Memenuhi Gizi Selama Kehamilan

Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan standard kebutuhan dasar nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).

Seiring waktu dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum dapat mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh.

Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA), terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga dapat membantu pencegahan penyakit kronis. Apabila penggunaan komposisi dan jumlah yang tepat maka akan menghasilkan Level optimal.

Nutrisi menjadi pengobatan yang komplementer sehingga membantu dalam efektifitas dari pengobatan sehingga pada saat bersamaan dapat mengatasi efek samping bagi pasien. Karena itu, nutrisi atau gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.


Video Minggu Ini
Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak.

Video courtesy of Bebeclub.


Adapun kebutuhan nutrisi pada ibu hamil merupakan sumber makanan yang diperlukan mengandung fosfor, zat kapur, zat besi, protein, yodium, dan vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan vitamin B6 yang harus menjadi perhatian dan dikonsumsi oleh ibu hamil sehari-hari selama kehamilannya agar perkembangan, pertumbuhan, dan kesehatan ibu dan janinnya sehat dan optimal.

Adapun tujuan pemberian nutrisi pada ibu hamil, yaitu:

  • Memenuhi kebutuhan ibu dan bayi dalam kandungannya
  • Membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin
  • Mengurangi komplikasi dan resiko (perdarahan post partum)
  • Mencegah terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) dan berat badan lahir sangat rendah pada janin
  • Menghindari dan mencegah terjadinya infeksi pada waktu persalinan
  • Sebagai sumber tenaga bagi ibu dan janinnya.

Manfaat Nutrisi Untuk Ibu Hamil

Sebagaimana yang telah kita ketahui, nutrisi untuk para ibu yang sedang hamil jelas berbeda. Nutrisi ibu hamil juga berbeda untuk setiap usia kandungan, tetapi sebagian besar dari kita menganggap bahwa kebutuhan nutrisi ibu hamil selalu sama dalam semua usia kandungan.

Bukan hanya itu, konsumsi makanan ibu hamil juga harus disesuaikan dengan asupan gizi yang dibutuhkan oleh calon buah hati yang masih berada di dalam kandungan. Ibu yang sedang hamil memiliki kebutuhan nutrisi khusus karena berhubungan dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin yang masih berada dalam kandungan. Pada saat trisemester kedua kehamilan pertumbuhan janin berkembang pesat oleh karena itu ibu hamil membutuhkan sumber makanan yang memberikan gizi optimal untuk kehamilan.

Bagi ibu hamil asupan yang penting untuk dikonsumsi adalah vitamin dan mineral karena sangat dibutuhkan untuk kesehatan janin bayi. Selain itu protein juga merupakan salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh ibu hamil. Protein memiliki peran yang sangat besar dalam memproduksi sel-sel darah. Selain protein, karbohidrat adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk kebutuhan energi sehari-hari.

Selain protein, lemak juga merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, lemak berfungsi sebagai cadangan energi bagi tubuh. Ketika seorang wanita sedang hamil, dia akan membutuhkan banyak sekali energi. Lemak membantu menyediakan energi cadangan agar mengurangi kelelahan.

Beberapa vitamin juga sangat diperlukan untuk wanita yang sedang hamil. Vitamin B6 dapat membentuk antibody, sel darah merah dan neurotrasmiter, Vitamin A memberikan manfaat untuk pemeliharaan kulit dan juga pertumbuhan tulang, meskipun demikian penggunaanya tidak berlebihan karena akab berakibat pada gangguan pada embrio. Vitamin C dan Vitamin D juga merupakan nutrisi ibu hamil. Vitamin C membantu memudahkan penyerapan zat besi sedang Vitamin D bermanfaat untuk pembentukan tulang karena membantu proses penyerapan kalsium,Vitamin E sangat bagus untuk kesuburan, kelembaban kulit dan penguat rahim, dan vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Ibu hamil juga sangat membutuhkan kalsium karena kalsium sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bayi. Zat besi juga merupakan unsur penting bagi nutrisi ibu hamil. Zat besi sangat penting dalam produksi sel-sel darah merah serta untuk mencegah anemia. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, asam folik sangat dibutuhkan ibu hamil karena apabila selama kehamilan ibu kekurangan asam folik maka akan meningkatkan resiko mengalami keguguran bahkan hingga mengalami kerusakan pada janin. (Artikel lainnya: Tanda mau melahirkan)

Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil

Makanan sebagai sumber nutrisi pada ibu hamil adalah makanan yang mengandung :

  1. Protein : Susu, keju, daging, biji-bijian, kacang-kacangan.
  2. Zat kapur : Semua makanan yang terbuat dari susu
  3. Fosfor : Susu, keju, kacang dan daging
  4. Zat besi : Hati, daging, telur, beras utuh, sayuran, kacang-kacangan, buah
  5. Lodium : Garam yodium
  6. Vitamin : Vitamin B6, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin K

Makanan yang harus dihindari

Berikut adalah makanan yang terkontaminasi mikroorganisme yang harus dihindari ibu hamil :

  1. Listeria (menyebabkan keguguran atau keracunan darah).
  2. Bakteri E. Coli (Dapat merusak usus dan ginjal).
  3. Salmonella dan Toksoplasma(Sebaiknya tidak mengkonsumsi telur dan daging dalam bentuk mentah).

Akibat kekurangan nutrisi

1. Bagi ibu hamil :

  • Anemia.
  • Perdarahan post partum.
  • Berat badan tidak bertambah secara normal.
  • Infeksi post partum.

2. Bagi janin :

  • Menyebabkan kematian neonatal.
  • Mengalami cacat bawaan (kebutaan).
  • Mengalami BBLR (berat badan lahir rendah).
  • Mengalami BBLRSR (berat badan lahir sangat rendah).
  • Mengalami KEP (kekurangan energi protein).
  • Menyebabkan Bayi Prematur.

Kesimpulan

Kehamilan adalah suatu kejadian yang hampir selalu di tunggu-tunggu. Saat inipun ibu pada umumnya sudah mengerti bagaimana seharusnya ibu lebih menjaga kondisi tubuh demi untuk kelancaran kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan. Jika sebelumnya ibu makan hanya untuk dirinya sendiri, kini ibu harus mencukupi kebutuhan gizinya untuk janinnya pula. Pada kehamilan yang sehat normalnya, ibu akan mengalami peningkatan berat badan pada saat kehamilan. Kenaikan berat badan yang optimal akan berdampak baik pada kehamilan maupun persalinan kelak.

Makanan dengan gizi yang seimbang dapat di peroleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebgai zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang mnghasilkan kalori, karbohidrat dapat di peroleh dari umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat di peroleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai zat pengatur, vitamin dan mineral dapat di peroleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran.