data-ad-format="auto"

Benarkah Menstruasi Tidak Teratur, Gejala Kanker Serviks?

Menstruasi anda tidak teratur sehingga anda harus membawa pembalut untuk tetap waspada apabila sewaktu-waktu terjadi menstruasi ? Bahkan anda mengalami darah menstruasi yang lebih banyak sehingga waktu menstruasi cenderung lebih lama, normalkah kondisi menstruasi seperti kasus di atas? Mungkinkah merupakan tanda bahwa kesehatan anda terganggu.

Menstruasi merupakan kejadian alamiah yang terjadi pada wanita. Menstruasi yang normal akan berlangsung dengan siklus 21-35 hari sehingga lama menstruasi sekitar 5-7 hari sedangkan jumlah darah tidak pernah melebihi 80 ml. Kondisi wanita yang mengalami kejadian menstruasi abnormal yaitu ketika terdapat perbedaan ekstrim pada volume darah dan terjadi pada rentan siklus yang lebih pendek atau lebih panjang. Mengapa wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur, apakah merupakan gejala kanker serviks?

Kanker serviks merupakan penyakit yang mengancam wanita bahkan penyakit kanker nomber dua paling banyak membunuh wanita. Kanker serviks dapat menyerang wanita tanpa diketahui gejala awal yang terjadi sehingga baru ditemukan pada penderita stadium lanjut. Pada artikel kali ini kami akan mencoba memberikan informasi mengenai gejala kanker serviks apakah berhubungan dengan menstruasi yang tidak teratur?

Menstruasi yang Tidak Teratur

Menstruasi yang tidak lancar maupun tidak teratur pada wanita banyak sekali penyebabnya. Misalnya saja seorang wanita yang mengalami kelelahan atau stres dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur. Bagaimana dengan wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur dalam jangka panjang?

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Berikut ini adalah beberapa penyebab wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur :

1. Polycystic Ovaries (PCO)

Wanita yang mengalami kista pada rahim akan menyebabkan terganggunya kesuburan. Salah satu gejala yang dialami adalah wanita yang mengalami penyakit ini menstruasi yang jarang dan dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan pada kondisi yang berlangsung lama, penderita terkadang mengalami keluhan pendarahan dan solusinya dapat dengan operasi dan juga pengobatan dalam jangka waktu yang panjang.

2. Kista

Kista atau tumor jinak yang biasanya menyerang wanita adalah kista ovarium. Pada wanita yang mengalami kista ovarium akan menyebabkan gangguan menstruasi, adapula yang mengeluhkan siklus menstruasi terlambat akibat adanya kista folikel. Ketika mengalami masalah dengan menstruasi yang ditandai dengan nyeri setiap menstruasi kemungkinan kista membesar, untuk lebih lanjut dapat diperiksakan pada ahlimedis.

3. Polip

Anda mengalami pendarahan yang lebih banyak ketika menstruasi? Salah satunya gejala dari polip adalah wanita mengalami jumlah darah menstruasi yang lebih banyak meskipun siklus menstruasi teratur. Selain itu wanita yang sudah menikah akan mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan suami istri, bisa dapat menjadi terjadinya polip. Konsultasikan dan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan wanita yang mengalami kondisi seperti gejala polip.

4. Kanker

Kanker rahim dapat diawali dengan siklus menstruasi yang jarang sedangkan pada wanita dengan kanker rahim stadium lanjut akan mengalami pendarahan yang menstruasi yang lebih banyak. Meskipun demikian untuk kanker serviks tidak hanya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur melainkan harus didukung dengna serangkaian test, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan test pap (pap smear).

Menstruasi yang Tidak Teratur Tidak Selamanya Kanker Rahim

Gangguan menstruasi banyak penyebabnya kelainan organik, keseimbangan hormon atau juga fungsi rahim yang tidak diketahui penyebabnya.Wanita yang mengalami ketidakteraturan menstruasi tidak selamanya dinyatakan kanker rahim. Meskipun penelitian yang dilakukan pada wanita yang berusia 50 tahun dengan riwayat menstruasi yang tidak teratur memicu kanker pada wanita. Keluhan awal penderita kanker rahim ditemukan pada usia menopause yang mengalami pendararahan.

Selain itu pada wanita yang belum memasuki usia menopause akan tetapi mengalami pendarahan di luar masa menstruasi dan mengalami menstruasi yang berlebihan harus diwaspadai. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan untuk pencegahan dini terjadinya kanker serviks. Kanker serviks memang tidak bisa dikenali hanya dengan terjadinya menstruasi yang tidak teratur, pemeriksaan kesehatan yang dapat mendukung untuk mendeteksi kanker serviks penting dilakukan.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Kanker serviks dikatakan juga sebagai the silent killer karena baru dapat diketahui setalah penderita mengalami kanker stadium lanjut. Dengan demikian sangat penting sekali untuk melakukan pencegah dini dengan menghindari hubungan seks bebas, berganti-ganti pasangan seks dan merubah gaya hidup menghindari kebiasaan merokok dan minuman beralkohol.

Berikut adalah serangkaian test yang dapat mendeteksi dini kanker serviks :

1. Test IVA

Test Inpeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi gejala kanker serviks yang mudah dilakukan. Pemeriksaan ini dengan menggunakan pemulasan asam asetat 3-5% pada leher serviks dan hasilnya dapat disimpulkan dalam waktu 5 menit.

2. Test Pap Smear

Test yang lebih akurat dari test IVA meskipun demikian produser pemeriksaan sangat rumit. Pada pemeriksaan pap smear dilakukan pengambilan sel sel serviks melalui daerah serviks sehingga hasil usapan yang berisi sel serviks nantinya diperiksa dan baru dapat ditemukan hasilnya pada jarak waktu 1-2 minggu setelah dilakukan test.

3. Test LBC

Salah satu test yang dapat dilakukan untuk kanker serviks adalah LIquid Based Cytology. Sel sel yang diambil dan juga dioles pada kaca objek. Pada test LBC hasil usapan akan dimasukan ke dalam botol yang berisikan cairan khusus sehingga tidak ada sel terbuang. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Apabila dibandingkan dengan pap smear ,test LBC memiliki tingkat kearutan yang lebih tinggi.

4. Test HPV

Test HPV dapat dilakukan bersamaan dengan test LBC atau Test Pap. Test HPV untuk mengetahui virus yaitu HPV yang menandakan bahwa seorang menderita infeksi yang HPV sehingga berpotensi risiko kanker serviks lebih besar pada penderita. Pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks dapat dilakukan ketika usia 21 tahun atau sudah aktif secara seksual.Pemeriksaan rutin dapat dilakukan apabila hasilnya normal maka pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun sekali akan tetapi apabila diketahui terjadi masalah maka pemeriksaan lebih rutin dapat dilakukan.

Kesimpulan

Dengan demikian pertanyaan yang seringkali muncul di mayarakat yang berhubungan dengan ketidakteraturan menstruasi tidak dapat dihubungkan dengan pertanda mengalami kanker serviks. Ketidakteraturan menstruasi dapat terjadi disebabkan kerena hormonal atau masalah leher rahim lainya. Kondisi wanita yang mengalami ketidakteraturan menstruasi dapat dilakukan pemeriksaan dini untuk mengetahui kondisi kesehatan terutama yang berhubungan dengan HPV, yaitu virus penyebab kanker serviks.

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah wanita mengalami kanker serviks atau tidak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Rangkaian test yang dapat dilakukan adalah dengan test IVA. Adapula dengan menggunakan test pap yang lebih akurat dengan test IVA atau test LBC .Sedangkan test HPV dapat dilakukan bersamaan dengan test IVA atau test LBC sehingga lebih mengetahui infeksi HPV pada penderita.