Diet Sehat dan Aman Selama Menyusui

Wanita yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui tentu sering dibuat pusing dengan bobot tubuhnya yang sedikit melar dan membengkak diakibatkan proses kehamilan selama 9 bulan lamanya. Selain itu, kebanyakan wanita yang baru saja melahirkan merasakan galau yang cukup tinggi sebab mereka merasa tidak dapat menjalani diet secepat setelah melahirkan karena harus dilanjutkan dengan fase menyusui. Kebanyakan pada ibu ragu dan merasakan takut untuk melakukan diet karena khawatir jika perkembangan gizi bayi mereka akan terganggu dan tidak terpenuhi dengan baik, sebab satu-satunya sumber makanan dan nutrisi untuk bayi hanyalah bersumber dari ASI ibunya.

Namun tahukah anda, jika ibu dirumah lebih cermat dan pintar, ternyata adapula metode diet yang bisa anda lakukan meskipun dalam periode menyusui, diet ini tentunya sehat dan aman tanpa mempengaruhi atau mengganggu kebutuhan ASI bayi anda. Metode diet kali ini tentunya menjadi kabar gembira untuk anda para ibu yang menginginkan memiliki bobot tubuh yang kembali normal seperti dulu. Sebab menunggu selama dua tahun untuk mengembalikan bobot tubuh ke bentuk semula hingga si kecil disapih, tentu bukan waktu yang sebentar. Hanya saja, satu hal yang perlu diingat dalam menjalani metode diet ini adalah asupan harian anda yang harus ditambah hingga dengan 300 kkal perhari agar asupan makanan bayi anda dapat tercukupi dengan baik.

Seperti apa metode diet tersebut? Kita simak berikut ini.

1. Atur Porsi Makan

Mengatur porsi makan dalam diet kali ini bukan berarti anda harus mengurangi jumlah porsi makan anda setiap harinya. Anda dianjurkan untuk sering makan namun dalam porsi yang kecil. Sebaliknya hindari jarang makan dengan porsi yang besar, sebab hal ini akan membuat metabolisme tubuh menjadi berantakan. Anda bisa menyantap makan hingga 6 kali dalam sehari, namun dalam porsi yang kecil. Dengan aturan seperti makan utama 3 kali serta makan camilan 3 kali. Dengan demikian kebutuhan nutrisi dan gizi akan dapat terpenuhi dan bobot tubuh anda dapat berangsur membaik.

2. Cukupi Kebutuhan Nutrisi

Poin selanjutnya dalam menjalankan metode diet sehat dan aman untuk ibu menyusui yakni dengan mencukupi kebutuhan nutrisi. Dalam hal ini nutrisi seperti karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, usu no fat, sayur, buah serta konsumsi air putih haruslah dicukupi. Adapun beberapa daftar makanan yang baik anda konsumsi dengan kandungan nutrisi yang baik diantaranya ikan, telur, kacang-kacangan, tempe, tahu, susu low fat dan daging ayam.

3. Hindari Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji

Mengkonsumsi makanan cepat saji tentu bukan pilihan yang bijak dijadikan sebagai menu santapan sehari-hari, sebab makanan ini memiliki kandungan lemak jenuh yang begitu tinggi. Untuk itu, sebisa mungkin hindari mengkonsumsi makanan cepat saji dan beralihlah pada makanan yang lebih sehat yang dibuat sendiri di rumah.

4. Program ASI Hingga Anak Berusia 2 Tahun

Jika ASI anda lancar dan tidak bermasalah, maka tidak ada salahnya memberikan ASI hingga si anak berusia 2 tahun. Sebab hal ini merupakan solusi yang baik untuk menurunan berat badan tanpa efek samping. Hal ini dikarenakan ketika menyusui, produksi hormon anda akan meningkat dan produksi ini mampu membakar kalori dalam tubuh bahkan hingga mencapai 500 kkal per harinya. Yang mana jumlah kalori ini sama dengan ketika anda bersepeda selama satu jam. Dengan demikian, program pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun akan menjadi alternatif diet yang cukup baik.

Demikian beberapa tips menjalani diet sehat dan aman selama masa menyusui. Dengan mengetahui beberapa tips diatas, kini impian memiliki tubuh yang kembali seperti semula akan dapat anda wujudkan tanpa mengganggu kebutuhan nutrisi yang diperlukan si kecil.