data-ad-format="auto"

Menstruasi (Polimenorea) Bisa Mengakibatkan Gangguan Terhadap Kesuburan

Siklus menstruasi bukan suatu yang asing untuk anda, wanita. Akan tetapi terkadang siklus menstruasi  setiap bulannya membuat anda merasa terganggu, seperti adanya PMS. Meskipun gejala PMS normal dialami oleh wanita, akan tetapi tau kah anda . Bahwa ternyata ada gangguan lain selain gejala PMS yang ditimbulkan saat menstruasi. Anda mengalami menstruasi yang sering bahkan hingga jumlahnya banyak ?

Cari tahu sekarang, apakah itu merupakan polimenorea?

Polimenorea adalah gangguan saat menstruasi . Ditandai dengan adanya ciri-ciri yang dapat dideteksi secara dini yaitu adanya cairan darah yang keluar lebih biasa dari biasanya. Penderita gangguan menstruasi jenis ini akan membutuhkan pembalut lebih dari 5 pembalut setiap harinya, ini merupakan hal yang tidak wajar . Adanya siklus pendek dapat ditimbulkan oleh beberapa kemungkinan seperti proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium yang mengalami siklus pendek. Pada banyak kasus ditemukan adanya pemendekan stadium proliferasi.

Penyebabnya dapat terjadi karena adanya disfungsi ovarium daat terjadi klimakterium, pubertas atau adanya penyakit kronik. Hal yang umum dalam gangguan menstruasi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara hormon yang mengatur siklus menstruasi. Penyebab adanya ketidakseimbangan hormon bisa diakibatkan anda sedang berada tahun ke 3-5 tahun menstruasi pertama, anda akan memasuki menopause, adanya masalah dengan indung telur, sedang mengalami depresi ,mengalami penurunan berat badan berlebih dan pemakaian obat-obatan yang spesifik. Meskipun tidak menutup kemungkinan adanya kondisi medis. Volume darah yang keluar dapat ditentukan oleh lebarnya pembukuh darah, banyak pembuluh darah yang terbuka dan tekanan intravaskular.

Pada beberapa kasus , polimenore bersifat sementara dan akan sembuh sendirinya. Akan tetapi jika berlangsung terus menerus maka diperlukan konsultasi dengan dokter.  Dokter akan melakukan uji laboratorium yaitu dengan adanya pemeriksaan estrogen, progesteron. Apabila mengalami gangguan di luar faktor hormonal maka akan dilakukan pap smear untuk mengetahui gangguan di mulut rahim. Sehingga penebalan endometrium akan diamati perkembangannya melalui USG. Apabila terus dibiarkan sementara terus berlangsung keluarnya cairan darah sehingga mengakibatkan gangguan kesuburan karena adanya gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan proses pelepasan telur. Tidak menutup kemungkinan akan sulit mendapatkan keturunan. Pendarahan yang berlebihan juga dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia). Tidak saja wanita dewasa akan tetapi juga remaja putri berpeluang untuk mengalami gangguan menstruasi ,polimenora.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Penderita polimenorea dapat diobati dengan menggunakan terapi untuk mengontrol pendarahan, untuk menghindari pendarahan yang berulang-ulang, menghindari komplikasi dan menstabilkan keseimbangan zat besi. Selain itu terapi ditujukan untuk melindungi kesuburan . Terapi tergantung pada usia, resiko kesehatan dan pilihan kontrasepsi.

Anda disarankan untuk berhati-hati dengan adanya gejala yang ditandai dengan siklus yang pendek pada menstruasi .  Menurut dr Tika pengobatan pada situs yahoo.com mengungkapkan polimenorea akan mempengaruhi kesuburan . Dengan kata lain adanya polimenorea ini merupakan gangguan struktur anatomi organ yang dapat terjadi karena pengaruh hormonal. Jika ditemukan endometrium yang tidak baik maka akan menyebabkan sulitnya kehamilan. Mengingat gangguan ini akan mengganggu kesuburan maka segera konsultasikan ke dokter anda untuk segera mendapatkan solusi dan obat yang tepat, yang dapat membantu anda mengatasi masalah gangguan menstruasi . Dengan demikian untuk anda wanita menjaga kehidupan sehat dan membiasan diri untuk berolahraga rutin merupakan salah satu cara menghindari diri dari beberapa gangguan yang mungkin terjadi pada anda.