data-ad-format="auto"

Muntah Darah Pertanda Adanya Penyakit Serius, Kenali Penyebab Sampai Pengobatan

Muntah merupakan suatu kondisi dimana semua isi perut keluar dengan terpaksa, baik itu melalui mulut atau melalui hidung.

Namun, dalam beberapa kasus terkadang muntahan yang dikeluarkan bercampur dengan darah atau hanya berisi darah saja. Apapun keadaannya, muntah darah tidak bisa diabaikan. Pasalnya, muntah darah bisa menjadi masalah atau gejala adanya penyakit yang serius. Sehingga dengan begitu, banyak orang yang merasa takut setelah mengalami muntah darah. Bahkan terkadang berbagai macam pertanyaan terlintas di kepala, akan penyebab, bahaya serta cara mengatasinya.

Muntah dari itu sendiri dalam bahasa kedokteran disebut dengan hematemesis, yakni adanya darah dalam jumlah yang besar keluar dari mulut melalui muntah.

Warna darah yang keluar itu sendiri berbeda-beda, ada darah yang berwarna merah cerah, kehitaman atau muntah darah dengan disertai buang air besar berdarah.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Darah Merah Segar

Volume darah berwarna merah segar ini biasanya akan keluar cukup banyak. Dimana keadaan ini merupakan suatu indikasi bahwa lambung dalam keadaan yang cukup parah.

Darah Kehitaman

Darah yang keluar dan berwarna kehitaman bisa menjadi indikasi bahwa ada luka, dimana luka tersebut mengeluarkan darah di dalam lambung. Darah ini sudah ada di dalam tubuh dalam waktu yang lama, kemudian bercampur dengan asam lambung, sehingga dengan begitu reaksi di antara keduanya menjadi kehitaman. Keadaan ini menjadi indikasi bahwa penyakit yang diderita masih belum parah. Namun, meskipun begitu kita harus lebih waspada dan jangan mengabaikannya. Karena dalam waktu yang lama penyakit ini juga akan menjadi parah.

Darah yang Disertai dengan Buag Air Besar

Ini merupakan jenis yang dikenal dengan hematemesis dan melena. Keadaan ini menunjukan bahwa pendarahan sudah parah. Gangguan yang terjadi biasanya bukan hanya terdapat di lambung, melainkan juga di usus. Melena itu sendiri yaitu buang air besar dengan tinja atau feses bercampur darah yang sudah berwarna kehitaman atau gelap.

Penyebab Muntah Darah

Penyebab muntah darah itu sendiri berbeda-beda. Di bawah ini beberapa penyebab muntah darah yang bisa anda simak.

Gastritis Parah

Gastritis yang sudah dalam keadaan parah sering menyebabkan penderitanya muntah darah. Pendarahan pada radang lambung ini terjadi karena adanya proses peradangan yang hebat, sehingga dengan begitu akan membuat pembuluh darah menjadi rusak atau pecah.

Tukak Lambung

Tukak lambung adalah penyebab muntah darah yang sering dialami oleh penderita. Dalam kondisi ini pendarahan terjadi karena luka pada lambung cukup dalam, sehingga akibatnya akan merusak pembuluh darah yang terdapat di dalam lapisan lambung itu sendiri.

Varises Esofagus

Adanya varises di esofagus biasanya tidak akan menimbulkan sakit. Namun, pada saat pembuluh darah vena pecah, maka darah yang keluar akan sangat banyak dan kondisi ini sangat berbahaya. Varises esofagus itu sendiri disebabkan paling sering oleh penyakit liver kronis serta sirosis hepatis.

Darah Tertelan

Seseorang bisa saja menelan darah. Keadaan-keadaan yang menyebabkan darah tertelan misalkan, setelah mengalami mimisan parah. Ketika darah terlalu banyak ditelan, maka darah tersebut akan kembali dimuntahkan.

Penyakit Refluks Gastroesofagus atau GERD

Penyakit ini terjadi ketika asam lambung naik. Dimana asam lambung tersebut naik dari lambung menuju ke kerongkongan atau esofagus, sehingga dengan begitu asam lambung yang naik tersebut akan mengiritasi lapisan esofagus. Jika keadaan ini terjadi secara terus menerus, maka bisa saja menyebabkan muntah darah.

Selain itu, ada hal-hal lainnya yang menyebabkan muntah darah. Namun, penyebab ini jarang terjadi dibandingkan dengan penyebab di atas.

  • Penyakit darah(trombositopenia, anemia, hemofilia, atau leukeumia)
  • Menelan racun tertentu
  • Kanker lambung atau kanker kerongkongan
  • Gejala Muntah Darah

Gejala muntah darah yang muncul disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa gejala yang biasanya sering muncul bersama dengan muntah darah yaitu, mual, adanya perasaan tidak nyaman pada perut, dan sakit perut. Bahkan gejala lainnya bisa terjadi pada saat yang sama seperti demam, rasa nyeri, dan gejala lainnya.

Langkah Pengobatan Muntah Darah

Tindakan Awal

Tindakan awal untuk mengobati muntah darah mungkin memerlukan infus ke pembuluh darah. Hal ini bertujuan untuk memberikan cairan maupaun tranfusi darah apabila pendarahan terjadi begitu hebat dan parah. Sedangkan jika pendarahan kecil, maka infus tidak terlalu diperlukan.

Tindakan Lainnya

Pengobatan ini tergantung pada hal-hal yang menyebabkan muntah darah itu sendiri. Akan tetapi, pengobatan awal yang bisa dilakukan untuk menghentikan pendarahan yaitu dengan menggunakan alat khusus yang disebut dengan endoskopi. Bahkan, dalam beberapa kasus diperlukan operasi untuk mengontrol pendarahan. Jika pendarahan sudah bisa dihentikan atau tidak ada lagi darah yang keluar, maka perawatan selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan penyebab muntah darah itu sendiri.

Muntah Darah Pada Anak

Selain orang dewasa, anak atau bahkan bayi juga bisa mengalami muntah darah. Bayi yang baru lahir sampai seminggu pertama bisa mengalami muntah darah. Namun, apabila bayi terlihat baik-baik saja, maka anda jangan merasa khawatir. Darah yang dimuntahkan oleh bayi tersebut biasanya adalah darah ibu yang tidak sengaja tertelan oleh bayi ketika proses persalinan. Untuk memeriksa keadaan lebih lanjut atau memastikan apakah darah tersebut darah sang ibu atau bukan, biasanya dokter akan memeriksanya di laboratorium.

Selain itu, bayi yang mengalami sakit berat karena infeksi bisa juga mengalami muntah darah. Keadaan ini disebabkan karena pada mukosa lambung terjadi erosi, yang terjadi akibat kadar hormon kortisol tinggi. Meningkatnya kadar hormon kortisol pada bayi disebabkan karena bayi mengalami infeksi berat.

Muntah darah bisa juga terjadi karena mimisan. Darah yang keluar dari hidung karena pembuluh darah pada lapisan hidung pecah bisa saja tertelan dan masuk ke dalam lambung anak, yang kemudian akan dimuntahkan kembali.

Batu yang keras bisa menyebabkan muntah darah. Karena kerasnya batuk, maka pembuluh darah yang terdapat di pangkal mulut bisa pecah, sehingga dengan begitu darah akan ditelan dan dikeluarkan kembali.

Muntah darah pada anak-anak juga bisa saja tejadi karena adanya kelainan pada darah, seperti kelainan pembekuan darah atau perdarahan. Selain itu, biasanya akan tampak gejala lainnya seperti gusi mudah berdarah, pendarahan pada kulit.

Terkadang, gumoh pada bayi bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan yaitu muntah darah. Pasalnya, asam lambung yang naik lama kelamaan akan menyebabkan mukosa esofagus atau kerongkongan terluka, sehingga dengan begitu terjadi radang kerongkongan. Dalam keadaan ini, biasanya sebelum mengalami muntah darah bayi akan rewel, berat badan sulit naik, dan menolak ketika hendak diberi minum.

Penyebab kerongkongan lainnya yang menyebabkan muntah darah yaitu pembuluh darah yang terdapat di kerongkongan pecah. Ini merupakan penyakit yang serius. Kelainan yang terdapat pada hati dan pembuluh darah akan menyebabkan pembuluh darah melebar pada pembuluh darah vena yang terdapat di kerongkongan. Jika varises semakin melebar, maka dindingnya akan semakin menipis, gesekan yang terjadi dengan makanan akan membuatnya pecah, sehingga dengan begitu darah akan keluar dan dimuntahkan kembali.

Kesimpulannya, ketika muntah darah terjadi, baik itu pada orang dewasa atau pada bayi, segerlah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut, terlebih lagi jika disertai dengan gejala-gejala lainnya yang membahayakan.

Itulah penjelasan mengenai muntah darah, penyebab dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.