Ketika Ada Masalah Di Sekolah, Siapa yang Harus Dipercaya? Anak atau Gurunya?

Bunda, pernahkan anda menjumpai kasus dimana bunda mendapatkan laporan yang berbeda dari buah hati anda yang bersekolah dengan laporan yang diberikan oleh gurunya?

Misalnya seperti ini, dihari itu, si guru melaporkan bahwa sikap anak kita begitu bandel, sulit diatur dan bahkan ia sampai melukai teman-temannya dan membuat onar satu kelas sehingga keadaan di sekolah menjadi gaduh dan tak kondusif. Akan tetapi, ketika anda mengkonfirmasi si anak, ia justru memberikan jawaban yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh gurunya. Sebaliknya, anak anda pulang dengan laporan yang berbeda yang disampaikan dengan laporan gurunya dihari yang sama, ia justru mengatakan bahwa gurunya memperlakukannya dengan galak, sampai menjewer, mencubit dan memarahinya dengan begitu besar. Atau bisa jadi si kecil pulang sekolah dengan membawa "oleh-oleh" yakni berupa sikap atau kata-kata baru yang buruk, dan ketika anda menegurnya, ia menjawab bahwa ibu guru yang mengajarkannya di sekolah. Dan sementara itu, ketika anda mengkonfirmasi guru yang bersangkutan, si ibu guru malah mengatakan hal yang berbeda dengan laporannya tentang anak anda.

saat anak bermasalah disekolah percaya siapa

Nah, nah, nah jika sudah begini, lantas bagaimana anda menyikapinya? Pernahkah terbersit pikiran dalam benak anda kebingungan akan harus memihak pihak yang mana antara anak anda dan gurunya di sekolah?

Jika hal ini benar-benar terjadi, tentu akan menjadi dilema yang besar ya bunda. Di satu sisi, anda tak ingin menjadi sosok orangtua yang menaruh curiga pada buah hati anda, apalagi saat ini usia si anak masih begitu kecil. Akan tetapi, di sisi lain, anda pun dibuat bingung, masa iya seorang guru berbohong dengan ucapannya? Saat hal ini terjadi, seringkali akan membuat kita bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Terkadang hal ini malah akan menjadi beban pikiran untuk anda. Ditambah lagi, jika perilaku dan perbuatan baru yang didapat si kecil merujuk pada tindakan menyimpang dari moral yang tidak baik ia dapatkan.

Nah, jika sudah begini, apa yang akan anda lakukan bunda? Akankah anda mempercayai laporan si kecil karena mengganggap usia mereka yang masih begitu kecil membuat mereka selalu berkata jujur? Atau anda akan lebih percaya dengan laporan si guru karena anda menganggap seorang guru tidak akan berbohong?

Nah, berikut ini kami berikan beberapa tips yang bisa anda jadikan pertimbangan ketika menghadapi masalah seperti ini agar anda bisa menyelesaikan masalah ini dengan lebih baik.

1. Kenali dengan Baik Karakter Si Anak di Rumah

Sebelum terburu memutuskan mana yang salah dan mana yang benar, sebaiknya akan lebih bijak bagi kita untuk mengetahui dengan baik karakter si anak dirumah. Jika anda melihat karakter si buah hati terlihat baik, anteng, pendiam dan lain sebagainya. Maka, anda bisa mempertimbangkan laporan si kecil sebagai kebenaran.

Namun, jika karaketer anak dirumah seringkali membuat masalah, membuat onar, menjahili anak lain dan lain sebagainya, maka anda bisa menetukan sikap anda selanjutnya. Akan tetapi, tidak bijak pula jika anda langsung menyalahkan guru anda dan menganggap mereka berbohong. Untuk itulah, kenali terlebih dahulu sifat dan sikap anda dirumah dan disekolahnya.

2. Tanyakan dan Kenali Karakter Anak Di Sekolah

Menyambung poin yang diatas, setelah anda paham betul dengan karakter anak dirumah. Maka penting juga untuk anda mengetahui sikap dan karakter mereka di sekolahnya. Hanya karena anak terlihat aktif dirumah, seringkali jahil dengan saudaranya dan kerap membuat kegaduhan, bukan berarti sikap yang sama mereka aplikasikan di sekolahnya, begitupun sebaliknya.

dakalanya, sikap seorang anak akan berubah saat disekolah, hal ini dikarenakan anak akan menimbang kehadiran teman-temannya, oranglain dan bahkan gurunya. Dalam hal ini, bisa jadi si anak berubah menjadi pemalu, atau malah sebaliknya. Untuk itu, kenali dengan pasti sikap dan karakter anak.

Anda bisa menanyakan hal ini pada teman-temanya, atau mengkonfirmasi guru lain yang tidak bersangkutan dengan laporan guru tersebut, seperti misalkan guru mata pelajaran lain yang juga mengajarkan di kelas anak atau mungkin wali kelasnya. Setelah mengetahui, sikap anak di sekolah dan dirumahnya, anda akan dapat menimbang dan menentukan sikap selanjutnya.

3. Perjelas Kronologisnya

Untuk mengetahui dengan jelas permasalah antara anak dan masalahnya di sekolah, perlu sekali bagi anda untuk mengetahui dengan jelas akan kronologis peristiwanya. Cerita dari si anak bisanya tidak berurut dan tidak lengkap. Selain itu, bisa jadi pernyataan yang diberikan oleh si anak hanya diungkapkan dari kondisi yang menguntungkannya saja. Semetara itu, cerita yang didapat dari si guru juga tidak bisa diterima mentah-mentah, bisa jadi si guru tidak melihat peristiwa ini dari awal dan hanya menyimpulkan bagian yang dilihatnya saja.

Misalkan, si guru hanya melihat si anak berbicara kasar pada temannya, dan lantas menyimpulkan bahwa si anak tidak sopan dan begitu keras pada teman yang lain. Namun yang mungkin sebenarnya terjadi adalah si anak melakukan demikian sebagai bentuk pembelaan dirinya. Untuk itu, sebagai penengah dari hal ini anda bisa bertanya pada temannya yang lain.

4. Ketika Kesalahan Berada Pada Si Anak

Nah, ketika sudah diketahui segala biduk permasalahannya dan anda mendapatkan kesimpulan bahwa kesalahan ada pada anak anda, maka mintalah anak untuk meminta maaf baik pada teman-temannya, gurunya dan bahkan pada anda. Sebaliknya, jangan pernah tunjukan rasa kekesalan pada anak karena sudah membuat anda malu dengan lantas anda memukul, memarahi dan membentak si buah hati. Ajak anak untuk mengobrol dan berbicara mengapa sampai hati si anak melakukan hal tersebut.

Selain itu, anda juga bisa berkaji diri mengenai bagaimana pola didikan yang sudah anda berikan pada si kecil. Sudah tepatkah selama ini anda mendidik si buah hati? Dari sini, anda bisa meminta anak dengan perlahan untuk mau meminta maaf atas kesalahan yang mereka perbuat. Selain itu, anda juga bisa langsung menghubungi guru yang bersangkutan dan menyampaikan permohonan maaf anda padanya atas kesalahan yang dilakukan si buah hati.

Mendapati kasus dimana laporan dan keluhan yang disampaikan si anak bersama dengan guru tidak sinkron seringkali menjadi dilema yang besar untuk kita mempercayai salah satu diantaranya. Tak jarang, inipun menjadi beban pikiran yang membuat kita pusing. Nah, beberapa cara diatas bisa dijadikan solusi untuk mengatasi masalah anda dengan si buah hati. Semoga artikel ini bermanfaat untuk ibu dirumah dalam mendidik dan mendisiplinkan si buah hati tercinta.

Follow us