Kondisi Psikologis Saat Bed Rest

Wanita yang sedang hamil biasanya di biarkan untuk tetap beraktifitas seperti biasanya pada masa kehamilan. Namun beberapa wanita hamil juga ada yang disarankan, bahkan ada yang sampai diharuskan menjalani bed rest dalam masa kehamilan tertentu. Kegiatan bed rest yang dilakukan di rumah sakit maupun di rumah di haruskan memiliki pengawasan yang ketat dari petugas rumah sakit maupun orang-orang terdekat. Bed rest pada awal, akhir ataupun yang dilakukan selama kehamilan, memiliki tujuan sama ialah agar dapat membantu ada dalam menjaga kesehatan anda dan juga kesehatan kandungan anda. Umumnya kondisi kesehatan ini yang menjadikan alasan wanita hamil harus menjalankan bed rest ialah diabetes gestational, pre-eclampsia, masalah dalam rahim, rahim lemah, terjadi pendarahan vagina, dan pertumbuhan janin yang bermasalah. Bagi wanita hamil yang mempunyai pengalaman keguguran, serta kelahiran bayi prematur serta anda memiliki resiko terjangkit komplikasi terhadap kehamilan biasanya akan diminta oleh dokter untuk menjalani bed rest.

Sebenarnya kenapa banyak dokter manyarankan untuk bed rest? Sebagian besar dari beberapa kasus komplikasi yang terjadi pada kehamilan, nyatanya bed rest ini dapat membantu tubuh anda agar mendapatkan peluang yang terbaik supaya dapat kembali normal. Bed rest juga dapat mengurangi stres yang di alami oleh wanita hamil, serta menurunkan kembali tekanan darah anda. Hal tersebut juga dapat mengurangi pekerjaan yang berat yang sering dilakukan oleh wanita hamil, sehingga dapat mengurangi pendarahan ataupun mengurangi terjadinya kelahiran prematur. Ketika anda di haruskan untuk menjalai bed rest, anda sebaiknya menggunakan waktu tersebut untuk menjalani istirahat secara total. Kehamilan terdiri dari  trimester yang pertama, trimester kedua dan trimester ketiga. Setiap trimester tersebut mempunyai keunikan tersendiri yang dapat membuat emosi anda berubah. Sebaiknya anda memperhatikan kondisi pada trimester yang pertama, sebab bukan tidak mungkin terjadinya masalah pada kehamilan anda, selain mengalami perubahan pada tubuh perubahan hormon pun dapat mengganggu fisik serta emosi anda. Tidak terkontrolnya emosi anda, maka akan memperburuk juga kondisi pada kehamilan anda yang sudah terganggu.

Wanita yang diharuskan untuk menjalankan bed rest biasanya akan mengalami kondisi psikologis berupa :

1.    Kekhawatiran serta kecamasan yang di alami oleh wanita hamil tentang kelangsungan bayi di dalam kandungan.

2.    Mempunyai perasaan bersalah terhadap diri sendiri karena telah mengabaikan saran dari dokter untuk tidak bekerja terlalu berat atau pun mengabaikan larangan untuk berpuasa.

3.    Ketika bes rest tersebut harus dilakukan dalam jangka waktu yang sangat panjang, maka akan timbul perasaan terisolasi. Sebetulnya bed rest sendiri tidak jauh berbeda dengan anda dirawat di dalam rumah sakit. Namun bedanya bed rest itu sendiri dilakukan di rumah.

4.    Anda diharuskan tidak terlalu banyak bergerak, bahkan anda diharuskan untuk terus berbaring sehingga menjadikan anda bosan.

5.    Bed rest membuat anda merasa tidak berdaya sebab anda tidak diperbolehkan untuk bekerja bahkan untuk mengasuh anak anda yang masih kecil.

Agar anda tidak merasakan jenuh ketika anda sedang menjalankan bed rest ada baiknya anda melakukan kegiatan-kegiatan yang ringan di atas tempat tidur anda. Seperti  membaca buku kesukaan anda. Selain itu anda juga dapat memulai belajar untuk menulis. Seperti halnya anda menuliskan pengalaman selama anda menjalani kehamilan serta mendokumentasikan proses kehamilan anda. Hal lain yang bisa anda lakukan yaitu mencari teman yang sedang hamil dalam online group agar anda dapat berdiskusi serta mencari dukungan agar dapat menjalani bed rest tersebut. Dengan begitu anda pun tidak akan merasa bosan dan merasa sendiri manjalankan bed rest tersebut.