Dear all Bunda.....mau sharing nih, bagi yang punya pengalaman sama ditunggu ya sharing-nya

Saya sekarang sedang hamil anak ke-2 uk 37w, lagi deg-degan nih menunggu hari H
Tetapi ada sedikit masalah yaitu anak saya yang pertama saat ini sedang sakit Cacar air. Sedangkan saya belum pernah mengalami cacar air sepanjang hidup saya

Yang ditakutkan oleh dokter adalah menjelang hari persalinan saya bisa terjangkit virus cacar tersebut yang pada akhirnya akan menular pada bayi yg baru lahir (sedangkan bayi baru lahir belum memiliki antibodi untuk mengatasi virus tsb).
Jadi waspada nih karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah virus tsb menular ke saya (vaksin Varicella tdk boleh pada ibu hamil), selain menambah daya tahan tubuh dengan konsumsi vitamin.
Cuma bisa pasrah dan tawakal deh, semoga saya tidak terjangkit sampai persalinan nanti....

Berikut sedikit artikel yang menyangkut Vaksinasi selama kehamilan, sumber : http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2013/04/26/15031578/vaksinasi-selama-kehamilan

Vaksin apa yang harus saya peroleh selama kehamilan?

Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang aman untuk diberikan bagi wanita hamil:

Hepatitis B: wanita hamil yang berisiko tinggi terhadap hepatitis B dapat memperoleh vaksin ini. Diberikan dalam 3 dosis; dosis kedua dan ketiga diulang setelah 1 dan 6 bulan setelah dosis pertama.
Influenza (inaktif): wanita hamil dapat memperoleh vaksin ini setelah berkonsultasi dengan dokter.
Tetanus/Difteri/Pertusis: direkomendasikan terutama pada kehamilan 27-36 minggu, untuk pencegahan bayi dari batuk rejan. Jika tidak diberikan sewaktu kehamilan, dapat diberikan segera setelah melahirkan.
Apakah vaksin berbahaya bagi janin saya?

Beberapa jenis vaksin, terutama vaksin hidup yang dilemahkan, tidak boleh diberikan kepada wanita hamil karena berisiko bagi bayi. Beberapa vaksin dapat diberikan pada trimester kedua dan ketiga kehamilan atau segera setelah bayi lahir.

Vaksin apakah yang sebaiknya dihindari oleh wanita hamil?

Hepatitis A: keamanan vaksin ini bagi wanita hamil belum dapat dipastikan, sehingga disarankan agar dihindari kecuali jika benar-benar dibutuhkan dan disarankan oleh dokter.
Measles, Mumps, Rubella (MMR): setelah menerima vaksin yang dilemahkan ini, dianjurkan agar setidaknya menunggu paling tidak 1 bulan untuk hamil.
Varicella: sama seperti MMR, vaksin ini dianjurkan diberikan paling tidak 1 bulan sebelum kehamilan.
Pneumococcal: sebaiknya dihindari oleh wanita hamil, kecuali jika terdapat resiko tinggi ataupun memiliki penyakit kronis.
Polio: tidak dianjurkan bagi wanita hamil.

Apa saja efek samping dari vaksinasi?

Efek samping dapat terjadi hingga 3 minggu setelah pemberian. Jika gejala bertambah parah, dianjurkan agar segera berkonsultasi dengan dokter.

Hepatitis A: rasa panas dan nyeri pada tempat injeksi, nyeri kepala, reaksi alergi yang parah
Hepatitis B: rasa panas dan nyeri pada tempat injeksi, demam
Influenza: kemerahan dan bengkak pada tempat injeksi, demam
Tetanus/Diphtheria: demam, merah dan bengkak
Measles, Mumps, Rubella (MMR): ruam - ruam, bengkak pada leher dan pipi, nyeri dan kaku pada sendi-sendi hingga 1-2 minggu setelah injeksi
Varicella: demam, nyeri dan bengkak pada tempat injeksi, ruam-ruam.