data-ad-format="auto"

Kenapa Orang Sering Menggigit Kuku?

Apakah anda termasuk orang dengan kebiasaan mengggit kuku? Menurut hasil penelitian, ada sekitar jutaan orang di dunia yang memiliki hobi menggigiti kukunya sendiri. Parahnya kebiasaan ini digolongkan sebagai kebiasaan buruk yang lebih sulit dihilangkan daripada kebiasaan merokok.

Salah satu kebiasaan yang tanpa sadar sering dilakukan orang adalah dengan mengigit kuku. Kebiasaan orang mengigit kuku atau dalam bahasa medis dikenal dengan Onychophagia, biasanya banyak dilakukan saat seseorang merasa tegang, panik atau bahkan saat moodnya tidak baik seperti halnya merasa bosan dan ketakutan.

Fakta Menarik Mengenai Kebiasaan Menggigit Kuku

1.    Kebanyakan orang yang memiliki kebiasaan menggigit kuku pda jari tangannya biasanya dilatarbelakangi karena tegang. Namun ternyata, ada sebuah fakta yang cukup menarik, yakni justru ada sebagian orang yang melakukan kebiasaan ini untuk mengatasi kecemasan atau ketegangannya. Memang terdengar cukup aneh bukan?

2.    Kebiasaan menggigit ini merupakan salah satu kebiasaan yang paling banyak dilakukan oleh anak-anak. Menurut sebuah studi, bahkan hampir sekitar 60 persen kebiasaan ini dijumpai pada anak-anak, sementara pada remaja perkiraan persentasenya hanya sekitar 45 persen saja.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

3.    Kebiasaan menggigit kuku tanpa umumnya mulai muncul pada masa kanak-kanak, yang dapat berlanjut hingga usia dewasa.

4.    Kebiasaan mengigit kuku ini tanpa disadari dilakukan saat sedang melakukan kegiatan sehari-hari seperti halnya menonton televisi, membaca buku atau saat menelpon.

5.    Diusia 10 tahun keatas, ternyata anak laki-laki lebih sering mengigit kukunya dari pada anak perempuan. Itulah dia beberapa fakta menarik mengenai kebiasaan menggigit kuku. Bukan hanya digolongkan sebagai kebiasan buruk karena sulit dihilangkan. Para ahli medis juga menyebutkan, jika terus menerus dilakukan, kebiasaan ini juga digolongkan dalam gangguan obsesif-kompulsif atau dikenal dengan istilah Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

Hal ini merupakan gangguan yang mampu mengakibatkan kegelisahan dsn kepanikan tingkat tinggi sehingga muncul perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan. Lantas apa pula penyebab orang sering melakukan kebiasaan ini.

Apa Sebabnya Orang Sering Menggigit Kuku?

Pada umumnya, penyebab atau pemicu seseorang menggigit kuku adalah karena orang tersebut sedang merasa tegang, stress atau bosan. Dan bagi mereka yang sering menggigit kuku, kebiasaan seperti ini dianggap sebagai cara yang ampuh untuk dapat mengatasi kecemasan, kepanikan dan ketegangan yang sedang dialaminya. Sedangkan penyebab lainnya bisa jadi adalah karena mereka merasa kesepian (merasa sendirian), frustasi atau mungkin karena faktor genetika yang diturunkan orang tuanya.

Selain itu, keadaan paling parahnya, dari seseorang yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku jarinya adalah mereka juga memeiliki kebiasaan tak wajar seperti terlalu sering mencuci tangan mereka secara berulang-ulang, meski kedua tangannya tidak kotor dan kebiasaan yang terlalu sering memeriksa apakah pintu rumahnya terkunci atau tidak, dimana hal-hal ini sebagai bagian dari reaksi atas kekhawatiran dan kecemasan yang terlalu berlebih ddaam diri orang tersebut.

Tak hanya itu, bahkan riset menunjukan bahwa banyak pula anda yang emmiliki kebiasaan yang sama ternyata juga memiliki gangguan perilaku dan konsentrasi seperti hiperaktif atau ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), ketakutan untuk berpisah dan sifat suka membangkang.

Apa Akibat Dari Sering Menggigit Kuku?

1.    Saat seseorang menggigit kuku, sebenarnya bukan hanya kuku yang digigit, melainkan juga menggigit kutikula dan jaringan kulit pada area kuku. Keseringan  mengigiti kuku dapat menyebabkan kerusakan syaraf pada kuku serta kulit di area kuku, yang mana hal ini dianggap sebagai kebiasaan yang melukai diri sendiri.

2.    Menggigit kuku ternyata juga tak baik untuk gigi. Terlalu sering mengigit kuku membuat gigi menjadi mudah tanggal.

3.    Selain melukai diri sendiri, kebiasaan menggigit kuku akan membuat jari menjadi luka kemerahan, berdarah dan bahkan dapat menimbulkan infeksi. Virus da bakteri yang bersarang pada kuku pun dapat berpindah ke mulut dan hal ini cukup berbahaya karena beresiko menimbulkan masalah kesehatan bagi orang tersebut.

4.    Dan dampak terakhr tentunya adalah dapat merusak kuku, mengurangi keindahan kuku dan mengganggu pertumbuhannya.
Beberapa dampak diatas nampaknya sedikit serius dan akan merugikan anda. Untuk itu, mulailah kurangi kebiasaan buruk ini, agar kesehatan anda tidak terancam serta keindahan kuku tetap bisa terjaga.

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku?

Untuk menghentikan kebiasaan ini memang sedikit sulit, terutama jika kebiasaan ini telah menjadi kebiasaan yang terus anda lakukan dalam waktu yang begitu lama, namun cobalah dengan melakukan beberapa langkah dibawah ini, agar anda bisa mengurangi kebiasaan menggigit kuku hingga menghilangkan kebiasaan tersebut.

1.    Olesi kuku dengan sesuatu yang pahit namun tidak berbahaya tentunya. Cara ini dianggap ampuh, terutama jika dilakukan pada anak-anak untuk mencegah agar kebiasaan menggigiti kukunya tidak berlanjut hingga usia dewasa.

2.    Bagi wanita yang terlanjur memiliki kebiasaan menggigit kuku, jika meiliki dana yang cukup sebaiknya lakukan perawatan kuku seperti manicure. Jika anda melihat kuku yang indah dan terawat maka anda akan merasa sayang untuk merusaknya. Yang mana secara perlahan hal ini akan membuat anda mengurangi kebiasaan menggigiti kuku.

3.    Cobalah gunakan plaster atau perban pada tangan, terutama dibagian kuku. Meskipun metode ini terdengar aneh, namun kebanyakan orang yang memiliki kebiasaan menggigit kuku telah mempraktikan cara ini dan menganggap bahwa ini adalah salah satu cara yang cukup ampuh untuk mengurangi kebiasaan menggigiti kuku pada jari.

Dan itulah dia beberapa cara untuk mengatasi dan menghentikan kebiasaan menggigiti kuku pada jari. Apabila cara-cara diatas telah anda praktikan dan kebiasaan tersebut masih sulit hilang dan bahkan semakin parah, dan mengarah pada gangguan psikologis yang cukup serius, ada baiknya segera dapatkan perhatian medis atau tenaga ahli untuk segera mendapatkan penanganan yang lebih tepat.