Selama ini, manfaat dari konsumsi vitamin sebagian besar hanya ditujukan untuk memelihara, memperbaiki dan meningkatkan kesehatan. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi vitamin juga dapat membantu para perempuan yang sedang menjalani program terapi kesuburan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Dalam sebuah studi kecil, pakar obstetri ginekologi dan kesehatan reproduksi dari University Hospitals Coventry and Warwickshire dr. Rina Agrawal mengamati efek dari suplementasi pada 58 perempuan kurang subur. Seluruh perempuan diterapi menggunakan obat-obatan seperti Clomid untuk menginduksi ovulasi.
Agrawal membagi mereka ke dalam dua kelompok. Setengah dari perempuan tersebut menggunakan vitamin setiap hari atau biasa disebut konsepsi pregnacare - sebuah nutrisi yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan nutrisi perempuan yang sedang berusaha untuk hamil - selama empat minggu. Sementara yang lain mengambil dosis standar asam folat. Tim peneliti, yang melakukan percobaan di University College London dan Royal Free Hospital, menemukan bahwa sebesar 60 persen perempuan yang mengonsumsi vitamin berhasil memeroleh kehamilan. Sedangkan pada kelompok perempuan yang mengonsumsi asam folat angka kehamilanya hanya mencpai 25 persen. Temuan ini dipublikasikan pada journal Reproductive BioMedicine.
Dr Agrawal, yang sudah sekitar 16 tahun berkecimpung menangani ribuan pasien terapi kesuburan, inseminasi dan bayi tabung, menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya suplementasi pada perempuan untuk memperbesar peluang kehamilan.
Sementara itu pakar andrologi dari Universitas Sheffield, Dr Allan Pacey, berpendapat bhawa temuan ini menarik, tetapi untuk memastikannya perlu dikaji lebih lanjut melalui sebuah riset berikutnya dengan skala besar.
Hal senada juga diungkap Glenys Jones, seorang pakar nutrisi dari Medical Research Council, yang menekankan bahwa penemuan ini belum dapat dijadikan rekomendasi secara umum. "Studi ini tidak serta merta merekomendasikan bahwa perempuan yang sedang menjalani terapi kesuburan harus mengonsumsi multivitamin sebelum kehamilan. Pasalnya, studi ini masih sangat terbatas dan perlu penelitian lain berskala besar untuk menginvestigsi apakah ini juga dapat diterapkan pafa kelompok perempuan yang lebih beragam," ujarnya. (kompas health)
Dalam sebuah studi kecil, pakar obstetri ginekologi dan kesehatan reproduksi dari University Hospitals Coventry and Warwickshire dr. Rina Agrawal mengamati efek dari suplementasi pada 58 perempuan kurang subur. Seluruh perempuan diterapi menggunakan obat-obatan seperti Clomid untuk menginduksi ovulasi.
Agrawal membagi mereka ke dalam dua kelompok. Setengah dari perempuan tersebut menggunakan vitamin setiap hari atau biasa disebut konsepsi pregnacare - sebuah nutrisi yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan nutrisi perempuan yang sedang berusaha untuk hamil - selama empat minggu. Sementara yang lain mengambil dosis standar asam folat. Tim peneliti, yang melakukan percobaan di University College London dan Royal Free Hospital, menemukan bahwa sebesar 60 persen perempuan yang mengonsumsi vitamin berhasil memeroleh kehamilan. Sedangkan pada kelompok perempuan yang mengonsumsi asam folat angka kehamilanya hanya mencpai 25 persen. Temuan ini dipublikasikan pada journal Reproductive BioMedicine.
Dr Agrawal, yang sudah sekitar 16 tahun berkecimpung menangani ribuan pasien terapi kesuburan, inseminasi dan bayi tabung, menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya suplementasi pada perempuan untuk memperbesar peluang kehamilan.
Sementara itu pakar andrologi dari Universitas Sheffield, Dr Allan Pacey, berpendapat bhawa temuan ini menarik, tetapi untuk memastikannya perlu dikaji lebih lanjut melalui sebuah riset berikutnya dengan skala besar.
Hal senada juga diungkap Glenys Jones, seorang pakar nutrisi dari Medical Research Council, yang menekankan bahwa penemuan ini belum dapat dijadikan rekomendasi secara umum. "Studi ini tidak serta merta merekomendasikan bahwa perempuan yang sedang menjalani terapi kesuburan harus mengonsumsi multivitamin sebelum kehamilan. Pasalnya, studi ini masih sangat terbatas dan perlu penelitian lain berskala besar untuk menginvestigsi apakah ini juga dapat diterapkan pafa kelompok perempuan yang lebih beragam," ujarnya. (kompas health)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 10210
Comments (6)

lisnana aji
said:
Graviena
said:
|
Susah carinya... Nama multi vitaminnya Pregnacare, tapi susah banget nyarinya.... apotik mana ya yg jual? |
Write comment
bunda eni, nama vitamin nya apa y?tlg dibalas bunda?