data-ad-format="auto"

Anak Suka Berbicara Sendiri, Normalkah?

Kerap kali anda mendapati anak sedang berbicara dengan teman imajinasinya, bahkan dia sibuk mengeksplorasi bersama dengan sesuatu yang tidak bisa anda pahami. Bahkan di usianya yang memasuki 4 tahun kerap kali kebiasaan berbicara sendiri semakin sering dilakukan. Sebagai orang tua kebiasaan anak ini membuat anda cemas, dikhawatirkan merupakan kebiasaan abnormal yang berkaitan dengan psikisnya, sehingga timbul pertanyaan normalkah apabila anak dalam usia balita mempunyai kebiasaan berbicara sendiri?

Usia untuk menentukan kemampuan anak untuk berbicara memang berbeda-beda, akan tetapi pada dasarnya usia 4 tahun kemampuan anak anda sudah dapat berekplorasi dan juga bermain dengan benda favoritnya. Meskipun memiliki banyak teman kerap kali anda menjumpai anak anda sedang berbicara sendiri, menurut ahli perkembangan anak usia 4 tahun memang sering kali berbicara sendiri. Hal ini berhubungan dengan imajinasi, ekspresi dari emosinya dan juga fantasi. Anda jangan buru-buru menganggap hal ini negatif, dikarenakan dengan bicara sendiri anak anda sedang berlatih untuk membimbing diri sendiri dalam mempersiapkan kemampuannya berbicara di lingkungannya.

Sebenarnya tidak saja anak-anak yang sering kali berbicara sendiri, orang dewasa sekalipun sering kali mempunyai kebiasaan berbicara sendiri, akan tetapi bedanya orang dewasa lebih banyak berbicara didalam hatinya sehingga tidak ada yang mengetahui kapan sedang berbicara, berbeda dengan anak-anak yang lebih banyak mengungkapkan secara langsung. Bicara sendiri pada anak anak merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan kognitif. Dengan berbicara sendiri, anak sering kali sedang melakukan proses berpikir dalam menghadapi situasi yang akan ditemukan dilingkungannya. Selain itu berbicara sendiri berperan pada kemampuan anak untuk mengontrol dirinya, kemudian juga dapat meningkatan kemampuan anak dalam problem .

Penelitian yang dilakukan pada anak-anak yang sering bicara sendiri sangat berhubungan dengan kehidupan sosial anak kelak. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh psikolog Rusia, Vygotsky yang menemukan anak sering bicara sendiri sering kali berinteraksi dikarenakan kemampuan bicara sendirinya diambil dari pengalaman sosialnya. Sehingga memungkinkan anak untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan lebih mudah ketimbang anak yang memiliki kebiasaan berbicara sendiri. Kemampuan anak berbicara sendiri akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan anak memasuki lingkungan sekolah. Meskipun demikian ada pula anak yang mempunyai teman fantasi pseudosains yaitu apa yang dianggapnya nyata oleh anak padahal tidak ada sama sekali, biasanya anak yang memiliki kemampuan indra ke enam yang memiliki teman fantasi pseudosains ini. Bahkan kemampuannya akan berlanjut hingga usianya dewasa.

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Dalam membedakan teman fantasi anak anda, anda dapat mengikuti beberapa langkah dibawah ini :

1.   Ketika berimijinasi sering kali anak bermain dengan objek

Pada usia anak 4 tahun biasanya sering kali bicara sendiri dengan memegang objek. Sesekali akan bercerita dengan beberapa benda favoritnya, ini sering kali menandakan anak anda sedang melatih kemampuan sedangkan apabila anak anda bermain tanpa memegang objek sedangkan dia sedang memandang objek atau teman fantasinya sering kali mengarah pada teman fantasi pseudosains.

2.   Teman imajinasi dari tokoh favorit

Apabila anak anda sering kali mempunyai teman khayalan seperti tokoh superhero, tokoh komik atau teman sepermainannya ini merupakan imajinasi yang sedang berlangsung. Akan tetapi jika anak anda menyebutkan bukan dari tokoh favorit atau teman bahkan sering kali disebut berulang-ulang dalam waktu yang lama, dicurigai merupakan teman fantasi pseudosains.

3.   Imajinasi anak masih dalam normal

Apabila anak anda sedang bermain dengan menggunakan benda favorit tanpa merasakan ketakutan dan berhenti ketika bosan, anak anda sedang berbicara sendiri dengan imajinasinya sedangkan pada anak yang memiliki teman pseudosains sering kali anak berteriak teriak, menangis, bahkan ketakutan karena teman imajinasinya.

Loading...

Follow us