data-ad-format="auto"

Bayi Prematur Lebih Sulit Dekat Dengan Orang Tua, Benarkah?

Orang tua sering kali mengeluhkan sulitnya untuk menjalin kedekatan dengan anaknya. Banyak sekali penyebab orang tua tidak dekat dengan anaknya, yaitu kesibukan orang tua di luar rumah, perlakuan orang tua atau anak anda lahir secara prematur. Penelitian baru baru ini menemukan adanya hubungan kelahiran prematur dengan sulitnya membangun hubungan antara anak dan orang tua. Penelitian yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa bayi yang lahir cepat dan memiliki berat badan yang sangat kurang akan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dekat dengan orang tuanya dibandingkan dengan bayi yang lahir normal pada tepat bulan yang lebih mudah menjalin kedekatan. Bahkan penelitian juga menemukan adanya masalah hubungan kedekatan antara bayi yang berusia 18 bulan, lahir secara prematur dengan orang tuanya.

Bayi prematur memang sering kali mengalami masalah baik secara fisik dan psikis, salah satu masalah yang berhubungan dengan fisik adalah dikarenakan pada usia kelahiran bayi prematur (kurang dari 37 minggu) organ-organ tubuh bayi belum matang dengan sempurna, sehingga akan menggangu pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir. Kondisi yang sering kali ditemukan adalah pencernaan bayi yang terganggu sehingga menunda untuk pemberian ASI secara langsung. Tidak saja masalah fisik yang pada saat bayi dilahirkan, kelahiran prematur akan berdampak pada psikis anak ketika mengalami pertumbuhan. Bayi yang lahir prematur sering kali menjadi anak yang mengalami masalah secara sosial, pendapat ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Rhode Island. Selain itu penelitian di tempat yang sama, menyatakan bahwa anak yang mengalami kelahiran secara prematur akan meningkatkan resiko ketenangan dan kenyamanan, yaitu mempengaruhi kadar stres dalam menjalani kehidupannya ketika beranjak dewasa, hal ini berhubungan dengan produksi hormon kortisol yang jauh lebih tunggi sehingga mempengaruhi metabolisme, sirkus darah dan juga respons kekebalan.

Semakin kurang berat badan yang dimiliki oleh bayi prematur maka semakin tinggi resiko kesehatan fisik dan psikis bayi tersebut. Ditambah dengan kemungkinan mengalami kesulitan dalam belajar yang jauh lebih tinggi ketimbang dengan anak yang lahir normal. Sehingga diperlukan waktu yang lebih lama dalam pemahaman pelajaran dibanding dengan yang lainnya, meskipun demikian bukan berarti anak prematur selamanya mengalami semua masalah diatas, beberapa diantaranya dapat anda bantu dengan dukungan pola asuh, untuk meminamalisir kemungkinan tersebut.

Masalah hubungan antara bayi prematur dengan orang tua bukan dikarenakan perlakuan orang tua pada anak melainkan adanya kelainan dalam otak bayi yang lahir prematur, terutama dalam perkembangan otak dan saraf yang menyebabkan kesulitan dalam membangun hubungan yang dekat antara anak dan orang tua. Penyebab selanjutnya adalah beberapa pendekatan yang menjadi kendala pada saat bayi prematur terlahir di dunia. Biasanya, bayi yang lahir prematur langsung di masukan ke dalam inkubator di mingggu pertama kelahirannya sehingga menyebabkan awal yang buruk antara hubungan antara anak dan orang tua. Sulitnya membangun hubungan antara anak dan orang tua sering kali dipicu beberapa faktor, baik pola asuh, lingkungan keluarga atau kelahiran prematur. Sebaiknya anda mewaspadai kesulitan berhubungan dekat dengan anak dapat menjadi salah satu tanda masalah adanya gangguan dalam perkembangan otak dan saraf pada anak. Disarankan anda mempunyai waktu bersama dengan keluarga di akhir pekan untuk membantu menjaga terjalinnya hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing