Melatih kemandirian anak sejak dini sangatlah diperlukan agar anak-anak anda tidak terus-terusan bersikap manja hingga ia dewasa nanti. Anda perlu menerapkan disiplin yang dapat melatih mereka hidup dengan mandiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain. dengan begini, anak-anak anda akan terbiasa bersikap mandiri sejak kecil dan sikap yang seperti ini tentu saja akan mempermudah kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Manfaat Melatih Kemandirian Anak
Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan baik oleh anak-anak maupun anda sebagai orangtua ketika anda menerapkan pola hidup yang mandiri dan disiplin sejak mereka masih kecil. Pertama, anak-anak anda tidak akan bergantung sepenuhnya kepada anda lagi. Ketika anda sudah melatih mereka untuk bisa mengerjakan beberapa hal sendiri seperti ketika mereka harus makan, mandi, menyisir rambut, memakai baju, memakai sepatu, menyikat gigi dan masih banyak yang lainnya, anda tentu juga tidak perlu repot mengurusi semua hal itu lagi sekarang. Anda bisa menghemat waktu dan mengerjakan pekerjaan rumah yang lain atau mengurus buah hati yang lebih kecil. Kedua, melatih kemandirian anak juga akan membantu anda untuk membentuk pola pikir anak yang tidak menggantungkan diri pada bantuan orang lain. Ketika ia sudah sanggup bersikap mandiri, dia bisa melakukan banyak hal tanpa perlu dibantu. Selain membentuk pola pikir yang mandiri, cara ini juga akan membuat mereka merasa lebih percaya diri. Ketiga, melatih kemandirian juga sama saja dengan melatih anak agar tidak cengeng dan tidak mudah merengek karena mereka harus melakukan banyak hal sendiri tanpa bantuan anda.

Tips Melatih Kemandirian Anak
Selain mengetahui manfaat yang diperoleh dari melatih kemandirian anak sejak kecil, anda juga perlu tahu beberapa tips dalam penerapannya. Pertama, ajarkan buah hati untuk melakukan beberapa pekerjaan sendiri. Anda mulai bisa mengajarinya dari hal-hal yang sederhana, seperti saat ia makan, menyikat gigi dan mandi. Kedua, lakukan tips yang pertama tadi secara teratur. Jangan bosan-bosan untuk mengajari mereka tentang banyak hal, karena anak-anak memang akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar. Ketiga, jangan cepat merasa kasihan atau kehabisan kesabaran ketika melihat mereka belajar. Mungkin anda merasa jengkel ketika melihat anak anda makan dengan cara yang belepotan atau membuat lantai rumah menjadi kotor, tetapi jangan marah. Biarkan mereka berproses sendiri karena memang saraf motorik mereka belum bekerja dengan sempurna. Keempat, hargai dan puji setiap perkembangan positif yang ia tunjukkan. Sekecil apapun perkembangannya, berikan respon positif pada anak-anak anda agar mereka semakin bersemangat untuk belajar. Yang terakhir, berikan pengertian pada mereka mengenai tugas dan tanggungjawab mereka sendiri. Misalnya, biasakan anak-anak anda untuk selalu menata kembali tempat tidur tanpa bantuan dari orang lain setelah mereka bangun.