertemu dan berdekatan langsung dengan hewan berbulu lebat ini.

Ungkapnya pada salah satu majalah ternama, bahwa ia amat ingin memeluk kelinci tersebut, namun sayangnya ia tak bisa melakukannya, karena ukuran tubuh si kelinci yang terlalu besar dan berat dibandingkan dengan tubuhnya yang lebih ringan daripada si kelinci. Membahas mengenai semangat hidupnya yang begitu besar, boleh dibilang Charlotte adalah sosok nyata keajaiban tuhan. Pasalnya, dokter memprediksikan bahwa bayi mungil ini tidak akan bisa bertahan sampai usianya menginjak satu tahun, namun nyatanya perkiraan dokter meleset dan sampai saat ini tuhan masih mengizinkannya untuk bernafas dan berbagi kebahagiaan utuk orang-orang sekitar terutama kedua orangtuanya.

Ini adalah bukti nyata perjuangan seseorang yang memiliki keterbatasan dalam hidupnya, semoga hal ini bisa menjadi motivasi terutama kita yang diberikan anugerah kesempurnaan oleh tuhan, agar selalu berusaha dan tak pernah menyerah pada kehidupan. Karena sejatinya, tuhan tidak menciptakan gembok tanpa kunci, untuk itulah tuhan tidak akan menciptakan masalah tanpa ada solusinya. Hal yang harus selalu dilakukan adalah mencoba, berusaha dan berdoa.

Orang tua sejatinya adalah pelindung bagi anak-anaknya. Terutama saat mereka masih bayi, ketika belum bisa melindungi diri mereka dari bahaya. Wajar jika mereka masih merengek-rengek dan bermanja-manja dengan orangtua mereka. Seorang anak yang masih bayi akan sangat bergantung kepada orang tua mereka, karena keadaan fisik mereka yang masih lemah dan tak berdaya. Dan disinilah peran orang tua amat dibutuhkan untuk memberikan kasih sayang yang tulus agar sang anak senantiasa merasa aman dan nyaman dari segala bahaya. Namun apa yang terjadi di Negara Samba Brazil ini amat bertolak belakang dengan qadrat setiap orangtua.

Kehadiran serta kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya akan menjadi penentu terhadap proses tumbuh kembang sang anak. Selain itu, sebuah penelitian baru-baru ini juga mengindikasikan bahwa peran ayah dan ibu terhadap tumbuh kembang anak mengambil peranan yang begitu besar. Anak yang dibesarkan oleh kedua orang tuanya memiliki potensi menjadi pribadi yang lebih cerdas, bahkan lebih pintar dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan oleh single parent. Stimulasi lengkap dari kedua orang tuanya memungkinkan sang anak mampu mengembangkan sel otak yang lebih banyak.


 

Sumber : www.dailymail.co.uk

Jika biasanya orangtua selalu di buat pusing dengan balita yang susah makan. Hal tersebut tidak berlaku pada ibu dari seorang balita berusia 23 bulan asal Cheseterton, Staffordshire yakni Geezer Buxton. Semangkuk bubur lengkap dengan campuran sayur beserta potongan ayam dengan porsi besar bahkan tak pernah cukup untuk membuat balita lucu ini merasa kenyang. Ia masih berhasrat memasukan apapun yang masih bisa digapai tangan, ke dalam mulutnya.

Seusai melahirkan seharusnya menjadi moment paling bahagia sekaligus berharga bagi seorang ibu beserta keluarga. Namun, hal tersebut tak terjadi pada ibu yang seusai melahirkan mengalami emboli udara. Emboli udara adalah satu kondisi masuknya udara menuju pembuluh darah dan menimbulkan adanya gelembung pada darah. Gelembung tersebut beresiko menghambat suplay oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh akan mengalami kerusakan serta kematian, akibat kurangnya suplay oksigen.

Baca Juga