Arya, Bocah Obesitas Kembali Bersekolah

Inilah cerita Arya, bocah asal Karawang yang berusia 10 tahun pengidap obesitas yang dapat kembali kembali bersekolah. Sebelumnya Arya dirawat di RSHS Bandung untuk mengikuti program diet dalam rangka mendapatkan bobot tubuh yang ideal. Selama menjalankan program diet di rumah sakit tersebut Arya berhasil menurunkan berat badan dari 192 kg menjadi 180 kg.

Bocah yang bersekolah di SDN Cipurwasari, Desa Cipurwasari, Kecamatan Pangkalan Karawang tidak ingin ketinggalan pelajaran dan bermain bersama dengan anak-anak seusianya. Hari pertamanya sekolah pada hari Senin, 18 Juli 2016 nampak Arya diantar oleh kedua orang tuanya.
Pada saat dia pertama masuk sekolah ada hal yang menarik tidak seperti anak lainnya. Pasalnya Arya tidak menggunakan baju seragam putih-merah sebagai identitas sekolah dasar melainkan menggunakan celana pendek merah dan kaos warna hijau. Meskipun demikian, Arya yang duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar tetap percaya diri.

Terlebih kedatangan Arya ke sekolah sangat disambut oleh teman-temannya. Bahkan teman-temannya berbaris ketika menyambut Arya yang kembali bersekoah. Saat diantar oleh orangtuanya, Arya nampak bergabung dengan teman-temannya dan memilih duduk di bangku jajaran ke dua.
Sebelumnya Arya hanya belajar di rumah. Kini setelah satu tahun Arya belajar di rumah, ia bisa kembali bergabung dengan teman-temannya. Arya menggungkapkan rasa kebahagiannya bisa kembali belajar di sekolah formal dan bertemu dengan teman-temannya.

10


Video Minggu Ini
Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak.

Video courtesy of Bebeclub.


Obesitas yang dialami oleh Arya memaksa dia untuk belajar di rumah. Hal ini dikarenakan bobot tubuh yang berlebih dan membuatnya tidak nyaman ketika melakukan aktivitas. Berbagai upaya dilakukan, tidak hanya oleh orang tua akan tetapi tim medis yang membantu untuk menurunkan berat badan Arya.

Sayangnya Arya tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar sampai selesai. Ketika upacara bendera Arya terpeleset karena tidak kuasa menahan berat badan yang hampir dua kwintal. Bahkan bocah ini sempat menangus dan mengamuk saat badannya terjatuh. Kondisi ini yang membuat Arya akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.

Guru dan teman-teman Arya berupaya untuk menahannya agar tidak kembali pulang akan tetapi segala usaha yang dilakukannya tidak berbuah hasil. Semangat untuk kembali belajar normal di sekolah kembali pudar setelah Arya terpeleset ketika mengikuti upacara bendera. Agar Arya tidak ketinggalan mata pelajaran seperti anak usianya maka tim sekolah memberikan fasilitas untuk Arya belajar di rumah dengan bantuan guru yang ada untuk tatp mendapatkan pelajaran seperti murid pada umumnya.

Penuturan Tim Dokter yang membantu dalam penanganan Arya mengatakan bahwa bobot tubuh Arya bisa turun 15-20 kilogram, sehingga untuk menurunkan berat badan 150 kg membutuhkan waktu kira-kira satu tahun. Hal ini tentu dengan dukungan dari orang tua dan sekitarnya. Menurut dr Julistio yang membantu dalam program diet Arya peranan orang tua sangat dibutuhkan ketika Arya menjalankan diert ketat.Dikutip dari merdeka.com.

Obesitas yang dialami oleh anak-anak akan menurunkan rasa percaya diri ketika bermain dengan anak-anak seusinya. Bahkan beberapa diantara penderita obesitas mengalami ketidaknyamanan ketika bersosialisasi karena aktivitas yang terhambat. Padahal dukungan sangat dibutuhkan untuk kembali mendapatkan berat badan yang ideal.

Kondisi yang dialami oleh Arya ini untungnya tidak membuatnya menyerah dan kehilangan rasa percaya diri. Justru dengan kembalinya bersekolah akan membantu aktivitas fisik dan mempermudah pembakaran lemak. Sehingga untuk dapat mencapai berat badan yang ideal bisa cepat tercapai.