Metode Baru Perkenalkan MPASI Pada Bayi dengan Baby Led Weaning, Coba Terapkan Yuk Bun!

Bunda senang rasanya ya saat banyak perubahan dan hal baru terjadi dengan si buah hati.

Hal-hal ini seringkali menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Menjadi saksi sekaligus pendamping si buah hati dalam tumbuh kembangnya, tentu menjadi hal yang menyenangkan dan mendebarkan. Betapa tidak, rasanya hampir setiap saat bunda dikejutkan dengan perubahan dan tumbuh kembang si kecil yang semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal inilah yang membuat ikatan orangtua bersama dengan si buah hati semakin erat dan tak terpisahkan.

Sejak dilahirkan ke dunia, si kecil terus bertumbuh menjadi seorang bayi lucu dengan segudang kemampuan yang akan siap dieksplor seiring dengan tumbuh besarnya yang begitu cepat. Bila sewaktu masih bayi gizi dan nutirisi yang diperlukan oleh si kecil hanya diperolehnya dari ASI, saat usianya udah cukup besar dan cukup siap, maka makanan pendamping ASI akan dapat ibu berikan pada mereka.

Ya, momen memberikan makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya pada si buah hati, seringkali menjadi momen yang ditunggu dan begitu menggembirakan. Tak sedikit demi menyambut momen ini sebagian orangtua atau bunda bahkan telah mempersiapkan beberapa hari atau satu pekan sebelumnya dengan memilih jenis makanan apa yang akan diberikan pada si buah hati. Mulai dari memilih biskuit, buah-buahan sampai dengan cemilan yang akan dinikmati oleh si buah hati.

Semua hal tersebut tentunya dilakukan semata agar lidah si kecil bisa dimanjakan dengan hidangan yang enak dan cocok untuk perutnya yang masih begitu sensitif.

Meski sebagian ibu sudah paham betul kapan waktu yang tepat memperkenalkan bayi pada makanan pendamping ASI atau MPASI, namun tidak sedikit ibu yang masih kebingungan kapan seharusnya memberikan makanan tersebut pada bayinya, terutama untuk ibu baru yang masih minim dalam hal pengalaman.

Selain itu, kekhawatiran mereka dalam memberikan jenis makanan bayi seringkali menjadi pertanyaan besar yang cukup banyak dihadapi. Nah, untuk mengetahui kapan waktu yang cukup untuk memperkenalkan buah hati pada makanan pendamping ASI atau MPASI, maka kita simak penjelasan dibawah ini.


Kapan Sebaiknya Memperkenalkan Anak MPASI

Banyak orangtua yang merasa khawatir dan tidak percaya diri sewaktu memberikan makanan pendamping pada buah hatinya. Hal ini dikarenakan mereka belum merasa cukup yakin kapan waktu terbaik seharusnya memberikan makanan pada untuk buah hati mereka.

Bila bayi anda sudah memasuki usia 6 bulan, maka bunda sudah bisa bersiap-siap memperkenalkan makanan pendamping ASI pada si kecil. Lantas mengapa harus di usia 6 bulan?

Pada usia tersebut, sistem pencernaan pada bayi sudah lebih siap menerima asupan makanan lain selain susu dari ibunya. Sebaliknya, pemberian makanan lain sebelum si bayi menginjak usia tersebut, maka akan membebani sistem pencernaan bayi yang dituntut untuk bekerja lebih berat dalam mengolah makanan padat yang ibu berikan.

Memang betul, tidak semua bayi memiliki kesiapan sistem pencernaan untuk mengolah berbagai jenis makanan. Maka demikian, usia 6 bulan sebenarnya bukanlah patokan yang baku. Bunda dapat mengenal beberapa tanda pada si kecil apakah ia sudah siap menerima MPASI atau belum. Nah, untuk lebih jelasnya berikut ini adalah tanda yang umum pada bayi yang dapat dijumpai apabila mereka telah siap mendapatkan makanan pendamping ASI (Artikel terkait: Makanan Bayi 6 Bulan).


Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

  • Ketika Bayi Suda Mulai Dapat Menegakan Kepalanya

Pada umumya, kondisi seperti ini sudah mulai dapat dikuasai oleh bayi pada usia 4-5 bulan. Leher bayi sudah mulai menjadi lebih kuat dan mampu menegakkan kepalanya sendiri. Hal ini penting menjadi pertimbangan dalam hal kesiapannya mendapatkan makanan pendamping ASI, karena lehernya yang lurus akan memudahkannya pada saat menelan makanan.

Sebaliknya, apabila bunda belum mendapati si kecil mampu menegakan kepalanya sendiri dengan baik, sebaiknya niatan memberikan MPASI ditunda terlebih dahulu demi keselamatan dan kesehatannya.

  • Bayi Sudah Mampu Membuka Mulutnya Lebar-Lebar Saat Diberikan Sendok

Tanda lain yang juga bisa menjadi ciri bahwa bayi anda telah siap menerima MPASI adalah ketertarikannya pada saat diberikan sendok. Bila ia membuka mulutnya lebar-lebar, ini mungkin bisa menjadi pertanda bahwa si kecil telah siap mendapatkan makanan pendampingnya. Bayi dengan usia 6 bulan biasanya sudah mulai bertingkah seperti ia ingin mengikuti apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Karena seringkali melihat kedua orangtua atau orang-orang sekitarnya makan dengan menggunakan sendok, maka ketertarikannya untuk melakukan hal yang serupa akan timbul pada si bayi.

  • Bayi Sudah Mampu Duduk di High Chair

High chair atau kursi khusus yang digunakan anak bayi sewaktu makan, bisa dijadikan tanda guna mempertimbangkan kesiapan bayi untuk diberikan MPASI. Sejak pertama ia diperkenalkan pada makanan pendampingnya, ia harus dibiasakan makan sambil duduk dan berada di lingkungan meja makan. Inilah tahap paling awal dalam mendidik anak untuk bisa makan bersama-sama dengan keluarga dalam satu meja makan yang sama.

Untuk itulah, hindari menyuapi buah hati di baby walker atau di tempat lainnya yang tidak memungkinkan si bayi bisa duduk dengan tegak. Bila bunda terbiasa melakukan hal ini, maka akan sulit nantinya untuk mendisiplinkan si buah hati bisa duduk bersama dengan anda dan keluarga.

  • Bayi Mulai Tertarik dengan Makanan yang Kita Konsumsi

Bayi yang sudah siap dengan makanan pendamping selain ASI yang diberikan oleh ibunya akan mulai menunjukan ketertarikannya dengan apa yang kita konsumsi. Ketika orang dewasa makan, maka akan terlihat perhatian si kecil yang mulai teralihkan pada orang tersebut. Ia akan memandangi suapan demi suapan saat orang dewasa makan. Bahkan bayi mungkin menunjukan sikap cemburu dengan merengek meminta mencicipi makanan yang kita makan.

  • Adanya Perubahan Pola Makan dan Pola Tidur

Bayi yang telah siap menerima MPASI umumnya akan membutuhkan makanan dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sebelumnya, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap pola makan dan juga pola tidurnya yang berbeda dari biasanya.

Misalkan, ia menjadi lebih banyak meminum susu dibandingkan dengan biasanya. Bila biasanya dalam sehari ia bisa meminum 5 kali dan sekali minum bisa menghabiskan 120 ml, namun pada saat ini jumlahnya menjadi lebih banyak, maka bisa jadi ia sudah mulai siap untuk menerima MPASI.

Nah, itulah dia beberapa tanda yang bisa jadi mengindikasikan bahwa si kecil sudah mulai membutuhkan MPASI. Pemberian makanan ini penting diberikan pada si buah hati dan sebaiknya lakukan dengan cermat dan hati-hati.


Mengenal Baby Led Weaning

Dalam hal memberikan makanan pendamping ASI pada si buah hati, saat ini tengah marak dan menjadi begitu populer mengenai metode yang diberikan pada si bayi. Adalah Baby Led Weaning (BLW) yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk sebagian bunda atau mungkin anda sudah pernah mendengar istilah yang satu ini.

Metode memperkenalkan MPASI pada bayi ini telah dicetuskan oleh Gill Rapley dalam bukunya yang berjudul sama. Pada intinya metode ini adalah sebuah metode yang memungkin bayi untuk dapat makan sendiri.

Nah, bila anda baru saja memiliki seorang bayi dirumah dan belum terlalu berpengalaman dalam hal mendidik dan mengurus seorang bayi, anda mungkin akan sedikit terkendala pada saat hendak menerapkan metode yang satu ini karena rasa tak tega dan tak kuasa membiarkan malaikat mungil anda melakukan kegiatan makannya seorang diri sementara anda bisa dengan mudah dan senang hati membantunya.

Belum lagi, pengalaman yang begitu minum tentu akan membuat ibu merasa tak kuasa membiarkan si kecil mengunyah makanan padat 'secepat' itu.

Padahal pada aturannya, usia anak yang sudah menginjak 6 bulan, sudah cukup memungkinkannya untuk dapat mencoba makanan yang lebih padat selain daripada air susu yang selama ini didapatnya dari sang ibu. Sebab anak-anak pada usia ini sudah sangat membutuhkan makanan dengan kandungan gizi yang lebih besar dengan rasa yang lebih enak.

Untuk itulah, sudah saatnya ibu memberikan makanan pendamping ASI pada si kecil dan menerapkan metode Baby Led Weaning padanya.


Lantas Apa Itu Baby Led Weaning?

Istilah Baby Led Weaning (BLW) mungkin sudah tidak terlalu asing bagi para bunda yang tinggal diperkotaan dan menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri. Lewat metode ini, si bayi diarahkan untuk dapat mengambil dan memakan sendiri makanannya. Pada intinya tidak ada puree, bubur dan sejenisnya serta tidak ada pula metode suap-suapan dengan menggunakan sendok dalam metode ini. Melainkan si bayi diberikan makanan finger food dan dibiarkan menyantap makanannya sendiri.

Dengan begini, selain si anak akan dapat mencicipi sendiri macam-macam makanan yang ia pilih, si kecil pun memiliki semangat untuk mencoba banyak makanan sehat. Adapun jenis makanan yang cocok untuk metode Baby Led Weaning adalah finger food, yakni makanan apapun yang bisa 'dicomot' oleh tangannya yang mungil.

BLW adalah metode memperkenalkan pada bayi makanan padat dan menekankan anak untuk mengunyah sendiri makanan yang agak padat. Daripada menggunakan cara tradisioal dengan menyuapi si kecil lewat sendok. Kebanyakan orangtua menemukan bahwa di usia 6 bulan, bayi sudah mampu meraih makanan mereka pada waktu makan dan bahkan meniru mengunyah. Bahkan dengan menerapkan metode ini, si kecil pun akan lebih bersemangat untuk makan sendiri apabila ia melihat piring dan makanan kesukaanya berada dihadapannya.

Pendekatan BLW bisa dilakukan dengan mengatakan "Silahkan, makanlah sayang!" Menawarkan makanan pada si bayi dengan menempatkannya tepat dihadapan si kecil, diatas nampan high chairnya dan dibuat dalam potongan yang kecil agar memudahkan ia mencerna makanan tersebut.

Para ahli mengatakan bahwa metode ini amat baik diterapkan pada si kecil dan memberikan bayi kontrol dari proses makan akan melibatkan indera dan meningkatkan pengalaman mereka.

Sementara itu bayi yang disuapi cenderung akan makan sampai ia selesai. Berbeda dengan pendekatan BLW dimana metode ini akan memungkinkan si anak untuk memutuskan kapan ia kenyang. Kesadaran penuh ini akan dapat dikatakan mampu memberikan anak pendekatan yang jauh lebih bahagia dan sehat dalam hal memilih makanan di kemudian hari daripada saat mereka disuapi.

Selain itu, langkah yang satu ini tentu akan menghindarkan anak dari resiko obesitas pada saat anak beranjak lebih besar. Membiarkan anak untuk mengatur makan mereka sendiri dan tidak menekan mereka untuk makan lebih banyak dari jumlah yang mereka butuhkan adalah hal yang amat penting dalam mendorong si buah hati untuk mengembangkan pola makan yang sehat untuknya.

Akan tetapi, tidak mudah memang menerapkan metode ini pada bayi dan mungkin anda pun tidak bisa mengharapkan terlalu besar jika anak anda akan mampu menguasai kemampuan makan sendiri dengan begitu cepat. Resiko yang anda dapatkan dari membiarkan anak menyantap makanannya sendiri selain dari kondisi yang berantakan, diantaranya adalah ketakutan bila si buah hati tersedak dengan makanan yang ia konsumsi. Akan tetapi, mari kita hadapi ketakutan tersebut.

Menyerahkan makanan pada bayi memang adalah prospek yang menakutkan sekaligus menjadi kekhawatiran yang besar untuk kita para orangtua. Akan tetapi sebuah studi mengungkapkan, bahwa metode Baby Led Weaning sebenarnya lebih aman, karena metode ini difungsikan guna mengajarkan si buah hati untuk mengunyah makanan yang baru dengan tekstur agak padat dengan tepat dan tehnik menelan adalah hal yang diperhatikan dalam hal ini. Dimana metode ini tentunya jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya menggunakan pendekatan makan dengan menggunakan sendok.


Pada saat diberikan bubur, bayi diajarkan untuk menghisap makanannya langsung dari sendok, kemudian belajar untuk menelan makanan tersebut. Akan tetapi, pada tehnik BLW si bayi akan diajarkan bagaimana menguyah makanan pertama yang ia cicipi, yang secara alami bergerak kebagian belakang tenggorokannya untuk kemudian ia telan dengan perlahan.

Bayi yang mendapatkan pelajaran BLW memberikan orangtua kontrol penuh dari apa yang mereka makan dan membatasi ketergantungan dan pengawet yang umum dtemukan pada makanan instan. Bukan hanya itu, metode pengenalan makanan pendamping ASI ini memungkin si kecil untuk mendapatkan berbagai variasi makanan yang tidak diawetkan atau dihaluskan.

Jika metode BLW memberikan manfaat yang besar untuk bayi, tidak sama halnya dengan orangtua yang akan cukup kerepotan dan mungkin anda akan stres dibuatnya. Apalagi metode ini akan membuat makanan yang anda sajikan pada si kecil cenderung membuat ruangan menjadi berantakan. Akan tetapi demi perkembangan anak, apa sih yang tidak kita lakukan sebagai orangtua, betul kan bun?

Pada tahapan awal menerapkan metode ini pada bayi, bunda mungkin akan mendapati meja menjadi berantakan dan makanan berserakan dimana-mana. Selain itu, saat menyantap makanan, si kecil akan mungkin terlihat kotor dengan noda makanan yang menempel pada baju dan juga wajahnya.

Hal ini tentunya wajar, mengingat si kecil belum paham betul bagaimana makan dengan cara yang baik dan tertata. Namun disinilah, momennya belajar perlahan namun pasti bunda akan dapat mengarahkan mereka untuk makan dengan lebih baik.

Selain itu, kotoran dan kondisi yang berantakan akan perlahan membuat bunda terbiasa dengan kondisi ini sehingga pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu bunda akan menemukan solusi sendiri bagaimana mengatasi kondisi tersebut. Seperti misalkan memberikan alas pada tempat makan si kecil atau memberikannya serbet dari kain untuk ditempelkan pada bajunya agar seselesainya ia makan, maka bunda bisa mencabut kain tersebut dan membersihkan wajah si kecil sehingga ia bisa kembali bersih.