Agar Si Kecil Semangat Bangun Sahur

Puasa merupakan ibadah wajib yang dijalankan oleh seluruh umat muslim di dunia.

Selama sebulan penuh seluruh umat muslim menjalankan ibadah dengan tidak makan dan minum selama siang hari dan berbuka saat adzan maghrib berkumandang. Ibadah yang satu ini pun mengajarkan umatnya untuk selalu bersabar dalam menahan emosi, amarah dan juga hawa nafsu. Esensi dari puasa akan senantiasa mengajarkan kita untuk selalu menghargai orang lain, menghormati dan tidak memandang oranglain rendah sebab dimata Tuhan semua umatnya adalah sama.

Dalam beribadah puasa ada beberapa kriteria yang diwajibkan untuk menjalankan ibadah yang satu ini. Mereka yang sudah baligh atau yang sudah dewasalah yang diharuskan menjalankan kegiatan ibadah yang satu ini. Sementara itu anak-anak memang belum diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Hanya saja tidak ada salahnya mengajarkan buah hati anda sejak dini untuk diperkenalkan dengan puasa. Dengan begini anak-anak akan sedikitnya diperkenalkan dengan ibadah yang satu ini. Selain itu, memperkenalkan anak pada ibadah puasa sejak dini tentu akan jauh lebih mudah daripada mengajarkannya setelah mereka berusia lebih besar.


Video Minggu Ini
Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak.

Video courtesy of Bebeclub.


Anak-anak yang masih berusia belia belum terpengaruh dengan banyak hal dan belum memiliki opini sendiri untuk mendebat atau menyangkal orangtuanya. Berbeda dengan ketika anda mengajarkan si kecil untuk berpuasa saat usia mereka sudah lebih besar. Percayalah akan jauh lebih sulit mendisiplinkan mereka dan memperkenalkannya pada ibadah yang satu ini.

Anak-anak yang telah diajarkan untuk berpuasa sejak mereka kecil akan membuat mereka terbiasa saat ibadah ini telah menjadi kewajiban yang harus dijalankannya. Dengan demikianlah orangtua perlu memberikan perhatian dan bimbingan tentang bagaimana memanfaatkan pembelajaran puasa pada si kecil. Dengan begini pelajaran yang optimal yang diberikan saat mereka kecil diharapkan dapat tertanam dalam benak si buah hati dan terbawa sampai mereka besar nantinya.

Memang tidak mudah mengajarkan si kecil untuk menahan lapar dan hausnya dalam waktu yang lama. Belum lagi, terkadang sebagai orangtua godaan terbesar kita datang dari perasaan tidak tega melihat anak-anak kepayahan menahan lemas akibat tidak makan dan minum. Akibatnya hal ini membuat orangtua terkadang menjadi tidak konsisten dalam menerapkan hal tersebut. Pada akhirnya akan lebih sulit untuk orangtua menerapkan puasa pada anak-anaknya.

Selain itu kondisi si kecil yang sering mengeluh atau merengek pada saat meminta untuk membatalkan puasanya seringkali membuat orangtua merasa risih. Wajar memang, apalagi di tahun pertama anda memperkenalkan kegiatan ini, maka godaan dan tantangan akan banyak dihadapi. Hanya saja jangan karena anda menilai si kecil belum mampu melakukan ibadah tersebut anda lantas mengurungkan niatan anda untuk memperkenalkan hal ini pada mereka.

Namanya juga belajar maka lakukan dengan bertahap. Kondisi rengekan dan rewel pada si kecil saat ingin membatalkan puasanya adalah hal yang wajar selama si kecil masih bisa dibujuk untuk tetap mempertahankan puasanya maka lakukan segala cara agar ia tetap bisa menjalankan kegiatan tersebut. Sementara itu, bila bunda melihat si kecil belum cukup kuat maka segeralah akhiri puasa dihari tersebut.

Nah, dari serangkaian kegiatan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja yang penting diperkenalkan pada buah hati anda. Namun juga beberapa ritual lain yang melengkapi ibadah yang satu ini.

Selama bulan puasa si kecil perlu memahami bahwa ada beberapa ibadah yang juga perlu dilakukan seperti mengaji, berbuat kebaikan dan juga makan sahur yang dilakukan saat dini hari. Dari serangkaian kegiatan ini umumnya makan sahur seringkali menjadi hal yang cukup membebani si kecil. Maklumlah, usianya yang masih begitu kecil membuatnya belum terbiasa dengan harus terbangun dini hari dan menyantap makanan pada jam tersebut.

Selain itu jam tidur yang masih panjang dan lama pada si kecil seringkali membuat mereka sulit untuk dibangunkan. Tak heran bila hal ini seringkali membuat orangtua kerepotan membangunkan buah hatinya yang tengah menjalankan ibadah puasa.


Sahur Untuk Anak-Anak

Ya, anak-anak yang baru saja mengikuti puasa di tahun pertamanya tentu tidak mudah mengubah jam biologisnya. Jika pukul 3 sampai dengan 4 subuh adalah waktu untuk mereka saat tengah nyenyak-nyenyaknya si kecil tidur, tentu di jam-jam tersebut si kecil tidak akan mudah terbangun meskipun anda sudah berusaha untuk membangunkannya karena makan sahur sudah siap.

Selain itu, sikap malas-malasan  ketika bangun sahur kerapkali membuat si kecil menjadi rewel atau uring-uringan ketikan duduk di kursi makan. Jangankan untuk bisa menyantap habis makanannya, membuka matanya saja rasanya sulit sekali untuknya.

Pada saat ibu meminta mereka segera menyentuh dan menyelesaikan makanan yang sudah tersaji dipiring, si kecil malah akan semakin rewel dan tidak karuan. Ada saja alasan yang membuat mereka ingin mengurungkan makan sahurnya. Mulai dari merengek masih ngantuk, makanan yang tidak enak sampai dengan mengancam untuk tidak mengikuti puasa hanya karena tidak rela jam tidurnya diganggu begitu saja.

Nah, bila sudah begini maka orangtua akan cukup bingung bagaimana menghadapi perlakuan si kecil yang seperti demikian. Akan tetapi, memang disinilah tantangan untuk anda sebagai orangtua. Diperlukan segala cara untuk bisa membangunkan si kecil pada saat waktu sahur tiba. Sebab santapan sahur ini adalah jadwal makan yang paling penting untuk menunjang energi yang dimilikinya guna menghadapi puasa selama hampir 14 jam lamanya.

Sebaliknya, kondisi tidak menyantap makan sahur pada anak-anak tentu akan berpengaruh besar. Selain membuat mereka tidak mendapatkan energi, hal ini pun akan membuat mereka lemas dan tidak berdaya. Selain itu, bahkan bila si kecil mampu menjalankan puasanya sampai full ancaman penyakit akan mungkin dialami oleh si kecil.

Untuk itulah, penting sekali mengupayakan segala hal agar si kecil mau menyantap makan sahurnya dan tidak rewel saat dibangunkan dini hari.

Nah, untuk membantu anda menyelesaikan masalah ini dan mencari solusi agar si buah hati lebih bersemangat sewaktu dibangunkan untuk makan sahur, maka kita simak beberapa hal dibawah ini. Kemudian untuk hari selanjutnya, bunda bisa menambah porsi atau durasi waktu puasa si kecil menjadi lebih lama dan begitu seterusnya sampai si kecil bisa menjalankan ibadah ini sampai full.

Ketekunan dan kesabaran bunda dalam membimbing dan mengajarkan si kecil lah yang akan membawa bunda pada keberhasilan mengajarkan ibadah puasa pada si kecil sejak mereka berusia dini. Yang mana tentunya hal ini tidak dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

Tantangannya pun mungkin bukan hanya 1 atau 2 kali, bisa mungkin berkali-kali. Akan tetapi sebagai orangtua perilaku bijak anda dalam menyikapi hal ini akan sangat dibutuhkan agar si kecil bisa memaknai apa itu puasa dan termotivasi untuk melakukannya dengan lebih baik.


1. Upayakan Agar Si Kecil Tidur Lebih Awal

Mengupayakan tidur lebih awal pada si kecil bisa dijadikan sebagai langkah awal dalam mengatur agar si buah hati menjadi lebih bersemangat ketika dibangunkan untuk makan sahur. Bila pada hari-hari biasa si kecil tidur pada jam 10 atau jam 9 malam. Maka cobalah untuk mengatur lebih awal waktu tidurnya. Perlu diketahaui, untuk anak-anak yang masih belia jam tidur mereka masih perlu diatur dan diawasi oleh orangtua guna memastikan jika anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dimalam hari.

Dengan demikian, untuk mangatasi masalah sulit bangun saat sahur, maka mintalah anak anda supaya tidur lebih awal, misalkan pada jam 8 setelah shalat tarawih selesai.

Waktu tidur yang lebih lama akan membuat mereka lebih mudah dibangunkan untuk sahur. Dengan begini setidaknya anak akan lebih segar dan bersemangat sewaktu dituntut bangun saat sahur.

Selain itu, hindarkan agar jangan sampai si kecil tidur siang dalam waktu yang lama. Puasa yang dijalani memang terkadang membuat kita merasa lemas dan merasa mudah ngantuk sehingga demikian yang nikmat dijalankan saat berpuasa adalah berdiam diri dirumah atau tidur siang.

Akan tetapi, bila anda membiarkan si kecil tidur siang dengan waktu yang terlalu lama maka hal ini akan malah semakin membuat mereka sulit tidur lebih awal dimalam hari. Akibatnya anak-anak yang tidur larut malam akan semakin sulit untuk dibangunkan, terutama pada saat diminta bangun sahur.

Daripada membiarkan si kecil tidur siang yang lama. Alangkah lebih baik jika ibu memberikan kesempatan si buah hati untuk melakukan berbagai aktivitas, terutama aktivitas yang bermanfaat seperti tadarusan, mengaji dirumah, atau dengan bermain bersama dengan teman-temannya.

Akitivitas yang lebih padat yang dilakukan si kecil pada siang hari akan membuat mereka mendapatkan tidur yang nyenyak dimalam hari sehingga akan lebih mudah pula untuk mereka bisa bangun untuk sahur.


2. Berikan Cerita Bersambung

Hal yang satu ini pun bisa berkaitan dengan poin yang diatas. Dalam rangka meminta si kecil untuk tidur lebih awal, maka langkah kali ini bisa membantu mereka segera tertidur. Sebelum si kecil masuk ke kamar dan naik ke atas ranjangnya untuk segera tertidur maka tidak ada salahnya bila ibu memberikan mereka dengan cerita-cerita menarik yang memancing rasa ingin tahunya.

Ibu bisa menceritakan sebuah kisah dongeng, cerita petualangan atau cerita-cerita rakyat. Yang terpenting adalah memberikan mereka kisah yang menarik. Akan tetapi, ingat jangan selesaikan cerita tersebut pada malam itu juga. Melainkan berikan ia rasa penasaran tentang bagaimana cerita tersebut berakhir.

Saat itu maka mintalah si kecil untuk segera tertidur dan bila ia bisa bangun dengan mudah pada saat makan sahur nanti, maka ibu berjanji untuk kembali menyambung cerita tersebut. Selain itu sampaikan pula pada buah hati anda bahwa bila ia tidak bangun subuh dan mengikuti sahur maka ia tidak akan bisa mendengar kelanjutan kisah yang ibu berikan.

Nah dalam hal ini tantangan terberat yang mungkin akan anda hadapi adalah anda harus mencari dan mengumpulkan cerita menarik yang akan membangkitkan rasa ingin tahunya. Sampaikan cerita tersebut dengan semenarik mungkin hingga si kecil benar-benar penasaran dan mau menuruti ibu saat diminta untuk bangun subuh. Bila si kecil tidak tertarik dengan cerita awal, maka mungkin ia tidak akan termotivasi untuk bisa bangun saat sahur tiba.


3. Pasang Alarm dengan Nada yang Unik

Sama halnya dengan orang dewasa, terkadang si kecil pun butuh sesuatu yang akan membangunkan ia dengan mudah. Terkadang suara teriakan ibu saat meminta mereka bangun bisa menjadi hal yang menyebalkan dan menjengkelkan sehingga membuat mereka enggan untuk bangun sahur.

Nah, untuk mensiasati hal ini maka tidak ada salahnya jika ibu memberikan alarm dan mengatur nada yang menyenangkan untuk suasana hati si kecil. Sebaliknya, jangan sesekali mengatur alarm dengan nada yang memekakan telinga sebab hal ini malah akan membuat suasana hati si kecil menjadi semakin buruk. Kondisi suasana hati yang tidak nyaman ditambah dengan tuntutan bangun pagi akan mungkin membuat si kecil semakin frustasi akibatnya ia malah menjadi semakin rewel.

Cobalah pasang alarm dari ponsel dengan mengatur nada-nada yang disukai si kecil. Seperti misalkan suara barbie membangunkan anak-anak, suara kodok minta hujan atau suara doraemon.

Dengan mengatur alarm dengan nada-ada tersebut maka hal ini akan mengundang mata anak untuk terbuka dan mencari sumber suara tersebut. Sehingga akan lebih mudah untuknya terbangun tanpa terpaksa karena teriakan perintah anda membangunkan mereka.

Nah, selain suara alarm anda juga bisa menyalakan televisi dan memindahkan chanel tv pada tayangan yang disukai oleh si anak seperti chanel kartun atau acara yang sedang booming saat ini. Dengan begini, suara gaduh tersebut akan mulai mengundang si buah hati untuk bisa terbangun dengan perlahan.


4. Ciptakan Waktu Santap Sahur yang Menyenangkan

Bila kegiatan sahur yang anda lakuan hanya terbatas dengan ritual makan dan minum saja, lalu setelah itu shalat subuh dan kembali tidur. Maka mungkin hal ini bisa menjadi hal yang menjemukan untuk buah hati anda.

Sudah saatnya anda mengganti dan melakukan pemebaharuan terhadap kegiatan yang satu ini. Buatlah kegiatan yang satu ini menjadi begitu menyenangkan. Misalkan ajak anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti membaca dongeng, mengaji atau menyelipkan cemilan diwaktu menanti adzan berkumandang tanda mengakhiri sahur yang sedang dijalani.

Selain itu, pilihlah jenis cemilan yang disukai si buah hati seperti coklat, kacang atau berbagai macam makanan yang lezat yang mana hal ini tentunya akan lebih membuat mereka bersemangat mengikuti atau bergabung menyantap makanan tersebut. Akan tetapi, tentunya setelah itu minta si kecil untuk menggosok gigi sebelum ia kembali ke tempat tidurnya.

5. Berikan Kesempatan Si Kecil Untuk Kembali Tidur

Waktu subuh yang masih gelap diluar seringkali membuat si kecil merasa masih ngantuk dan matanya masih ingin menutup. Nah, untuk membangkitkan keinginannya kembali bangun pagi keesokan harinya maka berikan kesempatan untuk si kecil bisa tidur kembali setelah menjalankan ibadah shalat subuh.

Berikan pula pengertian padanya bahwa setelah ritual sahur yang tidak terlalu lama tersebut mereka masih bisa pergi ke kamar tidurnya dan kembali melanjutkan istirahatnya. Beberapa jam tersebut akan membantu mereka meringankan rasa kantuknya.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memudahkan si kecil agar mau bangun untuk menyantap makan sahur saat dini hari. Dengan mengetahui beberapa hal diatas diharapkan agar dapat membantu bunda mengatasi si kecil yang bertingkah rewel atau sulit sekali dibangunkan. Semoga tips diatas bermanfaat dan membantu anda menghadapi si buah hati.