data-ad-format="auto"

Lakukan Hal Ini agar Anak Terhindar dari Penyakit Pencernaan

Pernahkah Anda membandingkan antara jumlah penjaja makanan di sekolah dasar dengan penjaja makanan kecil di daerah perkantoran? Pastilah jumlah penjual jajanan akan menjamur di sekitar sekolah dasar. Mengapa demikian? Anak-anak belum memiliki kontrol diri untuk tidak membeli jajanan. Terutama bila mereka melihat jajanan dengan warna yang mencolok dan rasa yang menusuk lidah. Selain itu, anak biasanya akan tergiur dengan harganya yang murah tanpa mengetahui apakah jajanan tersebut aman untuk dikonsumsi atau tidak. Beberapa pedagang nakal kemudian mengambil kesempatan ini untuk menjajakan jajanan yang sudah dicampur dengan bahan-bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet berbahaya, atau pemanis buatan.

Orang tua dapat membantu anak untuk dapat mengontrol kebiasaan mereka untuk jajan sembarangan. Salah satu caranya adalah dengan membekali mereka makanan dari rumah. Terdenger kuno? Tunggu dulu. Cara yang satu ini memang terdengar ketinggalan jaman, namun untuk urusan keefektifannya, jangan ditanya lagi. Membekali anak dengan masakan dari rumah akan merubah pola pikir dan gaya hidup anak. Dengan membiasakan untuk membekali anak dengan makanan buatan sendiri akan menstimulasi anak menjadi lebih teratur, disiplin, dan pandai. Hal ini dikarenakan kandungan gizi yang terkandung dalam makanan buatan sendiri lebih banyak. Begitu pula dengan kehigienisannya. Makanan yang disuguhkan tidak harus mahal. Yang terpenting adalah kandungan gizi yang lengkap dan seimbang, serta harus bersih dan sehat.

Selain kandungan gizi yang lengkap dan berimbang, makanan buatan sendiri harus dapat memenuhi standar-standar keamanan pangan. Berikut adalah lima aturan keamanan pangan berdasarkan data yang diperoleh dari Tim Surveilan BPOM:

1. Gunakan bahan makanan yang minim bahan kimia

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Untuk mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi, tentulah bahan yang digunakan harus yang aman dan tidak mengandung racun. Bahan kimia dalam bahan makanan seperti pengawet dan pestisida mengandung bahan berbahaya yang nantinya akan merusak sistem kerja sistem pencernaan maupun organ tubuh lainnya. Bahan-bahan berbahaya ini memang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Namun, ada cara mudah untuk mengenalinya. Lihat tingkat kecerahan warnanya. Bila bahan makanan tersebut warnanya mencolok, bisa dipastikan bahan tersebut mengandung zat berbahaya karena mengandung pewarna buatan.

2. Jeli dalam memilih jajanan

Secara naluriah, anak akan tergoda untuk mencoba hal baru. Anda harus bijak dalam menyikapinya. Belilah jajanan sekali-sekali. Ajarkan pada anak untuk memilih jajanan mana yang layak dikonsumsi dan mana yang tidak. Tanamkan pula tentang kebersihan makanan pada anak.

3. Jangan asal membeli makanan

Ketika membeli suatu makanan, lihat juga labelnya. Teliti apakan makanan yang akan dibeli mengandung zat berbahaya atau tidak. Beberapa pihak akan menggunakan istilah lain untuk mengaburkan kandungan zat berbahaya, jadi waspadalah. Lihat pula tanggal pembuatan dan kadaluarsanya.

4. Teliti kebersihannya

Ajarkan perilaku hidup sehat pada anak. Mulailah dengan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan setelah makan. Tanamkan pula untuk menggunakan alat makan yang bersih dan sehat.

5. Laporkan pada BPOM

Ketika Anda menemukan makanan yang sudah kadaluarsa ataupun mengandung zat berbahaya, catat mereknya dan kemudian laporkan pada BPOM. Hal ini akan membawa dampak besar karena penarikan produk sejenis dari pasaran akan meminimalisir jatuhnya korban.

Loading...

Follow us