data-ad-format="auto"

Dampak dan Mencegah Depresi Pada Ibu Hamil

Kehamilan sudah seharusnya menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam kehidupan seorang wanita. Betapa tidak, untuk pertama kalinya anda akan bisa menyambut buah hati anda bersama pasangan ke dunia. Dan untuk pertama kalinya pula anda akan merasakan pengalaman berharga menjadi seorang ibu dari malaikat kecil yang telah anda impikan.

Hanya saja, tidak semua perempuan yang tengah hamil merasakan kebahagiaan ini dengan baik. Ketika sebagian besar perempuan lain diberkahi dengan suka cita yang besar dan perasaan senang yang tak tertahankan. Sebagian lain justru mengalami masa-masa kehamilan yang membingungkan, menakutkan dan penuhi dengan stress. Bahkan tak sedikit diantara mereka mengalami depresi yang besar.

Depresi merupakan gangguan suasana hati atau mood yang mempengaruhi 1 dari 4 wanita di satu titik kehidupan mereka. Jadi demikian, tak heran bila penyakit yang satu ini pun akan dapat menyerang wanita pada masa kehamilannya. Baca juga: Keluhan Kehamilan Ibu Hamil 9 Bulan

Selama ini mungkin anda hanya mengenali depresi postpartum atau depresi yang melanda ibu setelah melahirkan buah hatinya. Atau kondisi inipun dikenal dengan sebutan baby blues syndrome. Akan tetapi, gangguan mood selama masa kehamilan pun akan sama besar dampaknya dengan baby blue syndrome.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Umumnya kebingungan dan ketakutan ini terjadi dari melihat pengalaman kehamilan orang-orang disekitar. Selain itu, bayangan akan ketidakmampuan menahan rasa sakit pada saat melahirkan pada umumnya menjadi hal yang melatar belakangi kondisi ini. Mari kita simak dampak dan mencegah depresi pada ibu hamil dibawah ini.

Dampak Depresi Pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang mengalami depresi tidak boleh disepelekan begitu saja atau diabaikan menjadi kondisi yang kecil. Penanganan segera untuk dapat meredakan perasaan depresi ini akan sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan dampak dari depresi bukan hanya dialami oleh kesehatan ibu saja. Namun kondisi ini pun akan dapat mempengaruhi janin dalam kandungan ibu. Dampaknya diantaranya adalah

  • Janin akan beresiko mengalami gangguan dan beresiko sama besarnya mengalami depresi saat mereka besar setelah dilahirkan.
  • Kecukupan gizi ibu tidak akan terpenuhi karena nafsu makan yang terganggu.
  • Kondisi ini akan pula secara otomatis mengancam pada perkembangan janin dalam kandungan yang terganggu.
  • Gangguan lambung yang akan dialami oleh ibu hamil akibat tidak mau makan.

Itulah dia beberapa dampak yang akan beresiko dialami oleh janin dan ibu hamil yang mengalami depresi. Jadi demikian, ibu hamil perlu mendapatkan penanganan yang cepat saat mengalami perasaan depresi. Lakukan konsultasi dengan dokter dan pengobatan perlu diutamakan. Dengan begini kemungkinan buruk dari depresi akan dapat dicegah dengan baik.

Mencegah Depresi Saat Hamil

Mengingat pentingnya mencegah depresi selama kehamilan maka penanganan terhadap depresi perlu dilakukan dengan baik. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa anda lakukan secara mandiri untuk mencegah dan mengatasi depresi pada masa kehamilan diantaranya mari simak dibawah ini.

Istirahat

Penanganan depresi yang pertama adalah dengan istirahat yang cukup. Terkadang aktivitas yang terlalu padat akan membuat anda mudah jenuh dan merasa bosan. Bila kondisi ini dipaksakan maka depresi akan semakin mudah menyerang anda. Jadi demikian cobalah untuk istirahat.

Yoga

Olahraga sehat selama kehamilan ini akan dapat merelaksasi tubuh dan pikiran anda sehingga anda merasa lebih ringan dan damai. Dengan begini depresi akan cepat menghilang.

Hindari Stress

Menghindari stress dari tekanan pekerjaan atau lingkungan adalah hal bijak dalam menghindari depresi. Upayakan pikiran anda tetap jernih dan perasaan anda tetap nyaman. Dengan begini depresi kehamilan akan dapat dihindarkan dengan baik.

Loading...

Follow us