Hiperpigmentasi Pada Ibu Hamil, Wajarkah? Bagaimana Mencegahnya?

Sering dengan bertambahnya waktu, akan muncul berbagai perubahan dalam diri seorang wanita hamil, baik dari segi emosional maupun dari segi fisik, tak terkecuali perubahan yang terjadi pada kulit seorang wanita hamil. Secara fisik salah satunya bunda akan mendapati kulit bunda yang mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan pada beberapa area tertentu. Biasanya akan sering muncul dibagian daerah payudara yakni puting susu, leher, ketiak dan daerah sekitar lipatan perut.

Perubahan warna tersebut dinamakan dengan hiperpigmentasi. Adapun hiperpigmentasi terjadi karena meningkatnya kadar hormon Melanocyte Stimulating Hormon (MSH). Dimana hormon ini mengakibatkan menumpuknya pigmen melanin yang berlebih yang berakibat menimbulkan warna lain pada kulit bunda. ( Baca : Perubahan Kulit Selama Kehamilan )

Perubahan warna seperti ini sebenarnya sesuatu yang wajar terjadi, hanya saja dampaknya akan dapat membuat bunda kurang percaya diri. Sebab dari kulit yang berubah warnanya akan timbul kerusakan estetika ketika terlihat oleh orang lain. Selain itu, kemunculan hiperpigemntasi ini bisa timbul dengan Melasma/chloasma yakni sebuah istilah dari mask of pregnancy dimana bagian menghitam ini sampai meliputi bagian bawah lingkar mata dan hidung sehingga nampak seperti topeng. Tentu saja hal semacam ini akan sangat mengganggu ibu hamil sebagai seorang perempuan yang selalu ingin tampil cantik. Namun tak perlu khawatir, umumnya warna kecoklatan ini akan dapat menghilang dengan sendirinya 3 hingga 6 bulan setelah kelahiran.

Nah, selain itu, hiperpigmentasi pada masa kehamilan juga umumnya dapat diminimalisir dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Hindari Paparan Sinar Matahari Secara Langsung

Kemungkinana besar timbulnya hiperpigmentasi terjadi akibat dipicu oleh sinar matahari secara langsung setiap harinya. Untuk itu, cegah dengan menggunakan krim pelindung matahari dengan SPF yang sesuai dan gunakan pelindung diri seperti payung. ( Artikel lainnya: Ibu Hamil )


Video Minggu Ini
Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak.

You must have the Adobe Flash Playerthe Adobe Flash Player installed to view this player.

Video courtesy of Bebeclub.


2. Konsumsi Air Putih yang Cukup Untuk Menjaga Kelembaban Kulit

Ketika tubuh kekurangan cairan maka yang akan terjadi dengan kulit adalah kulit yang kering, kulit kering mudah sekali terhinggapi berbagai macam masalah termasuk hiperpigmentasi pada ibu hamil. Untuk mengatasinya, pastikan jika bunda selalu mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh minimal 8 gelas setiap harinya yang bisa dikonsumsi dalam waktu yang berselingan.

3. Jangan Menggosok Kulit Secara Berlebihan

Terkadang banyak wanita yang memiliki anggapan bahwa noda coklat pada kulit yang muncul disebabkan akibat kurang bersih dalam menjaga diri. Akibatnya mereka akan melakukan segala upaya untuk menghilangkan noda tersebut termasuk dengan menggosoknya. Namun sebaiknya dalam hal ini jangan menggosok terlalu berlebihan sebab menggosoknya dengan kuat akan membuat kulit menjadi teriritasi.

4. Gunakan Krim Pelembap yang Lembut dan Aman

Untuk menghindari hiperpigmentasi pada area tertentu seperti wajah, maka persiapkan krim pembersih atau perawatan wajah yang lebut dan tentunya aman digunakan.

Mendapati warna kecoklatan pada bagian tubuh memang sedikit menjengkelkan, namun umumnya hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah proses kelahiran dilalui. Untuk menyamarkannya anda bisa menggunakan kosmetik yang aman. Namun jangan pernah sesekali berpikiran untuk menggunakan pemutih untuk menghilangkannya sebab ini akan bahaya untuk anda dan bayi yang anda kandung.