Kenali Penyakit Kista

Kehidupan di zaman modern yang mengarah pada kehidupan yang instan dan praktis. Tidak jarang membentuk kebiasaan tidak baik untuk kesehatan tidak terkecuali kepada wanita. Bagi anda yang bermalas-malasan berolahraga, kurangnya asupan makanan seimbang, mudah megalami gangguan psikologis yang menyebabkan stress itu merupakan awal memicu penyakit. Apalagi wanita mudah terserang penyakit pada alat-alat reproduksi. Untuk wanita yang produktif, kemungkinan besar mengalami gangguan masalah reproduksi cukup besar. Gangguan reproduksi yang mengancam kesehatan diantaranya kista.

Kista dimiliki juga oleh pria akan tetapi tidak berpotensi menjadikan sebuah penyakit.Lain halnya untuk wanita kista pada ovarium dapat menjadikan gangguan pada pertumbuhan sel-sel lainnya. Kista atau tumor berasal dari tumere (bahasa katin) yang berarti adanya pembengkakan. Adapun di dalam organ reproduksi wanita timbulnya pembengkakan dapat berbentuk kistik dengan adanya sejenis gelembung yang berisikan cairan (nanah, udara atau cairan benda-benda lain).

Kista dapat dibedakan menjadi dua jenis :

  1. Kista yang bersifat jinak atau non-neoplastik dengan ciri-ciri tumor bersifat jinak, tidak memerlukan tindakan operasi karena akan sembuh sendirinya .
  2. Kista yang bersifat neoplastik yaitu kista yang lagi menjadi kistik dan solid, pembesaran cepat, penangannya terkadang membutuhkan jalan operasi , meskipun tidak semua berbahaya.

Adapun jenis kista lainnya :

  1. Kista Serosum
    Kista jenis ini bersifat bening. Memiliki menyerupai buah yang memiliki tangkai dan warna kuning. Cairan bersifat lendir yang agak kental. Bersarang pada Indung terung (Ovarium). Biasanya jenis kista ini akan mengalami pembesaran yang dipenngaruhi oleh siklus menstruasi. Ketika terjadi kehamilan , kista serosum akan terdesak karena pertumbuhan janin. Sehingga mengakibatkan tangkai kista terpelintir dan menyebabkan penderita mengalami rasa sakit, butuh pengangkatan pada kehamilan trimester awal kehamilan. Kista ini memicu penyakit kanker.
  2. Kista Musinosum
    Memiliki cairan yang bersifat kental dan lengket bersifat pelekat .Pada masa kehamilan jika terdeteksi adanya kista musinosium maka haru dilakukan pengangkatan dan apabila pengangkatan gagal dan menyebabkan pecah maka organ-organ di dalam rongga lengket bahkan usus saling menempel menyebabkan kista sulit diambil.
  3. Kista Dermoid
    Berisi cairan yang menyerupai mentega. Cairan mengandung partikel-partikel lain seperti rambut, tulang, gigi atau sisa kulit. Dermoid ditimbulkan dari sisa sel embrio yang terpental ke organ genital sewaktu masih dalam kandungan. Penanganan kista jenis ini harus hati-hati karena jika tidak akan menyyebabkan partikel-partikel masuk ke dalam perut dan mengakibatkan rasa sakit.
  4. Kista Endometriosis
    Kista jenis ini beradal dari peritoneum atau sel-sel selaput perut yang disebabkan adanya infeksi kandungan yang menahun dan dibiarkan tanpa penanganan medis. Kuman-kuman akan masuk ke dalam selaput perut melalui saluran indung telur sehingga menyebabkan melemahkan daya tahan selaput perut. Sel-sel selaput perut akan mengakibatkan kerusakan disebabkan oleh adanya darah ketika menstruasi yang tidak semua keluar melalui lubang kewanitaan akan tetapi memercik ke rongga perut. Kista jenis ini dikategorikan tumor jinak karena menyusup secara berlahan. Pertumbuhan endometriosis menyebar ke hampir organ seperti usus, paru, hati, otot rahim, mata dan otak. Adapun yang sering terjadi adalah pada dinding rahim. Penderita endometriosis akan mengalami sakit ketika haid, indung telur membengkak ketika haid.Adapula kista fungsioal yang biasanya tanpa gejala dan baru akan terasa jika adanya komplikasi pada sel telur. Meskipun terjadi rutin akan mengecil dalam waktu 1 hingga 3 minggu.

Follow us