data-ad-format="auto"

Molluscum Contagiosum, Kutil Berkelompok Pemicu Penyakit Kulit

Kulit anak sangat sensitif sehingga mudah terserang berbagai jenis penyakit kulit. Penyakit kulit pada anak dimulai dari bentol hingga penyakit kulit yang parah. Infeksi kulit pada anak kebanyakan disebabkan kareba kebersihan anak yang kurang dijaga. Diantara masalah kulit yang timbul pada anak adalah bentol yang berkelompok. Pada awalnya tidak menimbulkan masalah pada kulit anak akan tetapi apabila dibiarkan akan menyebabkan ganguan kesehatan pada kulit anak. ( Baca : Impetigo, Penyakit Kulit Menular Pada Anak )

Anak seringkali mengalami bintil merah yang menyerupai mutiara berwarna coklat muda pada bagian kulit. Pada anak bintil terebut berjumlah banyak dan sering kali berkelompok berbentuk kubah, tubuh anak yang seringkali diserang adalah bagian dada dan punggung. Apabila dipencet maka seringkali mengeluarkan cairan yang berwarna putih kekuningan bertekstur seperti nasi. Ini merupakan gangguan kulit pada anak yang disebut Molluscum Contagiosum.
Pada artikel kali ini akan membahas penyakit kulit kutil berkelompok atau istilah medisnya adalah Molluscum Contagiosum. Apa tanda anak diserang Molluscum Contagiosum dan apakah Molluscum Contagiosum akan membahayakan? Selain itu penyebab dan cara pencegahan yang harus dilakukan agar anak terhindar dari bakteri penyebab Molluscum Contagiosum.

Bagaimana Tanda Anak Terserang Molluscum Contagiosum?

Penyakit kulit Molluscum Contagiosum merupakan penyakit kulit yang rentan menyerang anak. Seperti namanya contagius atau menular maka sangat mudah sekali menular dari penderita ke anak lainnya. Penyebab terjadinya kutil berkelompok adalah kuman poxvirus yang menyerang anak usia 2-5 tahun. Meskipun demikian orang dewasa dapat terserang penyakit ini. Kuman ini akan menular ketika bersentuhan dengan kutil tersebut dan terjadi kontak dengan anak.

Pada anak yang mengalami masalah kulit Molluscum Contagiosum, maka ditandai dengan :

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

  1. Kutil berkelompok yang berbintil seperti mutiara berwarna coklat pada bagian tubuh anak
  2. Bintil bintil pada bagian tubuh (umumnya dada atau punggung anak) berkelompok
  3. Apabila dipencet akan keluar isi yang menyerupai nasi putih kekuningan
  4. Mudah terinfeki apabila luka pada bagian bintil dan meninggalkan bekas.

Apakah Bahaya Anak yang Terserang Molluscum Contagiosum?

Molluscum contagiosum merupakan ruam kulit yang umum terjadi pada anak-anak. Meskipun ruam kulit akan hilang dengan sendirinya akan tetapi apabila dibiarkan akan memicu terjadinya penyakit kulit yang serius. Molluscum contagiosum merupakan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang mengakibatkan ruam kulit ringan pada anak. Pada ruam akan tampak benjolan atau moluska yang berwarna merah muda atau putih.

Meskipun tidak akan membuat sakit akan tetapi akan menimbulkan gatal dan iritasi pada anak yang mengalaminya. Bahkan apabila kelompok kutil ini tergores atau robek maka akan menyebabkan infeksi lebih lanjut. Apabila tidak kunjung sembuh maka akan memicu terjadinya kasus eksim yang berkembang menjadi luka dan akibatnya terjadi infeksi bakteri sekunder.

Pada anak yang mengalami molluscum contagiosum akan hilang tanpa terjangkit lagi kecuali pada anak reinfected. Perawatan yang dilakukan adalah dengan membuang kelompok kutil walaupun pada umumnya sulit melihat gundukan kutil karena muncul hilang sehingga membentuk gundukan autoinoculation. Apabila gundukan telah terobati penyebaran dapat dikurangi sehingga tidak mengganggu kenyamanan anak.

Apa penyebab utama molluscum contagiosum pada anak?

Penyebab utama dari molluscum contagiosum adalah virus kulit atau terkadang pada membaran mukosa yang menjangkit penderita. Jenis molluscum contagiosum yang menjangkit manusia adalah poxvirus. Infeksi ini menyerang anak-anak dan mempengaruhi daerah kulit yang paling umum terjangkit adalah bagian lengan, badan dan kaki.

Penyebaran virus molluscum contagiosum melalui kontak langsung ataupun melalui kontak langsung dengan penderita. Penyebaran dapat terjadi dari kulit ke kulit yaitu melalui kontak seksual ataupun terjadi karena menyentuh kutil kelompok tersebut kemudian menyentuh kulit.
Selain itu benda benda yang digunakan oleh anak yang menderita molluscum contagiosum akan mudah menyebarkan virus. Beberapa benda yang akan menyebarkan yaitu handuk yang akan mengakibatkan infeksi pada penderita baru. Adapun  proses pemulihan anak yang mengalami penyakit ini berbeda beda, ada yang lebih cepat dikarenakan menggunakan penanganan adapula yang membutuhkan waktu yang lama hingga 6 bulan.

Bagaimana Cara Pencegahan dan Pengobatan molluscum contagiosum?

Pada anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh normal maka akan sembuh tanpa perawatan khusus. Meskipun demikian apabila dibiarkan akan membuat ketidaknyamanan hingga bertahun tahun bahkan mungkin akan mengalami waktu yang lama apabila sistem kekebalan tubuh anak mengalami masalah. Pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada area tubuh yang terkena kutil berkelompok dan juga jumlah luka.

Meskipun dapat sembuh sendiri akan tetapi alasan secara medis untuk disembuhkan berdasarkan, alasan :

  1. Terjadinya pendarahan
  2. Mengalami infeksi sekunder
  3. Anak mengalami ketidaknyamanan
  4. Menimbulkan beka luka pada anak
  5. Resiko munculnya peradangan pada mata

Pengobatan yang dapat dilakukan bagi anak penderita kutil berkelompok :

  1. Cryotherapy, cara ini dengan membunuh sel yang terinfeksi dengan memberikan tekanan udara menggunakan spray yaitu prosedur tanpa rasa sakit. Infeksi sel akan berkurang dengan menggunakan metode ini.
  2. Penggosokan, ini merupakan metode yang harus dilakukan dengan cermat. Gundukan akan digosok dengan menggunakan betadine selama 5 menit dilakukan setiap hari hingga luka menghilang.
  3. Menggunakan pemberian zat atringents yang akan menghancurkan lapisan kulit.
  4. Masih banyak yang dapat dilakukan dalam pengobatan kutil berkelompok diantaranya adalah dengan menggunakan terapi laser, perawatan sistematik, pemberian cantharindin dan penerapan duct tape hingga gundukan mengeras dan sembuh.

Perawatan alami pada anak memang sangat diperlukan untuk mencegah penyakit kulit pada anak, diantaranya :

1. Mencuci Baju Anak sebelum digunakan

Ketika membeli baju yang baru, usahakan tidak langsung digunakan pada anak melainkan di cuci terlebih dahulu. Pastikan menggunakan deterjen anti kuman sehingga dapat menghindari dari kuman yang menempel.

2. Gunakan kain lembut

Ketika merawat kulit bayi usahakan menggunakan tisyu bayi sehingga tidak mengiritasi dan membuat kulit anak anda menjadi kering. Anda dapat merawat kulit anak dengan menempelkan kain pada kulit secara pelan pelan tidak menggosok bagian kulit.

3. Menjaga kebersihan

Menjaga kebersihan tangan dan kaki sangat diperlukan. Apalagi pada anak usia prasekolah dan sekolah yang sering menghabiskan waktu bermain di lingkungan dan bersosialisai dengan teman temannya. Mencuci tangan dan kaki sangat dianjurkan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh.

4. Memiliki Peralatan Pribadi

Biasakan untuk memiliki peralatan pribadi seperti handuk dan pemotong kuku pribadi. Ini untuk menghindari kontak dari penderita penyakit kulit ke anak yang sehat. Dengan memiliki peralatan pribadi akan mengurangi resiko terjadinya penyebaran penyakit kulit pada anak.