data-ad-format="auto"

Hindari Menerapkan Kebiasaan Buruk Ini Pada Anak Selama Puasa

Puasa Ramadha adalah waktu yang tepat untuk meningatkan kualitas ibadah.

Dibulan puasa ini banyak orang memilih untuk lebih berfokus pada agamanya dalam rangka merubah diri menjadi orang yang lebih baik. Beberapa orang bahkan ada yang sampai rela mengambil cuti pada beberapa minggu pertama dan terakhir dibulan puasa demi menjaga kelancaran ibadah mereka.

Nah, menerapkan ibadah dan meningkatkannya tentunya tidak ada salahnya diterapkan pada si kecil. Meskipun mereka masih dalam tahapan belajar berpuasa, akan tetapi bukan berarti ibu bebas dari tugas membimbing dan mengajarkan si kecil makna puasa dan ibadah lain untuk diajarkan.

Dibulan yang penuh berkah ini, tidak ada salahnya mengajarkan dan memperkenalkan si buah hati pada serangkaian kegiatan beribadah untuk melengkapi ibadah Ramadhannya. Dengan demikian diharapkan kegiatan ibadah ini akan dibawanya menjadi kebiasaan yang ia terapkan sampai ia dewasa nanti.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Mulai dari memperkenalkan si kecil pada kegiatan mengaji, tadarusan, melakukan sedekah, tidak membicarakan orang lain, tidak boleh bertengkar, tidak berbicara kasar dan lain sebagainya. Waktu ini pun bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperbaiki akhlak si buah hati. Namun tentunya bukan hanya dilakukan dibulan puasa saja melainkan mengajarkan beberapa hal ini pun penting dilakukan setiap hari.

Nah, bila oranglain berlomba-lomba dalam mengajarkan kebaikan dan membimbing buah hatinya untuk selalu meningkatkan ibadah dibulan yang penuh rahmat ini. Sebagian ada yang malah merusak kegiatan Ramadhan dengan serangkaian kebiasaan buruk yang sering dilakukan secara berulang pada saat bulan puasa.

Baik itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja akan tetapi kecenderungan anak-anak dalam meniru membuat mereka bisa jadi memaknai kebiasaan tersebut sebagai hal yang boleh dan dianjurkan untuk dilakukan.

Padahal kebiasaan ini sungguh membawa kerugian yang besar untuk tubuh dan pada akhirnya membuat puasa yang dijalankan menjadi tidak optimal dan rasa lemas serta tak berdaya lebih mungkin dirasakan.

Ada cukup banyak kebiasaan buruk yang dijalankan selama bulan Ramadhan yang secara tidak disadari kegiatan yang satu ini pun diikuti oleh si buah hati. Dengan demikian saat anda melakukan kegiatan tersebut sama artinya dengan anda mengajarkan si kecil untuk melakukan hal yang sama. Akibatnya, selama puasa bukannya sehat, tubuh malah merasa tidak nyaman.

Lantas apa sajakah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindarkan dari si kecil agar tidak dilakukan atau ditiru? Mari kita simak beberapa hal dibawah ini.


Kebiasaan Buruk yang Tidak Sebaiknya Diterpkan Pada Anak Saat Bulan Puasa

1. Melewatkan Santap Sahur

Kegiatan ibadah sahur yang dilakukan pada saat dini hari memang seringkali membuat tubuh kesulitan untuk menyesuaikan jam biologisnya dengan waktu sahur. Akibatnya seringkali pada awal-awal puasa tidak sedikit mereka yang mengalami kejadian telat bangun untuk sahur. Atau bahkan sebagian melewatkan kegiatan ini karena belum terbiasa bangun dini hari.

Sahur adalah kegiatan yang penting dilakukan selama puasa Ramadhan. Meski termasuk kedalam salah satu sunnah yang boleh dilakukan atau tidak pun tidak apa-apa, akan tetapi tetap saja kegiatan yang satu ini menjadi serangkaian ibadah yang penting dilakukan. Hal ini dikarenakan sahur merupakan waktu untuk anda bisa memasok energi yang cukup agar tubuh siap dan kuat menahan puasa yang akan dijalankan selama hampir 14 jam kedepan.

Sayangnya tidak sedikit orangtua yang merasa masih mengantuk atau malas untuk masak dan pada akhirnya melewatkan santap sahurnya. Apalagi untuk anak-anak kegiatan yang satu ini sebaiknya tidak mereka lewatkan agar tubuhnya menjadi lebih segar sewaktu menjalankan ibadah puasanya.

2. Banyak Makan Sewaktu Berbuka Puasa

Karena menahan lapar dan haus selama puasa yang dilakukan selama setengah hari penuh membuat lapar dan haus memang seringkali tak terhindarkan. Pada akhirnya, hal ini secara tak sadar membuat kita sulit mengontrol nafsu makan pada saat berbuka puasa dengan melahap segala jenis makanan yang terjadi dimeja makan hingga perut kita terasa penuh.

Akan tetapi kebiasaan seperti ini sebaiknya tidak dilakukan apalagi dihadapan si kecil karena pada faktanya mengkonsumsi segala jenis makanan dalam jumlah banyak pada satu waktu tidak akan baik untuk kesehatan.

Selama seharian, sistem pencernaan kita sedang beristirahat sehingga mengkonsumsi banyak makanan sekaligus akan membuat pencernaan bekerja keras namun lambat. Akibatnya penyakit seperti begah akan mungkin dirasakan.

Nah, bila hal ini terjadi pada si kecil maka kemungkinan mereka akan kepayahan menahan dampak ini dan pada gilirannya mungkin membuat mereka menjadi rewel. Selain itu, kekenyangan akan mungkin membuat si kecil malas menjalankan ibadah shalat terawih.

Untuk itu, sebaiknya makanlah sedikit demi sedikit dan kunyahlah dengan perlahan. Otak perlu waktu sekitar 7 menit untuk mengirim sinyal kenyang pada tubuh hingga anda menyadarinya. Untuk itu, makanlah sesuai dengan kebutuhan sebab segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik.


3. Mengkonsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Kalori

Saat berbuka puasa setelah menahan lapar dan haus seharian rasanya akan sangat nikmati memanjakan lidah dengan makanan kesukaan. Apalagi dengan makanan yang garing seperti digoreng atau makanan dengan kandungan lemak yang tinggi dan kalori seperti sop kaki, burger atau mengkonsumsi makanan lainnya.

Akan tetapi menerapkan kebiasaan ini pada si kecil dan semua anggota keluarga bukanlah hal yang baik sebab hal ini akan mungkin menyebabkan timbulnya sakit maag pada si kecil dan meningkatkan kadar kolesterol untuk orang dewasa.

4. Mengkonsumsi Sayur dan Buah Hanya Sedikit

Anak-anak perlu mendapatkan asupan makanan sehat untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih segar. Asupan makanan sehat akan memberikan sejumlah gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya dengan lebih baik, terutama selama puasa.

Mengkonsumsi sayur dan buah yang sedikit akan membuat kebutuhan gizi dan nutrisinya tidak tercukupi dengan baik. Alhasil bila hal ini terjadi maka si kecil akan terlihat lemas dan lesu sewaktu menjalankan puasa. Untuk itu, sebaiknya dukung menu makanan selama puasa dengan menghadirkan buah dan sayur serta makanan yang sehat untuk si buah hati agar puasa yang dijalaninya bisa lancar.

5. Kurang Minum

Selama puasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama hampir 14 jam. Ketika tubuh tidak cukup mendapatkan asupan cairan maka yang terjadi adalah dehidrasi. Sementara itu, meski sedang berpuasa tubuh tetap dituntut untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasanya tanpa asupan makanan dan minuman.

Perlu diketahui, tubuh yang banyak melakukan aktivitas akan membuat cairan elektrolit banyak dilepaskan melalui keringat. Itulah mengapa saat puasa asupan cairan amat dibutuhkan oleh tubuh.

Hindari menerapkan kebiasaan kurang minum pada buah hati anda. Atau membiarkan mereka hanya mengkonsumsi sedikit cairan. Upayakan agar kebutuhan cairan sebanyak 8 gelas per hari tetap terjaga pada buah hati anda. Tidak perlu menenggak sebanyak 8 gelas air sekaligus dalam waktu yang sama. Pembagian konsumsi minuman ini dapat diatur dan dikonsumsi saat berbuka puasa, sebelum tidur dan yang terpenting adalah pada saat sahur.

Tubuh si kecil yang mendapatkan asupan nutirisi, gizi dan cairan yang cukup akan membuat puasa yang dijalaninya menjadi lebih segar dan lancar.