data-ad-format="auto"

Kegiatan 'Bandel' Anak yang Sebaiknya Kita Maklumi

Anak-anak memang memiliki beragam aktivitas yang menggemaskan. Di usia ini untuk tumbuh kembangnya, tak jarang anak-anak bisa menjadi begitu aktif dalam melakukan berbagai kegiatan yang membuat mereka senang. Beberapa kegiatan seperti bernyanyi, menari, menggambar dan hal lainnya akan dilakukan oleh anak-anak sebagai kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kemampuan mereka.

Sebagai orang tua, terkadang kita akan senang jika anak memiliki beragam kegiatan yang membuatnya menjadi begitu aktif dan sangat cepat belajar. Hanya saja, ada kalanya, beberapa kegiatan yang dilakukan sering dikategorikan sebagai kegiatan 'bandel' karena memiliki resiko yang cukup bahaya baik untuk si anak maupun untuk lingkungannya.

Jika sudah begini, biasanya orang tua kerap dibuat pusing dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun sebagai orang tua yang bijak, kiranya anda harus dapat menghadapi si kecil dengan sabar dan bijak. Dan tahukah anda bahwa sebenarnya di balik aktivitas 'bandel' yang dilakukan, sebenarnya ada banyak hal yang juga ia pelajari.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Dengan demikian ini adalah contoh, jika ada beberapa aktivitas 'bandel' si kecil yang sebaiknya anda biarkan, jangan sesekali memarahi si kecil ketika mereka melakukan hal-hal tersebut, karena kegiatan yang mereka kerjakan sebenarnya merupakan bagian dari eksplorasi anak untuk belajar mengenal sesuatu, sebaliknya anda hanya perlu mengarahkan anak agar menjadi lebih baik. Seperti ketika mereka melakukan beberapa hal berikut.

1. Bergabung Untuk Memasak di Dapur

Anak-anak akan cenderung meniru dan mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya, termasuk dengan memasak. Ketika ibu sibuk di dapur, kemudian si kecil tiba-tiba bergabung dan ikut memasak, biasanya ibu akan memarahinya karena keadaan dapur yang menjadi tidak kondusif serta menjadi berantakan. Terlebih lagi, ketika si kecil menyentuh peralatan masak yang berbahaya, ibu akan panik dan langsung menyuruh si kecil untuk pergi dan memintanya bermain.

Namun, hal ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, menghindarkan si kecil dari bahaya memang sudah tugas orang tua, hanya saja hal ini sebagai tanda jika si kecil ingin bereksplorasi dengan kreatifitasnya. Ibu tidak perlu mengusirnya untuk pergi, sebaliknya ajaklah ia untuk bergabung dan terimalah ia dengan senang, sementara untuk menjaga tetap aman selama di dapur, maka berikan peralatan masak yang lebih aman yang diperuntukkan untuk anak-anak. Selain itu ibu bisa memberikan batasan dan membuat peraturan agar si kecil tidak menyentuh barang-barang lain selain miliknya.

2. Mencoret-coret Dinding

Mendapati si kecil sering menulis di dinding dengan curat-coret yang ibu anggap tidak penting, kemudian ibu sering kesal karena dinding menjadi kotor dan berantakan adalah hal yang sebenarnya tidak usah dilakukan. Karena anak yang suka mencoret-coret dinding menandakan, anak yang ingin bereksplorasi dengan warna dan gambar.

Daripada memarahi dan memakinya, ada baiknya ibu sediakan media lain agar bakat anak tersalurkan dengan baik, misalkan ibu bisa menyediakan banyak kertas dan pensil warna agar hobinya menggambar dan mewarnai tidak ia tumpahkan pada dinding rumah. Dengan begitu si kecil tetap bisa bereksplorasi tanpa merusak keindahan rumah.

3. Kotor-kotoran

Kebanyakan anak tidak segan bermain di dalam ataupun di luar rumah dalam keadaan kotor atau kotor-kotoran. Namun hal ini kerap kali membuat para orang tua jengkel karena baju anak yang kotor membuat mereka nampak tidak beraturan. Hanya saja, sebaiknya, para orang tua tidak perlu khawatir dengan anak yang senang berkotor-kotoran karena anak sedang ingin beradaptasi dengan lingkungan dan menemukan apa yang ia sukai. Hal yang perlu ibu berikan pada anak adalah batasan dan peraturan agar anak tidak melakukan hal yang berbaya, mintalah anak untuk memakai sepatu anti air agar menjaga kakinya tetap bersih.

Demikian beberapa akitivitas yang ketika dilakukan anak sebaiknya tidak kita larang, namun harus kita awasi. Karena sejatinya, anak sedang dalam masa mengeksplorasi dan menemukan apa yang ia sukai. 

Loading...

Follow us