Apa Itu Diabetes Insipidus, Gejala, Penyebab dan Penanganan

Penyakit diabetes masih menajdi momok yang menakutkan untuk banyak kalangan pada berbagai usia. Meski penyakit ini disebut-sebut sebagai penyakit manula atau penyakit yang kebanyakan menyerang orang dengan lanjut usia. Namun pada faktanya banyak orang yang terhitung masih muda sudah terserang dengan kondisi kesehatan yang satu ini.

Pada dasarnya, keterlambatan diagnosa pada penderita diabetes menjadi hal yang mengkhawatirkan dimana seharusnya penanganan dapat dilakukan lebih cepat namun kondisi ini berubah menjadi hal yang menyeramkan saat kondisi diabetes berubah menjadi kondisi lanjutan dengan resiko yang lebih buruk.

Selain diabetes tipe 1 dan tpe 2 yang telah selama ini kita kenali, rupanya muncul jenis diabetes lain yang disebut dengan diabetes insipidus. Kondisi ini sama mengerikannya dengan kondisi diabetes lain dimana tentunya pasien yang mengalami kondisi ini dan tidak segera ditangani maka perlahan kondisi ini akan berlanjut pada diabetes 1 dan diabetes 2. Lalu apa sebenarnya kondisi diabetes insipidus? Mari simak dibawah ini.

Apa Itu Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus merupakan kondisi yang cukup langka yang menyerang penderita penyakit ini. Umumnya penderita penyakit diabetes dengan jenis ini akan mengalami gejala seperti perasaan mudah haus dan pada saat yang bersamaan mereka akan cenderung sering buang air kecil dalam jumlah yang amat banyak.

Pada kondisi tertentu yang lebih parah, penderita diabetes jenis ini akan dapat mengeluarkan air kencing sampai dengan 20 liter dalam sehari. Ukuran ini tentu jauh dibandingkan dengan orang yang normal dan tidak mengalami diabetes.

Jenis diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah sebuah kondisi penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah diatas ukuran normal. Sementara kondisi diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula didalam darah.

Namun satu hal yang pasti penderita diabetes yang satu ini tentu akan merasa terganggu dan tidak tenang. Betapa tidak, hasrat ingin pipis yang terus menerus terjadi bisa mungkin membuat si penderita terganggu dan dapat menyebabkan mengompol. ( Baca Artikel Lainnya: Mencegah Kenaikan Berat Badan dari Penggunaan Insulin )

Seberapa Umumkah Diabetes Insipidus Terjadi?

Diabetes insipidus sebenarnya adalah kondisi yang langka dan jarang sekali terjadi. Penyakit ini pun lebih sering ditemui pada laki-laki dibandingkan pada perempuan. Sementara itu, penyakit ini sifatnya menyerang penderita pada semua usia. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena dengan diabetes insipidus dengan mengurangi faktor dan resikonya dengan baik. Selain itu, jaga selalu untuk senantiasa dapat berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan informasi yang lebih lanjut pada saat anda mulai mengenali beberapa tanda dan gejala dari penyakit ini.

Tanda-Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus

Ada beberapa tanda yang umum dialami oleh penderita diabetes jenis ini. Tanda yang paling sering terjadi pada pasien diabetes insipidus yakni frekuensi buang air kecil dan perasaan haus yang terjadi secara berlebihan. Adapun tanda lain yang mungkin terjadi diantararanya adalah:

  • Seringkali ingin buang air kecil pada saat malam hari
  • Mengompol dengan frekuensi yang tidak lazim
  • Urin yang tampak encer dan pudar
  • Sementara itu, beberapa gejala dibawah ini adalah tanda yang mungkin dialami oleh anak atau bayi:
  • Popok basah yang tidak biasa
  • Kulit kering dan anggota gerak teraba dingin
  • Demam, muntah atau diare
  • Penurunan berat badan
  • Pertumbuhan yang terlambat
  • Rewel tidak beralasan atau terus menangis

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Jadi demikian, bila anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu maka segara konsultasikan masalah ini dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih baik terkait kondisi anda atau orang disekeliling anda.

Penyebab Diabetes Insipidius

Terjadinya diabetes insipidius dapat terjadi karena adanya gangguan yang terjadi pada hormon yang disebut dengan hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) dimana hormon ini pada umumnya bekerja untuk mengatur sejumlah cairan didalam tubuh. Hormon ini dihasilkan oleh hipotalamus, yakni jaringan khusus yang terdapat pada bagian otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah diproduksi oleh bagian hipotalamus.

Didalam tubuh, kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuterik ini ketika kadar air didalam tubuh jumlahnya terlalu sedikit. Perlu diketahui, "Antidiuretik' memiliki sifat berlawanan dengan "diuresis". Adapun diuresis sendiri berarti produksi urin didalm tubuh. Hormon antidiuretik ini akan membantu mempertahankan air didalam tubuh dan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui saluran ginjal dalam bentuk urin.

Sementara itu, yang menyebabkan kondisi diabetes insipidus dapat terjadi adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau pada saat bagian ginjal dalam tubuh tidak lagi dapat merespon seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, kondisi ini membuat bagian ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan yang tidak dapat dihasilkan oleh urine yang pekat. Orang dengan kondisi ini akan selalu merasakan haus yang berlebihan dan mengkonsumsi banyak cairan. Hal ini dilakukan guna menyeimbangi banyaknya cairan yang dikeluarkan oleh bagian tubuh.

Adapun kondisi diabetes insipidus dibagi kedalam dua bagian utama, diantaranya adalah:

  • Diabetes Insipidus Kranial

Jenis diabetes insipidus ini adalah yang paling umum terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak memiliki hormon antidiuretik dari bagian hipotalamus.

  • Diabetes Insipidus Nefrogenik

Kondisi ini muncul ketika tubuh memilik hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine. Hanya saja, bagian ginjal tidak meresponnya dengan baik.

Penanganan Diabetes Insipidus

Pada kondisi diabetes insipidus kranial penanganan yang akan dibutuhkan untuk kondisi ini mungkin tidak perlu dilakukan sebab kondisi ini tergolong kedalam kondisi yang ringan. Untuk mengimbangi banyaknya cairan yang hilang dan terbuang, anda perlu mengkonsumsi lebih banyak cairan dalam seharinya.

Sementara itu, terdapat pula obat yang berfungsi untuk meniru peran dari hormon antidiuretik yakni desmopresi. Apabila memang diperlukan anda bisa mengkonsumsi jenis obat yang satu ini. Hanya saja, pastikan bila anda mengkonsultasikan masalah ini terlebih dahulu dengan dokter agar dosis yang diberikan aman dan tepat.

Sementara untuk kondisi diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah thiazide diuretik. Obat ini akan berfungsi untuk menurunkan jumlah urin yang dihasilkan oleh bagian ginjal. Untuk itu, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat sehingga pengobatan dapat berjalan maksimal.

Kapan Saya Harus Ke Dokter?

Ada beberapa kondisi yang sebaiknya anda membutuhkan pertolongan dokter pada saat kondisi anda sudah masuk dalam fase dimana anda sering buang air kecil dan merasa haus dalam skala yang berlebihan dan berat. Kondisinya dapat bervarias pada banyak orang. Untuk itu, penting sekali mendiskusikan masalah ini dengan dokter guna melakukan metode diagnostik dan terapi yang paling tepat yang bisa diberikan untuk anda.

Selain itu, untuk anda yang memiliki tanda atau gejala diatas atau mungkin pertanyaan lainnya yang masih ragu. Konsultasi dengan dokter manjadi jawaban paling tepat karena anda akan ditangani oleh ahlinya dengan baik.

loading...