Dampak Buruk Untuk Perkembangan Anak Ketika Anda Menjewernya

Ketika anak melakukan kesalahan atau sulit diatur, kebanyakan orangtua akan memberikan hukuman dengan menjewer anaknya. Namun tahukah anda, kebiasaan menjewer anak dipercaya bukanlah hal yang baik untuk dilakukan karena ada beberapa mitos bahkan masalah kesehatan yang dapat terjadi saat anda sering menjewer anak anda.

Berikut ini beberapa hal buruk yang akan berdampak pada perkembangan anak ketika anda sering menjewernya ketika ia melakukan kesalahan

1. Berdampak Buruk Untuk Kesehatan Anak

Memukul dan menjewer anak dapat merusak kesehatan mental anak secara negatif karena secara tidak langsung, hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan mental anak anda. Meskipun secara umum, menjewer anak tidak meninggalkan bekas luka pada telinga anak, namun nyatanya, hal ini dapat merusak beberapa jaringan syaraf anak, meski tidak secara langsung. Untuk itu, sebaiknya hindari perilaku menjewer anak ketika mereka berbuat kesalahan, sebaliknya nasihati anak jika apa yang dilakukannya itu bukanlah perbuatan terpuji.

2. Membuat Anak Takut Pada Anda

Alih-alih mendengarkan dan menurut, memukul atau menjewer anak ketika mereka berbuat kesalahan, malah akan membuat anak menjadi ketakutan pada anda dan berbalik tidak menghormati anda. Jangan pernah meneriaki dan memarahi anak, terlebih lagi memberikannya hukuman fisik berupa jeweran. Hal ini hanya akan membuat anak merasa takut dan membentengi diri mereka kepada anda. Untuk itulah, apabila anda tidak ingin membuat anak melakukan kesalahan yang sama, maka cobalah cara lain dengan tidak menjewernya.

3. Merusak Harga Diri Anak

Menjaga anak merasa aman dan nyaman adalah tugas anda sebagai orang tua. Namun, ketika anak-anak melakukan kesalahan dan anda menghukumnya didepan orang lain, hal iani akan dapat merusak harga diri anak. Sebab ketika anak berada disekitar orang-orang yang seharusnya melindungi mereka, namun rasa aman masih belum mereka dapatkan, hal ini akan malah menambah kekhawatiran anak dan merusak harga dirinya. Yang mana, hal tersebut dapat memberi efek negatif pada perkembangan mental anak dan menghalangi rasa aman yang mereka rasakan saat bersama kita.

4. Melahirkan Anak yang Sering Berbohong Kepada Anda

Jika anda sering kali memberikan hukuman seperti memukul dan menjewer anak setiap kali ia berbuat kesalahan, selain membuat anak menjadi lebih takut kepada anda, hal ini juga akan melahirkan jiwa pembohong pada anak, karena anak takut akan hukuman yang akan anda berikan dan membuatnya tidak akan mengakui kesalahan yang dibuatnya.

5. Bukan Contoh yang Baik

Ketika anda sering memberikan hukuman fisik pada anak, maka tanpa disadari anda telah memberikan sebuah pesan pada anak, bahwa hanya orang besar dan yang memiliki kekutan saja yang dapat bertindak agresif. Hal ini akan membuat anak memunculkan pemikiran negatif jangka panjang pada pola pikir anak yang beranggapan bahwa hanya orang dewasalah yang dapat bertindak kasar dan memutuskan apa yang benar dan apa yang salah. Selain itu, dengan memberikan hukuman fisik pada anak, anda mengirimkan pesan pada anak tanpa anda sadari bahwa kekerasan menjadi sebuah solusi yang tepat ketika anda berhadapan dengan masalah kehidupan. Perilaku agresif ini akan membuat anak ketakutan untuk mengakui kealahan yang diperbuatnya pada anda. Perlahan namun pasti, mereka akan menjadi anak yang sering berbohong pada anda.

Itulah dia beberapa dampak buruk yang bisa timbul ketika anda sering menjewer anak setiap kali ia melakukan kesalahan. Menjewer memang dikategorikan sebagai hukuman yang ringan dan tidak meninggalkan bekas luka pada tubuh anak, namun demikian hal ini bukanlah solusi yang baik untuk mendisiplinkan anak. ( Baca : Pentingnya Peranan Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati )